Pengelolaan Sampah Di Negara Maju, Mulai dari Asia Sampai Eropa

Negara maju selalu menjadi panutan dan memberikan contoh dalam berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan dalam hal pengelolaan sampah di negara maju pun bisa menjadi referensi.

Sampah telah lama menjadi sumber masalah yang bisa mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Adanya sampah memang menunjukkan kalau kita sebagai manusia selalu beraktivitas.

Seberapa besar jumlah sampah yang kita hasilkan tergantung pada seberapa besar konsumsi kita atas barang yang dipakai sehari-hari. Sampah yang kita hasilkan bisa sangat beranekaragam.

Maka dari itu perlu adanya pengelolaan sampah yaang benar dan baik, agar memberikan manfaat yang baik bagi alam sekitar. Kita tahu pengelolaan sampah di Indonesia saat ini sangat berbeda dengan pengelolaan sampah di negara maju.

Karena itu masih banyak bencana seperti banjir yang sumbernya adalah dari sampah. Lalu bagaimana sih pengelolaan sampah di negara maju itu?

Apakah negara kita mampu melakukannya? Ikuti terus tulisan ini jika kita ingin belajar pengelolaan sampah di negara maju yang bisa kita contoh dan bisa kita terapkan di Indonesia.

(Baca Juga: Rekomendasi Disinfektar Ruangan Terbaik Untuk Hempaskan Virus)

Pengelolaan Sampah Di Negara Maju

Sampah bisa dibedakan menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik sering disebut dengan sampah basah sedangkan sampah anorganik sering disebut sampah kering.

Sampah organik bisa membusuk dan hancur dengan sendirinya melalui proses penguraian alami. Tapi sampah anorganik tidak bisa. Jadi hampir seluruh negara yang mengalami masalah sampah adalah dari sampah anorganik.

Tapi bagi negara maju, masalah itu bisa diatasi. Ini karena pengelolaan sampah yang mereka lakukan cukup efektif. Begitu juga masyarakatnya banyak yang lebih sadar akan sampah mereka.

Asia

Benua Asia adalah salah satu benua terluas di dunia. Ada berbagai macam suku dan penduduk yang hidup di Asia. Keragaman menjadi salah satu ciri khas di Asia.

Namun benua Asia masih banyak negara yang kewalahan dalam mengatasi masalah sampah mereka. Misalnya saja Indonesia, kita cukup kewalahan mengatasi masalah sampah dan harus banyak belajar dari Jepang. Salah satu negara Asia yang maju dan memiliki sistem pengelolaan sampah yang baik.

  • Jepang

Sistem pengelolaan sampah di negara maju benua Asia yang bisa kita contoh mungkin yang pertama adalah dari negara Jepang. Pemerintah kota masing-masing memiliki peraturan yang mengatur tentang pengelolaan sampah.

Mereka bahkan membuatnya agar dikelompokkan saat membuang sampah. Ada dua kantong plastik dengan warna hijau dan merah. Selain kedua jenis kantong plastik yang berbeda itu, ada juga kelompok lain yaitu kaleng, botol beling, botol PET, barang pecah belah, batu batre, sampah besar sampai sampah elektronik yang pengelolaan dan jadwal membuangnya yang berbeda-beda. 

Pengelolaan sampah di negara maju seperti Jepang tentu tidak bisa dijalankan tanpa adanya disiplin dari masyarakat. Untungnya masyarakat disana patuh dan disiplin terhadap peraturan.

Jika kita memiliki botol plastik kita harus kumpulkan di plastik kuning dengan catatan label dan tutup botol sudah dilepas. Label dan tutup botol ini akan dimasukkan ke plastik merah yang akan dibuang setiap Kamis.

Bahkan untuk label dari kertas kita tidak boleh mencampurnya karena harus masuk di plastik hijau yang akan dibuang setiap Selasa.

Pengelolaan sampah di negara maju seperti Jepang tidak hanya menyasar sampah rumah tangga tapi juga di tempat umum. Ada banyak kotak-kotak sampah dengan berbagai kategori seperti untuk botol plastik, botol beling, atau kaleng.

Begitu juga sampah dari supermarket atau department store dan pasar. Berbagai macam kotak sampah akan diletakkan di dekat toko sesuai jenisnya.

Minuman kemasan kertas bahkan mempunyai caranya sendiri agar bisa di daur ulang.

Eropa

Pengelolaan sampah di negara maju seperti Eropa juga tidak kalah hebat. Pengelolaan sampah di negara maju tersebut memiliki panduan yang dibuat oleh Komisi Eropa.

Panduan ini diberlakukan untuk negara anggota Komisi Eropa yakni Jerman, Belanda dan Swedia. Panduan ini nantinya menjadi dasar peraturan sesuai dengan kebijakan negara masing-masing dengan melibatkan masyarakat juga. 

  • Belanda

Di Belanda dulu melakukan teknik pembakaran untuk pengelolaan sampahnya. Tapi karena belum ada teknologi yang memadai maka teknik itu hanya mengganggu kesehatan masyarakat.

Dan saat ini dengan teknologi tinggi, pengelolaan sampah di negara maju seperti Belanda dilakukan masih dengan teknik pembakaran namun tidak akan menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Makanya sampah harus dipisahkan dulu mana yang boleh dibakar dan mana yang tidak.

Proses pembakaran ini ternyata juga bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

  • Swedia

Sedangkan pengelolaan sampah di negara maju seperti Swedia selalu berpedoman bahwa sampah bisa dipakai untuk sumber energi. Untuk itu mereka mengeluarkan pedoman bahwa senyawa beracun yang ada di sampah harus dikurangi saat proses produksi.

Pemerintah Swedia juga membuat kebijakan untuk mengurangi masyarakatnya membuang sampah. Bahkan sampah yang bisa dibakar tidak boleh dibuang di TPA sejak 2002 silam.

Teknologi juga terus ditingkatkan untuk mengelola sampah menjadi sumber energi.

  • Jerman

Pengelolaan sampah di negara maju seperti Jerman memiliki metode lain lagi. Di Jerman ada perusahaan yang khusus menangani sampah bekas kemasan seperti plastik, kertas, botol, logam dan lainnya.

Perusahaan itu disebut DSG/AG (Dual System Germany Co) dan didanai oleh mereka yang memakai kemasan itu. Sistem sanitary landfill juga sudah lama dilarang karena bisa mencemari tanah serta air tanah.

(Baca Juga: Ini Loh Bedanya Handsanitizer dan Disinfektan)

Sampah yang terdiri dari berbagai macam barang yang bercampur dimungkinkan bisa merusak tanah. Untuk menghindarinya, sampah seperti oli atau batre dibuang dan dimusnahkan dengan teknik khusus.

Nah itu dia bagaimana cara pengelolaan sampah di negara maju yang mungkin saja bisa kita contoh. Pengelolaan sampah di negara maju itu bisa berhasil bukan hanya karena usaha Pemerintah saja tapi perlu juga kesadaran masyarakatnya untuk ikut serta peduli tentang pengelolaan sampah di sekitarnya.

Jadi yuk mulai dari diri kita sendiri dulu, pastikan sampah rumah tangga yang kita hasilkan bisa dipilah agar dapat lebih mudah untuk didaur ulang. Selain itu, jangalah kita membiasakan membuang sampah sembarangan, karena pengelolaan sampah yang salah dapat menjadi penyebab datangnya bencana lain di bumi.

Seperti yang terjadi sekarang ini, banjir terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, khususnya kota Jakarta dan sekitarnya. Beruntung bagi mereka yang rumah atau kendaraannya sudah memiliki asuransi, jika rusak atau kendaraan hanyut, bisa mengajukan pertanggung jawaban pada pihak asuransi.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk kita yang tinggal di daerah rawan banjir, kita bisa mengasuransikan properti dan juga kendaraan kita. Berbagai asuransi terbaik bisa dipilih di laman CekAja.com.

Melalui CekAja.com kita bisa mendapatkan asuransi dengan proses yang cepat, mudah, dan juga terjamin aman. Tunggu apalagi, yuk cek langsung secara online laman CekAja.com.