5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu, Mana yang Lebih Sehat?

Perbedaan gizi tempe dan tahu wajib diketahui. Sebab meskipun sama-sama terbuat dari kacang kedelai, faktanya kedua produk pangan ini memiliki perbedaan nutrisi. Kira-kira, mana yang lebih sehat untuk dikonsumsi, ya? Simak informasinya berikut ini!

5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu, Mana yang Lebih Sehat?

Masyarakyat Indonesia tentunya sudah tak asing lagi dengan bahan makanan bernama tempe dan tahu. Keduanya adalah panganan khas tanah air yang dikenal sebagai sumber protein nabati dengan harga murah. Bahkan bagi sebagian orang, sajian tempe dan tahu goreng menjadi lauk tambahan yang wajib ada saat makan.

Seperti yang kita ketahui, tempe dan tahu terbuat dari kacang kedelai. Tempe dibuat melalui proses fermentasi dengan ragi, yang dibiarkan hingga 2 hari untuk menumbuhkan jamur ragi pada kacang kedelai yang telah dikupas kulit arinya dan sudah dikukus.

Jamur Rhizopus oligosporus ini akan membantu proses pemadatan tempe, sehingga bisa dicetak mengikuti bentuk bungkusnya. Jenis tempe yang umum ada di pasaran Indonesia adalah tempe yang dibungkus dengan plastik bening, dan tempe yang dibungkus dengan daun pisang.

Sedangkan pembuatan tahu dilakukan dengan cara menggiling halus kedelai hingga menjadi bubur, lalu digumpalkan agar dapat dipadatkan, lalu dicetak. Jenis tahu lebih bervariasi, dan bisa dipilih sesuai jenis masakan yang ingin dibuat.

Misalnya tahu kuning, tahu utih, tahu sutra, tahu cina, tahu pong, tahu sumedang, tahu susu, dan masih banyak lagi lainnya.

Ternyata, keduanya bukan hanya memiliki perbedaan proses pembuatan saja. Tetapi juga terdapat perbedaan gizi tempe dan tahu yang harus kamu ketahui. Di antaranya sebagai berikut:

1. Tahu Lebih Kaya Mineral

Tahu Lebih Kaya Mineral - 5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu

Perbedaan gizi tempe dan tahu yang pertama adalah soal kandungan mineral. Proses pembuatan yang berbeda membuat tahu lebih banyak mengandung mineral.

Ini karena jumlah senyawa koagulan atau senyawa yang memadatkan sari kedelai lebih banyak terkandung pada tahu.

2. Tempe Lebih Kaya Vitamin dan Serat

Tempe Lebih Kaya Vitamin dan Serat - 5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu

Sedangkan pada tempe, kandungan cenderung lebih banyak vitamin karena proses fermentasi yang mengakibatkan kandungan kalori pun lebih tinggi. Demikian halnya dengan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak.

Selain itu, karena karena tekstur tempe yang lebih padat dan tidak selembut tahu, maka kandungan seratnya pun tinggi. Juga, ada pula kandungan prebiotik yang bermanfaat merangsang pertmbuhan bakteri baik di dalam usus, yakni bakteri bifidobacterium.

Jadi, tempe terasa lebih mengenyangkan, dan memberikan efek membantu melancarkan saluran pencernaan.

(Baca Juga: 7 Jenis-Jenis Tahu Beserta Cara Buatnya yang Mudah Dilakukan)

3. Tahu Lebih Rendah Kalori

Tahu Lebih Rendah Kalori - 5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kandungan karbihidrat, protein dan lemak pada tahu memang lebih rendah dibandingkan dengan tempe.

Maka dari itu, mengonsumsi tahu saat diet bisa membantumu menurunkan berat makan yakni dengan cara menekan nafsu makan. Tahu juga jadi bisa kamu konsumsi lebih banyak dibandingkan dengan tempe, karena kandungan rendah kalori ini.

4. Zat Gizi Tempe Lebih Mudah Diserap Tubuh

Zat Gizi Tempe Lebih Mudah Diserap Tubuh - 5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu

Kacang kedelai mengandung senyawa antinutrien asam fitat, yakni senyawa yang menghambat penyerapan zat gizi tertentu. Senyawa ini akan lebih banyak hilang saat proses fermentasi pada tempe, sehingga penyerapan gizi lainnya akan lebih maksimal.

Sebaliknya, senyawa antinutrien sulit dihilangkan melalui proses pemadatan pada tahu. Sehingga gizi lain pada tahu pun akan lebih sulit diserap tubuh pula.

(Baca Juga: 10 Rekomendasi Obat Sakit Tenggorokan di Apotik)

5. Kandungan Isoflavon pada Tempe Lebih Tinggi

Kandungan Isoflavon pada Tempe Lebih Tinggi - 5 Perbedaan Gizi Tempe dan Tahu

Selain itu, perbedaan gizi tempe dan tahu lainnya adalah soal kandungan isoflavon. Seperti yang kita ketahui, isoflavon dibutuhkan tubuh sebagai zat penangkal radikal bebas yang merupakan penyebab munculnya berbagai penyakit berbahaya, salah satunya kanker.

Dilansi dari Hallo Sehat, tempe mengandung isoflavon sebesar 103 mg/100 gram, yang mana lebih tinggi jika dibandingkan kandungan isoflavon tahu yang hanya berkisar 4 mg – 67 mg/100 gram.

Dengan mengonsumsi tempe, maka kebutuhan tubuh akan zat isoflavon bisa terpenuhi, karena setiap harinya tubuh membutuhkan asupan isoflavon sebesar 30 mg sampai 50 mg.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini perbedaan gizi tempe dan tahu berdasarkan komposisi nutrisinya, sebagaimana yang dilansir di Kompas.com.

Di dalam 85 gram tempe terkandung total 140 kalori yang terdiri dari:

  • Protein 16 gram
  • Karbohidrat 10 gram
  • Serat 7 gram
  • Lemak 5 gram
  • Sodium 10 mg
  • Kolesterol 0 mg

Sedangkan di dalam 85 gram tahu, terkandung total 80 kalori yang terdiri dari:

  • Protein 8 gram
  • Karbohidrat 2 gram
  • Serat 2 gram
  • Lemak 5 gram
  • Sodium 10 mg
  • Kolesterol 0 mg

Mana yang Lebih Sehat Antara Tempe dan Tahu?

Dari perbedaan gizi tempe dan tahu di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa tempe memiliki kandungan yang lebih baik. Karena jumlah kalori yang lebih tinggi dan juga memiliki lebih banyak vitamin dan serat.

Di sisi lain, tahu yang rendah kalori cocok dikonsumsi oleh pelaku diet yang sedang ingin menurunkan berat badan, tanpa khawatir harus menahan lapar secara berlebihan, sebab tahu tak kalah mengenyangkan.

Meskipun tempe dan tahu sama-sama menyehatkan karena menjadi sumber protein nabati alami, namun kamu sebaiknya memperhatikan cara pengolahan terbaik.

Tempe dan tahu disarankan untuk diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus untuk dijadikan sajian sup atau sayur. Hal ini penting agar nutrisinya tidak hilang oleh proses pemasakan.

Kalaupun harus digoreng, sebaiknya kamu hanya menggunakan sedikit minyak, dan tidak menggorengnya dalam waktu yang lama hingga kering.

Selain itu, tempe dan tahu juga tidak disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Sebab konsumsi kacang kedelai dalam jumlah yang berlebihan akan meningkatkan risiko penyakit kanker payudara. Hal ini tentu harus dijadikan perhatian serius, agar tubuh bisa mendapatkan nutrisi seimbang dari sumber protein lainnya.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan gizi tempe dan tahu. Dari keduanya, mana nih yang lebih kamu sukai?

Gaya hidup sehat memang perlu diterapkan dini untuk menghindari risiko penyakit berbahaya. Selain makan makanan bergizi, berolahraga, dan mengelola tingkat stres, kamu juga sebaiknya memiliki perlindungan asuransi kesehatan.

Di CekAja.com, kamu bisa memilih berbagai produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Premi dijamin terjangkau, dan manfaat perlindungan yang luas. Dengan begitu, kamu tak perlu lagi khawatir soal biaya kesehatan saat terjadi risiko kapan saja.

Yuk, segera cek rekomendasi asuransi kesehatan terbaik dan ajukan hanya melalui CekAja.com!