8 Perbedaan Kopi Arabica dan Robusta, Kopilovers Wajib Kepoin!

Kopilovers sudah tahu belum mengenai perbedaan kopi arabica dan robusta? Kalau belum, yuk cari tahu informasinya lewat artikel CekAja di bawah ini.

Pariwara

Nama kopi arabica maupun robusta pasti sudah tak asing lagi bagi para penikmat kopi. Kedua jenis varietas kopi ini memang sudah terkenal bahkan di seluruh penjuru dunia.

Namun, tak semua orang paham akan perbedaan kopi arabica dan robusta secara detil, terutama bagi mereka yang tergolong newbie. Paling-paling hanya tahu akan cita rasanya saja.

Padahal nih, kalau ditelaah lebih dalam lagi, terdapat banyak sekali perbedaan kopi arabica dan robusta lho, bahkan lebih spesifik dari yang kita tahu.

8 Perbedaan Kopi Arabica dan Robusta

Nah, untuk lebih mengenal lagi perbedaan kopi arabica dan robusta, berikut ini CekAja ulas informasinya khusus untuk para kopilovers. Simak sampai akhir ya!

1. Tempat asalnya

Perbedaan kopi arabica dan robusta yang pertama dan paling mendasar adalah mengenai tempat asalnya.

Meski dinamakan arabica, namun ternyata kopi ini justru berasal dari dataran tinggi Ethiopia Barat.

Kopi arabica dapat tumbuh dengan subur di ketinggian hingga 7000 kaki di atas permukaan laut.

Daerah yang paling ideal untuk menanam biji kopi arabica adalah daerah subtropis, dengan kondisi tanah berupa tanah gembur dan paparan sinar matahari yang cukup.

Sementara itu, kopi robusta sendiri berasal dari Afrika Barat, dengan daerah idealnya adalah dataran rendah di bawah 1.000 meter dari permukaan laut.

Salah satu negara yang menjadi pengekspor terbesar untuk kopi robusta adalah Vietnam.

2. Proses perawatannya

Baik arabica maupun robusta, keduanya memiliki proses perawatan yang berbeda.

Kopi arabica dinilai sulit untuk dirawat, karena biji kopinya yang rentan terhadap hama penyakit, apalagi jika ditanam di dataran rendah.

Beda halnya dengan kopi robusta, yang justru lebih mudah untuk ditanam maupun dirawat, karena kandungan kafeinnya yang tinggi.

Bahkan kopi robusta juga bisa berulang kali panen dalam satu tahun.

(Baca Juga: Ini Dia 6 Jenis Kopi yang ada di Indonesia)

3. Bentuk biji kopinya

Setelah mengetahui tempat asal sekaligus proses perawatannya, sampailah kita pada pembahasan mengenai tampilan biji kopi arabica dan robusta.

Jika dilihat secara lebih dekat, perbedaan kopi arabica dan robusta dari sisi bentuk bijinya sendiri cenderung terlihat lho.

Pada arabica, biji dari kopi ini biasanya memiliki tampilan yang lebih besar sekaligus lonjong. Sedangkan biji kopi robusta umumnya berukuran kecil dan berbentuk agak bulat padat.

Dengan bentuknya yang berbeda ini, kopi arabica dan robusta tentu saja memiliki teknik roasting yang berbeda pula.

4. Aroma

Perbedaan kopi arabica dan robusta yang berikutnya terletak pada aroma dari kedua kopi tersebut.

Sebelum disangrai, biji kopi arabica umumnya mengeluarkan aroma yang segar nan manis, seperti buah-buahan.

Begitupun setelah disangrai, aromanya justru kian wangi layaknya paduan antara aroma bunga, buah, dan kacang-kacangan.

Lain halnya dengan kopi robusta. Kopi ini punya aroma yang kuat dan tidak terlalu nikmat, apalagi setelah disangrai.

5. Cita rasa yang dihadirkan

Berbicara mengenai aroma, tak lengkap rasanya kalau tidak membahas mengenai cita rasa dari kedua kopi andalan tersebut.

Untuk kopi arabica, cita rasa yang dihadirkan dari kopi ini cenderung bervariasi. Bahkan after taste-nya pun terasa asam dan manis, karena kandungan gulanya yang lebih banyak.

Oleh karena itulah, kopi arabica biasanya dihidangkan tanpa tambahan gula lagi.

Berbeda dengan kopi robusta yang justru memiliki after taste pahit dan terasa seperti kacang. Kopi ini paling sering dinikmati oleh mereka yang gemar dengan tipe kopi strong.

6. Kadar kafein, lemak dan gula

Perbedaan kopi arabica dan robusta yang lainnya terletak pada kadar kafein, lemak, sekaligus gulanya.

Kadar kafein pada biji kopi arabica jauh lebih kecil ketimbang robusta, yaitu hanya sebesar 1,1 persen-1,5 persen saja.

Sementara untuk kopi robusta, jenis kopi ini memiliki kandungan kafein yang cukup tinggi, yakni hingga 2,7 persen, cocok untuk mereka yang ingin terjaga di malam hari.

Kemudian untuk kandungan lemak dan gulanya sendiri, kopi arabica dinilai punya kadar lemak dan gula lebih tinggi daripada robusta.

Sehingga tak heran kalau cita rasanya cenderung manis.

7. Tingkat kadar asam klorogenik

Perbedaan kopi arabica dan robusta yang ketujuh terletak pada kadar asam klorogeniknya. Tinggi rendahnya kadar asam ini juga mempengaruhi pertumbuhan dari biji kopi lho.

Pada kopi arabica, tingkat kadar asam klorogeniknya diketahui mencapai 5,5 hingga 8 persen saja.

Karena hal itu pula, proses pertumbuhan maupun perawatan kopi arabica jauh lebih sulit, sebab risiko terserang hama penyakit justru tinggi.

Sebaliknya, kopi robusta malahan memiliki tingkat kadar asam klorogenik hingga 10 persen, sehingga perawatannya lebih mudah begitupun dengan proses panennya.

Meski begitu, kopi robusta justru memiliki kadar kafein yang lebih tinggi ketimbang arabica.

Alhasil, kopi ini tak disarankan untuk penderita asam lambung, karena dinilai membahayakan.

8. Harga

Terakhir, perbedaan kopi arabica dan robusta yang paling kentara adalah harga jualnya.

Kopi arabica dipatok harga yang lebih mahal, kira-kira sekitar Rp31 ribu ke atas untuk kemasan 100 gr.

Hal yang membuat kopi arabica ini mahal, karena proses perawatannya yang sulit, sekaligus karakter aroma dan rasanya yang cenderung variatif.

Tidak seperti kopi robusta yang justru memiliki karakter rasa maupun aroma sama.

Selain itu, proses perawatannya yang mudah hingga menghasilkan panen 3 kali berturut-turut dalam satu tahun, menjadikan harga jual kopi robusta lebih murah, yaitu Rp25 ribu per 100 gr.

(Baca Juga: 5 Resep Paling Recommended untuk Membuat Kopi Kekinian)

Handal dalam Menyajikan Kopi? Yuk, Geluti Bisnis Kedai Kopi

Sudah tahukan perbedaan kopi arabica dan robusta? Nah kalau kamu handal dalam dunia “perkopian” nih, mendingan cobain deh bisnis kedai kopi.

Lumayan lho, apalagi kan sekarang ini kedai kopi lagi merajalela di mana saja, enggak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta saja.

Enggak perlu bingung akan modal usahanya. CekAja siap membantu memenuhi kebutuhan modal usaha jika kamu ingin memulai bisnis kedai kopi.

Pinjaman modal usaha dari CekAja ini berbentuk kredit tanpa agunan alias KTA. Bunganya yang rendah, yakni hanya 0,65 persen saja bakal membuat proses cicilan jauh lebih ringan.

Pengajuan pinjamannya juga praktis, bahkan dilakukan secara online saja.

Yuk, tunggu apalagi? Segera miliki pinjaman KTA dari CekAja.com, dan nikmati kemudahannya untuk membangun bisnis kedai kopimu.

Pariwara