Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

6 menit waktu bacaan

Pilih Bayar Utang atau Menabung Saat Pandemi Corona? Ini Jawabannya

by Anes Saputra on 20 March, 2020

Mana yang harus diutamakan, membayar utang atau menabung terutama saat terjadi pandemi Corona seperti saat ini? Satu pertanyaan itu sepertinya bisa mewakili banyak orang yang sedang bergelut dengan masalah finansial. 

bayar utang - CekAja.com

Pada dasarnya membayar utang dan menabung sama-sama penting tapi kok dilema ya. Kalau uangnya digunakan untuk bayar utang nanti tidak ada simpanan atau dana darurat yang bisa saja dibutuhkan selama masih ada pandemi. Di sisi lain, utang akan terus menumpuk dan bahkan bisa berbunga jika diabaikan. 

Memang bukan pilihan yang mudah tapi jika direncanakan dengan matang, kamu pasti bisa mengambil keputusan yang benar. Ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan agar bisa segera keluar dari kegalauan soal bayar utang atau nabung duluan. Simak yuk!

1. Pilihan mendahulukan bayar utang

Jika kamu memilih untuk membayar utang terlebih dulu dan sama sekali tidak menyisakan uang untuk masuk ke dalam rekening simpanan. Risikonya adalah kamu pada akhirnya harus menggunakan kartu kredit jika terjadi kebutuhan mendadak atau darurat. Itu artinya kamu akan menambah jumlah utang dan cicilan yang harus kamu bayarkan tiap bulannya. 

Bukan bermaksud menakuti tapi menggunakan kartu kredit sebagai alternatif untuk dana darurat adalah sesuatu yang cukup merugikan. Kamu hanya akan semakin kesulitan untuk terbebas dari utang. 

Kamu bisa membayar utang yang memiliki bunga tertinggi. Selalu prioritaskan itu dulu sebelum yang lainnya agar beban pengeluaran kamu tidak semakin membengkak akibat denda atau sejenisnya. 

Untuk pinjaman dengan cicilan jangka panjang, kamu bisa membayarnya lebih awal atau kamu mengurangi jangka waktu yang sudah ditetapkan. Biasanya akan ada sedikit keringanan yang diberikan jika kamu memperpendek jangka pembayaran utang.

2. Pilihan mendahulukan menabung

Bagaimana dengan memprioritaskan tabungan dulu dan mengabaikan utang? Hasilnya adalah kamu akan mengeluarkan banyak uang untuk membayar denda dan bunga. Yang menyebalkan adalah jumlah bunga utang kamu kemungkinan akan jauh lebih besar daripada bunga yang kamu dapat dari tabungan yang sudah kamu perjuangkan itu. 

(Baca juga: Cara Mencuci Tangan Menurut WHO Untuk Cegah Virus Corona)

Risiko lain yang mungkin akan kamu tanggung jika ngotot mengutamakan tabungan dibandingkan membayar utang adalah di masa pensiun nanti bisa saja kamu masih memiliki utang. Itu artinya kamu tetap tidak bisa hidup tenang dengan dana tabungan yang kamu miliki.  

Jika kondisi tersebut kamu alami pada akhirnya hanya ada dua pilihan. Kamu harus rela hidup sangat pas-pasan dan lebih berhemat di hari tua atau kamu memaksa diri untuk tetap bekerja sampai semua utang lunas. 

  • Keuntungan

Apakah itu artinya tidak bisa mengutamakan untuk menabung daripada bayar utang padahal kondisi darurat seperti saat ini? Sebenarnya kamu bisa saja mengutamakan untuk menambah tabungan atau dana darurat dengan syarat semua utang kamu tidak memiliki bunga atau hanya memiliki bunga yang sangat rendah dan tidak wajib dibayar tiap bulannya. 

Dengan kondisi seperti itu kamu bisa menabung dulu sampai jumlah tertentu, lalu akan mulai fokus membayar utang setelahnya. Idealnya dana darurat atau tabungan itu cukup untuk menghidupi kamu selama 3 hingga 6 bulan.

3. Solusi jalan tengah

Kok sepertinya semua pilihan masih berat? Tidak ada yang benar-benar menguntungkan. Kalau begitu masih ada satu pilihan lagi nih yakni membayar dua-duanya. 

Ya, membayar keduanya sejujurnya adalah cara terbaik di antara yang terbaik. Baik sedang terjadi pandemi atau tidak, jawabannya akan tetap sama yakni kamu lebih baik membayar utang tapi juga tetap menabung. 

Kurang bijak dan kurang menguntungkan rasanya jika kamu hanya fokus atau membuat prioritas pada satu hal saja. Lebih baik pisahkan terlebih dulu dana yang akan kamu gunakan untuk membayar utang dan menabung atau dijadikan sebagai dana darurat.  

Bagaimana bisa melakukan keduanya? Kamu harus menemukan jumlah yang imbang antara pengeluaran untuk membayar utang dan menabung setiap bulannya. Jika uang yang kamu miliki untuk membayar keduanya adalah seratus ribu maka bagilah secara adil yakni lima puluh ribu untuk masing-masing. 

Jika kamu memaksakan untuk memberikan jumlah yang lebih banyak pada satu hal dan membuat yang lain mengalah, tentu kamu harus siap dengan risiko yang sudah dijelaskan di atas. Sudah sangat gamblang penjelasan mengenai beragam kemungkinan dan kerugian yang akan kamu dapat jika hanya memilih salah satu saja. 

Jika jumlah yang kamu siapkan tidak cukup dan akhirnya kamu harus tetap membayar bunga atau denda, jumlahnya tidak akan merugikan banyak.

(Baca juga: Cara Pinjam Dana Cepat Lewat Cairin.id yang Aman dan Terdaftar OJK)

Di sisi lain, kamu juga akan merasa lebih tenang karena tetap memiliki simpanan jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak. Kamu tidak harus menggunakan kartu kredit atau menambah utang. 

Sekarang kamu masih bingung atau sudah dapat sedikit pencerahan mengenai mana yang harus diutamakan antara bayar utang atau menyiapkan tabungan dan dana darurat? Semoga sudah sedikit memiliki gambaran mengenai pilihan terbaik yang bisa kamu ambil.

Selektif dalam berutang

Sebenarnya apapun pilihannya baik mendahulukan tabungan dan dana darurat, mengutamakan utang dulu, atau memilih untuk membayar keduanya secara seimbang, masing-masing tetap memiliki risiko. Hanya saja yang bisa kita jadikan bahan pertimbangan utama adalah mana yang risiko buruknya paling kecil.

Satu hal lagi, kalau lain kali kamu mau berutang, pastikan meminjamnya dari sumber yang aman dan terpercaya ya. Sekarang ini banyak layanan pinjaman online ilegal yang menawarkan kemudahan dalam menarik utang, namun ujungnya kamu dirugikan karena beban bunga yang tinggi dan cara penagihan yang tidak menggunakan etika.

Salah satu perusahaan peer to peer (P2P) lending yang aman dan terdaftar di OJK adalah Cairin milik PT Idana Solusi Sejahtera. Perusahaan tersebut  telah mengantongi izin dari OJK Nomor S-216/NB.213/2019, yang membuat layanan P2P nya aman untuk digunakan.

Kamu hanya perlu menyiapkan foto KTP untuk di-upload di aplikasi Cairin. Selain itu, agar bisa mengajukan pinjaman, kamu hanya dipersyaratkan berusia minimal 20 tahun yang memiliki rekening pribadi serta memiliki pekerjaan atau penghasilan.

Selanjutnya ikuti empat langkah sederhana agar pengajuan pinjamanmu dapat diproses dan dikabulkan pihak Cairin. Berikut ini langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

  1. Unduh dan install aplikasi Cairin di smartphone kamu;
  2. Isi dan lengkapi data pribadimu sebagaimana yang diminta aplikasi;
  3. Tunggu proses verifikasi dari pihak Cairin;
  4. Saat verifikasi selesai, pinjaman akan dicairkan melalui nomor rekening yang kamu daftarkan.

Semakin lengkap dan jelas informasi yang kamu bagikan, tentu akan semakin besar kesempatan untuk lolos verifikasi dan semakin cepat pinjamanmu cair. Ajukan pinjaman online Cairin melalui CekAja.com, sekarang juga!

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke