Resign atau Bertahan Di Saat Pandemi? Yuk, Pertimbangkan Dahulu Hal-hal Berikut Ini!

8 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Pertimbangan untuk resign atau bertahan di saat pandemi, mungkin beberapa kali pernah melipir dan menghantui pikiran. Namun, jika keinginan untuk resign tersebut terus menghampiri, apakah itu pertanda bahwa kamu benar-benar harus resign?

Eits, tunggu dulu! Bisa jadi itu hanya godaan semata, karena menumpuknya pekerjaan, gaji yang terpangkas hingga jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, atau posisi kerja yang tak kunjung meningkat.

Ada banyak sekali alasan yang membuat seseorang berkeinginan untuk resign. Namun sebelum benar-benar memutuskan untuk resign atau bertahan di saat pandemi, yuk pertimbangkan dahulu beberapa hal yang akan diulas berikut ini!

Hal-hal yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Resign

1. Ketahui kondisi dan posisi karier saat ini

Sebelum memutuskan untuk resign atau bertahan di saat pandemi, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu kondisi dan posisi karir saat ini.

Apakah posisi karirmu sudah jelas sebagai karyawan tetap, masih menunggu kejelasan kontrak, sedang mengembangkan karier, atau mungkin sudah memiliki karier cemerlang?

Hal-hal terkait kondisi dan posisi karir tersebut, tentunya harus kamu ketahui dengan jelas terlebih dahulu.

Apabila posisi kariermu saat ini belum jelas, atau belum memiliki karier yang baik, maka sebaiknya tahan dulu keinginan untuk resign.

Karena seperti yang diketahui, di masa pandemi seperti saat ini banyak sekali perusahaan yang tidak membuka lowongan pekerjaan.

Meskipun ada beberapa perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan, namun saingan yang akan kamu hadapi dalam mendapatkan pekerjaan tersebut, pasti sangat banyak.

Sehingga, ada baiknya jika bertahan lebih dulu di pekerjaan saat ini, jika keadaan tidak mendesak dan kemampuan serta pengalamanmu belum cukup banyak.

Apalagi jika karier saat ini sudah jelas dan mapan, itu juga bisa menjadi pertimbangan untuk kamu tetap bertahan di pekerjaan yang sekarang.

(Baca Juga: Jurus Menabung Sehabis Resign dari Kantor)

2. Ketahui kondisi finansial saat ini

Hal berikutnya yang harus dipertimbangkan, sebelum memutuskan untuk resign atau bertahan di saat pandemi adalah kondisi finansial.

Yang mana, ketika sudah memutuskan untuk resign, kamu harus memiliki tabungan lebih untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Terlebih jika kamu resign sebelum mendapat pekerjaan, atau bekerja di tempat yang posisinya belum menjanjikan.

Maka dari itu, mengetahui kondisi finansial yang dimiliki saat ini sangat penting. Caranya yaitu dengan melakukan cost-benefit ratio, yaitu mempertimbangkan keuntungan dan kerugian apabila resign di saat pandemi.

Selain itu, kamu juga bisa menanyakan beberapa hal ke diri sendiri, seperti:

  • Apakah ketika resign kamu akan mendapatkan pesangon?
  • Kalau tidak mendapat pesangon, kira-kira akan bertahan berapa lama dengan sisa uang dan tabungan yang dimiliki untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari?
  • Membutuhkan waktu berapa lama untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan?
  • Jika ingin berbisnis, apakah uang yang dimiliki saat ini cukup untuk dijadikan modal?
  • Jika cukup, kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai bisnis mendatangkan profit yang cukup untuk putar modal dan memenuhi kebutuhan sehari-hari?

Apabila semua pertanyaan di atas bisa kamu jawab dengan jelas, serta memiliki alasan yang kuat, maka kamu bisa memutuskan untuk resign dari tempat kamu bekerja saat ini.

Namun apabila kamu masih ragu dengan semua jawaban yang dimiliki, maka sebaiknya bertahan dahulu di pekerjaan yang sekarang, setidaknya sampai kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan.

3. Lowongan pekerjaan yang sedang terbatas

Sudah menjadi rahasia umum, apabila selama masa pandemi Covid-19 perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan sangat terbatas.

Ini merupakan salah satu dampak dari pandemi virus Covid-19, yang menyerang sektor perekonomian.

Banyak dari perusahaan yang melakukan efisiensi pegawai, untuk menyelamatkan keuangan perusahaan.

Hal ini tidak hanya terjadi pada perusahaan-perusahaan besar saja, tetapi perusahaan menengah ke bawah pun terkena imbas dari pandemi tersebut dan harus melakukan efisiensi pegawai juga.

Melihat banyaknya perusahaan yang melakukan efisiensi pegawai atau PHK, maka secara otomatis lowongan pekerjaan di tengah pandemi pun semakin sedikit.

Oleh karena itu, jika kamu berencana untuk melakukan resign di saat seperti ini, akan lebih baik jika kamu mengurungkannya terlebih dahulu.

Sebab, akan sangat riskan jika kamu tetap memaksakan diri untuk resign dari pekerjaan lama ditengah pandemi saat ini.

Kecuali, kamu sudah mendapatkan pekerjaan baru yang lebih jelas dan menjanjikan terlebih dahulu, sebelum kamu mengajukan resign.

4. Kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil

Mengingat kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil, maka akan sangat riskan bagi kamu jika ingin mengajukan resign.

Mengapa? Karena kondisi keuangan setiap perusahaan berbeda-beda. Jika kamu berpindah pekerjaan, belum tentu pekerjaan yang saat ini dapat memberikanmu gaji yang lebih besar dari pekerjaan sebelumnya.

Sebab, ada banyak perusahaan yang mengalami kerugian besar, sebagai imbas dari pandemi Covid-19.

Contohnya seperti perusahaan travel agency, yang rata-rata mengalami kerugian besar, akibat menurunnya pembelian tiket perjalanan wisata, baik itu pesawat, kereta dan lain sebagainya.

Meski begitu, namun masih ada beberapa perusahaan yang bergerak dibidang lainnya, yang masih bertahan atau bahkan menanjak.

Seperti misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang medis. Perusahaan tersebut kemungkinan besar masih bertahan, atau bahkan menanjak di saat-saat seperti ini, karena meningkatnya permintaan terhadap peralatan medis.

Nah apabila kamu berpindah kerja ke bidang tersebut, maka keputusan untuk resign di antara pilihan resign atau bertahan di saat pandemi, masih bisa dipertimbangkan.

5. Persiapkan rencana setelah resign

Poin kelima yang juga harus diperhatikan, ketika menimbang antara resign atau bertahan di saat pandemi, yaitu rencana setelah resign.

Rencana ini, sebenarnya sudah harus dipikirkan secara matang jauh sebelum mengambil keputusan untuk resign.

Sebab, rencana tersebut berfungsi sebagai alternatif pilihan yang akan dilakukan nantinya, apabila resign merupakan keputusan yang salah.

Dengan adanya rencana, maka kamu bisa langsung melakukan opsi lain, untuk mengatasi langkah yang salah, yaitu resign.

Kamu mungkin bisa mulai dengan menjadi freelancer, atau berwirausaha dengan dana yang kamu miliki saat ini.

Namun sebelum memulai berwirausaha, ada baiknya kamu melakukan analisis dan identifikasi terlebih dahulu, mengenai usaha apa yang sekiranya bisa bertahan di masa pandemi saat ini, serta membawa keuntungan yang besar.

Selain itu, kamu juga perlu mempersiapkan mental untuk menghadapi ketidakpastian. Jika hal tersebut terjadi, sebisa mungkin kamu mengambil keputusan terbaik dengan bijak.

6. Mengembangkan kemampuan diri

Mengembangkan kemampuan diri, merupakan poin penting yang juga harus dipertimbangkan, sebelum memutuskan resign atau bertahan di saat pandemi.

Pasalnya, jika kamu tergesa-gesa memutuskan untuk resign dari pekerjaan saat ini, namun tidak memiliki kemampuan lebih yang dibutuhkan rata-rata perusahaan, maka resign menjadi pilihan yang kurang tepat.

Bagaimana tidak, rata-rata perusahaan membutuhkan pegawai yang “melek teknologi”. Dalam arti, pegawai harus mengerti terkait perkembangan teknologi, dan hal-hal lainnya.

Apabila kamu tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup terhadap hal itu, ada baiknya urungkan dahulu niat untuk resign, dan kembangkan kemampuan diri semaksimal mungkin.

Kamu bisa mengikuti berbagai macam pelatihan, workshop, webinar dan lain sebagainya untuk mengembangkan kemampuan diri.

Namun, jika kemampuan yang dimiliki saat ini dirasa sudah mencukupi standar yang dibutuhkan perusahaan, maka kamu bisa saja melakukan resign, untuk mengambil peluang dan tantangan baru yang akan meningkatkan kemampuan.

7. Membangun kembali koneksi

Hal selanjutnya yang harus dilakukan, sebelum memutuskan untuk resign atau bertahan di saat pandemi, yaitu membangun kembali koneksi.

Selama pandemi, hubunganmu dengan para koneksi jadi berjarak, bukan? Kamu tidak bisa bertemu langsung dengan rekan kerja dan kerabat lainnya.

Tetapi, hal itu sebenarnya bukan suatu hambatan yang berarti, karena kamu tetap bisa melakukannya secara virtual melalui media sosial.

Sebuah studi juga mengungkapkan, kalau koneksi yang jauh atau sudah lama tidak terhubung, seringkali lebih baik dalam menawarkan perspektif baru, serta saran yang jujur daripada mereka yang dekat.

Artinya, membangun kembali koneksi dengan kerabat yang sudah lama tak bertemu, merupakan hal baik yang bisa dilakukan.

Karena, hal itu tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk menawarkan pekerjaan baru yang lebih menjanjikan kepadamu.

8. Melakukan diskusi dengan kerabat dan keluarga

Selain tujuh hal di atas, melakukan diskusi dengan kerabat dan keluarga pun, menjadi hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih resign atau bertahan di saat pandemi.

Sebab, dengan bercerita atau berdiskusi terkait keinginan untuk resign dengan kerabat dekat atau keluarga, itu akan memperjelas pemikiran dan membuatmu lebih maju.

Terlebih, melakukan diskusi juga dapat memberikan pandangan baru terkait perpindahan kerja, khususnya pada saat pandemi seperti saat ini.

Dengan begitu, nantinya risiko terjadinya salah langkah dalam mengambil keputusan resign pun, semakin berkurang.

9. Pilih pekerjaan yang lebih menjanjikan

Poin terakhir yang harus dipertimbangkan, sebelum memutuskan untuk resign atau bertahan di saat pandemi adalah memilih pekerjaan yang jauh lebih menjanjikan.

Salah satu jenis pekerjaan yang menjanjikan adalah pegawai pemerintah. Yang mana, pegawai pemerintah memiliki masa depan yang lebih jelas, karena akan mendapatkan uang pensiun untuk masa tuanya.

Apabila kamu tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan dari pegawai pemerintahan, setidaknya pilih pekerjaan yang memberikanmu posisi tetap dan memiliki jenjang karier.

Tetapi jika kamu belum menemukan pekerjaan-pekerjaan semacam itu, maka ada baiknya pertimbangkan kembali keputusanmu untuk resign.

Alasan Pegawai Mengajukan Resign

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui beberapa hal yang harus dipertimbangkan, sebelum memutuskan resign atau bertahan di saat pandemi, maka kini saatnya untuk kamu tahu apa saja alasan pegawai umumnya mengajukan resign.

Melansir dari Fortune (April 2020) dalam avrist.com, 14 persen perempuan yang terdapat dalam survei Syndio Solutions Inc, yaitu lembaga konsultan human resources, para perempuan tersebut mempertimbangkan keinginan untuk resign karena tuntutan keluarga, yang timbul akibat krisis virus Covid-19.

Keinginan untuk melakukan hal tersebut pun juga terjadi pada 11 persen pria. Sementara, 6 persen wanita dan 10 persen pria juga mengaku pasangannya sedang mempertimbangkan untuk resign.

Jika dilihat berdasarkan survei ini, hal itu terjadi karena dipicu oleh besarnya tekanan yang harus dihadapi, antara urusan pekerjaan dan rumah tangga, yang sama-sama harus dikerjakan diwaktu yang bersamaan.

Namun selain itu, sebenarnya ada beberapa alasan lainnya yang juga menjadi pemicu seseorang untuk mengajukan resign, di antaranya yaitu:

  • Jenjang karir yang tidak jelas
  • Pindah profesi menyesuaikan minat dan latar belakang pendidikan
  • Mengasuh anak
  • Pekerjaan yang tidak sesuai dengan kontrak kerja
  • Ingin berwirausaha
  • Ingin melanjutkan pendidikan
  • Budaya kerja di kantor saat ini tidak sesuai keinginan
  • Pindah tempat tinggal
  • Mencari tantangan baru
  • Gaji yang tidak sesuai dengan kebutuhan.

Cara Resign yang Baik

Jika keputusanmu untuk resign sudah bulat, maka kamu bisa langsung mengajukan permohonan resign dengan cara yang baik dan sopan, yaitu seperti:

  • Jangan ajukan resign mendadak, patuhi aturan one month notice yang ditetapkan perusahaan
  • Sampaikan surat pengunduran diri (resign) secara langsung
  • Jangan menurunkan performa kerja selama hari-hari menjelang resign
  • Mengembalikan semua barang inventaris kantor yang digunakan, seperti misalnya laptop
  • Berpamitan kepada atasan dan seluruh rekan kerja di kantor.

(Baca Juga: Dampak Virus Corona dan Pemotongan Gaji Karyawan)

Itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum kamu memutuskan resign atau bertahan di saat pandemi, beserta alasan dan cara resign yang tepat.

Semua hal tersebut penting untuk diketahui dan diperhatikan, agar nantinya keputusan yang kamu ambil adalah keputusan yang tepat.

Pastikan juga alasan resign yang kamu berikan kepada perusahaan adalah alasan yang logis, seperti misalnya untuk berwirausaha.

Jika ingin memulai wirausaha, kamu tentu memerlukan modal. Kamu bisa menggunakan dana yang dimiliki dari sisa gaji, pesangon atau tabungan.

Tetapi jika dana yang dimiliki tersebut masih belum mencukupi untuk modal usaha, kamu bisa melakukan pinjaman dana tunai melalui CekAja.com.

Di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai dengan jumlah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Apalagi, proses pengajuannya sangat mudah, cepat dan aman karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang juga!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani