Hari Pramuka: Sejarah, Peran dan Keuntungan Ikut Ekskul Pramuka

7 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Siapa sih yang tidak tahu kalau hari ini, 14 Agustus merupakan Hari Pramuka. Ya, hari dimana lahirnya organisasi atau gerakan Kepanduan, yang hingga hari ini tersebar di berbagai negara di dunia.

Sama seperti hari besar lainnya, Hari Pramuka juga tidak hadir begitu saja. Melainkan ada sejarah panjang yang melatar belakangi lahirnya Hari Pramuka.

Nah, buat kamu yang belum tau sejarah terbentuknya Hari Pramuka, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu, simak bersama-sama, yuk!

Sejarah Pramuka

Hari Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, sejatinya merupakan sebuah gerakan Kepanduan yang juga dikenal dengan nama Scouting atau Scout Movement di dunia internasional.

Awalnya, gerakan ini diciptakan oleh salah seorang anggota angkatan darat di Inggris bernama Robert Baden-Powell.

Sebelum gerakan ini tercipta, Robert terlebih dahulu menulis sebuah buku berjudul Scouting for Boys sekitar tahun 1906-1907.

Buku Scouting for Boys yang ia tulis tersebut, berisi pedoman untuk para pemuda dan pemudi saat itu melatih kemampuan dan ketangkasan, cara bertahan hidup yang benar, hingga pengembangan dasar-dasar moral.

Semua pedoman yang diberikan pada buku itu, kemudian dicetuskan sebagai dasar hadirnya gerakan kepanduan dan menyebar ke hampir seluruh dunia.

Jika dunia internasional mengenal gerakan ini sebagai gerakan kepanduan, maka Indonesia mengenalnya dengan Pramuka.

Perayaan Hari Pramuka Internasional diperingati setiap tanggal 22 Februari. Hal tersebut dikarenakan, Robert Baden-Powell selaku pencetus lahir pada 22 Februari 1857, di London. Maka dari itu, hari lahir Robert dijadikan sebagai peringatan Hari Pramuka Internasional.

Berbeda dengan Hari Pramuka di Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, sesuai dengan disahkannya Hari Pramuka berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961.

Yang mana, keputusan tersebut tentu dibuat berdasarkan beberapa pertimbangan dan sejarah yang terjadi.

Sejarah Terbentuknya Pramuka di Indonesia

Ya, Pramuka di Indonesia sejatinya sudah ada dan aktif terlaksana sejak zaman kolonial Hindia Belanda.

Namun pada 1916, berdiri sebuah organisasi bernama Javaansche Padvinders Organisatie yang digagas oleh Mangkunegara VII di Surakarta.

Hadirnya organisasi rintisan Mangkunegara VII, membuat gerakan-gerakan serupa ikut bermunculan.

Semua gerakan tersebut, tentunya dikelola oleh beberapa organisasi pergerakan, seperti Hizbul Wathan atau yang saat ini dikenal dengan Muhammadiyah, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij atau Sarekat Islam, Nationale Islamitische Padvinderij atau Jong Islamieten Bond, Nationale Padvinderij atau Boedi Oetomo dan lain sebagainya.

Sejak saat itu, organisasi gerakan Kepanduan di Indonesia pun terus berkembang, hingga akhirnya masuk ke lingkup nasional mulai tahun 1923, yang ditandai dengan didirikannya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia atau Jakarta.

Setelah tiga tahun dua organisasi tersebut berjalan, akhirnya pada tahun 1926 NPO dana JIPO bergabung menjadi sebuah organisasi besar bernama Nationale Padvinderij Organisatie, atau yang disebut dengan INPO.

Organisasi gerakan Kepanduan itu pun berjalan dan berkegiatan secara aktif, sampai akhirnya masuk periode kepemimpinan Presiden Soekarno.

Saat itu, Presiden Soekarno memiliki keinginan untuk menyatukan seluruh gerakan Kepanduan di Indonesia.

(Baca Juga: Aktivitas Asyik Pramuka Indonesia)

Dan akhirnya, keinginan itu terealisasikan dengan nama Pramuka, yang disahkan pada 14 Agustus 1961.

Sejak saat itu, nama Pramuka secara resmi sudah bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan tanggal 14 Agustus juga secara resmi menjadi peringatan Hari Pramuka.

Gerakan Pramuka ini pada dasarnya ditujukan untuk mendidik pemuda dan pemudi Indonesia, dari semua jenis usia serta kalangan agar meningkatkan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Tidak hanya itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pun mencetuskan istilah Pramuka, karena terinspirasi dari kata Poromuko yang artinya pasukan terdepan dalam perang.

Namun, istilah Pramuka sendiri akhirnya diartikan sebagai singkatan dari kalimat Praja Muda Karana, yang berarti Jiwa Muda yang Gemar Berkarya.

Mencetuskan berbagai macam hal terkait Pramuka, membuat Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditetapkan sebagai Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Jabatan tersebut ditempati oleh Sultan HB IX dengan baik hingga tahun 1974, sampai akhirnya beliau mendapatkan gelar sebagai Bapak Pramuka hingga saat ini.

Peran Pramuka untuk Indonesia

Jika kamu merupakan bagian dari anggota Pramuka, kamu sedikit banyak mungkin sudah tahu peran Pramuka untuk Indonesia.

Tetapi, bagi kamu yang bukan anggota Pramuka dan hanya masyarakat biasa, apakah kamu tahu apa saja peran dari organisasi yang satu ini?

Maka dari itu sebelum merayakan Hari Pramuka, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu beberapa peran Pramuka yang telah dilakukan untuk Indonesia. Adapun beberapa peran tersebut di antaranya:

1. Menjadi media dalam mendidik karakter pemuda Indonesia

Fungsi utama Pramuka di Indonesia sendiri sejatinya adalah untuk mendidik karakter pemuda, di luar lingkup sekolah dan keluarga.

Meskipun, kini banyak sekolah yang sudah menjadikan Pramuka sebagai salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh setiap siswa-siswinya.

Kegiatan Pramuka sendiri sejatinya akan dibimbing dan dilatih oleh anggotanya sendiri. Namun tentu saja, anggota yang terpilih menjadi pelatih dan pembimbing adalah anggota yang sudah senior, serta memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni terkait Pramuka.

Semua kegiatan yang dilakukan di Pramuka sifatnya positif. Karena setiap kegiatannya dapat membantu para anggotanya menjadi lebih produktif dan inovatif.

Sehingga, sangat tepat apabila Pramuka disebut sebagai media pendidikan karakter anak bangsa.

2. Meningkatkan rasa gotong royong antar anak bangsa

Peran Pramuka untuk Indonesia, khususnya anak bangsa yang berikutnya adalah mampu meningkatkan rasa gotong royong antar anak bangsa. Pasalnya, hampir semua kegiatan di Pramuka membutuhkan kerja sama.

Dengan begitu, setiap anggotanya secara tidak langsung akan terlatih kemampuannya dalam bekerja sama.

Memiliki kemampuan kerja sama yang baik, itu sejatinya sangat diperlukan dalam kehidupan jangka panjang.

Sebab, hal itu sesuai dengan pepatah dan juga slogan bangsa Indonesia, yaitu “Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh”, serta fitrahnya manusia yang memang diciptakan sebagai makhluk sosial, yang selalu berhubungan dan membutuhkan orang lain.

3. Membentuk kepribadian anak bangsa yang mudah beradaptasi

Sudah menjadi rahasia umum, apabila kemampuan beradaptasi sangat diperlukan, khususnya di era seperti saat ini.

Sehingga, melatih kemampuan beradaptasi menjadi hal yang sangat penting untuk kamu lakukan.

Pramuka menjadi wadah yang sangat tepat untuk melatih, bahkan membentuk kepribadian anak bangsa.

Sesuai dengan lambang Pramuka, yaitu kelapa, yang merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh dimana saja.

Dalam Pramuka sediri, penggunaan kelapa sebagai sebuah lambing, diartikan sebagai media atau wadah untuk membantu anak bangsa, dalam membentuk kemampuan beradaptasi agar dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Artinya, Pramuka menjadi salah satu wadah yang mampu mencetak generasi dengan karakter mudah beradaptasi dan hidup berdampingan, termasuk dengan negara lain.

Karakter ini nantinya akan menjadi ciri dari bangsa Indonesia yang percaya diri, berdiri di tengah negara-negara besar di seluruh dunia.

4. Mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran pada anak bangsa

Pramuka juga berperan dalam mengajarkan dan menanamkand nilai kejujuran pada anak bangsa. Hal ini ditunjukkan melalui Dasa Dharma Pramuka atau 10 sikap yang harus dimiliki anggota pramuka.

Dasa Dharma Pramuka ini, menjadi dasar atau nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan ditanamkan dengan baik di dalam diri setiap anggota Pramuka.

Isi dari Dasa Dharma Pramuka beberapa di antaranya, yaitu dapat dipercaya, suci dalam pikiran, suci dalam perkataan dan suci dalam perbuatan.

Melalui isi tersebut, Dasa Dharma Pramuka mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran kepada para anggota Pramuka, agar nantinya menjadi generasi yang dapat dipercaya dan jauh dari perbuatan yang tidak baik.

5. Membangkitkan rasa kebangsaan dan percaya diri anak bangsa

Sebagai warga negara Indonesia, kamu tentu perlu memiliki rasa kebangsaan dan percaya diri dengan bangsamu sendiri.

Mengikuti kegiatan Pramuka, secara efektif dapat membangkitkan rasa kebangsaan dan percaya diri.

Sebab, di sana kamu akan diajarkan bagaimana cara agar tidak gentar dalam menghadapi kemajuan peradaban, sambil membawa identitas diri dengan bangga sebagai bangsa Indonesia.

Karena, dengan rasa percaya diri itulah nantinya kamu akan membawa Indonesia, sebagai negara yang lebih disegani di dunia Internasional.

Keuntungan Ikut Ekstrakurikuler Pramuka

Merayakan Hari Pramuka memang bisa dilakukan dengan banyak hal. Namun, sebisa mungkin kamu mengisinya dengan hal-hal atau kegiatan yang positif, seperti misalnya mengikuti ekstrakurikuler Pramuka.

Pramuka diketahui memberikan banyak sekali manfaat dan keuntungan, tidak hanya untuk anggotanya tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Adapun beberapa keuntungan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di antaranya, yaitu:

  • Membangkitkan semangat gotong royong
  • Membentuk karakter diri yang pantang menyerah
  • Menjadikan diri sebagai pribadi yang mandiri dan disiplin
  • Membentuk pribadi yang mudah bersosialisasi
  • Mengetahui cara bertahan hidup yang benar
  • Membangkitkan rasa empati terhadap alam dan lingkungan sosial
  • Melatih kemampuan leadership
  • Meningkatkan kreativitas
  • Meningkatkan rasa percaya diri
  • Meningkatkan kesehatan jiwa dan raga
  • Mendorong perkembangan sosial dan emosional
  • Dan lain sebagainya.

(Baca Juga: Terapkan Jiwa Pramuka dalam Karir dan Bisnis)

Nah, kini kamu sudah mengetahui beberapa informasi terkait Pramuka di Hari Pramuka ini, mulai dari sejarah terbentuknya Pramuka di dunia internasional dan Indonesia, peran Pramuka untuk Indonesia, hingga cara merayakan Hari Pramuka dengan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dan sederet keuntungannya.

Semua informasi tersebut, tentunya menambah pengetahuanmu terkait Pramuka. Terlebih, ini juga menjadi salah satu cara positif, yang kamu lakukan dalam merayakan Hari Pramuka.

Sebab, dengan mengetahui beberapa informasi terkait Pramuka, kamu mungkin akan semakin tertarik dengan Pramuka dan ingin bergabung ke dalam organisasinya.

Kamu bisa bergabung mulai dari lingkup yang kecil terlebih dahulu, seperti misalnya Pramuka di ekstrakurikuler sekolah.

Apabila kamu sudah sangat mendalami dan ingin lanjut ke lingkup yang lebih luas, kamu bisa gabung ke Pramuka tingkat kecamatan bahkan nasional.

Namun tentu saja, kamu perlu memiliki pakaian Pramuka dan beberapa atribut lainnya yang dibutuhkan, untuk bisa bergabung secara aktif sebagai anggota Pramuka.

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kamu mungkin akan sedikit sulit menemukan toko yang menjual perlengkapan Pramuka.

Tetapi itu bukan sebuah kendala, karena kamu bisa membelinya secara online di e-commerce. Agar kegiatan belanja menjadi lebih hemat dan mudah, kamu bisa menggunakan kartu kredit sebagai metode pembayarannya.

Sebab, kartu kredit seringkali memberikan promo belanja menarik yang bisa dinikmati para penggunanya, baik dalam bentuk potongan harga, cashback, maupun rewards point.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki kartu kredit, kini bisa mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk kartu kredit yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Selain itu, proses pengajuannya pun mudah, cepat dan aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk tentukan kartu kredit terbaikmu dan ajukan melalui CekAja.com!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani