Tips Berbisnis Kaos Polos untuk Pemula dan Perkiraan Modalnya

4 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Bisnis produksi pakaian terbilang awet karena permintaan pasar yang selalu ada. Termasuk kaos polos yang walaupun berbeda soal motif dan model, namun kebutuhan pasar akan kaos polos tak pernah turun. Tertarik untuk mencobanya? Simak dulu nih tips berbisnis kaos polos untuk pemula sepertimu.

Tips Berbisnis Kaos Polos untuk Pemula dan Perkiraan Modalnya

1. Tentukan Jenis Bisnis

Sebelum mengetahui tips berbisnis kaos polos secara detail, terlebih dulu kamu harus menentukan jenis bisnis kaos polos. Yakni berbisnis dengan mengambil stok kaos polos jadi dari supplier, atau memproduksi sendiri kaos polos di perusahaan konveksi yang kamu ajak bekerjasama.

Keduanya memiliki sedikit perbedaan dan nilai plus yang berbeda. Jika kamu menginginkan proses yang singkat (tanpa tambahan desain yang disablon di kaos) maka kamu bisa mengambil stok kaos polos dari supplier.

Sedangkan jika kamu memilih memproduksi sendiri, maka kualitas akan lebih terjaga dan motif atau penambahan desain sablonan akan lebih bervariasi sesuai dengan kehendakmu. Konsumen pun akan dimanjakan dengan banyak pilihan desain yang menjadi ciri khas produk kaos buatanmu.

(Baca Juga: 13 Bisnis Kuliner Alternatif yang Menguntungkan Modal Kecil)

2. Cari Konveksi atau Supplier Terpercaya

Kemudian, tips berbisnis kaos polos selanjutnya adalah mencari partner kerja yang terpercaya. Saat ini sudah banyak perusahaan konveksi dan supplier murah. Hanya saja kamu tetap perlu waspada soal reputasinya.

Sebab jika perusahaan tersebut abal-abal, kemungkinan kamu akan mengalami pemesanan yang tidak sesuai harapan kualitas kaos polos, atau bahkan terkena penipuan.

Tanda perusahaan konveksi dan supplier terpercaya yakni kehandalan dalam mengurus pesanan dalam jumlah besar, pelayanan yang ramah, harga murah namun masih batas wajar, dan memiliki banyak pelanggan atau direkomendasikan banyak orang.

Di daerah Pulau Jawa biasanya perusahaan konveksi dan supplier berada di Jabodetabek, Bandung, dan Yogyakarta.

3. Kenali Bahan Kaos Polos

Kemudian, kamu juga harus mengenali jenis bahan kaos polos. Ini akan penting untuk memutuskan jenis bahan yang mau dipakai pada produk kaos polosmu. Berikut info detail mengenai jenis bahan tersebut:

  • Cotton combed

Yang terbuat dari serat kapas 100 persen yang lembut, halus, menyerap keringat, dan adem. Ada tiga tingkat ketebalan jenis kaos polos cotton combed, yakni 20s yang paling tebal, lalu 24s yang sedang, dan 30s yang tertipis.

Bahan ini paling umum digunakan dalam produk bisnis kaos polos.

  • Cotton bamboo

Yakni campuran serat cotton (katun) dan serat bambu yang lembut, ringan, anti bau, anti listrik statis, menyerap keringat, cocok untuk baju anak.

  • Cotton modal

Bahan dari campuran katun dan serat kayu. Biasanya diperuntukan sebagai bahan kaos polos biasa dan juga dres katun.

  • US pima cotton

Ini adalah jenis bahan kaos polos yang langka di pasaran. Keunggulannya adalah sifat serat dari bahan ini kuat, lembut, dan memiliki warna yang lebih cerah.

  • Fancy fabrics

Terakhir, ada fancy fabrics yang memiliki tekstur lembut namun warna yang serat yang timbul dengan corak unik.

4. Lengkapi Koleksi

Tips berbisnis kaos polos yang ke-empat adalah keragaman soal ukuran, warna, model dan motif kaos. Kamu disarankan untuk melengkapi koleksi agar pembeli bisa memiliki banyak pilihan, enggak Cuma ukuran all size dan warna basic saja (seperti hitam, putih, krem, abu-abu).

Terbuka lah untuk mengikuti tren yang ada di pasaran. Misalnya, saat ini sedang tren kaos polos dengan warna cerah ala musim panas di tahun 1990-an. Kamu bisa memilih warna mustard, merah, ungu muda atau lilac, hijau, dan lain sebagainya.

Untuk desain atau motif yang disablon, kamu bisa mendesain sendiri atau mengajak kerjasama dengan desainer grafis.

5. Jual Harga Murah

Siapa sih yang tidak tertarik dengan produk berharga murah? Sebagian konsumen enggan mengeluarkan kocek besar untuk sekadar kaos polos. Nah, jika kamu menyasar konsumen menengah ke bawah, jual lah dengan harga murah.

Tapi, jika kaos polos dijual dengan desain original dan terbatas, enggak ada salahnya jika kamu menjual dengan harga sedikit mahal untuk target konsumen menengah ke atas. Tapi, pastikan kamu tahu cara promosi sesuai target konsumen, ya!

6. Buka Pembelian Grosir dan Reseller

Jika kamu sudah mulai berbisnis kaos polos, maka penjualan bisa ditingkatkan dengan membuka kesempatan partner untuk membeli produk dalam jumlah banyak (grosir) atau menjadi reseller.

Harga penjualan ke reseller dan grosiran tentu harus lebih murah dibandingkan penjualan ke konsumen langsung. Tenang saja, sebab penjualan skala besar tetap menguntungkan dan menjaga konsumen tetap alias langganan.

7. Maksimalkan Berjualan di Medsos

Cara promosi yang dimaksud pada tips berbisnis kaos polos nomor 5 tadi berkaitan dengan soal penggunaan akun jualan di media sosial atau medsos.

Media sosial bisa membantumu menaikkan penjualan lewat postingan foto, caption jelas, pemberian hashtag, pemasangan iklan, maupun endorsement. Sesuaikan terbitan iklan dan influencer yang kamu pilih untuk di-endorse dengan target konsumen yang kamu inginkan.

Jika kamu menyasar konsumen muda dengan harga jual kaos polos yang murah, maka kamu bisa endorse influencer usia setara yang menyukai bidang fashion.

(Baca Juga: Inspirasi Bisnis: Makanan dan Minuman yang Akan Populer Tahun 2020)

Perkiraan Modal Bisnis Kaos Polos

Lalu, berapa sih perkiraan modal untuk bisnis kaos polos yang diproduksi sendiri bekerjasama dengan perusahan konveksi? Ternyata tak perlu mahal kok. Berikut rinciannya untuk biaya produksi 12 piece atau 1 lusin kaos dengan warna yang sama:

3 kilogram bahan kaos jenis cotton combed : Rp320.000

0,15 kilogram bahan kaos rib combed untuk bagian leher : Rp 20.000

Biaya jahit : Rp200.000

Biaya sablon: Rp150.000

TOTAL: Rp690.000

Modal bisnis kaos polos untuk pemula ternyata cukup terjangkau, bukan? Kamu juga bisa mendapat tambahan modal bisnis dengan mengajukan KTA cicilan ringan dan syarat yang mudah lewat CekAja.com. Yuk, ajukan sekarang!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah