6 Tips Memilih Manager Investasi yang Perlu Dilakukan

Pentingnya mengetahui tips memilih manager investasi (MI), yaitu agar kamu bisa memiliki perencanaan yang matang dalam berinvestasi reksa dana. Pasalnya, MI sendiri memiliki tugas untuk mengarahkan investor, kapan harus giat menaruh dana, dan kapan harus berhenti sejenak.

Tips memilih Manager Investasi pun pada dasarnya dibutuhkan, sebagai panduan agar kamu bisa mencapai semua tujuan investasi yang sudah direncanakan.

Dan ketika tujuan itu sudah tercapai, maka kamu dijamin senang tak karuan. Oleh karena itu, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengetahui tips memilih Manager Investasi.

Untuk memudahkanmu mengetahui sejumlah tips tersebut, pada artikel kali ini CekAja akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Apa Itu Manager Investasi?

Sebelum kamu mengetahui tips memilih Manager Investasi, ada baiknya kamu ketahui dulu definisi dari Manager Investasi itu sendiri.

Jadi, Manager Investasi (MI) adalah salah satu elemen terpenting yang dibutuhkan dari investasi reksa dana.

Hal itu tidak lain karena, MI memiliki tanggung jawab dalam mengelola portofolio efek untuk para nasabah, kecuali dana pensiun, perusahaan, atau bank yang melakukan kegiatan usahanya sendiri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak yang bisa melakukan kegiatan usaha, sebagai Manager Investasi pun tidak sembarangan. Hanya perusahaan-perusahaan efek yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saja, yang boleh beroperasi.

Mengingat, Manager Operasi di sini memiliki peran sangat penting dalam mengelola dana investasi. Kemampuannya dalam mengelola dan menentukan kinerja, serta dana investor pun sangat diperhatikan.

Karena, kinerja dari sebuah produk reksa dana sangat dipengaruhi oleh kemampuan Manager Investasi, dalam mengelola portofolio investasi yang juga didukung oleh kondisi pasar.

(Baca Juga: Tips Sukses Trading Bitcoin)

Jobdesk Manager Investasi

Berbicara tentang jobdesk Manager Investasi, di pembahasan sebelumnya mungkin sudah sedikit disinggung, kalau Manager Investasi memiliki tugas untuk mengelola dana investasi para nasabah.

Yang mana, dalam hal ini Manager Investasi juga memiliki wewenang untuk memutuskan mana saja saham, obligasi, deposito maupun surat berharga yang nantinya harus dibeli.

Selain itu, Manager Investasi juga turut membantu menentukan waktu terbaik untuk melepaskan obligasi, menjual saham, uang tunai yang harus disimpan, dan lain sebagainya.

Intinya, tugas dari Manager Investasi secara umum, yaitu menentukan bagaimana kinerja reksa dana, serta memberikan kepastian legalitas dan keamanan sebuah reksa dana.

Dengan begitu, para investor reksa dana nantinya akan secara utuh menyerahkan keputusan investasi pada Manager Investasi reksa dana.

Syarat Manager Investasi

Syarat utama Manager Investasi agar bisa beroperasi, yaitu mendapat izin dari otoritas pasar modal, yang dalam hal ini adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perizinan OJK ini wajib diperoleh, karena berguna untuk menjaga keamanan dana para investor yang dikelola Manager Investasi.

Untuk bisa memperoleh izin OJK pun tidak mudah. Ada beberapa syarat dan ketentuan ketat yang harus dipenuhi, di antaranya yaitu badan pengawas harus memastikan Manager Investasi memiliki modal, kemampuan serta pengalaman yang mumpuni dalam mengelola portofolio investasi.

Apabila persyaratan-persyaratan tersebut sudah terpenuhi dengan baik, maka kemungkinan Manager Investasi mendapat izin OJK untuk beroperasi sangat besar.

Perizinan dari OJK ini pun, menjadi satu hal yang harus diperhatikan oleh para investor dalam memilih lembaga Manager Investasi.

Jangan sampai karena tergiur melihat nilai imbal hasil (return) yang besar, kamu selaku investor mengabaikan syarat tersebut, dan memilih lembaga investasi sembarangan.

Sebab, akhir dari salah memilih lembaga investasi adalah kerugian besar. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, kamu bisa saja terjebak dalam kasus penipuan. Oleh karena itu, berhati-hati, ya!

Tips Memilih Manager Investasi

Agar tidak mudah terjebak dalam memilih Manager Investasi, sepertinya tidak cukup jika kamu hanya memastikan, apakah suatu lembaga sudah mendapat izin dari OJK atau belum.

Kamu perlu melakukan hal yang lebih dari itu. Ya, kamu perlu tahu apa saja tips memilih Manager Investasi yang benar.

Sebab dengan tips ini, setidaknya kamu bisa menyaring mana saja lembaga Manager Investasi terbaik dan terpercaya, yang bisa diandalkan.

Nah, untuk tahu apa saja tips memilih Manager Investasi, yuk langsung simak ulasan berikut ini!

1. Harus terdaftar secara resmi di OJK

Tips memilih Manager Investasi yang pertama, yaitu harus terdaftar secara resmi di OJK. Untuk mendapat kepercayaan penuh dari investor, Manager Investasi haruslah sudah mendapat izin sebagai Wakil Manager Investasi dari OJK.

Namun perolehan izin ini, tidak semata-mata untuk mendapat kepercayaan investor saja. Lebih dari itu, perizinan ini juga ditujukan untuk menghindari kerugian yang mungkin terjadi akibat penipuan.

Perolehan izin dari OJK ini juga menjadi tanda, kalau keberadaan Manager Investasi sudah sah, dan kinerjanya diawasi langsung oleh OJK.

Jika kamu ingin tahu, apakah sebuah Manager Investasi sudah terdaftar secara resmi di OJK, maka kamu bisa melakukan pengecekan data Manager Investasi langsung di situs OJK.

2. Ketahui pengalaman dan rekam jejak Manager Investasi

Mengetahui pengalaman dan rekam jejak Manager Investasi, juga menjadi salah satu tips memilih Manager Investasi yang tak boleh dilewatkan.

Pengalaman sendiri bisa diketahui, salah satunya dari lamanya usia sebuah Manager Investasi beroperasi. Karena, lamanya usia menandakan kalau MI tersebut, sudah melewati banyak hal baik dan buruk di pasar modal.

Tetapi selain dari usia, kamu juga bisa mengetahui pengalaman serta rekam jejak Manager Investasi dari Prospektus, dan Fund Fact Sheet reksa dana.

Melalui dua hal itu, kamu bisa melihat dan mengamati prestasi Manager Investasi, apakah memiliki catatan yang baik atau tidak di pasar modal.

3. Lakukan pengecekan dana kelolaan lembaga Manager Investasi

Berikutnya, kamu perlu melakukan pengecekan dana kelolaan lembaga Manager Investasi. Pengecekan ini sejatinya sangat penting, karena menjadi tolok ukur Manager Investasi yang akan dipilih, merupakan lembaga terpercaya atau tidak.

Cara mengecek dana kelolaan pun tidak rumit. Intinya, semakin besar dana kelolaan yang dimiliki Manager Investasi, maka lembaga/perusahaan tersebut sudah dipercaya dan digunakan oleh banyak orang.

Itu berarti, sudah banyak sekali uang masyarakat, dalam hal ini para investor yang dipercayakan kepada Manager Investasi tersebut.

4. Ketahui gaya berinvestasi Manager Investasi

Di urutan keempat ada mengetahui gaya berinvestasi Manager Investasi. Jauh sebelum itu, sepertinya kamu perlu tahu dulu empat jenis produk reksa dana, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, dan reksa dana saham.

Dari keempat jenis reksa dana tersebut, setiap Manager Investasi memiliki gaya berinvestasi yang berbeda-beda.

Contohnya seperti ini, Manager Investasi A dan B menginvestasikan dananya ke reksa dana saham. Kemudian, Manager Investasi A memiliki strategi investasi, yaitu menyalurkan dananya ke saham-saham blue chip.

Sementara, Manager Investasi B menyalurkan dananya ke blue chip dan saham-saham second liner atau third liner.

Nah, itu adalah bentuk perbedaan gaya investasi tiap Manager Investasi. Sebelum yakin memilih Manager Investasi mana yang tepat, kamu bisa melihatnya terlebih dahulu melalui Prospektus untuk patokan investasi, dan Fund Fact Sheet untuk melihat alokasi dana serta portofolio efek setiap reksa dana secara rutin.

5. Pastikan Manager Investasi memiliki transparansi biaya

Selain melakukan empat hal di atas, kamu juga perlu memastikan kalau Manager Investasi memiliki transparansi biaya yang baik.

Setiap Manager Investasi tentu menetapkan biaya yang berbeda-beda, mulai dari biaya pembelian, pengelolaan hingga penarikan reksa dana.

Biaya-biaya tersebut, pada dasarnya bukan lah jaminan kemampuan Manager Investasi dalam berinvestasi.

Maka dari itu, jika kamu ingin melihat sejauh mana kemampuan sebuah Manager Investasi, kamu bisa coba mencari tahu Manager Investasi mana yang transparan soal biaya.

6. Cari tahu kualitas pelayanan Manager Investasi

Tips memilih Manager Investasi yang terakhir, yaitu mencari tahu kualitas pelayanan yang diberikan Manager Investasi.

Untuk bisa mencari tahu kualitas pelayanannya dengan baik, salah satu cara paling efektif yang bisa kamu lakukan, yaitu terjun langsung mencobanya.

Karena dengan mencobanya sendiri, kamu bisa tahu dengan jelas bagaimana kualitas pelayanan yang diberikan Manager Investasi, apakah cocok denganmu atau tidak.

(Baca Juga: Cara Investasi SBN Termudah)

Itulah beberapa tips memilih Manager Investasi, yang sudah kamu ketahui secara lengkap informasinya di pembahasan sebelumnya.

Semua tips tersebut wajib dilakukan, apabila kamu berencana untuk melakukan investasi reksa dana dan menggunakan Manager Investasi.

Namun, apabila kamu tidak berencana investasi reksa dana, dan lebih ingin mencoba investasi jangka pendek seperti uang, maka kamu sebaiknya cari platform tabungan terbaik, salah satunya CekAja.com.

Karena melalui CekAja.com, kamu bisa melakukan pengajuan dengan mudah, cepat dan aman. Sebab, CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang juga!