7 Tips Memulai Bisnis Pre-Order, Agar Banyak Peminat!

Tren sistem jual beli pre-order tentu menarik perhatian kamu dalam memulai bisnis. Agar lebih mudah dalam memikat pembeli, kamu bisa mengikuti beberapa tips memulai bisnis pre-order pada bahasa berikut ini! 

Pre-order atau PO merupakan sistem pembelian, dimana konsumen diharuskan membayar terlebih dahulu sebelum menerima barang. Barang nantinya akan dikirimkan dalam jangka waktu tertenu, sesuai dengan kesepakatan.

Besaran jumlah pembayaran disesuaikan dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Biasanya pembayaran di awal berupa DP sebesar 50%.

Produk yang dijual dengan sistem pre-order bisa apa saja. Mulai dari barang elektronik, sepatu, tas, pakaian, makanan, atau produk lainnya.

Salah satu yang menyebabkan banyak pelaku bisnis mulai menerapkan sistem PO adalah terhindar dari kerugian, akibat barang tidak laku.

Sebab, dengan sistem PO, penjual bisa menyesuaikan produksi barang sesuaikan dengan jumlah pemesanan.

Selain itu, sistem pre-order membuat pelaku bisnis tidak perlu mengeluarkan modal yang cukup besar. Sehingga, sebagai orang yang baru terjun dalam berbisnis, kamu tidak diberatkan oleh modal.

Beberapa kelebihan yang didapatkan dari sistem pre-order, mungkin membuat kamu semakin berminat untuk memulai bisnis ini. Agar lebih mudah dalam memulai, yuk simak tips memulai bisnis pre-order berikut ini!

7 Tips Memulai Bisnis Pre-Order agar Banyak Pembeli

Memulai bisnis memang susah-susah gampang, terlebih memulai bisnis pre-order. Nah, agar bisnis kamu makin banyak pembeli, berikut ini beberapa tips memulai bisnis pre-order yang bisa kamu ikuti!

1. Pastikan Kualitas Produk

Tips memulai bisnis pre-order yang pertama adalah memastikan kualitas produk. Membutuhkan waktu yang tidak sebentar, pastinya konsumen mengharapkan produk jualan datang dengan kualitas terbaik.

Maka dari itu, sebagai penjual, kamu perlu memastikan kualitas produk dengan baik agar tidak mengecewakan pelanggan.

Memberikan kualitas terbaik untuk pelanggan tentu membuat kepercayaan pelanggan terhadap bisnis kamu semakin tinggi.

Pelanggan yang sudah percaya, memiliki kemungkinan untuk membeli kembali lebih tinggi. Tidak hanya itu, kemungkinan, pelanggan juga akan menceritakan pengalaman baik belanja di toko mu kepada orang sekitar.

Hal ini akan menjadi keuntungan, sebab toko kamu akan semakin banyak dikenal dan memiliki potensi untuk dikunjungi banyak pelanggan.

2. Pilih Vendor atau Supplier Berkualitas

Menjalin kerja sama dengan vendor atau supplier bisa kamu lakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik.

Saat ini, ada banyak vendor atau supplier yang bisa dipilih. Kamu perlu melakukan survei dan pengecekan terlebih dahulu.

Kamu bisa melihat kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap vendor atau supplier. Hal ini, dilakukan agar bisa mendapatkan vendor atau supplier yang terpercaya, dan produk yang dihasilkan berkualitas.

Tetapi, jika kamu ingin menjual produk buatan sendiri, itu sangat diperbolehkan. Kamu bisa membuat produk yang unik dan berbeda dari pasaran. Produk yang unik dan memiliki ciri khas tersendiri umunya akan lebih menarik di pasaran.

(Baca Juga: 4 Tips Bisnis Modal Kecil Buat Nambah Penghasilan yang Pas-Pasan)

3. Menentukan Target Penjualan

Tips memulai bisnis pre-order selanjutnya adalah menentukan target penjualan. Target ini penting untuk dilakukan, agar bisa menyesuaikan dengan kemampuan produksi.

Baru memulai bisnis pre-order, kamu bisa membuat target dari yang kecil terlebih dahulu. Kemudian bertahap, mulai membesar target penjualannya.

Hal ini bertujuan agar kamu bisa tidak kewalahan dalam memproduksi produk pada pertama kali penjualan.

Karna penjualan bersifat pre-order, kamu juga bisa membatasi jumlah orderan yang masuk. Hal ini dapat meninggalkan kesan bahwa produk kamu merupakan barang limited. Sehingga, pelanggan akan berlomba untuk mendapatkannya.

4. Menentukan Waktu Pre-order

Menentukan waktu pre-order menjadi hal yang cukup penting untuk dilakukan. Karena, dengan menjadwalkan waktu pre-order, bisnis kamu akan lebih terstruktur dan dapat memicu minat beli seseorang.

Kamu bisa memilih waktu pre-order kapan saja, tetapi ada baiknya di sekitar akhir atau awal bulan. Sebab, waktu tersebut merupakan tanggal sebagian besar orang gajian.

5. Membuat Alur Pemesanan dengan Jelas

Dikarenakan sistem penjualan kamu adalah pre-order, maka berikanlah penjelasan alur pemesanan dengan jelas dan rinci. Sehingga konsumen dapat dengan mudah melakukan pemesanan.

Beberapa hal yang perlu dijelaskan adalah waktu buka dan tutup PO, minimal pembelian, waktu pengiriman barang, sistem pembayaran, format pembelian, dan lain sebagainya.

Alur pemesanan yang jelas dan mudah dipahami konsumen, akan meringankan beban kamu. Sebab, kamu tidak akan dibanjiri pertanyaan serupa terkait sistem pemesanan.

6. Mencatat Orderan dengan Teliti

Setelah menentukan membuka pre-order, pastikan kamu mencatat semua orderan dengan teliti. Pencatatan ini akan mempermudah kamu dalam pengiriman nantinya.

Catat semua data dengan detail, mulai dari nama pemesan, nomor telepon, alamat tujuan, detail pesanan, dan sebagainya. Pastikan semua tercatat rapi, dan tidak ada yang terlewat satupun.  

7. Memberikan Pelayanan Maksimal

Tips Memulai Bisnis Pre-Order yang terakhir yaitu memberikan pelayanan secara maksimal dan sebaik mungkin.

Memiliki hubungan yang baik dengan konsumen dapat memberikan dampak dan energi positif untuk toko kamu. Konsumen juga akan merasa nyaman untuk berbelanja berulang kali di toko kamu.

(Baca Juga: 15 Ide Bisnis Modal 10 Juta Paling Cuan)

Nah itu dia beberapa tips memulai bisnis pre-order yang bisa diikuti. Bagaimana, tidak sulit bukan untuk memulai bisnis ini?

Untuk memulai bisnis pre-order, kamu juga perlu menyiapkan sejumlah modal. Jika saat ini kamu belum memilikinya, kamu tidak perlu risau.

Sebab, saat ini, mendapatkan pinjaman uang untuk modal bukanlah hal yang sulit. Sudah terdapat banyak perusahaan yang menyediakan pinjaman uang dengan syarat yang mudah.

Meski memiliki persyaratan yang mudah, kamu tetap harus bijak dalam mengajukannya. Ajukanlah pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial kamu.

Agar tidak bingung dalam memilih jenis pinjaman uang, kamu bisa melakukan perbandingan di CekAja.com. Terdapat berbagai jenis pinjaman uang yang bisa kamu bandingkan dan pilih.

Setelah mendapatkan jenis pinjaman uang yang sesuai, kamu bisa langsung melanjutkan proses pengajuan di CekAja.com.

Proses pengajuannya cukup mudah dan juga cepat. Tidak hanya itu, CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga sudah aman untuk digunakan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera ajukan pinjaman uang dan mulai bisnis pre-order kamu sekarang juga!