10 Tradisi Paling Ekstrim di Indonesia yang Bikin Ngeri, Masih Berlaku Gak Ya?

6 menit membaca Oleh Ayunindya Annistri pada

Kekayaan tradisi di Indonesia memang sudah dikenal oleh dunia. Bukan hanya tradisi kerik gigi di Mentawai saja, berikut ini CekAja rangkum pula beberapa tradisi paling ekstrim di Indonesia. Kira-kira diantaranya masih berlaku enggak ya?

Sudah bukan rahasia lagi jika Indonesia terdiri dari banyak suku, bahasa, maupun tradisi.

Betapa tidak, negara kepulauan ini setidaknya menjadi ‘rumah’ bagi 200-an juta penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Marauke.

Meski berbeda-beda, hebatnya penduduk Indonesia masih bisa menghargai satu sama lain, dan tak jarang ikut bangga saat salah satu tradisi di wilayah tertentu dikenal oleh dunia.

10 Tradisi Paling Ekstrim di Indonesia

Nah lewat artikel ini, CekAja ingin mengajak kamu mengenal berbagai tradisi paling ekstrim di Indonesia yang konon katanya punya makna mendalam.

Penasaran? Cek ulasannya di bawah ini.

1. Tradisi Kerik Gigi Wanita, Mentawai

Tradisi paling ekstrim di Indonesia yang pertama dan sudah terkenal di penjuru dunia adalah tradisi kerik atau meruncingkan gigi.

Tradisi ini khusus dilakukan oleh kaum hawa di suku Mentawai, Sumatera Barat.

Hingga sekarang, tradisi kerik gigi masih kerap dilakukan karena selain mempercantik penampilan, tradisi turun temurun ini juga dianggap sebagai tanda ‘kedewasaan’ seorang wanita.

Saat proses kerik gigi dilakukan, menariknya wanita Mentawai tidak dibius selayaknya saat di dokter gigi. Mereka justru harus menahan rasa sakit ketika semua gigi dikerik dengan menggunakan kayu tajam.

Masyarakat suku Mentawai percaya bahwa tradisi kerik gigi ini punya nilai sekaligus makna tersendiri.

Konon katanya tradisi ini dilakukan guna menghindari manusia dari sifat iri, mabuk, marah, tamak, bingung, hingga hawa nafsu.

2. Tradisi Debus, Banten

Pernahkah kamu berkunjung ke Banten untuk sekedar melihat pertunjukkan Debus?

Tradisi ini termasuk salah satu tradisi paling ekstrim di Indonesia, dan sering disangkut-pautkan dengan ilmu hitam.

Padahal, menurut berbagai sumber yang beredar, tradisi Debus sendiri merupakan cara yang digunakan oleh ulama setempat untuk menyebarkan agama Islam, sekaligus sebagai media perlawanan terhadap penjajah kala itu.

Para pemain yang akan melakukan pertunjukkan Debus diwajibkan untuk mensucikan diri, di mana mereka tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal yang dilarang dalam ajaran Islam.

Pertunjukkan Debus sangat identik dengan atraksi-atraksi ekstrim seperti mengiris bagian tubuh menggunakan pisau, sampai menusuk perut dengan tombak tanpa mengeluarkan darah sedikitpun.

(Baca Juga: 9 Tradisi Aneh Kaum Wanita di Dunia)

3. Tradisi Iki Palek, Papua

Beralih dari Pulau Jawa, selanjutnya mari kita berbicara mengenai tradisi Iki Palek.

Meski sudah jarang dilakukan, namun salah satu tradisi dari suku Dani, Papua ini tetap terdengar ekstrim terutama bagi masyarakat awam.

Adapun tradisi Iki Palek, yaitu dengan memotong jari berdasarkan jumlah anggota keluarga yang meninggal.

Salah satu tradisi paling ekstrim di Indonesia ini dipercaya sebagai bentuk kesedihan dari keluarga yang ditinggalkan.

Menurut kepercayaan suku Dani, jari dilambangkan sebagai kesatuan dan harmoni dalam diri sendiri maupun keluarga atau marga.

Rata-rata orang yang melakukan tradisi ini adalah wanita. Tapi tak jarang pula para pria di sana melakukannya, walaupun bagian yang dipotong bukan jari, namun kulit telinga.

Bukan hanya namanya saja yang terdengar ekstrim, nyatanya proses yang dilakukan dari tradisi ini pun mengerikan.

Wanita suku Dani yang ditinggalkan keluarganya bakal menggigit jari mereka sampai putus ataupun menggunakan benda tajam untuk memotongnya.

Mereka juga memakai benang yang dililit untuk mengurangi sekaligus menghentikan aliran darah yang keluar sebelum proses pemotongan jari dilakukan.

4. Tradisi Pukul Manyapu, Maluku Tengah

Tradisi paling ekstrim di Indonesia yang lainnya adalah Pukul Menyapu dari Maluku Tengah.

Tradisi ini biasanya digelar sebagai bentuk keakraban antar penduduk di Desa Morella dan Desa Mamala, Maluku Tengah, tiap hari ke-7 Syawal setelah perayaan Idul Fitri.

Dinamakan Pukul Menyapu, karena tradisi ini dilakukan dengan memakai sapu lidi sebagai media utamanya.

Para penduduk desa yang tergabung dalam atraksi Pukul Menyapu nantinya akan dipukul dengan sapu lidi hingga berdarah.

Menariknya tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang, sebagai bentuk pengingat terhadap Pasukan Telukabessy yang mampu mempertahankan Benteng Kapapaha, saat berperang malawan penjajah.

5. Tradisi Tatung, Singkawang

Tradisi paling ekstrim di Indonesia yang berikutnya datang dari salah satu wilayah di Kalimantan Barat, Singkawang.

Kota terbesar kedua di Kalimantan Barat ini selain unggul dari segi pesona alamnya, juga terkenal akan tradisinya yang diberi nama Pawai Tatung.

Atraksi yang ditunjukkan pada perayaan Pawai Tatung ini sebetulnya hampir serupa dengan Debus.

Di mana, para Tatung ini menunjukkan adegan-adegan berbahaya seperti menusuk tubuh.

Menariknya, seseorang yang disebut Tatung adalah mereka yang sudah ditakdirkan sejak lahir. Sehingga mau tak mau mereka harus menerima kala ‘panggilan’ itu tiba.

Pawai Tatung biasanya dilakukan bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh. Tradisi ini dilakukan oleh warga Tiongkok-Dayak.

6. Tradisi Pasola, Sumba Barat

Pasola adalah sebuah permainan perang-perangan tradisional dari Sumba Barat, NTT.

Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok berkuda, di mana masing-masing dari mereka saling melempar tombak kayu.

Tiap pemain yang terkena lemparan tombak kayu dari lawan, maka darahnya dianggap dapat mensukseskan masa panen di daerah tersebut.

Sebaliknya, jika ada pemain yang mati saat permainan Pasola, maka masyarakat akan menganggap bahwa korban tersebut telah mendapat hukuman dari dewa atas kesalahannya di dunia.

Tradisi Pasola merupakan bagian dari puncak perayaan Adat Nyale.

Adat Nyale sendiri adalah upacara adat untuk memohon restu kepada para dewa agar mendapatkan hasil panen yang bagus.

7. Tradisi Berburu Kepala Manusia, Suku Naulu Maluku

Tradisi paling ekstrim di Indonesia yang sepertinya sudah tak lagi dilakukan oleh suku Naulu, Maluku adalah tradisi berburu kepala manusia.

Tradisi mengerikan ini dianggap sebagai bentuk persembahan terhadap leluhur mereka.

Di mana masyarakat suku Naulu percaya bahwa dengan berburu kepala manusia, maka mereka akan terhindar dari musibah.

Tak hanya itu saja, mengutip dari National Geographic Indonesia, tradisi berburu kepala manusia ini juga dianggap sebagai simbol kebanggaan.

Terlebih saat akan menikah, kepala manusia ini dijadikan sebagai mas kawin lho.

8. Tradisi Ma’nene, Toraja

Tana Toraja memang terkenal akan beragam tradisinya yang unik sekaligus ekstrim. Salah satunya adalah tradisi Ma’nene.

Salah satu tradisi paling ekstrim di Indonesia ini menariknya masih dilakukan hingga sekarang bahkan dianggap sebagai acara tahunan di kalangan suku Toraja.

Tradisi Ma’nene adalah ritual rutin mengganti pakaian leluhur ataupun keluarga yang sudah meninggal dunia. Tradisi ini dilakukan tiap Juli hingga puncaknya di Agustus.

Bagi suku Toraja, tradisi Ma’nene tak lain dilakukan sebagai bentuk cinta kasih dari keluarga yang tak lekang oleh waktu.

Prosesi ritual ini tak boleh diikuti dengan perasaan berkabung, melainkan harus penuh suka cita.

Selain menggantikan pakaian jenazah, terdapat pula ritual pemotongan babi dan kerbau selama tradisi Ma’nene berlangsung.

Tujuannya sendiri sebagai bentuk persembahan terhadap leluhur maupun keluarga yang telah meninggal.

9. Tradisi Passiliran, Toraja

Masih dari Tana Toraja, tradisi paling ekstrim berikutnya yang dimiliki wilayah tersebut adalah Passiliran.

Passiliran adalah sebuah ritual kematian yang masih dilakukan oleh masyarakat Toraja.

Upacara kematian ini ditujukan khusus untuk memakamkan bayi yang berusia di bawah 6 bulan, di mana orang tuanya juga masih menganut kepercayaan Aluk Todolo.

Nantinya mayat bayi ini akan diletakkan di pohon Tarra yang berukuran cukup besar dan bergetah. Dalam satu Pohon Tarra, biasanya terdapat banyak sekali makam.

Penempatannya sendiri disesuaikan dengan strata sosial keluarga dari bayi tersebut.

Semakin tinggi derajatnya, maka bayi akan dimakamkan di tempat yang lebih tinggi dalam Pohon Tarra.

(Baca Juga: 14 Tradisi Natal di Berbagai Negara, Unik Banget!)

10. Tradisi Ngayau, Suku Dayak

Terakhir tradisi paling ekstrim di Indonesia yang hampir serupa dengan suku Naulu, Maluku adalah tradisi Ngayau.

Tradisi ini dijalani oleh suku Dayak zaman dahulu. Kala itu, Ngayau atau berburu kepala manusia dilakukan sebagai simbol keberanian seseorang.

Misalnya saat seorang lelaki ingin menikah, maka dia akan mempersembahkan kepala orang kepada pihak calon istrinya.

Tidak hanya untuk melamar wanita saja, tradisi mengerikan ini konon sempat terulang saat terjadi Perang Sampit antara suku Dayak dengan suku Madura yang merupakan pendatang kala itu.

Karena perang ini, ratusan korban tanpa kepala berjatuhan, yang dianggap sebagai lahirnya kembali tradisi Ngayau.

Beruntungnya tragedi tersebut tidak kembali terulang di masa sekarang.

Nah, itu tadi informasi mengenai tradisi paling ekstrim di Indonesia.

Beberapa diantaranya masih dilestarikan hingga sekarang, bahkan dipertontonkan secara umum, seperti Pawai Tatung.

Kalau kamu tertarik untuk mengenal beragam tradisi yang dimiliki Indonesia, bisa kok berkunjung ke kota yang memiliki tradisi tersebut.

Agar perjalanan ke kota tersebut lebih hemat bujet, jangan lupa gunakan kartu kredit dari CekAja.com.

CekAja memiliki banyak sekali produk kartu kredit dari mitra bank terbaik, dengan jenis dan penawaran terbaru tiap bulannya.

Untuk pengajuannya sendiri pun cukup mudah. Kamu hanya perlu melengkapi beberapa syarat yang diminta kemudian apply secara online lewat laman CekAja.com.

Gimana, mudah bukan?

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri