10 Fakta Bunga Edelweis, Bunga Abadi yang Mekar di Musim Hujan

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Para pendaki gunung pasti sudah tak asing lagi dengan bunga Edelweis. Bunga abadi ini menyimpan banyak sekali fakta menarik lho. Dan berikut ini CekAja rangkum fakta-fakta bunga Edelweis.

Pesona bunga Edelweis memang tak ada duanya. Saking menariknya bunga bernama ilmiah Anaphalis javanica ini, pemerintah turut mengeluarkan UU untuk melindungi flora langkah tersebut.

Sehingga, siapapun yang mendekati atau memetik bunga Edelweis di kawasan konservasi, bakal dikenakan sanksi denda dan pidana.

Ketentuan sanksinya sendiri berupa hukuman paling lama 5 tahun dan membayar denda sebesar Rp100 juta.

Selain itu, masih ada banyak lagi fakta bunga Edelweis yang tak kalah menarik untuk dibahas. Mau tahu apa sajakah itu? Simak informasinya di bawah ini.

Berikut Fakta-fakta Bunga Edelweis

1. Ditemukan oleh ilmuwan asal Jerman

Fakta bunga Edelweis yang pertama adalah tentang siapa yang menemukannya.

Bukan orang Indonesia, justru orang pertama yang menemukan bunga Edelweis adalah ilmuwan asal Jerman, Caspar Georg Carl Reinwardt.

Bunga ini ditemukan oleh Caspar pada 1819 silam, di lereng Gunung Gede, Jawa Barat. Setelahnya, Edelweis langsung diteliti lebih lanjut oleh Carl Heinrich Schultz, di tahun yang sama.

Jika tak salah perhitungan, maka usia penemuan bunga Edelweis di Indonesia sendiri kira-kira sudah lebih dari 200 tahun.

Diberi nama Edelweis sendiri karena dianggap sebagai bunga yang mulia dan putih.

Penamaannya berasal dari bahasa Jerman, yaitu edel yang artinya mulia dan weiss artinya putih.

(Baca Juga: 9 Jenis Bunga Langka dan Dilindungi di Indonesia)

2. Dijadikan gambar pada perangko Pos Indonesia

Buat anak-anak yang lahir di tahun 2000-an ke atas, pasti enggak akan tahu mengenai fakta bunga Edelweis yang satu ini.

Karena keindahannya sendiri dilambangkan sebagai kesetiaan cinta abadi dan perjuangan, bunga langkah ini sempat dijadikan gambar pada perangko milik Pos Indonesia pada 2003 lalu lho, tepatnya untuk edisi “Souvenir sheet: Flora & Fauna”.

3. Alasan dibalik julukan “bunga abadi”

Bagi sebagian orang awam, mungkin hanya sekedar tahu julukan “bunga abadi” pada Edelweis, namun enggak tahu makna dibaliknya.

Nah sebenarnya, yang membuat bunga Edelweis disebut sebagai bunga abadi karena hormon etilen yang ada pada bunga tersebut.

Hormon ini memungkinkan Edelweis untuk mekar dalam waktu yang sangat lama, kira-kira hingga 10 tahun lamanya.

Karena hormon etilen pula, kelopak bunga Edelweis jarang sekali mengalami kerontokan.

4. Edelweis versi luar negeri dan lokal sangat berbeda

Ini juga merupakan fakta bunga Edelweis yang tak banyak orang tahu. Di Indonesia, Edelweis dikenal dengan nama Anaphalis javanica.

Anaphalis javanica atau Edelweis Jawa memiliki mahkota yang berbentuk bulat dan tidak runcing, dari ratusan kuncup bunga kecilnya.

Kuncupan ini biasanya berwarna putih. Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna kuning dan terdapat kepala bunga.

Lain dari Edelweis Jawa, Leontopodium alpinum adalah sebutan untuk Edelweis Eropa. Bunga ini lebih banyak ditemukan di kawasan pegunungan Alpen.

Bentuknya berupa ribuan kuncup bunga dengan 10 kepala bunga yang dikelilingi daun beludru berwarna putih.

Edelweis Eropa ini baru mulai bermekaran saat bulan Juni hingga September. Tidak seperti Edelweis Jawa yang tumbuh pada musim hujan, yaitu sekitar bulan April hingga September.

Tidak hanya di Indonesia dan Eropa saja, Edelweis juga bisa ditemukan di Selandia Baru. Di sana, Edelweis diberi nama Leucogenes grandiceps.

Bentuknya pun tak sama seperti Edelweis Indonesia maupun Eropa.

Yang mana, Edelweis Selandia Baru justru memiliki kepala bunga berwarna kuning dan dikelilingi kuncup bunga beludru berwarna putih.

5. Punya cara bertahan hidup yang kuat

Untuk urusan bertahan hidup, bunga abadi ini bisa dibilang cukup kuat lho.

Meski seringnya ditemukan di ketinggian 2000 mdpl, tapi siapa sangka jika Edelweis juga bisa bertahan hidup di tanah tandus.

Fakta bunga Edelweis yang satu ini memang sudah seringkali dibahas di berbagai situs. Yang mana alasan kenapa Edelweis mampu bertahan di tanah tandus, karena kemampuan Edelweis dalam membentuk mikoriza.

Mikoriza ini dapat memperluas wilayah penyerapan akar-akar, sehingga pencarian zat hara pun bisa sekaligus lebih maksimal.

6. Bisa tumbuh hingga 8 meter

Fakta bunga Edelweis yang berikutnya adalah mengenai ketinggian tumbuhnya.

Walaupun bunga ini sering tumbuh kurang dari 2 meter, namun dalam kondisi tertentu, Edelweis nyatanya dapat tumbuh hingga 8 meter, atau seukuran dengan kaki manusia.

7. Saat mekar banyak dihinggapi serangga

Tak cuma waktu mekarnya saja yang jadi sorotan. Bunga Edelweis ini tetap saja menarik perhatian kala bunga tersebut mekar.

Sebab saat masa itu tiba, ada sekitar 300-an lebih serangga yang bakal langsung hinggap di bunga Edelweis. Mulai dari lebah, kupu-kupu, lalat, hingga jenis serangga lainnya.

Benar-benar seperti primadona ya?

8. Dijadikan bunga nasional Austria

Fakta Bunga Edelweis yang lainnya adalah bunga ini juga dijadikan sebagai bunga nasional di negara Austria. Jenisnya sendiri adalah Edelweis Leontopodium alpinum.

Jenis ini paling banyak ditemukan di kawasan pegunungan Alpen.

Bentuknya terdiri dari ribuan kuncup bunga dengan 2-10 kepala bunga, yang dikelilingi daun beludru berwarna putih.

9. Dahulu sering diadakan razia tas carrier pendaki

Saking terkenalnya Edelweis, dulu banyak pendaki “nakal” yang ingin memetik bunga tersebut.

Alhasil, dilakukanlah razia tas carrier oleh pihak petugas di pos pendakian, agar para pendaki tak lagi memetik Edelweis sembarangan, terutama di kawasan konervasi seperti gunung.

10. Bisa ditemukan di beberapa gunung di Indonesia

Mungkin inilah salah satu fakta bunga Edelweis yang paling banyak diketahui oleh masyarakat. Selain berada di Tegal Alun Papandayan, bunga Edelweis juga banyak tumbuh di beberapa tempat ini, diantaranya:

  • Lembah Mandalawangi di dekat Gunung Pangrango, Jawa Barat
  • Puncak Gunung Ciremai, Jawa Barat
  • Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede, Jawa Barat
  • Puncak Hargo Dumilah, Gunung Lawu, Jawa Tengah
  • Sabana Merbabu di Jawa Tengah
  • Jalur Bansari, sebelum Puncak Sindoro, Jawa Tengah
  • Gunung Semeru, Jawa Timur
  • Pelawangan Sembalun, Nusa Tenggara Barat
  • Taman Edelweis di Bali

(Baca Juga: 10 Tanaman Hias untuk Dekoran Rumah)

Nah, itu dia sederet fakta bunga Edelweis. Bunga ini sendiri termasuk jenis yang langkah dan dilindungi oleh pemerintah.

Sehingga, pendaki yang berada di kawasan konservasi Edelweis sangat dilarang untuk memetik bunga tersebut.

Faktanya, Bunga Edelweis juga Bisa Dibudidayakan

Namun enggak perlu takut karena tak bisa membawa pulang Edelweis lho. Karena nyatanya, saat ini sudah banyak yang membudidayakan Edelweis, dan kegiatan ini termasuk legal.

Kalaupun kamu ingin mengoleksi sekaligus membudidayakannya, juga tak masalah.

Malahan, banyak penjual Edelweis yang berpendapat jika kualitas bunga dari hasil budidaya justri lebih bagus, ketimbang Edelweis yang tumbuh liar di alam.

Nah, jika kamu tertarik untuk budidaya Edelweis namun masih terhalang modal usaha, mungkin CekAja bisa jadi solusi terbaik untukmu.

Kenapa Harus CekAja?

Di CekAja, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai tanpa agunan, dengan masa tenor yang fleksibel sekaligus bunga rendah eksklusif online hanya 0,65 persen saja.

Pengajuannya pun mudah, bahkan seluruh prosesnya dilakukan secara online.

Cukup sertakan dokumen penunjang, maka tim CekAja bakal membantu kamu menentukan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan maupun bujetmu.

Yuk, langsung akses laman CekAja.com, dan ajukan pinjaman KTA di sini untuk wujudkan impian berbisnis bunga Edelweis.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri