Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami

4 menit waktu bacaan

10 Pekerjaan yang Membuatmu Berisiko Terkena Kanker

by Ariesta on 19 Desember, 2016

pilot - CekAja

Coba sebutkan pekerjaan yang menurutmu ekstrem? Kalau yang kamu sebutkan adalah pekerjaan yang mengharuskan seseorang memanjat gedung, mengejar penjahat, atau menyelam di lautan dalam, pekerjaan ini memang berisiko.

Meski demikian, ada banyak pekerjaan yang terlihat aman dari luar, tapi sebenarnya punya risiko jangka panjang. Tidak hanya berisiko terluka di medan kerja, mereka juga berpontensi terkena penyakit kanker. Pontensi kanker ini meman tidak langsung muncul, tapi butuh waktu bertahun-tahun.

American Cancer Society merilis bahwa 4 persen pasien kanker di Amerika merupakan orang-orang yang selama bekerja terpapar zat karsinogen. Pekerjaan apa saja itu?

Pekerja industri karet

Pekerja yang bekerja di industri ban, sarung tangan karet, dan produk olahan karet berisiko kanker. Hal ini karena karet dibuat dengan segudang bahan kimia dan proses ini membuat pekerja terpapar uap, debu, dan produk sampingan kimia yang bisa menimbulkan risiko kesehatan serius. Pekerja industri karet berisiko mengalami kanker kandung kemih, kanker perut, dan kanker paru-paru.

The American Cancer Society menambahkan leukemia ke dalam daftar risiko, membuat pekerjaan di industri karet paling tinggi tingkat paparan karsinogen. Masalahnya, racun akibat industri karet tidak hanya berbahaya jika terhirup, tapi juga berbahaya jika diserap kulit.

(Baca juga: Mau Tahu Jenis Kredit yang Cocok untuk Karyawan? Cek di Sini)

Pekerja di bidang pertanian

Pertanian massal masih banyak menggunakan pupuk kimia. Sebuah studi yang dilakukan oleh Breastcancer.org menyebutkan jika wanita yang bekerja di bidang pertanian berisiko 35 persen lebih tinggi terkena kanker payudara. Mereka juga berisiko terkena kanker paru-paru karena asap pestisida.

Berdasarkan laporan Time, paparan rutin pestisida, penyubur, dan zat kimia lainnya bids menyebabkan kanker limfoma, leukemia, dan kanker lainnya.

Penata rambut

Kebanyakan cat rambut mengandung zat seperti aminophenol, diaminobenzene dan phenylenediamine yang merupakan produk turunan batu bara. Yang mengerikan, zat tersebut diduga dapat memicu kanker.

Penata rambut yang setiap hari menagalami kontak langsung dengan zat kimia dalam cat rambut dilaporkan berisiko mengalami kanker saluran kemih, laring, dan paru-paru.

Mekanik

Mekanik tidak hanya pekerjaan yang membuat kotor sekujur tubu, tapi juga berisiko bagi kesehatan.  Hal ini karena asbes masih sering digunakan sebagai lapisan rem dan konfigurasi kopling karena kualitasnya yang tahan panas.

Tapi jika unsur asbes terkepas di udara dan terhirup, hal ini bisa menyebabkan kanker paru-paru. Selain asbes, mekanik juga sering bersentuhan dengan bensin. Bensin mengandung benzena yang merupakan pemicu kanker seperti leukemia.

Pekerjaan di bidang konstruksi

Pekerja konstruksi menghadapi berbagai bahaya yang mengancam jiwa seketika meskipun yang beerdampak jangka panjang seperti kanker. Asbes kadang-kadang masih ditemukan di gedung-gedung tua. Tukang cat juga berisiko jika terus menerus menghirup cat.

Terapis manicure dan pedicure

Di Amerika, keberadaan salon kuku tumbuh pesat. Namun pertumbuhan ini diikuti dengan tingginya laporan terapis yang mengalami keguguran, masalah pernapasan, masalah kulit, dan kanker. Kanker limfoma merupakan yang paling sering dikaporkan. Para terapis memang sehari-harinya tepapar dengan zat kimian pewarna kuku hingga zat pengeras kuku.

Zat kimia lain yang juga berbahaya adalah formalin (yang terkandung dalam pengeras kuku) dan titanium dioksida (yang terkandung dalam pelapis kuku). Oleh karenanya, baik terapis maupun pasien disarankan untuk memakai masker selama perawatan.

Pekerja di industri plastik

Plastik sudah lama dikenal sebagai zat karsinogen. Berdasarkan laporan American Cancer Society, pekerja di bidang industry plastik berisiko tinggi kerkena penyakit hati, ginjal, dan kanker laring.

Pekerja tambang

Tidak hanya terpapar asbes, tetapi pekerja tambang juga bisa terpapar uranium dan radon (gas logam berbahaya). Sudah terbukti bahwa tinggal di daerah mempertinggi risiko kanker otak, perut, tiroid, dan masih banyak lagi. Risikonya jauh lebih berbahaya bagi orang-orang yang benar-benar bekerja di sana.

Bahkan ketika penyebab sekunder seperti merokok dapat dikendalikan, peningkatan paparan gas buang diesel di lingkungan kerja pertambangan dapat menyebabkan risiko tinggi terkena kanker paru-paru. 

Pekerja di industri logam

Sama halnya denagn racun di industri plastik, pekerja di industri logam juga berisiko menderita kanker ginjal dan laring. American Cancer Society melaporkan, wanita yang bekerja di bidang ini berisiko 75 persen lebih tinggi menderita kanker payudara.

Risiko bahaya ini terletak pada cairan yang dipakai untuk menjaga suhu logam. Menghirup atau bersentuhan kulit meningkatkan risiko kanker.

(Baca juga: Rumah Bersubsidi Jadi Solusi KPR Tanpa DP)

Pilot dan kru pesawat

Tidak disangkat, rupanya pilot dan kru pesawat juga berisiko kanker. Beberapa laporan menemukan bahwa awak pesawat berada pada risiko yang lebih tinggi daripada populasi umum untuk mengalami melanoma ganas, bentuk kanker kulit paling mematikan.

Hal ini karena berada di ketinggian ribuan kaki membuat mereka banyak terpapar radiasi UV tingkat tinggi dan radiasi kosmik.

Butuh dana tunai untuk tambahan modal usaha? Kenapa tidak manfaatkan pinjaman online bunga ringan dan juga kredit tanpa agunan atau KTA dengan bunga yang super ringan. Ajukan sekarang di CekAja!

Tentang Penulis