6 Bahaya Meninggalkan Anak Sendiri di Dalam Mobil yang Tak Boleh Diremehkan

Untuk kamu para orangtua, sepertinya memang perlu mengetahui tentang bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil.

Mungkin diantara kamu ada yang pernah meninggalkan anak sendiri di dalam mobil dengan alasan tertentu, entah itu hanya untuk membeli sesuatu di minimarket, mengambil barang yang ketinggalan di dalam rumah, membayar di pom bensin dan masih banyak lagi.

Ternyata, walaupun hanya sebentar, hal satu ini tidak boleh untuk dilakukan lho, karena terdapat sejumlah risiko yang mengintai.

Dilansir dari situs parenting.orami.co.id, menurut data organisasi keselamatan Kids and Card, terhitung ada sekitar 37 kasus anak meninggal karena ditinggal sendiri di dalam mobil setiap tahunnya di Amerika Serikat.

(Baca Juga: 12 Hak Kewajiban Anak di Rumah)

Namun yang paling mengejutkan adalah, dari kasus-kasus tersebut, sebagian besar disebabkan karena orangtua yang lupa bahwa ternyata anaknya masih ada di dalam mobil.

Oleh karena itu, bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil memang sesuatu yang tak boleh diremehkan begitu saja.

Nah, untuk meningkatkan kewaspadaan para orangtua, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang sejumlah bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil, guna meminimalisir risiko-risiko yang terjadi. Yuk disimak bersama!

Bahaya Meninggalkan Anak Sendiri di Dalam Mobil

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil yang tidak boleh diremehkan para orangtua, yaitu adalah:

1. Membuat Mobil Berjalan Secara Tidak Sengaja

Bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil yang pertama adalah, risiko mobil bisa berjalan secara tidak sengaja.

Umumnya, anak-anak memang memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi. Ditambah lagi, di dalam mobil itu sendiri, terdapat begitu banyak alat-alat yang mungkin baru pertama kali mereka lihat, contohnya saja seperti pedal gas, rem tangan, dan masih banyak lagi.

Nah, apabila anak memainkan benda-benda tersebut tanpa sepengetahuan kamu, besar kemungkinannya mobil bisa berjalan sendiri dan menabrak sesuatu.

Tak hanya di Indonesia, di negara lain pun, sudah terdapat banyak kasus kecelakaan yang disebabkan karena anak membuat mobil yang ia tumpangi berjalan sendiri.

2. Heat Stroke

Bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil selanjutnya adalah heat stroke, salah satu risiko yang terbilang paling mematikan.

Heat stroke itu sendiri merupakan suatu kondisi dimana suhu tubuh mencapai 40°C atau lebih.

Apalagi di suhu Indonesia yang berkisar antara 26-36°C, hal tersebut bisa membuat temperatur di dalam kabin mobil menjadi lebih cepat panas, bahkan bisa mencapai 40-60°C.

Mesipun cuaca sedang dalam keadaan sejuk, temperatur di dalam mobil tetap bisa meningkat hingga lebih dari 37°C.

Perlu diketahui bahwa suhu tubuh anak bisa memanas tiga hingga lima kali lebih cepat dibandingkan suhu tubuh orang dewasa.

Sehingga, meninggalkan mereka di dalam mobil bisa saja memicu terjadinya heat stroke, yang berdampak pada kesehatan anak, seperti demam tinggi, kejang, dehidrasi, stroke, hingga kematian.

Perlu diingat bahwa hal ini juga tetaplah sangat berisiko meskipun kamu sudah membuka jendela untuk membuat celah.

3. Keracunan Karbon Monoksida

Bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil selanjutnya adalah risiko keracunan karbon monoksida.

Ketika mobil dalam keadaan tertutup, maka gas karbon monoksida juga ikut terperangkap, yang sangat berbahaya bagi keselamatan sang anak.

Hal ini bisa berpotensi lebih besar apabila sistem pembuangan mobil justru tidak berfungsi dengan baik.

Umumnya, efek dari keracunan karbon monoksida ini tidak akan langsung terlihat, tetapi akan membuat anak menjadi mengantuk dan lemas secara perlahan hingga pada akhirnya berakibat fatal.

4. Risiko Terjepit Jendela Mobil

Selain gas dan rem tangan, ternyata tombol jendela juga bisa menarik rasa ingin tahu anak lho.

Sehingga, hal ini bisa saja memicu anak bermain dengan tombol tersebut dan menganggapnya menyenangkan.

Akan tetapi, berhati-hatilah! Apabila tidak diawasi, anak justru bisa berisiko terjepit jendela mobil ketika ia menutupnya.

Mungkin dampaknya tidak akan terlalu parah apabila yang terjepit hanya sebatas tangan atau jari. Namun, bagaimana jika yang terjepit adalah leher? Tentu bisa berdampak fatal.

5. Terkunci di Dalam Mobil

Kembali lagi dengan rasa ingin tahu anak yang tinggi, semua benda yang dianggap asing olehnya bisa saja dimainkan, termasuk memainkan kunci mobil.

Dampaknya? Anak bisa berisiko terkunci di dalam mobil tanpa tahu cara membukanya. Apalagi jika kamu meninggalkan kunci di dalam mobil.

Jika hal ini terjadi, maka kamu tak perlu panik dan berikan instruksi kepada anak secara perlahan mengenai cara membuka kunci mobil dari dalam.

Akan tetapi, apabila sang anak belum cukup dewasa untuk memahami instruksi, kamu bisa segera meminta bantuan pada orang lain untuk membuka pintu secara paksa.

6. Berpotensi Mengundang Tindak Kriminal

Nah, bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil yang terakhir adalah adanya risiko atau potensi timbulnya tindakan kriminal.

Pernahkah kamu mendengar sebuah ungkapan “Kejahatan terjadi karena ada kesempatan”?. Apa yang terjadi ketika seseorang melihat ada anak berada di dalam mobil sendiri tanpa dikunci?

Yang tadinya tidak berpikir macam-macam bisa saja menjadi memiliki niat jahat, karena adanya kesempatan di depan mata.

Oleh karena itu, janganlah ciptakan kesempatan tersebut dengan meninggalkan anak sendiri di dalam mobil.

Sebab, kondisi tanpa pengawasan orang dewasa bisa mengundang tindak kriminal yang tak diinginkan, seperti perampokan hingga penculikan.

Bahkan, bukannya tidak mungkin ada oknum yang justru kehilangan akal sehat yang bisa membahayakan si kecil.

Jadi, itulah sejumlah bahaya meninggalkan anak sendiri di dalam mobil yang tak boleh diremehkan begitu saja.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa meskipun kamu sudah melakukan berbagai bentuk preventif untuk meminimalisir risiko, bukan berarti anak tak memerlukan perlindungan ekstra.

(Baca Juga: 8 Channel Youtube Edukatif untuk Anak)

Dunia ini memang penuh dengan rahasia yang tak kita ketahui. Karenanya, akan jauh lebih baik untuk mencegah dibandingkan mengobati, bukan?

Nah, salah satu bentuk perlindungan ekstra yang bisa kamu berikan kepada keluarga tercinta adalah asuransi kesehatan.

Sebab, kita tidak akan pernah tahu kapan masalah kesehatan akan datang menyerang dan mengharuskan kita untuk mendapatkan tindakan medis di rumah sakit.

Belum lagi, biaya rumah sakit sepertinya kian meningkat dari tahun ke tahun, yang membuat kita terkadang mengkhawatirkan masalah finansial untuk melakukan pengobatan.

Dengan asuransi kesehatan, kamu tak perlu khawatir tentang itu! Sebab, asuransi kesehatan akan mengcover sebagian biaya pengobatan, sehingga memungkinkan kamu untuk tetap bisa mendapatkan fasilitas kesehatan mumpuni namun dengan biaya yang lebih hemat, tetapi tentunya disesuaikan dengan program dan premi yang kamu bayar.

Belum punya asuransi kesehatan? Segera ajukan saja di CekAja.com! Dengan seluruh proses pengajuan yang dapat dilakukan secara online, tentunya hal ini akan mempermudah kamu tanpa perlu repot meluangkan waktu keluar rumah. Yuk segera lindungi keluarga tercinta bersama asuransi kesehatan dari CekAja.com!