Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

7 Tindakan yang Membuat Utangmu Makin Menumpuk

by Ariesta on 26 April, 2016

Siapa sih yang mau punya banyak utang? Hampir setiap orang pasti berkata tidak. Utang terlunasi ibarat lepas dari jeruji. Karena harus membayar utang setiap bulan, kamu tidak bisa menikmati gaji secara utuh. Jika utangmu lunas pastinya kamu bisa menabung lebih banyak bahkan bisa investasi.

Namun dari banyaknya utang yang harus dilunasi, tanpa sadar kamu malah membuat tumpukan utangmu semakin parah. Misalnya menunda membayar kartu kredit atau mengambil cicilan mobil padahal cicilan rumah belum lunas. Tak hanya itu saja, tindakan-tindakan berikut ini tanpa sadar membuat utangmu makin menumpuk.

Bunga yang tinggi

Sulit melunasi utang jika bunga terlalu tinggi. Satu-satunya cara menghindari hal ini adalah memilah bunga pinjaman sebelum memutuskan untuk menyetujuinya. Tenor atau lama pelunasan juga mempengaruhi. Semakin panjang tenor yang diambil, semakin besar bunga yang harus kamu bayar.

Arus kas negatif

Kalau tagihan dan cicilanmu lebih besar daripada pemasukan, sangat sulit keluar dari jebakan utang. Ada dua cara untuk mengoreksi arus kas negatif: mengurangi pengeluaran atau tingkatkan penghasilan. Lebih bagus jika kamu melakukan keduanya. Ada banyak bisnis yang bisa dilakukan dengan modal minimal. Atau jika tidak berniat berbisnis, lakukan cara-cara hemat belanja untuk mengurangi pengeluaran.

Menambah utang karena kondisi darurat

Tentunya menambah utang di saat utang menumpuk bukanlah keputusan bijak. Alasan yang memungkinkan situasi ini terjadi adalah saat ada pengeluaran tak terduga yang membuatmu terpaksa menggesek kartu kredit. Lantas bagaimana cara agar tidak menggunakan kartu kredit di saat darurat? Jawabannya adalah memiliki simpanan darurat.

(Baca juga: Hal Buruk Ini Bisa Menimpa Kamu Jika Tidak Punya Dana Darurat)

Tidak memantau sisa utang

Ada alasan di balik pebisnis sukses yang selalu teliti dalam mengecek laporan bisnisnya. Hal ini demi mendeteksi masalah lebih dini dan mengevaluasi sektor mana saja yang harus diperbaiki. Kalau kamu malas mengecek berapa sisa utang dan malas mengontrol kemajuan pembayaran, tandanya kamu juga malas membuat kemajuan dalam utangmu. Melihat nominal angka yang semakin kecil bisa membuatmu makin termotivasi untuk melunasi utang.

Ada pengeluaran rahasia

Kalau kamu punya target melunasi utang, komunikasikan ini pada keluarga sehingga mereka juga bisa ikut berhemat. Misalnya kamu dan suami berusaha melunasi kredit mobil. Tapi tanpa sepengatuhanmu dia menggunakan cicilan kartu kredit untuk membeli smartphone terbaru. Bukannya berkurang, yang ada utang malah makin menumpuk. Daripada mendebatkan kebiasaan boros masing-masing, mulailah membatasi dengan tegas berapa batas pengeluaran setiap bulannya.

(Baca juga: Kenapa Finansialmu Lebih Aman Jika Miliki Dana Darurat?)

Pengeluaran tidak rutin

Memang mudah membuat  anggaran bulanan berdasarkan pengeluaran rutin. Sayangnya pengeluaran tidak rutin yang tidak ada dalam budget yang justru membuatmu sulit melunasi cicilan. Misalnya hadiah untuk kerabat yang menikah, biaya vaksinasi hewan peliharaan, atau biaya oleh-oleh sepulang liburan.

Menunda melunasi utang

Melunasi utang memang bukan tugas mudah. Kamu harus mengontrol pengeluaran, harus berkorban dan menahan diri untuk tidak membeli barang yang diidam-idamkan demi melunasi utang. Namun godaan terbesar bukan terletak pada hal-hal tersebut, tapi pada memulai. Semakin cepat kamu mulai melunasinya, makin cepat juga kamu terbebas dari utang.

(Baca juga: 5 Kondisi yang Memastikan Kamu Butuh Pinjaman Uang Cepat)

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami