Awas Begal! Lakukan 5 Hal Ini Agar Tak Jadi Korban

2 min. membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Begal kembali terjadi di sebuah warteg kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Selasa, (21/1/2020). Aksi ini untungnya terekam melalui CCTV, sehngga wajah pelaku lebih mudah terlihat. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan kepada media, pihaknya telah mengantongi identitas tiga pelaku yang melakukan aksi begal itu.

Pelaku terdiri atas tiga orang, satu berperan merampas tas lelaki yang tengah makan dan temannya menodongkan celurit agar ia tak melawan. Sementara satu orang lagi menunggu di luar agar bisa langsung membawa lari motor korban. Menurut keterangan polisi, mereka ternyata merupakan ‘penjahat kambuhan’ alias residivis kasus serupa.

Meski tak memakan korban jiwa, kasus ini tetap membuat warga terutama pengendara motor was-was. Apalagi pelaku umumnya tak hanya berani merampas harta benda seseorang, tetapi juga bisa nekat menghabisi nyawa korban dengan senjata tajam yang mereka bawa.

Lalu bagaimana trik menghindari begal? Intip bocorannya di bawah ini:

1. Hindari berpenampilan minimalis

Sasaran empuk para begal adalah mereka yang membawa motor serta benda berharga lain seperti handphone atau perhiasan. Maka dari itu, jika memang berencana keluar malam dan pulang larut, hindari terlalu mencolok dalam berpenampilan agar tidak memancing tindak kejahatan mereka. Mulai dari mengenakan pakaian yang biasa saja, lalu jangan keluarkan handphone, tanggalkan semua perhiasan bila memakainya, gunakan motor butut sementara waktu.

(Baca juga: Mengenal Asuransi Terorisme dan Sabotase)

2. Hindari keluar tengah malam

Tengah malam yang sepi merupakan waktu dimana para begal melakukan aksinya. Dari beberapa kasus, jam paling rawan antara 23.00 malam hingga 04.00 subuh. Begal di warteg bernama Mamoka Bahari sendiri terjadi pada pukul 01.00 dini hari. Oleh karena itu sebisa mungkin jangan bepergian dengan motor pada waktu tersebut. Alternatif lain daripada maksa pulang tengah malam, lebih baik menginap di kantor atau rumah teman yang aman.

3. Tancap gas

Jangan panik jika ada kendaraan yang mencurigakan mengikutimu, langsung tancap gas ke area rumah warga atau bila perlu kantor polisi. Cara ini pernah dilakukan oleh pemilik akun Instagram @rzamotovlog, lelaki yang pernah hampir dibegal oleh lima orang sekaligus. Ia berhasil lolos dari pelaku yang ingin merampas kunci motornya, saat tengah berkendara di daerah Gandaria. Jam saat itu menunjukkan pukul 23.00 WIB. Beruntung korban tak takut dan melaju kencang ke jalanan yang lebih ramai, sehingga pembegal urung mengejarnya lagi.

4. Jangan sendirian dan berhenti di tempat sepi

Sebisa mungkin jangan pergi sendirian. Naluri penjahat selalu mengarah pada lawan yang dianggapnya mampu ia taklukkan dengan mudah; sendirian, perempuan, dan orang tua. Maka itu jika harus pulang larut malam karena tuntutan kerja, minta temanmu untuk ikut. Kemudian hindari pula berkendara di tempat sepi, apalagi berhenti sejenak. Mending cari jalan lain yang ramai. Jauh tak masalah, asalkan selamat dan tak kena begal.

(Baca juga: Buntut Aksi Teror Selandia Baru, PUBG Haram?)

5. Bawa semprotan cabe

Hal ini mungkin jarang terpikirkan. Namun mulai sekarang demi menghindari begal atau bentuk kejahatan lain, persenjatai dirimu. Tak perlu dengan pisau apalagi pistol, cukup bawa kemanapun pepper spray alias semprotan cabe. Wanita-wanita di negara barat hampir selalu menggunakan ‘senjata’ sederhana ini ketika dirinya sedang dalam bahaya. Cara tersebut cukup ampuh melumpuhkan aksi keji penjahat, karena mata yang langsung perih dibuatnya.

Jakarta sebagai Ibu Kota negara dikenal memiliki level kriminalitas yang tinggi. Dalam laporan akhir tahun Polda Metro Jaya, jumlah kejahatan di kota ini terlapor sebanyak 32.614 kasus selama 2019. Maka tingkatkan selalu kewaspadaanmu, dan selalu lindungi diri dengan asuransi. Dapatkan beragam jenis asuransi terbaik hanya di CekAja.com.

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang