Beragam Posisi Bayi di Dalam Kandungan Jelang Persalinan

Mendekati waktu persalinan, sebaiknya kamu ketahui beragam posisi bayi di dalam kandungan. Ini sejatinya menjadi hal penting, mengingat posisi bayi di dalam kandungan, menentukan proses persalinan yang akan dilakukan, entah itu normal maupun sesar.

Beragam posisi bayi di dalam kandungan pun, ternyata sangat unik dan tidak semuanya ideal. Ada beberapa posisi, yang justru membuat proses kelahiran normal yang diinginkan, menjadi terhambat.

Beberapa di antaranya seperti sungsang, melintang dan lain sebagainya. Jika ingin tahu secara lengkap beragam posisi bayi di dalam kandungan, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulasnya khusus untuk kamu.

Beragam Posisi Bayi di Dalam Kandungan

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kalau posisi bayi di dalam kandungan ada banyak sekali.

Ya, beragam posisi bayi di dalam kandungan tersebut, tentu tidak semuanya ideal. Jika dilihat secara perbandingan, mungkin sekitar 70 : 20 untuk posisi bayi kurang ideal, dengan yang ideal.

Maka dari itu, karena kemungkinan posisi bayi kurang ideal cenderung lebih besar, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu beragam posisi bayi di dalam kandungan berikut ini, yang akan diulas secara lengkap berdasarkan kategorinya, yaitu posisi ideal dan kurang ideal.

1. Posisi Ideal

Kategori pertama yang akan kamu ketahui, yaitu posisi ideal. Sesuai dengan namanya, ini merupakan jenis posisi bayi di dalam kandungan yang benar, dan seharusnya dimiliki sang bayi menjelang persalinan.

Ada satu posisi ideal bernama oksiput anterior, yang perlu kamu ketahui secara lengkap pembahasannya berikut ini. Yuk, simak!

Oksiput anterior

Oksiput anterior merupakan satu, dari beragam posisi bayi di dalam kandungan yang tepat. Bagaimana tidak, pasalnya dalam posisi ini kaki bayi akan berada di atas, kepala di bawah, wajah menghadap punggung ibu, dan punggung bayi bersandar di perut.

Dengan posisi seperti itu, maka bayi akan lebih mudah keluar. Sebab, bayi akan lahir dari bagian belakang kepala, yang paling dekat dengan lubang kemaluan ibu.

Oksiput anterior atau yang sering disebut dengan OA, juga tak jarang dikenal dengan istilah vertex position dan cephalic position, yang intinya mengacu pada posisi kepala bayi berada di panggul ibu.

(Baca Juga: Cara Program Hamil Bayi Kembar)

2. Posisi Kurang Ideal

Setelah mengetahui posisi ideal bayi di dalam kandungan, kini saatnya untuk kamu mengetahui beragam posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal.

Karena seperti yang diketahui, dibanding posisi ideal, posisi bayi yang kurang ideal ada lebih banyak.

Untuk memudahkanmu mengetahui beragam posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal, di bawah ini CekAja.com telah merangkum beberapa di antaranya, yang akan diulas sebagai berikut.

Oksiput posterior

Posisi pertama yang perlu kamu ketahui, dari beragam posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal, yaitu posisi oksiput posterior.

Posisi ini disebut kurang ideal, karena bayi berada dalam posisi menunduk dan wajahnya menghadap perut ibu, atau singkatnya posisi punggung ke punggung.

Jika menjelang persalinan bayi berada dalam posisi ini, maka nantinya persalinan pun akan berjalan lebih lama dan intens dari biasanya, karena bayi tidak bisa dengan mudah memasukkan dagunya ke dalam panggul.

Dan apabila proses persalinan terhambat dan tidak ada kemajuan, maka biasanya bidan atau dokter akan menggunakan tangan, untuk mencoba membalikkan badan bayi ke posisi oksiput anterior.

Sebagai alat pembantu, bidan dan dokter juga akan menggunakan ventouse (alat penghisap), serta forceps (penjepit besar) untuk membantunya.

Namun apabila cara tersebut tidak berhasil, maka jalan terakhir yang umumnya dokter sarankan, yaitu melakukan operasi sesar untuk menjaga keselamatan serta kesehatan ibu dan bayi.

Melintang

Selain posisi oksiput posterior, ada juga posisi melintang yang menjadi bagian dari beragam posisi bayi di dalam kandungan, yang perlu diketahui.

Dalam posisi melintang ini, bayi akan terlihat meringkuk normal. Namun sayangnya, bayi berbaring menyamping melintasi rahim.

Jadi, dalam posisi tersebut, kepala bayi tidak berada di jalan lahir. Bisa saja punggung, bahu tangan ataupun kaki yang berada di jalan lahir.

Posisi melintang ini tentunya sangat berisiko. Sebab, plasenta bisa rusak saat lahir, maupun saat mencoba membalikkan bayi.

Untuk mengatasi hal ini, biasanya dokter atau bidan akan menyarankan untuk sang ibu melakukan operasi sesar.

Sungsang

Di urutan ketiga ada posisi sungsang. Ini adalah satu dari beragam posisi bayi di dalam kandungan, yang paling banyak orang tahu.

Posisi bayi yang kurang ideal ini, bisa dikatakan sudah tidak memungkinkan untuk sang ibu melakukan persalinan normal.

Hal tersebut karena, posisi ini sangat berisiko. Jika dipaksakan untuk lahir normal, nantinya bayi bisa saja mengalami cacat lahir, atau trauma fisik selama persalinan.

Tidak hanya itu saja, posisi sungsang juga dapat meningkatkan risiko tali pusar melilit leher bayi, yang mampu menyebabkan cedera.

Untuk mengatasi posisi sungsang, dokter atau bidan umumnya akan mengubah posisi bayi dalam kandungan menggunakan teknik ECV (external cephalic version).

Teknik ini dilakukan dengan cara menekan perut ibu, kemudian mengubah posisi bayi melalui tekanan yang diberikan tersebut.

Tentunya cara ini tidak dilakukan sembarangan. Selama melakukan teknik ECV, detak jantung bayi akan dipantau terus-menerus.

Apabila cara tersebut tidak berhasil, maka jalan terakhir yang bisa dilakukan, yaitu operasi sesar.

Oblique

Siapa di antara kamu yang pernah mendengar, atau mengetahui posisi oblique? Posisi yang menempatkan bayi dalam keadaan diagonal atau miring melintasi rahim ini memang jarang terjadi, namun sangat berisiko.

Hal itu dikarenakan, kepala bayi tidak sejajar dengan jalan lahir, sehingga bisa menyebabkan kompresi tali pusat.

Apalagi jika tali pusat masuk terlebih dahulu ke jalan lahir, maka tekanan dari kepala selama masa persalinan akan lebih menekan tali pusat.

Dengan begitu, aliran darah akan menjadi terhalang dan menyebabkan keadaan menjadi darurat.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan operasi sesar.

Brow or Face

Posisi bayi di dalam kandungan yang kurang ideal terakhir, yaitu brow or face. Posisi ini bisa dikatakan sangat riskan, karena alis bayi menjadi bagian yang akan pertama kali masuk ke jalan lahir, dengan kepala dan leher mendongak.

Tetapi untungnya, posisi brow or face ini lebih jarang terjadi, dibandingkan posisi bayi kurang ideal lainnya.

Dan untuk penyebabnya, posisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti pecah ketuban dini, ukuran kepala bayi yang besar, hingga riwayat melahirkan sebelumnya.

Faktor Penyebab Posisi Bayi Kurang Ideal

Jika di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui beragam posisi bayi di dalam kandungan, maka kini saatnya untuk kamu mengetahui beberapa faktor penyebab posisi bayi kurang ideal.

Karena terjadinya posisi yang kurang ideal, tentu tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang menyebabkan bayi berada dalam posisi yang tidak seharusnya, seperti:

  • Bentuk kepala bayi
  • Bentuk panggul ibu
  • Kemampuan otot-otot dasar panggul ibu, dalam berkontraksi dan berelaksasi saat persalinan
  • Kemampuan kepala bayi dalam menyesuaikan bentuk panggul ibu.

Cara Mengubah Posisi Bayi Dalam Kandungan

Apabila selama mengandung, atau bahkan mendekati persalinan posisi bayi di dalam kandungan masih kurang ideal, maka kamu bisa mengubahnya dengan melakukan berbagai cara, loh!

Melansir kumparan.com, jika usia kehamilan mu belum mencapai 34 – 36 minggu, maka ketika posisi bayi belum ideal, kamu masih bisa mengubah dan mengembalikannya dengan cara rutin melakukan knee chest position, atau posisi sujud.

Kamu bisa melakukannya sebanyak 2 – 3 kali sehari selama dua menit, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun ketika melakukan posisi tersebut, pastikan kamu tidak menekan perut.

Selain melakukan knee chest position, kamu juga bisa coba berbaring di atas alas yang nyaman, seperti misalnya matras yoga.

Setelah itu, kamu bisa naikkan kaki ke bantalan yang lebih tinggi, seperti kasur, sofa dan bantalan lainnya yang sudah ditumpuk.

Tahan posisi tersebut dengan tangan selama kurang lebih 10 menit. Jika ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kamu juga bisa melakukannya sebanyak tiga kali dalam sehari.

Apabila setelah melakukan dua cara di atas, bayi juga belum berpindah ke posisi ideal, maka dokter biasanya akan menyarankan untuk ibu melakukan ECV, saat kehamilan sudah memasuki usia 35 – 38 minggu.

Tetapi jika semua cara yang sudah dilakukan tidak memberikan pengaruh apapun, maka jalan terakhir yang harus ditempuh sang ibu dan bayi, yaitu operasi sesar untuk menjaga keselamatan dan kesehatan keduanya.

(Baca Juga: Cara Mengatasi Stres pada Ibu Hamil)

Itulah beberapa informasi yang sudah kamu ketahui, seputar posisi bayi di dalam kandungan. Tidak hanya beragam posisi bayi di dalam kandungan saja, tetapi kamu juga sudah mengetahui faktor penyebab posisi bayi kurang ideal, serta cara mengatasinya.

Untuk cara mengatasinya sendiri, kamu bisa melakukannya sendiri di rumah. Namun tentu saja, semuanya harus mengikuti prosedur dan arahan yang diberikan dokter.

Namun jika cara yang direkomendasikan dokter tersebut tidak berhasil, maka jalan terakhir yang harus ditempuh, yaitu operasi sesar.

Seperti yang diketahui, operasi sesar ini tentu akan memakan biaya yang tidak sedikit. Sehingga, kepemilikan asuransi kesehatan rasanya sangat penting, untuk menanggung semua biaya yang harus dibayarkan, mulai dari konsultasi, proses persalinan, hingga pemulihan.

Karena jika tidak memiliki asuransi kesehatan, semua biaya sudah pasti ditanggung sendiri, dan itu bisa menghabiskan sekitar puluhan juta. Sungguh sangat membuat pusing bukan, melihat nominalnya saja?

Maka dari itu, untuk mengatasinya kamu perlu menggunakan asuransi kesehatan. Tetapi apabila hingga saat ini kamu belum menemukan asuransi kesehatan terbaik, yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial, jangan khawatir!

Kamu bisa langsung berkunjung ke situs CekAja.com. Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaik mu sekarang juga, dan dapatkan perlindungan kesehatan yang optimal!