9 Cara Merawat Mobil Matic yang Benar, Biar Gak Keluar Duit Banyak!

6 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Mengetahui cara merawat mobil matic yang benar bisa dibilang adalah pilihan yang tepat. Soalnya, sekali saja ditemukan komponen yang rusak, biaya perbaikannya tentu gak sedikit.

Sebab itu, perawatan mobil matic harus benar-benar diperhatikan, terutama bagian transmisinya yang dianggap paling rentan akan kerusakan.

Jika masih dianggap sepele, masalah justru semakin bertambah runyam, dan merambah hingga ke performa dari mobil tersebut.

Oleh karenanya, penting banget buat kamu mengetahui masalah-masalah yang muncul dari penggunaan mobil matic hingga cara merawatnya yang benar.

Masalah-masalah yang Sering Muncul dari Penggunaan Mobil Matic

Mobil matic saat ini jadi salah satu kendaraan paling digandrungi, khususnya oleh pengguna yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Selain mudah dikendarai, bagi sebagian orang yang baru menggunakan mobil juga menganggap bahwa, pemakaian mobil matic jauh lebih nyaman ketimbang mobil manual.

Alhasil, banyak merek mobil matic yang kian tenar beberapa tahun belakangan.

Namun dibalik kelebihannya itu, mobil bertransmisi otomatis ini juga punya segelintir kekurangan, dan gak jarang bikin kantong jebol.

Kekurangan tersebut biasanya berupa masalah-masalah teknis, yang disebabkan oleh cara merawat mobil matic yang tidak benar, atau bahkan disepelekan.

Lantas, apa saja sih masalah-masalah yang sering muncul dari penggunaan mobil matic? Di bawah ini penjelasannya.

Transmisi mobil terasa kasar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, salah satu komponen dari mobil matic yang paling rentan untuk rusak adalah transmisinya.

Pada mobil matic baru, komponen yang satu ini akan terasa sangat nyaman digunakan dan tidak cepat membuat lelah ketika dikendarai.

Namun berbeda kasusnya jika transmisi mulai terasa kasar, apalagi saat melakukan perpindahan gigi atau menginjak pedal gas.

Jika hentakan yang dirasa tidak semulus normalnya, dan justru terasa ada yang mendorong mobil, itu berarti kamu harus segera membawanya ke bengkel resmi terdekat.

Ingat, jangan pernah menyepelekan hal ini!

Gigi disistem transmisi tidak berpindah

Mengutip dari laman Garasi.id, permasalahan lain yang muncul kala kita tidak mencoba cara merawat mobil matic yang benar adalah kegagalan perpindahan gigi.

Perpindahan gigi disistem transmisi ini bisa saja bermasalah, dan bukan hanya pada tuasnya saja. Gejala dari masalah ini akan sangat terlihat saat kamu ingin mengubah mode transmisi.

Efek getar yang tak wajar

Getaran saat mengendarai mobil terutama di jalan yang kurang muncul sebetulnya sangat wajar terjadi.

Namun jika sensasinya terasa berbeda dan tak wajar, kemungkinan besar karena adanya masalah pada sistem transmisi, terlebih pada gesekan kopling yang telah aus.

(Baca Juga: 10 Tips Merawat Mobil saat Hujan)

Beragam Cara Merawat Mobil Matic yang Benar

Seperti yang CekAja himpun dari berbagai sumber, berikut ini cara merawat mobil matic yang benar.

1. Jangan lupa panaskan mobil setiap hari

Hal ini mungkin terlihat sepele. Tapi memanaskan mobil secara rutin juga sangat dianjurkan, terutama jika kita berbicara mengenai cara merawat mobil matic yang benar.

Sebab, mobil matic yang setiap harinya dipanaskan akan membuat mesinnya tetap prima, sehingga gak mudah mengalami masalah.

Selain itu, mobil yang dipanaskan juga sangat baik untuk membuat sirkulasi oli tetap merata ke seluruh komponen yang terdapat dalam mesin mobil.

Saat dipanaskan, pastikan kondisi transmisi mobil dalam posisi netral, dan biarkan dalam keadaan seperti itu tanpa hidup AC kurang lebih selama 3 menit.

2. Penggunaan persneling yang tepat sesuai kondisi

Penggunaan persneling atau transmisi yang tepat, juga disebut sebagai salah satu cara merawat mobil matic yang benar.

Di sini maksudnya adalah kamu harus menggunakan persneling sesuai dengan kondisi saat berkendara.

Misalnya, saat mobil sedang di parkir. Sebaiknya, gunakan persneling “P” alias parking, dan jangan sekali-kali memindahkannya ke mode transmisi “D” atau drive, lalu mematikan kendaraan secara paksa.

Karena hal tersebut justru membuat bagian persneling dan kopling mobil matic cepat mengalami kerusakan.

Contoh lainnya adalah saat kondisi macet. Di situasi ini, kamu bisa memindahkan mode transmisi ke “N” atau neutral sembari mengangkat rem tangan.

Sangat tidak dianjurkan untuk mengalihkan persneling ke “P”, kecuali memang dalam keadaan berhenti atau parkir.

3. Rutin mengganti oli transmisi

Kunci utama dari cara merawat mobil matic yang benar bisa dibilang terletak pada sistem transmisinya. Apalagi setelah kita tahu jika transmisi sangat rentan mengalami kerusakan.

Oleh karenanya, pada bagian ini kamu benar-benar harus memperhatikan perawatannya. Salah satu kiat yang enggak boleh diabaikan adalah pergantian oli transmisi.

Penggantian oli ini bisa dilakukan berdasarkan perhitungan jarak tempuh mobil.

Idealnya sih, saat mobil sudah mencapai jarak tempuh minimal 25 ribu km dan maksimal 50 ribu kilometer.

Gunakan oli berkualitas baik, dan setelah menggantinya pun kamu tetap harus mengecek kondisi oli dari dipstick, dengan menempatkan mobil di jalanan yang rata.

Apabila volume oli berada di garis normalnya, itu berarti kondisi oli transmisi dalam keadaan baik.

Namun berbeda halnya jika volume oli berada di garis terendah, yang artinya terdapat kebocoran di dalam, dan harus segera di tangani.

4. Selain oli transmisi, oli mesin juga harus diperbarui

Bukan cuma menyoal transmisinya saja, oli mesin pun butuh kamu perhatikan, terutama jika kamu ingin menerapkan cara merawat mobil matic yang benar.

Pelumas mesin bisa kamu perbarui setiap mobil sudah menempuh jarak 80 ribu hingga 100 ribu kilometer.

Ingat, gunakan selalu oli khusus mesin mobil matic, agar performanya semakin maksimal dan nyaman ketika dikendarai.

5. Siap siaga kala mobil terendam banjir

Rasanya sia-sia saja mengikuti keempat cara merawat mobil matic di atas, jika saat mobil terendam banjir, kamu enggak langsung sigap untuk memberikan pertolongan pertama.

Maka dari itu, sesaat setelah mobil matic kebanjiran, segeralah lakukan pengeringan pada berbagai komponen di dalamnya, mulai dari busi, karburator, V-belt, dynamo starter, hingga saringan angin.

Kamu juga harus segera menguras oli mesin dan transmisi, kemudian menggantinya dengan yang baru.

Terakhir, kuras pula tangki bahan bakar jika air kemungkinan masuk ke dalam bagian tersebut.

Kalau lamban menanganinya, selain menyebabkan kerusakan mesin, juga bisa menyebabkan mobil menjadi mogok lho.

6. Jangan injak pedal gas tiba-tiba

Cara merawat mobil matic yang benar berikutnya masih berhubungan dengan sistem transmisinya.

Setelah mobil siap digunakan, usahakan untuk tidak langsung menancap gas tiba-tiba atau mendalam.

Pasalnya, kebiasaan yang satu ini justru bakal berimbas pada katup solenoidnya.

Di mana katup akan mengalami kerusakan akibat proses perubahan oli ke konverter torsi yang tidak sempurna.

7. Selalu servis mobil tepat pada waktunya

Kalau untuk cara merawat mobil matic yang satu ini, sebenarnya sih setiap pemilik pasti sudah paham.

Hanya saja, masih ada beberapa diantara mereka yang justru menganggap sepele hal ini.

Padahal, enggak ada susahnya lho untuk mengikuti instruksi di buku panduan mengenai waktu servis.

Dengan begitu, mobil bakal tetap dalam kondisi bagus, dan otomatis mesinnya juga tidak mudah bermasalah.

8. Melakukan uji jalan

Maksud dari uji jalan disini adalah mengendarai mobil seperti biasa kira-kira setiap beberapa bulan sekali.

Cara merawat mobil matic yang satu ini juga tak kalah penting untuk dilakukan, guna mendeteksi suara atau guncangan tak wajar, saat kamu memindahkan tuas persnelingnya.

Apabila kamu merasakan sesuatu yang aneh pada mobil, kemungkinan besar terdapat masalah pada sistem transmisinya. Dan hal ini harus segera ditangani, salah satunya dengan membawa mobil ke bengkel resmi.

9. ‘Peka’ terhadap kondisi mobil

Setiap pemilik mobil pasti secara tak langsung sudah memiliki “ikatan” antara dirinya dengan kendaraan yang dimiliki.

Hal inilah yang akhirnya membuat ia sadar jika ada sesuatu yang tak wajar dengan mobilnya, baik itu kerusakan kecil maupun besar.

Bukan hanya bisa dirasakan, mesin mobil atau komponen lainnya yang mengalami kerusakan juga biasanya sangat nyata terlihat.

Apabila sudah mengetahuinya, segeralah membawa mobil matic mu ke bengkel untuk melakukan servis.

Jangan dibiarkan berlarut-larut kalau tak ingin ongkos reparasinya semakin membengkak, dan membahayakan nyawa.

(Baca Juga: 5 Tips Jual Mobil Bekas Kebanjiran)

Nah, itu dia beberapa cara merawat mobil matic yang benar. Selain menerapkan cara di atas, ada satu hal lagi yang perlu kamu miliki paling tidak satu produk saja, agar kendaraan terhindar dari berbagai risiko.

Produk yang dimaksud di sini adalah asuransi kendaraan. Asuransi jenis ini biasanya sudah dilengkapi dengan beragam manfaat untuk melindungi mobil dari kerusakan ataupun pencurian.

Bahkan kamu enggak perlu keluar duit banyak jika sewaktu-waktu terjadi masalah pada mobil.

Terus, dimana bisa membeli polis asuransi kendaraan? Ya tentu saja hanya di CekAja.com

Kenapa Harus Beli Asuransi Kendaraan di CekAja?

Di CekAja, kamu enggak hanya bisa membeli polis asuransi kendaraan, melainkan juga membandingkannya dulu dengan seluruh produk asuransi kendaraan terbaik.

Jadi, gak ada lagi deh yang namanya memiliki asuransi namun tak sesuai dengan bujet ataupun kebutuhan.

Selain itu, syarat pengajuan hingga proses yang dikemas CekAja untuk konsumen yang ingin membeli polis asuransi kendaraan, juga terbilang praktis. Bahkan dilakukan secara online.

Yuk, enggak perlu pakai pikir panjang lagi, langsung saja beli polis asuransi kendaraan di CekAja, dan dapatkan diskon bebas worry hingga 20 persen.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri