Daftar Tarif Dasar Listrik Terbaru 2020 beserta Rumus Penghitungannya

5 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Daftar tarif dasar listrik terbaru 2020 sudah ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau yang dikenal sebagai Kementerian ESDM. Tarif yang ditetapkan tersebut berbeda-beda sesuai dengan golongannya.

Dipicu oleh kejadian padamnya listrik di sekitar Pulau Jawa pada 3 – 4 Januari 2019, akhirnya pemerintah memberikan kompensasi tarif listrik sebesar 20% dari total tagihan pelanggan subsidi, dan 35% dari total tagihan pelanggan non subsidi untuk konsumen yang dirugikan.

Perubahan tarif tersebut, diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2017. Meski begitu, perubahan tarif hanya berlaku untuk tagihan listrik selama pemakaian bulan Agustus 2019.

Untuk informasi selanjutnya, di bawah ini daftar tarif dasar listrik terbaru yang telah CekAja.com rangkum khusus untuk kamu. Yuk simak bersama-sama!

Daftar Tarif Dasar Listrik Terbaru 2020

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 31 Tahun 2014 dan No. 9 Tahun 2015, telah ditetapkan bahwa ada 12 golongan yang besaran tarifnya disesuaikan setiap bulan.

Tidak hanya itu, beberapa faktor juga turut mempengaruhi penyesuaian besaran tarif dasar listrik, di antaranya yaitu harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP), inflasi dan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Dari ketiga faktor tersebut, akhirnya Kementerian ESDM dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengeluarkan tarif dasar listrik terbaru yang telah disesuaikan.

Di bawah ini merupakan tabel daftar tarif dasar listrik terbaru 2020 beserta 12 golongan konsumen yang mendapatkan penyesuaian menurut peraturan Kementerian ESDM.

Golongan Tarif Listrik Batas Daya Biaya Pemakaian Konsumen
R-1/TR 1.300 VA Rp1.467,28/kWh Rumah tangga kecil
R-1/TR 2.200 VA Rp1.467,28/kWh Rumah tangga kecil
R-2/TR 3.500 VA – 5.500 VA Rp1.467,28/kWh Rumah tangga menengah
R-3/TR > 6.600 VA Rp1.467,28/kWh Rumah tangga besar
B-2/TR 5.501 VA – 200 kVA Rp1.467,28/kWh Bisnis sedang
B-3/TM > 200 kVA Rp1.114,74/kWh Bisnis besar
I-3/TM > 200 kVA Rp1.115/kWh Industri skala menengah
I-4/TT > 30.000 kVA Rp996,74/kWh Industri besar
P-1/TR 5.501 VA – 200 kVA Rp1.467/kWh Kantor pemerintah kecil
P-2/TM > 200 kVA Rp1.114,74/kWh Kantor pemerintah besar
P-3/TR Rp1.467,28/kWh Penerangan jalan umum
L/TR, TM, TT Rp1.644,53/kWh Layanan khusus

Daftar Golongan Tarif Dasar Tenaga Listrik Bersubsidi

Selain 12 golongan daftar tarif dasar listrik terbaru yang sudah dipaparkan di atas, ada beberapa golongan tarif lainnya yang dikelompokkan berdasarkan subsidi yang didapat. Beberapa golongan tersebut di antaranya ada 25 golongan, termasuk pelaku bisnis kecil, kegiatan sosial, industri kecil serta pelaku UMKM.

Untuk bisa mengetahui lebih jelas apa saja 25 golongan tarif tenaga listrik bersubsidi lainnya yang terbaru, yuk simak penjelasannya pada tabel di bawah ini.

Golongan Tarif Listrik Batas Daya
S-1 220 VA
S-2 450 VA
S-2 900 VA
S-2 1.300 VA
S-2 2.200 VA
S-2 3.500 VA – 200 kVA
S-3 > 200 kVA
R-1 450 VA
R-1 900 VA
B-1 450 VA
B-1 900 VA
B-1 1.300 VA
B-1 2.200 VA – 5.500 VA
I-1 450 VA
I-1 900 VA
I-1 1.300 VA
I-1 2.200 VA
I-1 3.500 VA – 14 kVA
I-2 > 14 kVA – 200 kVA
P-1 450 VA
P-1 900 VA
P-1 1.300 VA
P-1 2.200 VA – 5.500 VA
Traksi > 200 kVA
Curah > 200 kVA

Nah, tabel di atas menjelaskan golongan daftar tarif dasar listrik terbaru 2020 atau tariff adjustment yang telah disesuaikan.

Hal tersebut dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Kementerian ESDM dengan tujuan untuk meningkatkan elektrifikasi, peningkatan kualitas pelayanan, mempertahankan kelangsungan perusahaan penyedia tenaga listrik, serta mendorong subsidi listrik agar lebih tepat sasaran.

Cara Menghitung Tarif Listrik

PLN menentukan tarif listrik yang akan dikenakan kepada penggunanya menggunakan beberapa rumus. Adapun rumus yang digunakan PLN, yaitu:

TB = TL x (1 + %TA)

Keterangan:

TB = tarif listrik baru dan berlaku setelah penyesuaian (tariff adjustment)

TL = tarif listrik lama

%TA = persentase penyesuaian tarif listrik

%TA = % (Kkurs x Δ Kurs) + % (KICP x Δ ICP) + % (Kinflasi x Δ Inflasi)

Keterangan:

TA = tariff adjustment

Kkurs = koefisien perubahan kurs

Δ Kurs = selisih antara kurs baru dan acuan yang sesuai dengan APBN

KICP = koefisien perubahan ICP

Δ ICP = selisih antara ICP baru dan acuan yang sesuai APBN

Kinflasi = koefisien perubahan inflasi

Δ Inflasi = selisih antara inflasi baru dan acuan yang sesuai dengan APBN

Rumus Menghitung Pemakaian Listrik Sehari-hari

Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui rumus yang digunakan PLN untuk mendapatkan tarif dasar listrik, kini saatnya kamu mengetahui rumus apa yang bisa kamu gunakan untuk menghitung pemakaian listrik sehari-hari.

Sejatinya, rumus yang digunakan sangat mudah, di mana kamu hanya perlu mengalikan besarnya daya dalam satuan kWh dengan besaran daftar tarif listrik terbaru yang sesuai dengan golongan tarif mu. Untuk lebih jelasnya, lihat rumus di bawah ini:

Tagihan listrik tiap bulan = besaran daya yang dipakai x tarif listrik

Hanya saja, sebelum menghitung menggunakan rumus di atas, kamu perlu mengetahui besaran daya (watt) peralatan-peralatan elektronik yang biasa kamu gunakan, beserta jangka waktu pemakaiannya terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu akan mengetahui besarannya.

Tidak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan hasil bahwa semakin kecil daya dari peralatan elektronik yang digunakan, maka semakin rendah pula tarif listrik yang kamu bayar nantinya. Maka dari itu, kamu bisa memperkirakan tarif listrik terbaru yang akan dikenakan untuk tahun ini.

(Baca Juga: Cara Pinjam Uang Lewat UangTeman)

Bayar Tunggakan Tagihan Listrik dengan Pinjam Uang di UangTeman

Sebelumnya kamu sudah mengetahui bagaimana cara menghitung tarif listrik yang akan dikenakan tahun ini. Dari rumus tersebut juga kamu bisa memperkirakan berapa tarif listrik yang sekiranya harus dibayarkan.

Terlebih, jika kamu memiliki tunggakan biaya listrik yang belum dibayarkan, tentu tagihan mu akan semakin melonjak. Namun kamu tidak perlu khawatir jika tidak memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tersebut, sebab kamu bisa mendapat pinjaman uang di UangTeman.

Sejatinya, UangTeman hadir sebagai penyedia pinjaman online jangka pendek pertama di Indonesia. Di sini, kamu bisa mendapatkan pinjaman uang tunai tanpa jaminan dan tanpa potongan.

Tidak hanya itu, cara dan syarat untuk mengajukannya pun sangat mudah. Pinjaman uang ini bisa dilakukan oleh pegawai swasta, pegawai negeri, karyawan swasta, anggota parlemen hingga wiraswasta yang berada pada rentang usia 21 – 55 tahun.

Di UangTeman, kamu bisa mengajukan pinjaman hingga Rp 3 juta dengan masa tenor 10 – 30 hari, untuk kamu yang baru mengajukan pinjaman di UangTeman.

Setelah pengajuan pinjaman selesai dilakukan, uang yang kamu ajukan bisa langsung didapatkan hanya dalam satu hari kerja. Kamu juga tidak perlu khawatir mengajukan pinjaman di sini, sebab UangTeman sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Maka dari itu, tunggu apa lagi? Langsung saja ajukan pinjaman dana tunai dengan mudah dan cepat melalui UangTeman. Ajukan sekarang, yuk!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani