10 Etika Menjenguk Bayi Baru Lahir di Masa Pandemi, Agar Bayi Tetap Aman!

6 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Hidup di era pandemi seperti ini, membuat kita harus paham etika ketika bertamu, termasuk etika menjenguk bayi baru lahir.

Pasalnya, bayi masih belum memiliki imunitas tubuh yang kuat, sehingga sangat mudah terjangkit virus dan penyakit.

Terlebih, di masa pandemi seperti ini, tamu dari luar bisa membawa virus dan penyakit, yang tak terlihat.

Hal-hal tersebut tentu saja bisa mengintai bayi baru lahir, karena ia masih sangat sensitif terhadap hal-hal asing.

Tamu Disarankan Tahu Batasan Bertamu

Baik bagi para tamu dan orang tua, harus bisa membatasi diri, agar bayi bisa aman dan tenang tanpa terganggu, ketika dijenguk.

Di sisi lain, orang tua sendiri pasti juga akan senang, ketika si bayi dijenguk oleh tetangga hingga kerabat orang tua.

Maka dari itu, orang tua harus siap sedia menyambut tamu, dengan berbagai macam proteksi yang aman untuk si kecil, sebagai berikut:

  • Siapkan tempat khusus untuk bayi yang tertutup, namun tetap bisa terlihat
  • Siapkan hand sanitizer dan desinfektan untuk tamu
  • Siapkan tempat cuci tangan beserta sabun di halaman rumah
  • Siapkan masker baru hingga face shield, untuk digunakan di dalam rumah
  • Gunakan air purifier di dalam rumah, untuk menyaring udara kotor dari luar, menjadi bersih

(Baca Juga: Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir)

Tamu Kerap Gemas Ingin Gendong, Pegang, dan Mencium Bayi

Namun, memang tak bisa dipungkiri, bahwa kegemasan si kecil, pasti akan mengundang hasrat para tamu, untuk menggendong, memegang, hingga menciumnya.

Nah, daripada membuat ibu sang bayi gelisah, lebih baik kamu pahami etika menjenguk bayi baru lahir berikut ini, agar ibu tenang, bayi aman, tamu tetap riang.

10 Etika Menjenguk bayi Baru Lahir di Masa Pandemi

1. Membuat janji sebelum menjenguk bayi dan ibu

Etika menjenguk bayi baru lahir yang pertama adalah tentu, kamu harus membuat janji terlebih dahulu sebelum menjenguk bayi dan ibu.

Hal ini dilakukan agar ibu tidak kerepotan, ketika tamu datang mendadak. Terlebih, dengan membuat janji, sang pemilik rumah juga akan memperhitungkan jumlah tamu yang akan datang pada hari itu.

Sehingga, kamu sebagai tamu juga lebih nyaman, ketika tidak banyak tamu lain yang berkunjung, di hari yang sama.

Terlebih, juga kondisi ibu yang baru melahirkan, juga tidak bisa disamakan ratakan. Karena, sebagian besar membutuhkan waktu sebelum menerima kunjungan.

Di sini, kamu jangan gegabah, bahwa kedatanganmu bisa saja menjadi gangguan. Sehingga, kamu harus pahami ketika ibu belum bersedia menerima kedatangan tamu untuk menjenguknya.

2. Jangan menyentuh, menggendong dan mencium bayi baru lahir

Terkadang sebagai tamu, kita gemas dengan bayi yang dijenguk, namun tolong hargai sang ibu dan keluarga untuk tidak menyentuh, menggendong dan mencium.

Hal tersebut, juga bagian dari etika menjenguk bayi baru lahir, yang paling harus ditaati.

Jika memang kamu terpaksa harus menggendongnya, dengan tujuan membantu sang ibu (yang mungkin sendirian di rumah), pastikan kamu harus mencuci tangan dan menggunakan masker.

3. Kembalikan kepada sang ibu, jika bayi menangis

Meski niatmu untuk membantu ibu sang bayi, dengan menggendongnya, kamu juga harus perhatikan etika menjenguk bayi baru lahir yang satu ini, jika bayi mulai tak nyaman dan menangis.

Jika sudah ada tanda-tanda bayi tak nyaman digendong dan menangis, segera kembalikan ke sang ibu.

Pasalnya, bayi tahu siapa ibunya dari aroma tubuhnya. Jangan memaksa, bahwa kamu bisa menenangkannya, sekalipun kamu adalah seorang perawat bayi.

Karena, kekuatan batin akan lebih menenangkan, dan di sini kamu juga sekaligus menghargai kehadiran sang ibu si bayi.

4. Tenang dan jangan mengeluh ketika kena ompol atau muntah

Etika menjenguk bayi baru lahir berikutnya ini, mungkin akan menjadi penting, yakni ketika kamu kena ompol atau muntah si kecil.

Entah kamu sedang menggendongnya, atau memang tak sengaja kamu menduduki bekas ompol atau muntah, usahakan jangan mengeluh dan tetap tenang.

Pasalnya, hal tersebut memang sudah menjadi sebuah risiko, ketika menjenguk ke rumah bayi baru lahir.

Kamu bisa langsung membersihkannya dengan tisu kering atau tisu basah. Akan lebih baik, jika kamu juga ikut membersihkan bekas ompol dan muntahan tersebut, agar tidak kena tamu lain.

5. Bawa bingkisan hingga makanan

Etika menjenguk bayi baru lahir, mungkin akan sama seperti kita menjenguk orang sakit. Karena, ibu yang baru melahirkan umumnya tak sempat menyiapkan makanan.

Sehingga, kamu bisa membawakan makanan, berwadah. Hal ini dilakukan agar pemilik rumah tak perlu repot mengeluarkan peralatan makan, yang bisa merepotkan pemilik rumah.

6. Menolak halus jika ditawari minum atau makan

Agar menjadi tamu yang baik, kamu juga harus tau etika menjenguk bayi baru lahir, yang satu ini, yakni tolak dengan halus jika ditawari makan atau minum.

Pasalnya, tujuan kamu mengunjungi ibu yang baru melahirkan dan bayinya, adalah untuk mengucapkan selamat dan rasa syukur atas kelahiran.

Namun, jika kamu merasa kehausan, jangan mengambil minuman atau makanan dari dapur pemilik rumah, karena itu tidak sopan.

Lebih baik, sebelum berkunjung kamu membawa minuman atau makanan sendiri. Terlebih, di masa pandemi seperti ini, kamu juga harus terbiasa membawa makan dan minum, beserta peralatannya sendiri.

7. Menawarkan ibu yang baru melahirkan untuk istirahat atau melakukan kegiatan lain

Jangan sekadar bertamu dan merepotkan pemilik rumah, sebagai tamu kamu juga bisa ikut membantu pemilik rumah, dan hal ini juga masuk ke dalam etika menjenguk bayi baru lahir.

Jangan hanya ingin bertemu dengan bayinya, kamu juga harus peduli dengan sang ibu, terlebih jika kamu sangat merupakan sahabat dekat.

Karena, mungkin saja ia belum memiliki banyak waktu untuk istirahat dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Di sini kamu bisa menawarkan bantuan, untuk membantu meringankan keletihannya.

Misalnya dengan menjaga bayinya dari jauh, dan menyuruh sang ibu tidur siang, atau sekadar bantu menyapu rumah, hingga melipatkan baju-baju bayi.

8. Jangan membawa anak kecil dan mendekatkan ke si bayi

Anak kecil terkadang belum mengetahui etika yang baik, sehingga kamu sebagai yang sudah tahu etika menjenguk bayi baru lahir, sebaiknya tidak membawa anak kecil, ketika menjenguk bayi baru lahir.

Selain bisa mengganggu, tanpa anak kecil, kamu juga bisa fokus pada ibu dan bayi. Kalaupun terpaksa membawa anak, ajaklah anak yang usianya di atas 6 tahun.

Atau, bisa juga bawa beserta saudara atau pembantu, agar bisa mengajak anakmu main di luar rumah, tanpa mengganggu ketenangan ibu dan bayi.

9. Jangan menjadi tamu yang sok tahu, dan memberikan saran yang tidak diminta

Terkadang, dengan sikap sok tahunya kita, ternyata bisa membuat risih sang ibu. Pasalnya, ibu akan merasa tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang merawat anak.

Di sini, etika menjenguk bayi baru lahir dengan tidak menjadi sok tahu, juga bisa bantu menghargai sang ibu.

Namun, jika memang Ibu mengajukan pertanyaan tentang saran menyusui, jadwal tidur, atau pemulihan pasca melahirkan, jawablah dengan pengalaman sendiri atau berikan referensi yang terpercaya.

10. Jangan menjenguk terlalu lama dan maksimal 1 jam

Kita tidak tahu kegiatan apa saja yang dimiliki pemilik rumah hari itu. Etika menjenguk bayi baru lahir ini, juga harus kamu patuhi.

Bisa saja si ibu, sangat ingin tidur siang tanpa gangguan, ingin belanja bulanan untuk bayi, dan lainnya.

Sehingga, jika niat kamu hanya untuk mengucapkan selamat dan mengetahui keadaan ibu dan bayi, pastikan tidak terlalu lama.

Kamu bisa merencanakannya, agar kunjungan singkat atau paling lama 1 jam. Kecuali jika sang ibu meminta Anda untuk tinggal lebih lama.

(Baca Juga: 9 Merk Stroller Bayi Terbaik)

Nah, itu dia beberapa informasi terkait etika menjenguk bayi baru lahir, terlebih di masa pandemi seperti sekarang.

Sebagai tamu, tentunya kamu tidak ingin bukan menjadi sumber penyakit bagi si bayi?

Daripada bawa penyakit, lebih baik bawa bingkisan untuk si bayi! Tidak perlu bingung mau beli apa dan di mana.

Kamu bisa melihat berbagai rekomendasi bingkisan untuk bayi baru lahir, mulai dari stroller, baju bayi, tempat makan, sabun, mainan, gendongan, dan masih banyak lagi di e-commerce.

Nah, agar lebih praktis dan hemat, kamu bisa berbelanja kebutuhan bayi, menggunakan kartu kredit.

Dengan kartu kredit, kamu bisa berkesempatan mendapatkan promo menarik, seperti diskon, cashback, hingga cicilan nol persen.

Belum Punya Kartu Kredit? Ajukan dengan Mudah dan Praktis di CekAja.com!

Di masa pandemi seperti ini, kartu kredit menjadi alat pembayaran, yang sangat membantu karena sangat praktis.

Jadi, segera miliki kartu kredit terbaik, sesuai kebutuhan dan keinginanmu, yang bisa dipilih di CekAja.com, dan ajukan secara online.

Ada banyak pilihan kartu kredit yang disediakan CekAja.com, dari berbagai bank ternama di Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera ajukan kartu kredit terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com!