8 Hukuman Koruptor di Berbagai Negara, Ada yang Sampai Dieksekusi Mati!

Korupsi adalah tindak pidana yang merugikan dan pelakunya harus dihukum dengan berat. Hukuman koruptor di berbagai negara wajib kamu ketahui dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember 2020.

Setiap negara tentu ingin mengembangkan semua industri di dalamnya, khususnya perekonomian dalam negeri.

Dengan kondisi ekonomi yang baik, maka kesejahteraan masyarakatnya juga akan terjamin.

Sayangnya, dalam penyelenggaraan negara, proses memajukan ekonomi dan mental warganya tidak selalu berjalan mudah.

Korupsi menjadi salah satu penghalang sebuah negara untuk maju secara ekonomi dan mental warga maupun pejabatnya.

Korupsi dapat didefinisikan sebagai tindakan melawan hukum yang mana pelakunya menyalahgunakan uang negara, uang perusahaan, atau uang yang dimiliki pihak lain untuk kepentingan pribadi maupun orang lain.

Pengambilan uang yang bukan haknya tentu saja merugikan orang lain.

Menilik Kasus Korupsi di Indonesia

Di Indonesia, korupsi menjadi kasus yang meresahkan karena jumlah temuan kasus yang selalu ada setiap tahunnya.

Pada 23 Desember 2003 di masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri, lembaga bernama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diresmikan.

KPK merupakan lembaga independen yang bebas dari pengaruh kekuasaan mana pun dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya dalam memberantas korupsi.

Sejauh ini, kerugian negara akibat kasus korupsi sudah sangat besar. Pada Oktober 2020, KPK mencatat total kerugian negara akibat seluruh kasus korupsi dari tahun 2004 sampai 2019 mencapai Rp168 triliun.

Beberapa di antaranya merupakan kasus korupsi terbesar di Indonesia. Sebut saja kasus Jiwasraya, kasus Bank Century, kasus BLBI, kasus Kotawaringin Timur, kasus Pelindo II, dan masih banyak lagi lainnya.

Di akhir tahun 2020 ini, kasus korupsi benih lobster oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo dan kasus korupsi bansos corona oleh Menteri Sosial Juliari Batubara menarik perhatian warga.

Kerugian negara dari dua kasus ini diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. KPK sendiri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk pengembangan dua kasus itu.

(Baca Juga: 7 Cara Melaporkan Penjual Online Penipu Terlengkap Selain ke Polisi)

Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia

Tanggal 9 Desember adalah momen peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia alias Hakordia.

Penetapan tanggal itu didasari Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Nomor 58/4 tanggal 31 Oktober 2003.

Hari Anti Korupsi Sedunia diperingati untuk menjadikan momen bagi semua orang untuk menjauhi tindakan korupsi.

Biasanya, akan ada kampanye untuk menyuarakan tindakan nyata dalam menjauhi korupsi. Kita juga bisa menjadikan peringatan Hakordia ini untuk memulai membiasakan diri berlaku jujur.

Korupsi waktu untuk kegiatan kurang produktif, korupsi uang jajan, atau sekadar korupsi budget proyek pekerjaan harus kita hindari jauh-jauh.

Nah, pada peringatan Hakordia tahun ini, ada hal yang menjadikannya unik karena bertepatan dengan Pilkada Serentak 2020.

Kita semua tentu mengharapkan calon pemimpin daerah dapat menjabat dengan amanah dan menjauhi tindakan korupsi yang merugikan rakyat.

Hukuman Koruptor di Berbagai Negara

Hukuman kasus korupsi di Indonesia dijelaskan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dikatakan pada Pasal 1 bahwa hukuman koruptor di Indonesia paling sedikit 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dengan denda minimal Rp200 juta dan denda maksimal Rp1 miliar.

Kemudian pada pasal 2, dikatakan bahwa pada keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

Sedangkan untuk hukuman koruptor di berbagai negara terbilang bervariasi sesuai dengan hukum yang berlaku di suatu negara.

Akan tetapi, ada juga beberapa negara memang memberlakukan hukuman mati secara tegas.

Berikut ini daftar hukuman koruptor di berbagai negara yang harus kamu ketahui.

1. Tiongkok: Hukuman Mati

Hukuman koruptor di berbagai negara yang sangat tegas adalah Tiongkok.

Di Negara Tirai Bambu ini, kasus korupsi yang menyedot kerugian negara di atas Rp215 juta akan langsung mendapat hukuman mati.

Realisasi hukuman ini benar-benar dilakukan, bukan hanya sekadar peraturan dalam Undang-Undang semata.

Di masa pemerintahan Presiden petahana Xi Jinping yang menjabat sejak 2012, hukuman koruptor ini sering dilakukan. Salah satunya pada kasus korupsi Menteri Perkeraapian Liu Zhijun.

2. Amerika Serikat: Denda 2 Juta Dollar dan Hukuman Penjara

Di Negara Paman Sam, kasus korupsi semakin jarang ditemukan karena hukuman koruptor yang berat.

Bayangkan saja, koruptor yang tertangkap tangan menyelewengkan uang negara harus membayar denda sebesar USD2 juta atau sekitar Rp28 miliar.

Tak hanya itu, ancaman hukuman penjara selama 5 tahun sampai 20 tahun juga mengancam para koruptor di sana.

3. Jerman: Pengembalian Dana Korupsi dan Hukuman Penjara

Di negara Eropa dengan sistem pemerintahan Republik Federal seperti Jerman, hukuman koruptor juga termasuk berat namun pantas diberlakukan.

Jerman memilih untuk mewajibkan para koruptor untuk mengembalikan uang negara yang dikorupsi dengan jumlah yang sama persis.

Selain itu, ada juga ancaman hukuman penjara sekitar 5 tahun.

4. Jepang: Penjara Maksimal 7 Tahun

Hukuman koruptor di berbagai negara yang selanjutnya adalah di Jepang. Ternyata, tindak pidana korupsi di Negeri Sakura ini hanya diganjar hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Akan tetapi, pembentukan mental warga dan pejabat Jepang yang sangat matang membuat mereka sangat anti melakukan korupsi, karena dinilai sebagai tindakan tidak jujur yang sangat memalukan.

Akibatnya, para koruptor yang tertangkap justru keburu merasa malu dan umumnya melakukan tindakan bunuh diri sebelum divonis oleh pengadilan.

Kasus bunuh diri ini terjadi pada koruptor Jepang bernama Toshikatsu Matsuoka yang merupakan mantan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang tahun 2007.

5. Korea Utara: Hukuman Mati

Hukuman koruptor di berbagai negara komunis seperti Korea Utara juga enggak kalah menyeramkan. Hukuman mati siap menanti para pejabat pemerintahan yang berkhianat.

Namun memang, hukuman mati bukan lagi hal asing di Korut. Ketegasan pemeintah di bawah pimpinan Kim Jong Un, membuat semua yang melanggar aturan di negerinya harus siap dieksekusi.

Salah satunya hukuman mati pada tahun 2013 yang dijatuhkan pada koruptor Chang Song Thaek yang tak lain adalah paman Kim Jong Un sendiri.

(Baca Juga: Ciri Perusahaan Investasi Palsu Alias Bodong, Ketahui Agar Tidak Tertipu!)

6. Malaysia: Hukuman Gantung dan Penjara

Hukuman gantung menjadi hukuman koruptor di Malaysia yang berlaku sejak 1997. Kemudian ada pula beberapa kasus yang tersangkanya diganjar dengan hukuman penjara.

Kasus korupsi di Malaysia sendiri diselidiki oleh lembaga setingkat KPK yang bernama Badan Pencegah Rasuah (BPR) yang sudah ada sejak 1982.

Kasus korupsi terbaru di Malaysia tahun 2020 ini adalah kasus korupsi 1MDB yang menjerat mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak yang divonis 12 tahun penjara.

7. Vietnam: Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup

Di Vietnam, pemerintahnya memberlakukan hukuman mati pada koruptor yang mengambil uang negara atau uang perusahaan milik negara.

Jatuhan hukuman ini terbilang rata. Hanya saja bagi tersangka berjenis kelamin wanita yang sedang hamil atau merawat anak di bawah usia 36 tahun, hukuman mati diganti dengan hukuman kurungan penjara seumur hidup.

8. Singapura: Hukuman Mati

Hukuman koruptor di berbagai negara tetangga terbilang cukup tegas dan mengerikan. Sebagai negara maju di Asia Tenggara, Singapura tak ragu menjatuhi hukuman mati bagi para koruptor.

Hukuman mati juga berlaku untuk kasus pembunuhan dan penyelundupan narkoba.

Eksekusi mati sejauh ini benar-benar dilakukan sebagaimana mestinya, sehingga memberi efek takut dan jera bagi para pelanggarnya.

Terbukti, Singapura menjadi salah satu dari 10 negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia.

Itulah daftar hukuman koruptor di berbagai negara. Bagaimanapun juga, pemberlakuan hukuman berat sudah selayaknya dibebankan pada koruptor di seluruh dunia.

Buat kamu yang ingin memenuhi kebutuhan apapun, enggak usah sampai mengambil langkah korupsi dari dana yang bukan hak kamu, ya.

Cukup gunakan saja kartu kredit cicilan ringan yang bisa diajukan via CekAja.com.

Sistem perbandingan di CekAja.com akan memberikan rekomendasi kartu kredit yang sesuai dengan kebutuhan dan profil finansialmu.

Cicilan dijamin ringan dengan suku bunga yang kompetitif.

Proses pengajuan kartu kredit dari berbagai bank juga bisa dilakukan melalui CekAja.com. Caranya sangat mudah, kamu hanya perlu mengisi formulir online, dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan.

Jika semua syarat terpenuhi, kartu kredit siap pakai akan langsung dikirimkan ke alamat tempat tinggal. Sehingga kamu enggak perlu mengunjungi langsung kantor cabang bank terkait.

Yuk, segera cek produk kartu kredit terbaik dan ajukan hanya melalui CekAja.com!