Jenis-jenis Alergi pada Kulit Beserta Gejala dan Cara Mengobatinya

Jenis-jenis alergi pada kulit sepertinya memang perlu diketahui dan tidak boleh dianggap sepele begitu saja.

Jenis-jenis alergi pada kulit

Sebab, beberapa jenis alergi apabila tidak segera diobati bisa berakibat fatal pada penderitanya.

Apa itu Alergi Pada Kulit?

Dilansir dari situs hellosehat.com, alergi merupakan sebuah reaksi abnormal dari sistem imun tubuh ketika tengah melawan senyawa asing yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh.

Ketika mengalami suatu reaksi alergi, maka tubuh akan menunjukan gejala-gejala tertentu, seperti sesak napas, batuk, hingga mata berair.

(Baca Juga: 6 Buah Kaya Kolagen)

Bahkan di beberapa kasus tertentu, alergi juga bisa menimbulkan reaksi beragam pada kulit, seperti iritasi kulit, ruam, gatal, kulit kemerahan, hingga pembengkakan.

Perlu diketahui setiap orang belum tentu memiliki alergi yang sama satu sama lain, yang mana juga tak lepas dari usia dan faktor risiko.

Akan tetapi, sebagian besar penderita alergi biasanya sudah mengalami masalah pada kulit ini sejak mereka masing kanak-kanak.

Jenis-jenis Alergi pada Kulit

Nah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa setiap orang memiliki alergi yang berbeda-beda.

Maka dari itu, agar tidak salah penanganan, ada baiknya jika kita mengetahui tentang jenis-jenis alergi pada kulit yang paling sering terjadi, yaitu adalah:

1. Eksim (dermatitis atopik)

jenis Alergi pada Kulit - eksim dermatitis atopik

Salah satu dari jenis-jenis alergi pada kulit yang akan kita bahas pertama adalah eksim atau dermatitis atopik, yaitu suatu kondisi dimana kulit sangat mudah kering dan menimbulkan gatal-gatal.

Alergi ini umumnya dialami oleh anak-anak. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga bisa terjadi pada orang dewasa

Apabila kulit sudah mengalami gejala, maka biasanya juga akan menimbulkan benjolan kecil berisi cairan bening atau kekuningan.

Kebanyakan kasus eksim ini merupakan faktor genetik atau memang sudah memiliki riwayat penyakit eksim di dalam anggota keluarga.

Selain itu, eksim ini juga seringkali dikaitkan dengan asma, rhinitis alergi, dan alergi makanan.

Penyebab

Penderita eksim biasanya akan menimbulkan gejala apabila berkontak dengan beberapa faktor berikut ini:

  • Debu, bulu binatang, dan serbuk sari dari tumbuhan
  • Sabut atau alat pembersih lainnya
  • Metal seperti nikel yang ada di perhiasan, ponsel, sabuk, dan lain-lain
  • Kontak dengan parfum atau pengharum jenis lainnya
  • Formaldehyde yang biasa ditemukan pada produk cat kuku dan disinfektan
  • Produk dari karet seperti sarung tangan dan lateks

Cara Mengobati

Agar tidak memperparah gejala yang muncul, penderita memang wajib menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebabnya.

Akan tetapi jika gejala sudah terlanjur muncul, maka bisa diobati dengan beberapa cara berikut ini:

  • Oleskan pelembab kulit yang dijual secara bebas pada kulit, dengan tujuan untuk mencegah hilangnya air dari kulit dan melembabkan kulit. Bisa itu berbentuk lotion, krim, atau salep. Lakukan dengan rutin setelah mandi atau kapanpun ketika kulit terasa kering.
  • Untuk mengurangi peradangan, kamu bisa menggunakan obat seperti hidrokortison topikal.
  • Konsumsi obat antibiotik yang ditujukan untuk infeksi kulit, namun harus sesuai petunjuk dokter.
  • Phototherapy, yaitu sebuah metode penggunaan sinar ultraviolet untuk mengatasi peradangan. Cara ini juga harus di bawah pengawasan dokter.
  • Pastikan untuk minum air yang cukup, gunakan sarung tangan ketika berada di suhu dingin, dan jangan gunakan pakaian yang bisa mengiritasi kulit.

2. Dermatitis Kontak Alergi

jenis Alergi pada Kulit - Dermatitis Kontak Alergi

Jenis-jenis alergi pada kulit selanjutnya adalah dermatitis kontak alergi. Biasanya, jenis alergi satu ini memberikan gejala apabila penderita bersentuhan secara langsung dengan alergen, atau hal-hal yang memang mengakibatkan timbulnya gejala alergi.

Alergen itu sendiri bisa berbentuk apa saja, tergantung dari jenis-jenis alergi pada kulit yang tengah terjadi, bisa berupa lateks, logam, parfum, hingga tanaman.

Umumnya, gejala yang muncul tidaklah parah, namun sangat mengganggu. Seperti contohnya, ketika menggunakan tidak cocok menggunakan produk skin care atau deterjen baru, maka kulit akan memunculkan gejala iritasi dan kemerahan.

Nah, gejala yang muncul ini juga berbeda-beda. Ada yang langsung muncul seketika itu juga ketika sangat penderita baru menyentuh alergen, ada pula yang baru muncul hingga berbulan-bulan setelah terpapar zat alergen.

Oleh karena itu, agar tidak salah mendeteksi dan melakukan pengobatan, kamu perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu ketika mendiagnosa suatu alergi tertentu.

Penyebab

Beberapa gejala dari salah satu jenis-jenis alergi pada kulit ini adalah:

  • Kulit kering yang bersisik
  • Gatal-gatal hebat
  • Kulit kemerahan
  • Adanya benjolan berair
  • Kulit tampak gelap atau kasar
  • Kulit terbakar
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Terjadinya pembengkakan, terutama pada area mata, wajah, dan selangkangan

Pengobatan

Untuk meredakan gejala pembengkakan, kamu bisa mengatasinya dengan membeli beberapa obat yang dijual bebas tanpa memerlukan resep dokter dan dengan melakukan sejumlah cara, yaitu adalah:

  • Mengkonsumsi obat jenis antihistamin, seperti diphenhydramine untuk mengurangi rasa gatal
  • Oleskan petroleum jelly untuk menenangkan area kulit yang terdapat alergi
  • Oleskan krim hidrokortison
  • Oleskan salep seperti lotion calamine
  • Kompres air dingin pada area kulit yang gatal
  • Mandi dengan sabun yang lembut dan air hangat untuk menghilangkan iritasi
  • Jangan pernah menggaruk area kulit yang iritasi, karena justru bisa memperburuk iritasi itu sendiri dan menyebabkan infeksi kulit.

3. Urtikaria (biduran)

jenis Alergi pada Kulit - Urtikaria biduran

Salah satu dari jenis-jenis alergi pada kulit selanjutnya adalah urtikaria atau yang dikenal sebagai biduran, yaitu sebuah reaksi ketika kulit terpapar alergen atau infeksi virus.

Biasanya, gejala yang ditimbulkan berupa munculnya bentol-bentol pada kulit yang berwarna kemerahan, gatal, serta menonjol.

Ukurannya pun juga bervariasi dan bisa muncul dimana saja. Terdapat dua jenis urtikaria, yaitu urtikaria akut dan urtikaria kronis.

Namun, yang paling sering terjadi pada umumnya adalah urtikaria akut. Biasanya, jenis urtikaria satu ini akan memunculkan gejala ketika penderita mengkonsumsi suatu makanan atau benda yang bersifat alergen.

Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh suhu panas, obat-obatan, serta gigitan serangga.
Sementara itu, urtikaria kronis justru jarang ditemui, yang mana sebagian besar juga belum ditemukan penyebabnya.

Tak hanya itu, urtikaria kronis ini juga bisa berlangsung selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, sedangkan urtikaria akut biasanya hanya berlangsung tidak lebih dari 6 minggu.

Penyebab

Beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya urtikaria atau biduran ini adalah:

  • Bersentuhan langsung dengan pemicu atau penyebab alergi, seperti lateks atau bulu binatang
  • Mengkonsumsi makanan yang bisa menyebabkan urtikaria, seperti kacang, coklat, makanan laut, telur, gandung, dan susu
  • Hampir semua obat-obatan bisa menyebabkan urtikaria
  • Zat aditif atau bahan tambahan yang terdapat di makanan, seperti pemanis, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain
  • Infeksi, seperti hepatitis dan demam kelenjar
  • Gigitan serangga
  • Faktor lingkungan, seperti cuaca yang terlalu panas atau dingin, sinar matahari, atau jenis air tertentu

Pengobatan

Sebenarnya, kebanyakan kasus urtikaria ini tidak membutuhkan pengobatan khusus, karena gejalanya bisa saja hilang hanya dalam hitungan hari atau jam.

Akan tetapi, apabila terasa begitu mengganggu, maka disarankan untuk mengkonsumsi antihistamin untuk mengatasi rasa gatalnya.

Selain itu, kamu juga perlu menghindari beberapa alergen yang bisa memicu alergi kambuh dan segera menghubungi dokter yang menangani jenis-jenis alergi pada kulit secara khusus untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

4. Angioedema

jenis Alergi pada Kulit - Angioedema

Nah, jenis-jenis alergi pada kulit yang akan kita bahas terakhir adalah angioedema, yaitu suatu kondisi penumpukan cairan pada kulit yang menyebabkan pembengkakan.

Umumnya, kondisi ini memang tidak berbahaya, akan tetapi di beberapa kasus yang jarang, penderita bisa menunjukan gejala sulit bernapas, karena pembengkakan terjadi di saluran pernapasan.

Perbedaannya dengan urtikaria adalah, pembengkakan angioedema ini justru terjadi di bagian bawah kulit, dan sering terjadi pada jaringan lunak, seperti kelopak mata, bibir, tenggorokan, atau bahkan alat kelamin.

Namun pada umumnya, angioedema ini muncul bersamaan dengan urtikaria. Angioedema memiliki beberapa jenis, yaitu allergic angioedema, drug-induced angioedema, hereditary angioedema dan idiopathic angioedema.
Masing-masing dari jenis angioedema tersebut memiliki disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda.

Oleh karena itu, untuk mengetahui jenis angioedema apakah yang kamu miliki, ada baiknya jika segera melakukan konsultasi ke dokter.

Gejala Angioedema

Meski memiliki penyebab yang berbeda-beda, umumnya angioedema menimbulkan gejala yang tidak jauh berbeda, yaitu adalah:

  • Pembengkakan di bawah permukaan kulit yang juga menimbulkan rasa gatal. Di beberapa kasus juga bisa disertai dengan urtikaria
  • Sensasi panas dan nyeri di area yang mengalami pembengkakan
  • Sesak napas, jika pembengkakan terjadi di tenggorokan dan paru-paru
  • Mata merah, jika pembengkakan terjadi di konjungtiva (selaput bening yang melapisi bagian depan mata)
  • Sulit berkemih, akibat pembengkakan di kandung kemih atau saluran lubang kencing (biasa terjadi oleh penderita angioedema karena faktor genetik)
  • Sakit perut, akibat pembengkakan di lambung dan usus, yang bisa memicu diare, mual dan muntah (biasa terjadi oleh penderita angioedema karena faktor genetik)

Pengobatan

Untuk beberapa jenis angioedema yang menimbulkan gejala ringan, maka bisa ditangani secara mandiri di rumah, yaitu dengan cara:

  • Kompres menggunakan air dingin untuk area yang bengkak
  • Mengenakan pakaian longgar untuk mencegah iritasi kulit
  • Tidak menggaruk area yang bengkak

Sementara itu, bila penderita justru menunjukan gejala yang cukup parah, maka ada baiknya jika langsung diperiksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. 

Nah, sebagai perlindungan ekstra, jangan lupa juga untuk memanfaatkan benefit yang diberikan oleh asuransi kesehatan.

(Baca Juga: 8 Buah Tinggi Antioksidan)

Sebab, hadirnya asuransi kesehatan bisa memberikanmu perlindungan finansial apabila suatu saat membutuhkan tindakan dokter dan pengobatan yang membutuhkan biaya mahal.

Agar lebih aman dan nyaman, segera ajukan saja di CekAja.com. Dengan seluruh proses pengajuan yang dilakukan secara online, kamu bahkan juga bisa memilih jenis asuransi kesehatan yang diinginkan dan disesuaikan dengan kesanggupan dalam membayar premi.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk segera ajukan asuransi kesehatan hanya di CekAja.com.