9 Jenis-Jenis Roti untuk Diet, Tinggi Serat dan Bikin Kenyang Lebih Lama

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Tahukah kamu bahwa ada jenis-jenis roti untuk diet khusus yang tinggi serat dan bikin kenyang lebih lama? Biar proses menurunkan berat badan makin efektif, simak rekomendasi roti untuk diet berikut ini.

Roti adalah salah satu sumber karbohidrat yang sudah tidak asing lagi di masyarakat.

Bagi orang-orang yang tinggal di negara dengan iklim yang cenderung dingin, roti adalah makanan utamanya.

Sebab, bahan dasar roti yang merupakan tepung dan biji-bijian mudah disimpan di segala musim.

Di Indonesia, roti dijadikan sumber karbohidrat selingan pengganti nasi. Roti biasanya dikonsumsi bersama dengan selai, atau meses dan mentega, serta dengan potongan daging atau sosis.

Meskipun kita hanya familiar dengan jenis roti tawar yang berbentuk lembaran-lembaran kotak, namun ada jenis-jenis roti lainnya.

Untuk kamu yang sedang diet untuk menjaga kesehatan atau menurunkan berat badan, ketahui lebih lanjut mengenai jenis-jenis roti untuk diet.

Kandungan Roti

Kandungan roti sebenarnya tidak bisa disamakan, karena setiap jenis roti memiliki kandungan yang berbeda.

Pada roti tawar putih misalnya, terkandung total 175 kalori yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak.

Roti tawar putih sebenarnya minim nutrisi penting. Sebab terbuat dari tepung terigu yang rendah serat, sehingga gula lebih cepat diserap tubuh dan karbohidrat disimpan sebagai lemak.

Selain mudah menabah berat badan, konsumsi roti tawar putih yang kandungannya cepat diserap tubuh membuatmu mudah lapar.

Sedangkan pada roti gandum, terdapat total 138 kalori yang terdiri dari karbohidrat kompleks, lemak tak jenuh, protein, dan zat-zat lainnya.

Karena terbuat dari gandum yang mengandung serat tinggi, maka rasa kenyang akan tinggal lebih lama di dalam perut.

Maka dari itu, roti gandum masuk ke dalam jenis-jenis roti untuk diet. Sedangkan konsumsi roti tawar putih sebaiknya dihindari jika kamu ingin menurunkan berat badan.

Kebutuhan Konsumsi Roti Saat Diet

Selain roti tawar putih, nasi putih juga dianggap sebagai sumber karbohidrat yang kurang menyehatkan. Karena mengandung karbohidrat biasa dan tinggi gula, sehingga membuat kita lebih cepat lapar.

Ada banyak sumber karbohidrat kompleks yang bisa kamu pilih saat diet. Misalnya saja nasi merah, atau roti berbahan dasar biji-bijian.

Saat diet, sebagian orang lebih suka mengomsumsi roti karena dinilai mudah dikonsumsi dan dibawa kemana saja.

Roti juga lebih awet, bisa tahan disimpan hingga beberapa hari. Sedangkan nasi atau umbi-umbian yang dimasak umumnya hanya bertahan beberapa jam, dan harus dipanaskan berulang.

Buat kamu yang kerap bosan dengan sajian nasi atau kentang beserta lauk-pauk, roti juga bisa dipilih karena bisa diolah menjadi sajian makanan manis atau gurih.

Namun, pastikan kamu memilih jenis-jenis roti untuk diet yang tepat. Hal ini sangat penting, agar proses menurunkan berat badan dapat berjalan dengan baik, serta tubuhmu lebih sehat.

(Baca Juga: 10 Rekomendasi Biskuit Terbaik untuk Diet)

Jenis-Jenis Roti untuk Diet

Berikut ini beberapa jenis-jenis roti untuk diet yang tinggi serat dan membuat kamu merasa kenyang lebih lama:

1. Roti Gandum Utuh

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, roti gandum baik untuk diet karena mengandung karbohidrat kompleks dan tinggi serat.

Jumlah kalori roti gandum juga rendah, disertai vitamin B dan manfaat gandum untuk mencegah obesitas, menurunkan risiko diabetes dan stroke.

Kandungan serat akan membantu melancarkan sistem pencernaan, sehingga kamu terhindar dari sembelit.

2. Roti Beras Merah

Beras merah memang menjadi sumber karbohidrat yang disarankan untuk orang yang sedang diet.

Salah satu dari jenis-jenis roti untuk diet ini cocok dikonsumsi bagi penggiat makanan vegan dan gluten free (bebas gluten).

Roti beras merah juga mengandung serat yang tinggi, serta zat-zat bermanfaat seperti magnesium, kalsium, protein, potassium, dan rendah karbohidrat.

3. Roti Jagung atau Tortilla

Jenis-jenis roti untuk diet yang bersifat gluten free lainnya adalah roti jagung alias tortilla. Roti pipih ini bisa dibuat sajian makanan seperti sandwich, atau kebab.

Roti jagung atau tortilla memang tidak mengandung banyak vitamin, mineral, maupun serat.

Tetapi, jagung yang bebas dari protein gluten akan membuat sistem pencernaan lebih sehat, dan proses penurunan berat badan lebih maksimal.

4. Roti Oat

Roti yang terbuat dari biji sereal seperti oat juga bagus untuk diet. Oat adalah biji sereal utuh yang lebih baik dibandingkan dengan beras.

Roti oat tinggi akan serat, protein, vitamin, serta mineral yang baik untuk tubuhmu. Sebagian dari jenis-jenis roti untuk diet ini juga ada yang berlabel gluten free.

5. Roti Rye

Jenis-jenis roti untuk diet selanjutnya adalah roti rye atau roti dari tepung gandum hitam.

Warnanya cokelat tua, dan memiliki kandungan yang mirip dengan gandum. Seperti banyak serat, bermanfaat mengurangi kolesterol jahat, dan enggak bikin cepat lapar.

6. Roti Pumpernickel

Roti pumpernickel juga terbuat dari tepung gandum hitam, namun baunya lebih kuat dan warnanya lebih gelap.

Sebongkah roti pumpernickel biasanya ditaburi dengan wijen atau kismis di atasnya.

Jenis roti ini sangat kaya akan serat dan mengandung banyak bakteri baik untuk tubuh, terutama dalam melawan bakteri penyebab radang usus.

Kadar gula atau indeks glikemik yang rendah cocok dikonsumsi oleh para penderita diabetes

7. Roti Ezekiel

Selain itu, ada pula roti Ezekiel yang masuk ke dalam jenis-jenis roti untuk diet. Sekilas, tampilannya mirip dengan roti gandum dengan warna cokelat keemasan.

Roti Ezekiel atau yang juga disebut dengan roti Yehezkiel mengandung protein yang tinggi, namun rendah natrium. Sehingga cocok banget untuk orang yang sedang menurunkan berat badan.

(Baca Juga: 9 Makanan yang Bikin Cepat Lapar, Kurangi Konsumsinya saat Diet!)

8. Roti Flax Seed

Flax seed adalah jenis biji-bijian yang kaya serat, rendah lemak, vegan, dan gluten free.

Roti flax seed terbuat dari tepung flax seed dengan warna kuning keemasan dan terdapat bintik-bintik di permukaan roti.

Meskipun begitu, teksturnya tetap cukup lembut dan rasanya gurih. Jadi, tetap enak dimakan saat diet.

9. Roti Sourdough

Jenis-jenis roti untuk diet yang terakhir adalah roti sourdough yang berbahan gandum, namun melalui proses fermentasi.

Proses fermentasi ini yang membuat roti sourdough terasa sedikit asam.

Terdapat banyak bakteri baik seperti Lactobacillus yang bagus untuk sistem pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mencegah perkembangan sel tumor.

Roti yang Kurang Baik untuk Diet

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis roti untuk diet. Jika kamu ingin tubuh sehat dan proses penurunan berat badan berhasil, hindari konsumsi roti yang rendah serat dan minim nutrisi.

Di antaranya seperti roti-roti berikut ini:

  • Roti bagel, karena kalorinya setara dengan empat lembar roti tawar putih atau 1,5 porsi nasi putih.
  • Roti multigrain, karena terbuat dari tepung terigu biasa.
  • Roti baguette
  • Roti kentang
  • Roti Italia
  • Roti sandwich putih
  • Roti pita

Selain memperhatikan asupan roti saat diet, pastikan juga kamu memiliki perlindungan diri dengan mengajukan asuransi kesehatan lewat CekAja.com.

Kesehatan adalah aset terpenting dalam hidup, agar dapat beraktifitas dengan produktif. Miliki asuransi premi murah dengan nilai uang pertanggungan yang menarik.

CekAja.com akan membantumu memilih produk asuransi yang tepat sesuai kebutuhan. Proses pengajuan juga sederhana dan cepat, karena dilakukan secara online.

Tak usah ragu dengan keamanan CekAja.com, sebab sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan untukmu sekarang juga!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah