Kesehatan Milenial: Apa Saja Ancaman Penyakit dan Tips untuk Menghindarinya?

Kesehatan Milenial Apa Saja Ancaman Penyakit dan Tips untuk Menghindarinya

Kelompok milenial merupakan kelompok usia yang paling aktif di masa sekarang ini. Mereka menguasai berbagai sektor kehidupan, terutama perekonomian. Namun, apakah Anda tahu bahwa kelompok usia ini sangat rentan mengalami masalah kesehatan? Apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Mari mengulik lebih jauh tentang hal ini bersama Okemedis.

9 Masalah Kesehatan Umum Milenial

Milenial menjalani hidup yang sangat sibuk dan bertempo cepat. Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, kelompok milenial mengadopsi gaya hidup yang berbeda. Perubahan gaya hidup inilah yang menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan di kalangan kelompok usia produktif ini. Masalah kesehatan yang dimaksud, antara lain:

1. Hipertensi

Kondisi kesehatan yang lazim dialami milenial di era ini adalah hipertensi. Gangguan ini ditandai oleh tekanan sistole di atas 130 dan tekanan diastole di atas 80. Kini, hipertensi atau tekanan darah tinggi lebih banyak ditemukan pada generasi milenial dibandingkan dengan generasi sebelumnya. 

Dua hal yang berkontribusi terhadap kemunculan hipertensi adalah stres dan gaya hidup yang tidak sehat. Hipertensi merupakan gangguan kesehatan yang mengkhawatirkan. Alasannya adalah, banyak penyakit yang bisa berkembang dari kondisi tersebut, seperti misalnya serangan jantung dan stroke.

2. Kolesterol Tinggi

Permasalahan kesehatan lainnya pada milenial adalah kadar kolesterol yang tinggi dalam darahnya. Faktor risiko utama kolesterol tinggi di antaranya adalah konsumsi makanan berminyak yang tinggi dan kurangnya olahraga. Permasalahan ini sangat terkait dengan gaya hidup milenial yang sehari-harinya disibukkan oleh berbagai tanggung jawab.

Penyakit kolesterol tinggi memiliki beberapa gejala umum seperti rasa lelah, mual, sakit di dada, hingga napas pendek-pendek. Apabila tidak ditangani dengan baik, akan muncul penyakit yang lebih berbahaya seperti stroke.

3. Diabetes Tipe 2

Diabetes Tipe 2 merupakan penyakit yang ciri-ciri utamanya adalah ketidakmampuan tubuh untuk mengatur kadar gula di dalam darah. Alasannya adalah produksi insulin dalam tubuh yang rendah atau karena tubuh menolak insulin. Berbeda dengan tipe yang pertama, Diabetes Tipe 2 terjadi dalam jangka waktu yang panjang dan karena pola makan.

Tentunya, sobat milenial Okemedis menyadari jika kesibukan membuat kita tidak bisa menjaga asupan makan yang optimal. Makanan siap saji, termasuk yang berkadar gula tinggi, menjadi santapan sehari-hari. Hal itulah yang meningkatkan risiko munculnya penyakit ini.

(Baca juga: Manfaat Bawang Putih Tunggal bagi Kesehatan)

4. Penyakit Jantung

Jumlah pasien dengan usia produktif yang dilarikan ke rumah sakit karena penyakit jantung beberapa tahun belakangan ternyata semakin meningkat. Hal tersebut menunjukkan meningkatnya prevalensi penyakit jantung di kalangan milenial. Penyakit jantung merupakan sebuah kondisi yang cukup membahayakan jiwa.

Seseorang yang sudah terdiagnosis dengan penyakit jantung harus mengubah pola hidupnya secara total untuk mencegah kondisi semakin parah. Banyak orang dengan penyakit jantung mengalami perubahan total dalam hidup untuk memastikan bahwa penyakit ini sifatnya tidak jadi life threatening.

5. Obesitas

Sebuah studi menunjukkan hasil yang cukup mengkhawatirkan: generasi milenial diprediksi akan menjadi generasi dengan tingkat obesitas tertinggi di masa depan. Obesitas merupakan kondisi kesehatan berupa tingginya kadar lemak dalam tubuh. Orang yang obesitas memiliki indeks massa tubuh yang jauh lebih tinggi dari ambang normal.

Namun, permasalahan obesitas tidak hanya ada pada penampilan saja. Orang yang mengalami obesitas sangat riskan mengalami masalah kesehatan lain mulai dari penyakit jantung hingga beberapa jenis kanker. Disinyalir bahwa konsumsi makanan instan menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko obesitas.

6. Gastritis

Dijelaskan sebelumnya bahwa pola makan tidak teratur merupakan salah satu hal yang lazim di kalangan generasi milenial. Tidak heran jika masalah pencernaan seperti gastritis juga menjadi umum. Gastritis merupakan gangguan pencernaan karena munculnya luka pada dinding lambung.

Gejala yang umumnya dirasakan oleh orang yang menderita gastritis adalah rasa tidak nyaman saat makan dan minum, sensasi kembung di perut, hingga rasa panas di bagian dada. Gastritis yang tidak mendapatkan penanganan baik dapat berkembang menjadi kanker perut. Situasi ini cukup membahayakan.

7. Migrain

Pembaca Okemedis kemungkinan sudah cukup familiar dengan kata “migrain”. Migrain merupakan gangguan kesehatan berupa rasa sakit maupun sensasi berdenyut yang biasanya terjadi di sisi kepala. Sering sekali sensasi tersebut diiringi oleh meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya serta rasa mual.

Banyak milenial yang mengalami migrain saat ini. Penyebab utama migrain adalah tingkat stres yang tinggi yang kemungkinan dibarengi dengan konsumsi zat tertentu seperti obat maupun alkohol. Pola tidur yang buruk juga menjadi alasan lain mengapa migrain bukan hal asing di antara generasi milenial.

8. Asma

Asma adalah sebuah kondisi kesehatan yang kemungkinan disebabkan oleh kondisi autoimun. Ada orang yang sudah memiliki asma sejak kecil, dan ada pula yang baru memilikinya saat beranjak dewasa. Ketika asma Anda kambuh, bernapas terasa sulit karena saluran pernapasan menyempit dan bisa terjadi produksi mukosa berlebih.

Penelitian baru terkait dengan asma pada milenial menunjukkan bahwa milenial memiliki risiko lebih besar untuk mengalami serangan asma. Alasan utamanya adalah kondisi hidup yang memiliki berbagai pemicu serangan asma. Di saat bersamaan, milenial diprediksi lebih rentan akan serangan tersebut karena tidak memiliki persiapan kesehatan yang cukup.

9. Depresi

Secara global, tingkat kemunculan depresi di populasi dunia cukup tinggi. Salah satu kelompok usia yang paling rentan terhadap kondisi psikologis ini adalah milenial. Penyebab depresi sangatlah beragam. Peristiwa traumatis maupun stres berkepanjangan bisa menjadi pemicu depresi.

Gangguan ini cukup mengkhawatirkan karena depresi mengurangi produktivitas kalangan milenial secara signifikan. Namun tidak hanya itu saja, depresi pun bisa membuat seseorang melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. Karena itulah penanganannya harus dilakukan dengan tepat.

Mencegah sebelum gangguan-gangguan kesehatan yang disebutkan di atas muncul merupakan hal terpenting saat ini. Semua kondisi kesehatan tersebut sangat berkaitan dengan pola hidup milenial dan persiapan kesehatan yang memadai. Dibutuhkan usaha sadar untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik.

9 Tips Menjaga Kesehatan untuk Milenial

Berikut ini merupakan beberapa hal yang Okemedis sarankan untuk menjaga kesehatan individu dari generasi milenial:

1. Menerapkan pola makan yang seimbang

Pola makan seimbang adalah pola makan yang memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi individu dengan baik. Tidak hanya itu, porsi makanan pun harus diatur agar tidak kurang atau berlebih. Jadwal Anda mengasup makanan pun menjadi pertimbangan. Jarak antara waktu makan tidak boleh terlalu jauh.

Panduan untuk menjaga pola makan agar seimbang adalah sebagai berikut:

  • Mengurangi kadar garam dalam masakan.
  • Mengurangi konsumsi gula.
  • Menghindari makanan mengandung lemak tersaturasi.
  • Mengonsumsi makanan yang bervariasi seperti biji-bijian, sayur, buah, hingga daging.

2. Tidur dengan baik

Tidur yang kurang ternyata juga menjadi penyebab masalah kesehatan pada milenial. Milenial cenderung tidur di bawah waktu yang dibutuhkan (antara 7 sampai 8 jam). Selain itu, kualitas tidur milenial juga cenderung buruk sehingga tidak merasa bugar ketika terbangun di pagi hari.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memastikan bahwa tubuh mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas:

  • Tidak bermain gadget sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum waktu tidur.
  • Menghindari kegiatan yang terlalu aktif sebelum tidur.
  • Menjaga agar suasana kamar nyaman.
  • Tidak memaksakan diri jika tidur tidak datang dengan mudah, karena hal tersebut justru memicu stres.

3. Melakukan olahraga dengan teratur

Generasi milenial juga perlu melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kondisi kesehatan. Saat ini, banyak milenial yang cenderung hidup dengan sedenter. Mereka umumnya terpaku di depan layar selama berjam-jam tanpa berpindah karena tuntutan pekerjaan saat ini yang berbasis teknologi.

Olahraga yang disarankan untuk milenial tidak harus dalam bentuk olahraga berat. Jogging setidaknya 30 menit sehari diiringi dengan peregangan setiap pagi bisa menjadi awalan yang baik. Anda juga bisa mendaftar kelas boxing, pilates, yoga, maupun keanggotaan gym jika ingin lebih sehat.

4. Mengonsumsi air dengan cukup

Konsumsi air di kalangan milenial pun perlu diperhatikan dengan seksama. Banyak yang mengalami dehidrasi karena tidak mendapatkan air yang cukup. Sel tubuh manusia membutuhkan air untuk berfungsi dengan optimal. Selain itu, fungsi ginjal juga sangat tergantung dengan asupan air yang masuk ke tubuh.

Cara yang efektif adalah meletakkan botol air di tempat strategis seperti di meja kerja dan di samping tempat tidur. Perlu sekali mengingatkan diri sendiri untuk minum air putih dengan rutin. Anda juga bisa meracik infused water dengan buah-buahan favorit agar rasa air yang diminum makin segar.

5. Menghindari rokok

Rokok adalah bagian gaya hidup yang sulit dihindari, terutama untuk kaum pria. Banyak orang pertama hanya iseng mencoba rokok, namun pada akhirnya ketagihan dan sulit untuk lepas. Apalagi, saat ini banyak variasi produk rokok seperti rokok elektrik yang mengklaim tidak memiliki dampak kesehatan besar seperti rokok biasa.

Merokok menyebabkan banyak masalah kesehatan dari yang sederhana seperti estetika penampilan hingga yang parah seperti kanker paru-paru. Selain itu, konsumsi rokok bisa jadi sangatlah mahal sehingga bukanlah keputusan ekonomi yang baik.

(Baca juga: 8 Bahaya Kerja Lembur bagi Kesehatan)

6. Mengurangi paparan sinar matahari berlebih

Sayangnya, di Indonesia masih banyak orang yang kurang peduli terhadap paparan sinar matahari dan efeknya jika berlebih. Penuaan dini merupakan dampak yang paling umum terjadi jika individu terpapar sinar ultraviolet dari cahaya matahari. Namun, bisa juga timbul masalah penglihatan, penurunan imunitas, bahkan kanker kulit.

Sangat penting bahwa generasi milenial yang sehari-harinya beraktivitas di luar ruangan untuk mengenakan tabir surya. Berdasarkan saran dari dermatologis, setiap orang minimal mengenakan tabir surya minimal dengan kadar SPF 30. Jika matahari sangat terik, usahakan juga untuk memakai payung atau topi.

7. Memonitor berat badan

Sahabat Okemedis mungkin mengira bahwa tips ini lebih terkait pada masalah penampilan semata. Namun, memonitor berat badan merupakan sebuah hal yang ternyata penting untuk menjaga kesehatan Anda. Ketika berat badan naik atau turun dengan ekstrem, maka kemungkinan ada masalah kesehatan yang dialami namun belum disadari.

Semisal Anda melihat bahwa berat badan semakin beranjak naik, maka bisa memikirkan metode diet yang cocok, contohnya metode diet CICO. Dalam proses diet, hasil yang instan seharusnya bukan menjadi tujuan Anda. Yang terpenting adalah konsistensi penurunan berat badan.

8. Memastikan kebersihan tubuh dan lingkungan

Semenjak pandemi melanda, kesadaran akan sanitasi diri dan tempat tinggal menjadi semakin besar. Tempat tinggal yang kurang bersih dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit. Sangat penting untuk memulai kebiasaan baik terkait kebersihan diri karena hal ini adalah sesuatu yang perlu dilakukan secara rutin.

Berikut merupakan beberapa perilaku terkait kebersihan yang seharusnya dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari:

  • Mencuci tangan secara rutin dengan sabun antiseptik.
  • Membersihkan lingkungan rumah setidaknya 2 kali dalam seminggu.
  • Mandi dua kali sehari, terutama jika beraktivitas di luar ruangan.
  • Memakai masker apabila dalam keadaan sakit.

9. Mempraktikkan strategi untuk menangani stres

Sebuah hal penting lainnya adalah mempraktikkan strategi yang tepat agar stres terkelola dengan baik. Stres bukanlah sesuatu yang baru bagi milenial. Hidup yang penuh tantangan membuat tingkat stres milenial jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Sayangnya, stres yang sangat tinggi berdampak pada kesehatan tubuh.

Ada banyak cara yang bisa Anda terapkan untuk mengelola stres, seperti:

  • Menggunakan akhir minggu untuk melakukan kegiatan kegemaran seperti menonton film dan membaca buku.
  • Mengambil cuti dari pekerjaan apabila memungkinkan.
  • Mengagendakan liburan setidaknya setahun sekali atau melakukan staycation.
  • Bertemu dengan teman untuk sekadar nongkrong.

Tips-tips yang dijelaskan di atas diharapkan mampu mencegah timbulnya penyakit kronis pada kelompok usia produktif ini. Praktiknya harus dilakukan dengan konsisten agar mendapatkan hasil yang terbaik. Konsistensi inilah yang kemungkinan sulit untuk dilakukan oleh milenial dengan segala kesibukannya.