Keuntungan dan Kekurangan Bisnis Sistem Pre Order Olshop

5 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Di dunia bisnis, ada banyak sekali istilah, yang wajib diketahui calon pebisnis, salah satunya istilah pre order. Hingga saat ini, ada banyak bisnis yang menggunakan sistem ini, untuk berjualan, terutama olshop atau online shop. Kira-kira keuntungan dan kekurangan bisnis sistem pre order ini apa saja ya? Yuk, simak di sini.

Pengertian PO atau Pre-Order

Buat kamu yang belum tahu, istilah PO atau Pre-Order adalah sistem pembelian dalam dunia bisnis. Adapun, ketika pembeli ingin membeli barang di penjual, barang yang dimaksud belum tersedia (entah belum dibuat, belum diambil dari reseller, masih berupa bahan mentah dan lainnya).

Selanjutnya, bagi pembeli yang yakin ingin membeli, maka penjual akan melakukan proses produksi atau pengambilan barang dari reseller.

Namun, agar penjual tidak merasa dibohongi, biasanya penjual meminta uang muka atau DP (biasanya 50%) sebagai perjanjian awal.

DP juga bukan sekadar sebagai perjanjian, tapi juga membantu sang penjual, untuk mendapatkan modal produksi barang pre order tersebut.

Tidak hanya itu, sistem pre order juga mempunyai estimasi waktu, sampai penjual bisa mendapatkan atau membuat barang yang diinginkan pembeli.

Biasanya, rata-rata waktu yang diberikan dari penjual kepada pembeli, adalah sekitar 2-3 minggu. Bahkan bisa lebih dari itu, jika barangnya sulit dibuat atau lokasi pengambilan barangnya jauh, seperti di luar negeri.

(Baca Juga: 9 Usaha Rumahan Tanpa Modal Omzet Jutaan)

Manfaat Bisnis dengan Sistem Pre-Order

Bukan tanpa alasan, sistem pre order diciptakan, dan yang pasti memiliki tujuan dan manfaat.

Pasalnya, berjualan dengan sistem PO atau pre order pun, ternyata bisa dijadikan sebagai salah satu strategi marketing, bahkan cukup efektif.

Terlebih juga, jika kamu bisa membuat kalimat persuasif yang baik, dan bisa membuat pembeli seolah-olah harus coba atau beli produk dagangan mu, karena memiliki kesan eksklusif, maka kamu memiliki kesempatan yang baik.

Tapi, buat kamu yang memang memiliki produk populer dan eksklusif, dan menggunakan sistem ini dalam bisnis, maka bisa memiliki tingkat keberhasilan, yang sangat besar. Mengapa?

Karena, bisnis dengan menggunakan sistem ini, bisa dibilang ikut memanfaatkan sifat alamiah manusia, yang selalu ingin jadi yang pertama, dalam memiliki suatu barang yang dianggap populer.

Adakah manfaat lainnya? Tentu ada, yakni bisa menjadi alat survey. Bagaimana caranya? Jadi sistem pre order ini bisa mengukur seberapa besar minat pasar, terhadap produk yang kamu jual.

Intinya, kalau yang mau pesan atau ikut pre order banyak, bahkan sampai waiting list, berarti produk kamu sangat diminati.

Jadi, hasil dari surveinya, nanti juga bisa digunakan untuk bahan evaluasi. Namun, untuk lebih jelas dan lengkapnya lagi, survei juga bisa dilakukan dengan cara meminta review dari pembeli yang ikut PO.

Tidak hanya membahas dari segi manfaat, kita juga akan membahas terkait PO dari sisi keuntungan dan kekurangan bisnis sistem pre order. Yuk langsung saja disimak!

Keuntungan dan Kekurangan Bisnis Sistem Pre Order

1. Keuntungan Bisnis Sistem Pre-Order

  • Keuntungan bisnis sistem pre order yang pertama adalah penjual bisa menawarkan jenis produk yang lebih beragam. Sehingga pembeli bisa memilih dan banyak pilihan, daripada yang menggunakan sistem ready stock. Karena penjual takut tidak laku jika semua ragam jenis produk diproduksi di awal.
  • Keuntungan bisnis sistem pre order yang kedua, penjual tidak perlu merasa takut, barang dagangannya tidak laku. Hal tersebut dikarenakan, bisnis dengan sistem PO, hanya akan menyediakan barang atau produk, sesuai dengan permintaan atau pesanan yang ada, dari pembeli.
  • Selain itu, keuntungan bisnis sistem pre order lainnya, yang tidak kalah positif adalah bisa mengurangi risiko penumpukan stok. Terutama, yang disebabkan adanya barangnya tidak laku terjual. Mau dikemanain?
  • Keuntungan bisnis sistem pre order yang terakhir ini, mungkin akan sangat menbantu keuangan. Karena, kamu bisa melakukan penjualan, tanpa harus mengeluarkan modal yang terlalu besar. Bahkan bisa tanpa modal sekalipun. Hal tersebut dikarenakan customer akan membayar DP terlebih dahulu, atau bahkan membayar semua di awal.

2. Kekurangan Bisnis Sistem Pre-Order

  • Ada kelebihan pasti ada kekurangan dari bisnis sistem pre order, seperti waktu yang dibutuhkan, untuk mendapatkan barang (entah produksi sendiri atau ambil dari reseller) sampai barang jadi dan tersedia, akan lebih lama ketimbang, menggunakan sistem ready stock. Karena ketika ada pembeli barang ready stock bisa langsung dikirim saat itu juga, nggak usah nunggu-nunggu. Jadi, sistem PO akan membuat pembeli menunggu lama, dan jadinya kurang puas.
  • Kekurangan bisnis sistem pre order yang selanjutnya adalah, penjual hanya bisa mengikuti stok yang ada di reseller atau supplier. Jika barang di gudang kosong, maka penjual tidak bisa menjual apa-apa. Apalagi bagi penjual yang sudah terlanjur membuka PO, untuk barang tersebut (Biasanya terjadi jika barang berasal dari luar negeri). Jadi, mau tidak mau, penjual harus mengembalikan uang DP yang sudah masuk.

Nah, dari keuntungan dan kekurangan bisnis sistem PO di atas, selanjutnya bisa kamu jadikan pembelajaran dan pertimbangan. Jadi, apakah jenis bisnismu cocok atau tidak dengan sistem tersebut.

Bicara tentang jenis bisnis yang cocok dengan sistem PO (Pre-Order) atau Ready Stock, berikut ada contoh jenis bisnis, yang sekiranya cocok jika menggunakan sistem PO. Yuk intip!

Jenis Bisnis yang Cocok Menggunakan Sistem Pre-Order

Sebenarnya ada banyak jenis bisnis yang cocok menggunakan sistem pre order. Yuk, intip kira-kira, bisnis apa saja yang cocok dijual dengan sistem PO berikut ini:

  • Makanan

Bisnis yang paling sering dijual, dengan sistem PO ada makanan dan minuman, yang termasuk jenis makanan tidak tahan lama.

Jadi, jika sifat makanan tidak tahan lama atau cepat basi, biasa akan dijual dengan sistem pre order. Misalnya, seperti dimsum, kue ulang tahun, dan lainnya.

  • Pakaian

Tidak hanya sembarang pakaian. Ada jenis pakaian yang memang dijual dengan sistem PO, seperti kaos lukis, kebaya payet, kaos sablon, baju bordir dan lain-lain.

Hal tersebut dilakukan, karena memang proses pembuatannya lama. Biasanya juga, mereka menjual dengan cara custom. Jadi barang akan dibuat sesuai dengan permintaan.

  • Elektronik

Siapa yang suka gonta ganti barang elektronik yang lebih update? Nah, jika kamu pernah, mungkin pernah dapat penjual elektronik yang menjual sistem PO.

Biasanya, penjual elektronik tersebut, menjual barangnya dengan sistem PO karena, barang tersebut memang belum masuk ke pasaran Indonesia.

Sehingga, penjual harus memesankan jauh-jauh hari dari luar negeri, yang sudah menjualnya.

(Baca Juga: Beda Istilah Pedagang Online Preorder, Dropshiper, dan Reseller)

Nah, bagaimana? Setelah mengetahui keuntungan dan kekurangan bisnis sistem pre order, apakah kamu tertarik dengan sistem penjualan seperti ini?

Apapun pilihanmu, yang paling terpenting adalah niat dan terus berusaha. Tanpa keyakinan dan usaha, kamu tidak akan pernah tahu, apakah produk bisnismu diminati atau tidak.

Semoga informasi terkait bisnis sistem PO ini bisa membantu mencerahkan pikiranmu ya. Namun, jika sudah niat untuk mencoba bisnis PO, tapi kamu masih kekurangan modal.

Jangan khawatir, karena kamu bisa melakukan pengajuan pinjaman dana modal usaha, dengan sangat praktis. Yakni, dengan mengajukannya melalui CekAja.com secara online.

Ada banyak produk pinjaman, seperti kredit tanpa agunan atau KTA, yang tersedia di CekAja.com.

Tidak usah takut penipuan, karena semua produk pinjaman di CekAja.com, dijamin aman dan semuanya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, cek, bandingkan, dan ajukan pinjaman KTA untuk modal usaha pilihanmu, hanya di CekAja.com, dan bangun bisnis PO mu secepatnya!