Inilah Daftar Pekerjaan di Bidang Asuransi Kesehatan

6 min. membaca Oleh Teti Purwanti on

Di era digital ini, banyak sekali bidang pekerjaan baru dan juga menghilangkan pekerjaan yang sudah dianggap tidak relevan lagi. Namun, ada pula juga bidang pekerjaan yang bisa dipilih oleh orang dari berbagai macam latar belakang pendidikan, yaitu asuransi kesehatan.

Pekerjaan di Bidang Asuransi Kesehatan

Bekerja di bidang asuransi kesehatan konon memiliki banyak manfaat untuk karir di bidang lainnya. Namun, ada pula orang yang tidak kuat bekerjaan di bawah tekanan dan target karena kerja di bidang asuransi kesehatan. Di sisi lain, banyak pula orang yang berhasil di bidang asuransi kesehatan memahami betul tentang arti penghasilan yang berproses, bukan kerja sebulan untuk menunggu gaji.

Biasanya orang-orang ini rela menginvestasikan waktu dan tenaga untuk bekerja dari nol sampai mendapat penghasilan tak terbatas. Bekerja di bidang asuransi kesehatan juga memiliki banyak keuntungan.

Penghasilan Menggiurkan

Konon, kalau kamu sukses di bidang asuransi kesehatan, penghasilan yang didapatkan bisa sangat besar, bahkan untuk gen pemula berpotensi mendapat Rp20 juta sebulan. Lebih jauh, ada juga perusahaan asuransi bisa memberikan gaji hingga 15 kali setiap tahunnya.

Penghasilan tersebut sudah termasuk Tunjangan Hari Raya Lebaran, THR akhir tahun, dan tabungan pemilu. Khusus untuk karyawan dengan posisi manajer atau di atasnya, mendapat tambahan variabel bonus pada April. Penghasilan juga bisa lebih banyak lagi, apabila sering menerbitkan polis alias mendapatkan nasabah baru.

Tunjangan Besar

Perusahaan asuransi biasanya menyiapkan berbagai tunjangan untuk mendukung kehidupan para pekerjanya. Karyawan yang berkarir di bidang asuransi tidak terbebani dengan biaya-biaya yang mungkin terjadi di luar tugas harian, sehingga menjadi nyaman bekerja.

Salah satu perusahaan asuransi misalnya memberikan tunjangan seperti, THR, transportasi, makan, kendaraan, bahan bakar kendaraan, hingga komunikasi berupa pulsa dan paket data.

Pelatihan Soft Skill dan Hard Skill

Selain penghasilan dan tunjangan yang menggiurkan, salah satu nilai positif berkarir di bidang ini adalah kesempatan mendapat pelatihan dan pengembangan diri. Perusahaan asuransi memang memahami pentingnya sumber daya manusia sebagai aset untuk menjual produknya.

Sehingga mereka mau berinvestasi besar untuk pelatihan dan pengembangan karyawan. Pelatihan yang disiapkan mulai dari pengetahuan dasar hingga cara menjual produk yang baik untuk agen baru. Selain itu, karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan asuransi juga mendapat pelatihan untuk menggali potensi diri, pembentukan karakter, manajemen waktu, hingga mengasah kepemimpinan. Ada pula perusahaan asuransi yang menyelenggarakan workshop untuk meningkatkan keterampilan karyawan.

Fleksibel

Saat ini, terutama milenial bukanlah jenis orang yang suka dengan sesuatu hal yang rutin, tidak heran fleksibilitas dalam memilih pekerjaan sangatlah dicari. Konon, bekerja di bidang asuransi kesehatan juga memberikan jam kerja yang fleksibel.

Pekerjaan yang fleksibel memungkinkan pekerja menentukan sendiri jam kerja dan meluangkan waktu untuk kehidupan pribadi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Meski begitu, terkadang jam kerja fleksibel justru tidak bisa mendorong terciptanya work life balance. Hal ini mungkin terjadi bila karyawan tidak bisa mengatur waktu dan disiplin mematuhi jadwal.

Jenjang Karier

Karir di bidang asuransi juga ternyata juga memiliki jenjang karir, dengan level pertama sebagai agen. Jika seorang agen ingin fokus pada penjualan pribadi, maka bisa berusaha untuk naik tingkatan menjadi Senior Financial Planner hingga agen asuransi berskala internasional.

Sementara untuk agen yang tertarik mengembangkan tim, bisa berusaha mencapai tahap unit manager, branch manager, district manager, hingga sales director. Meski jenjang karir terlihat jelas, namun untuk mencapai puncak tidaklah mudah. Para pekerja di bidang asuransi memiliki komentar beragam tentang jenjang karir.

Suasana Nyaman

Pekerja yang betah dengan pekerjaannya di bidang asuransi kesehatan mengatakan kalau salah satu hal yang menyenangkan dari pekerjaan di bidang ini adalah suasana kerja yang nyaman, bersahabat, hubungan baik antara senior dan junior, hingga kerja tim yang solid. Lingkungan kerja yang nyaman bisa membuat pekerja lebih produktif.

(Baca Juga: Ade Rai : Pahami Obesitas pada Anak)

Menggembleng Mental Baja

Tidak dimungkiri, pekerjaan di bidang asuransi kesehatan memiliki tekanan yang tinggi. Pasalnya, seorang agen misalnya ditargetkan bisa banyak menerbitkan polis asuransi. Bahkan, sebagian perusahaan tidak menerapkan sistem gaji bulanan, melainkan membayar berdasarkan keberhasilan tersebut.

Sistem seperti ini membuat karyawan merasa tekanan pekerjaan di bidang asuransi yang tinggi. Untuk menghadapi tantangan ini, seseorang yang berkarir di bidang asuransi harus mempunyai mental baja. Saat sudah memiliki mental yang kuat, maka saat bekerja di bidang apapun orang itu tentu saja sudah lebih siap.

Pengetahuan yang Luas

Pengetahuan yang luas menjadi dasar pengetahuan yang penting bagi pencari kerja dan dengan bekerja di bidang asuransi kesehatan dan jenis asuransi lainnya, membuka kemungkinan seseorang memiliki pengetahuan yang lebih luas. Pasalnya, asuransi hampir hadir di segala lini kehidupan terutama bisnis dan ekonomi.

Jika bekerja di perusahaan asuransi, secara tidak langsung akan mengetahui banyak jenis bisnis yang digeluti oleh orang-orang sukses. Hal ini tentu menjadi bahan pembelajaran untuk menambah ilmu pengetahuan.

Saat jam kerja tidak begitu padat, bisa mencari-cari informasi mengenai bisnis tersebut, baik dari kinerja laporan keuangan atau cara kerja bisnisnya. Untungnya lagi kalau punya kesempatan untuk bertemu dengan owner tentu bisa mencuri sedikit ilmu bisnis dari mereka.

Pekerjaan di BIdang Asuransi Kesehatan

1. Agen Asuransi Kesehatan

Profesi sebagai agen asuransi di Indonesia sangat terbuka lebar. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memperkirakan setidaknya diperlukan 1 juta agen asuransi di Indonesia untuk mengakomodasi seluruh penduduk dari Sabang sampai Merauke. Hanya saja sampai saat ini baru ada sekitar 600.000 agen asuransi sehingga peluangnya masih terbuka lebar. Apalagi menjadi agen asuransi tidak dibutuhkan latar belakang pendidikan tertentu.

Agen asuransi kesehatan merupakan tenaga pemasar produk dan juga penghubung antara masyarakat yang membutuhkan dengan perusahaan asuransi. Meski tidak diperlukan pendidikan yang spesifik, ada baiknya seorang agen asuransi kesehatan memiliki ilmu marketing. Selain itu, tentu saja pemahaman yang mendalam mengenai produk yang ditawarkannya.

Menjual produk asuransi kesehatan memang dinilai sulit dibandingkan kendaraan atau rumah, namun keuntungan yang bisa diraup sangat besar. Bahkan dibandingkan dengan tenaga pemasaran lainnya. Selain itu bekali juga diri sebagai agen dengan kepribadian yang tangguh dan tidak pantang menyerah ketika berkali-kali ditolak konsumen.

2. Aktuaris

Profesi aktuaris masih langka di Indonesia dan ke depan diprediksi akan selalu dibutuhkan dalam industri asuransi. Selain aktuaris, bagian marketing dalam industri asuransi juga bisa menjadi pilihan karier generasi milenial saat ini yang ingin bekerja sekaligus proses pengembangan diri.

Keputusan pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan asuransi mempunyai minimal seorang aktuaris, menyebabkan kebutuhan akan lulusan aktuaria melonjak. Faktanya, sebuah perusahaan asuransi kadang memerlukan beberapa atau bahkan puluhan aktuaris.

Untuk menjadi aktuaris, seseorang harus lulus uji sertifikasi. Karier mereka dimulai sebagai Actuarial Analyst dengan gaji di kisaran Rp4 juta hingga Rp7 juta sebulan. Setelah lulus lima mata ujian sertifikasi, naik ke posisi Associate di level ASAI (Associate Societies Actuary Indonesia). Di posisi ini gaji mereka bisa lompat antara Rp10 juta hingga Rp 25 juta setiap bulan. Ketika menjabat Manager Actuary, gajinya sekitar 38 jutaan.

3. Senior Financial Planner

Seorang perencana keuangan memiliki tugas mengurus aliran kas masuk dan keluar untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Fungsinya tentu mempersiapkan masa tua yang terbebas dari hutang, hidup sejahtera, serta memiliki pengelolaan keuangan yang baik.

Seseorang bisa menjadi senior financial planner setelah sudah malang melintang sebagai agen. Pasalnya, tugas senior financial planner sudah lebih besar seperti menetapkan tujuan klien, mengatur dan mengelola keuangan secara tepat, dan memastikannya berjalan sesuai rencana. Selain itu, jangan lupa untuk seorang senior financial planner harus bisa memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi sang klien.

4. Sales Manager

Sales Manager atau Manajer Penjualan memiliki peran penting dalam perusahaan dan harus bisa memberikan kebijakan yang strategis. Seorang Sales Manager memimpin timnya di penjualan sekaligus memotivasi mereka untuk selalu berkinerja tinggi hingga menghasilkan pencapaian yang diharapkan dengan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Seorang sales manager juga harus bisa mewakili perusahaan dan memiliki kemampuan komprehensif tentang produknya. Tidak lupa, dia juga harus bisa melatih, memotivasi, dan memberi nasihat kepada tim penjualan. Selain itu juga bisa mencapai tujuan perusahaan melalui perencanaan yang efektif, menetapkan tujuan penjualan, menganalisis data kinerja, dan memproyeksikan kinerja masa depan.

Selain pekerjaan tersebut, di bidang asuransi juga memiliki jenjang karir yang jelas. Pada dasarnya semua pekerjaan akan bisa membawa ke tangga kesuksesan asal dilakukan dengan serius dan juga konsisten. Apalagi untuk kamu yang sudah bergerak di bidang asuransi dengan deadline dan target yang jelas.

Kira-kira selama 2020 berapa target polis yang akan kamu terbitkan? Tetap semangat ya!

Untuk kamu yang ingin mengajukan asuransi yang terpercaya, segera ajukan hanya di CekAja!

Tentang kami

Teti Purwanti

Teti Purwanti