Pengertian Ekspor dan Impor dan Cara Memulai Bisnisnya

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan ekspor dan impor. Tetapi, kamu sudah paham belum apa pengertian hingga tujuan keduanya? Jika belum, simak selengkapnya melalui bahasan berikut ini!

Pengertian Ekspor dan Impor dan Cara Memulai Bisnisnya

Ekspor dan impor memiliki kontribusi pada pengembangan ekonomi nasional dan memperluas pasar global. Keduanya juga memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pengertian Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor adalah sarana perdagangan luar negeri yang dilakukan atas barang dan jasa yang meliputi masuknya barang ataupun keluarnya barang ke sebuah negara.

Ekspor mengacu pada penjualan barang dan jasa dari negara asal ke negara asing. Sedangkan, mengimpor mengacu pada pembelian produk asing dan membawanya ke negara asal seseorang. 

Setiap bangsa diberkati dengan sumber daya, aset, dan kemampuan tertentu. Misalnya, beberapa negara kaya akan cadangan alam seperti, produk minyak bumi, kayu, atau logam dan mineral berharga, sementara negara yang berbeda memiliki kekurangan sumber daya ini.

Sehingga, terjadi pembelian suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Nah, supaya lebih detail, simak penjelasan lanjutannya berikut ini.

Pengertian Ekspor

Ekspor adalah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara di dalam negeri dan dijual kepada pebisnis atau pelanggan yang tinggal di luar negeri. Hal ini mengakibatkan masuknya dana ke negara yang menjual barang dan jasa mereka. 

Perusahaan dapat memilih untuk mengekspor produk dan layanan mereka ke negara asing karena memungkinkan mereka untuk:

  • Berpartisipasi dalam perdagangan global.
  • Akses pasar baru.
  • Meningkatkan pendapatan.

Biasanya, perusahaan mengekspor barang atau jasa di daerah di mana mereka memiliki keunggulan kompetitif atas perusahaan lain karena produk atau layanan mereka lebih unggul. 

Mereka juga dapat mengekspor komoditas yang mereka hasilkan secara alami yang tidak dimiliki negara lain berdasarkan iklim dan geografi. 

Misalnya, Jamaika, Kenya, dan Kolombia semuanya memiliki iklim yang cocok untuk menanam kopi.

Ini membantu mendorong kemampuan mereka untuk mengekspor produk ini ke luar negeri yang tidak dapat memproduksi kopi di wilayah mereka.

Pengertian Impor

Impor adalah barang dan jasa yang dibeli oleh pebisnis atau pelanggan dari negara lain. Hal ini mengakibatkan arus keluar dana dari negara yang membeli barang dan jasa luar negeri. 

Tingkat impor yang tinggi dapat mengindikasikan pertumbuhan ekonomi. Terutama jika impor aset produktif, seperti peralatan dan mesin, karena negara penerima dapat menggunakan aset tersebut untuk meningkatkan produktivitas ekonomi mereka.

Misalnya, perusahaan manufaktur kertas di Amerika Serikat dapat memilih untuk mengimpor mesin baru dari Italia karena lebih hemat biaya daripada membangun mesin itu sendiri atau membelinya dari pemasok domestik. 

Setelah produsen memasang mesin, itu dapat meningkatkan kemampuan perusahaan manufaktur untuk menghasilkan produk kertas, sehingga meningkatkan pendapatan dan kemampuan mereka untuk mengekspor lebih banyak barang mereka di masa depan.

(Baca Juga: Cara Memulai Bisnis Barang Ekspor, Dapat Cuan dari Luar Negeri!)

Tujuan Ekspor dan Impor

Ekspor dan impor memiliki tujuan penting untuk membentuk neraca perdagangan suatu negara, yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi secara keseluruhan. 

Dalam perekonomian yang sehat, baik impor maupun ekspor mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan. Ini biasanya menandakan ekonomi yang berkelanjutan dan kuat. 

Ketika ekspor dan impor menjadi tidak seimbang, dapat menyebabkan surplus perdagangan atau defisit perdagangan.

Surplus perdagangan terjadi ketika ekspor suatu negara lebih besar dari impornya. Ini berarti bahwa ada arus masuk bersih mata uang domestik dari pasar luar negeri. Surplus perdagangan biasanya menunjukkan ekonomi yang sehat. 

Sementara defisit perdagangan terjadi ketika impor suatu negara lebih besar dari ekspornya. Ini berarti bahwa ada arus keluar bersih mata uang domestik ke pasar luar negeri. 

Defisit perdagangan dapat terjadi ketika suatu negara tidak memiliki kapasitas untuk memproduksi produknya sendiri karena:

  • Kurangnya keterampilan.
  • Sumber daya rendah.
  • Preferensi untuk memperoleh produk dari negara lain yang dapat memproduksinya lebih murah.

Cara Memulai Bisnis Ekspor dan Impor

Sistem perdagangan internasional modern adalah jaringan bisnis impor/ekspor yang kompleks yang menangani penjualan, distribusi, dan pengiriman barang dari satu negara ke negara lain. 

Jika kamu tertarik untuk memulai bisnis di industri ini, ketahuilah bahwa ada lebih dari satu jenis bisnis impor/ekspor. Kamu bisa fokus hanya pada impor atau ekspor saja. 

Kamu bisa menjadi perwakilan produsen, yang mengkhususkan diri dalam industri tertentu, atau bisa juga menjadi pedagang atau agen impor/ekspor, yang lebih merupakan broker lepas.

Lalu jika ingin memulai bisnis ekspor dan impor, bagaimana cara memulainya? Simak tipsnya berikut ini.

1. Memberi Nama Bisnis Ekspor Impor

Setiap bisnis dimulai dengan nama! Langkah pertama dalam rencana bisnis ekspor adalah memberi nama bisnis ekspor impor dan mulai mengembangkan merek.

Sebagian besar bisnis ekspor dan impor membuat nama mereka dengan memasukkan kata kunci yang terkait dengan produk yang ditawarkan. 

Itu akan membantu pelanggan mengidentifikasi bisnis dengan cepat sambil juga membantu perusahaan mengembangkan visibilitas.

2. Lakukan Riset Pasar

Rencana bisnis juga harus mencakup riset dan analisis pasar untuk menunjukkan bisnis akan menjadi menguntungkan.

Langkah pertama adalah melakukan analisis pada produk yang ingin kamu impor atau ekspor. Apa permintaan untuk itu di pasar targetmu dan siapa target pelangganmu?

Dari sana, kamu dapat mulai mengembangkan analisis untuk memahami siapa pesaingnya,

seperti apa harga untuk produk yang diminati, dan bagaimana ekspansi internasional melalui impor dan ekspor dapat membantu bisnis tumbuh.

3. Mengembangkan Strategi Pemasaran

Setelah kamu melakukan riset pasar untuk bisnis ekspor impor, langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana produk tersebut akan dipasarkan dan dijual.

Kamu dapat menggunakan jenis analisis seperti analisis SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman) untuk menentukan alasan utama mengapa pelanggan harus membeli produk.

Apa yang membedakan produk dari produk lain di pasar, dan bagaimana cara terbaik untuk mengkomunikasikannya?

Jika kamu mempertimbangkan untuk mengekspor untuk ekspansi internasional, pikirkan tentang bagaimana strategi pemasaran akan disesuaikan dengan pasar lokal. Kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan pelokalan produk.

Pertimbangkan faktor-faktor termasuk bahasa, budaya, tren politik, dan lainnya saat merancang strategi pemasaran untuk situs web dan saluran media sosial yang kamu miliki.

4. Siapkan Modal

Bukan rahasia lagi kalau hal terpenting untuk menjalankan sebuah bisnis ekspor dan impor adalah menyiapkan modal.

Modal yang dibutuhkan juga pasti tidak sedikit. Untuk menambah modal, kamu bisa gunakan kredit dengan agunan.

(Baca Juga: Tips Agar Kredit dengan Agunan Jadi Bebas Risiko)

Proses mendapatkan pinjaman dana dari kredit dengan agunan juga cukup mudah. Setelah semua persyaratan terpenuhi, dan pihak pemberi dana menyetujui, maka dana bisa langsung cair.

Pinjaman kredit dengan agunan memiliki banyak keunggulan, salah satunya adalah suku bunga yang diberikan cukup rendah. Sehingga, tidak heran banyak yang tertarik dengan pinjaman satu ini.

Untuk mendapatkan pinjaman dana kredit dengan agunan, kamu bisa ajukan dengan mudah melalui CekAja.com. 

Melalui CekAja.com, proses pengajuan bisa dilakukan secara online, cepat, dan praktis. CekAja juga sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga pelayanan yang diberikan sudah pasti aman untuk digunakan.

Jadi, tunggu apalagi? segera ajukan kredit dengan agunan melalui CekAja.com sekarang juga!