Toxic Relationship: Pengertian, Ciri dan Solusinya yang Wajib Diketahui

7 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Toxic relationship atau hubungan yang tidak sehat, rasanya sudah menjadi kalimat yang tidak lagi asing didengar. Pasalnya, saat ini banyak sekali pasangan yang terlihat menunjukkan kasih sayangnya, dengan cara memberikan perhatian lebih dan mengatur aktivitas pasangannya, namun berujung pada sifat posesif yang sebenarnya itu adalah tanda, bahwa pasangan tersebut berada pada toxic relationship.

Toxic Relationship: Pengertian, Ciri dan Solusinya yang Wajib Diketahui

Terkadang, membedakan toxic relationship dengan rasa sayang tulus, memang sedikit sulit. Terlebih, jika kamu dan pasangan sudah menjalani hubungan yang cukup lama, sekitar hitungan bulan atau tahun, maka perbedaan antara rasa sayang tulus dan toxic relationship, sudah tidak lagi terlihat jelas.

Lantas, apa sebenarnya toxic relationship? Lalu apa saja ciri-ciri dan solusi untuk keluar dari lingkaran toxic relationship?

Pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap satu persatu khusus untuk kamu. Yuk, simak bersama-sama!

Pengertian Toxic Relationship

Pengertian Toxic Relationship

Hal pertama yang akan dibahas tentang toxic relationship adalah pengertiannya. Yang mana, istilah ini sejatinya merujuk pada suatu hubungan tidak sehat, yang ditunjukkan dengan beberapa perilaku “menyimpang”, yang dapat merusak kondisi fisik dan menyakiti perasaan diri sendiri maupun pasangan.

Maka dari itu, hubungan yang berada dalam lingkaran toxic relationship, biasanya didominasi oleh perasaan cemburu dan rasa memiliki yang berlebihan, hingga perasaan selalu direndahkan yang akhirnya berujung pada kekerasan, baik kekerasan verbal, fisik maupun psikologis.

Padahal, suatu hubungan seharusnya berjalan dengan baik, yang ditandai dengan perilaku-perilaku sehat, seperti saling menghormati, perhatian, menunjukkan rasa kasih sayang, menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing pasangan dan lain sebagainya.

(Baca Juga: 10 Cara Buat Hubungan Cinta Makin Dalam)

9 Ciri Toxic Relationship

9 Ciri Toxic Relationship

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa pasangan yang berada dalam hubungan toxic relationship umumnya tidak mengetahui, kalau dirinya sedang menjalani hubungan yang tidak sehat.

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh lamanya hubungan yang sudah dijalani. Namun, sebenarnya kamu bisa menyadari bahwa suatu hubungan sudah tidak sehat, dengan mengetahui sembilan ciri toxic relationship yang di antaranya, yaitu:

1. Rasa cemburu yang berlebihan

Rasa cemburu yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama, timbulnya hubungan yang tidak sehat.

Pasalnya, jika suatu hubungan sudah dinodai dengan rasa cemburu yang berlebihan, maka beberapa sikap irasional satu persatu akan muncul.

Mulai dari melacak keberadaan pasangan, meretas akun media sosial dan email pasangan, membuat jam malam, melarang pasangan untuk beraktivitas dengan lawan jenis, dan hal-hal lainya yang ujungnya menimbulkan sifat posesif.

2. Mengungkit kesalahan pasangan

Ciri hubungan yang tidak sehat berikutnya adalah mengungkit kesalahan pasangan. Hal ini menjadi hal yang sangat fatal, karena dapat memicu perdebatan antara kamu dan pasangan.

Sehingga, hubungan yang awalnya baik-baik saja, berubah menjadi hubungan yang penuh dengan amarah dan rasa kecewa.

Alangkah lebih baik, jika terjadi suatu masalah dalam hubungan, kamu dan pasangan membicarakannya secara baik-baik, untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.

Dengan begitu, kamu dan pasangan akan saling memaafkan dan hubungan pun akan kembali baik seperti sedia kala.

3. Selalu dipandang serba kekurangan

Siapa di antara kamu yang senang dipandang serba kekurangan oleh pasangan? Rasanya tidak ada.

Setiap orang sudah pasti ingin dilihat sebagai sosok yang sempurna di mata pasangannya. Namun, jika kamu tidak mendapatkan itu dari pasangan, maka hubungan pun tidak akan berlangsung baik.

Sebab, orang yang tidak pernah merasa puas dan selalu merasa kekurangan atas apa yang dimiliki pasanganya, akan selalu menuntutmu untuk melakukan hal lebih untuk membuktikan, bahwa kamu memenuhi ekspektasinya dan layak untuk bersanding dengannya.

Hal itu tentu membuatmu merasa lelah, bukan? Karena kamu selalu dipandang sebagai sosok yang tidak cukup rupawan, tidak cukup dewasa, tidak cukup bijak, tidak cukup baik dan lain sebagainya. Hal itu menjadi tanda, bahwa kamu sedang berada di hubungan yang tidak baik-baik saja.

4. Memiliki komunikasi yang buruk

Ciri toxic relationship yang keempat adalah kamu dan pasangan memiliki komunikasi yang buruk. Seperti yang diketahui, komunikasi merupakan hal penting yang sudah seharusnya dimiliki oleh setiap pasangan.

Dengan komunikasi yang baik, maka hubungan kamu dan pasangan akan tetap baik-baik saja, meski sedang terjadi masalah.

Hal tersebut dikarenakan, kamu dan pasangan akan sama-sama memberikan kritik dan saran yang membangun untuk hubungan kedepannya.

Bukan justru saling menyalahkan, mengucilkan bahkan mengeluarkan kata-kata kasar kepada pasangan, yang akan berdampak buruk pada hubungan kedepannya.

5. Tidak ingin dikalahkan

Rasa tidak ingin dikalahkan juga menjadi salah satu penyebab “hancurnya” hubungan. Bagaimana tidak, suatu hubungan seharusnya dipenuhi dengan rasa saling mendukung dan saling menyemangati antar pasangan, untuk menggapai impian dan cita-cita.

Namun, jika realitanya pasanganmu tidak seperti itu, dan justru memiliki rasa kompetitif yang tinggi, maka hal itu hanya akan membuat suasana hubungan menjadi tidak baik. Sebab, hubungan hanya dipenuhi dengan rasa tidak mau kalah, iri, dengki dan lain sebagainya.

6. Selalu direndahkan

Kamu sering direndahkan oleh pasangan? Atau bahkan hal apapun yang kamu lakukan dan kenakan selalu dipandang tidak baik? Eits hati-hati, itu merupakan tanda bahwa hubunganmu tidak sehat.

Jika kamu memiliki pasangan dengan ciri seperti itu, biasanya ia sering melontarkan kata-kata yang mengandung makna merendahkan, seperti misalnya “masa kamu gitu aja nggak bisa sih? Lemah banget”.

Kata-kata yang dilontarkan tersebut, tentu membuatmu merasa drop seketika atau bahkan merasa tidak berguna.

Padahal, sesuatu yang menurut pasanganmu mudah dan biasa itu adalah sesuatu hal menurutmu sulit dan tidak bisa kamu kerjakan sendiri.

7. Selalu dijadikan pelampiasan amarah

Buat kamu yang selalu sabar dijadikan tempat pelampiasan amarah pasangan, kini saatnya untuk kamu berhenti melakukannya. Pasalnya, hal yang kamu lakukan tersebut salah dan hanya akan menyakiti perasaanmu saja.

Ketika hal itu terjadi, maka pasanganmu tidak menganggapmu sebagai seseorang yang ia cintai, sayangi dan lindungi. Melainkan, ia memandangmu sebagai media untuk melampiaskan amarahnya.

Jika pasanganmu melakukan hal ini terus-menerus, maka kamu harus segera menghentikannya dengan cara membicarakannya langsung ke pasangan dan memintanya untuk berhenti.

Apabila pasanganmu tidak bisa menerima, maka satu-satunya jalan terbaik untuk melindungi diri adalah dengan melepaskannya.

8. Adanya ancaman hubungan

Hubungan yang tidak sehat juga ditandai dengan sifat pasangan, yang seringkali memberikan ancaman untuk mengakhiri hubungan ketika terjadi permasalahan.

Padahal, langkah terbaik yang harus dilakukan setiap pasangan dalam mengatasi permasalahan adalah mendinginkan dan menenangkan pikiran terlebih dahulu.

Karena pada dasarnya, suatu permasalahan dapat diselesaikan dengan baik apabila kedua pihak sudah tenang satu sama lain.

Sebab, dengan pikiran yang tenang, komunikasi antara kamu dan pasangan akan berjalan lebih lancar.

Dengan begitu, kamu dan pasangan dapat dengan mudah berdiskusi untuk menemukan solusi, dan hubungan pun kembali baik seperti semula.

9. Tidak bisa menjadi diri sendiri

Ciri hubungan tidak sehat yang terakhir adalah kamu tidak bisa menjadi diri sendiri. Hal ini biasanya terjadi, ketika kamu mendapatkan banyak tuntutan dari pasangan. Entah itu tuntutan dalam berperilaku maupun berpenampilan.

Dengan banyaknya tuntutan tersebut, kamu pasti berusaha merubah diri kamu sesuai dengan ekspektasi pasangan.

Yang akhirnya, kamu tidak menjadi diri sendiri dan perubahanmu pun tidak bertahan lama, karena hanya ditujukan untuk pasangan.

Nantinya, ketika hubungan kamu dan pasangan berakhir, maka kamu akan kembali menjadi diri sendiri dan perubahan yang selama ini kamu lakukan, menjadi hal yang tidak berarti lagi.

Solusi Toxic Relationship

Sebenarnya, salah satu solusi ampuh untuk terlepas dari hubungan yang tidak sehat adalah memutuskan hubungan itu sendiri.

Namun, untuk bisa mengambil keputusan tersebut, kedua pihak harus benar-benar mengetahui bahwa hubungan tersebut sudah tidak baik dan tidak bisa diteruskan.

Karena, apabila hubungan terus dipaksakan untuk berlanjut, hal itu hanya akan memperburuk kondisi hubungan dan menyakiti hati atau bahkan fisik satu sama lain.

Sehingga, jalan terbaik untuk terlepas dari hubungan yang tidak sehat adalah memutuskan hubungan itu sendiri.

Tetapi, jika kamu dan pasangan merasa benar-benar tidak bisa mengakhiri hubungan, karena sudah terbiasa bersama dan berat untuk meninggalkan satu sama lain. Maka, kamu dan pasangan bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • Berkomitmen untuk sama-sama berubah, dan tidak lagi melakukan hal-hal yang memicu kekerasan
  • Akan lebih sering mengkomunikasikan permasalahan dalam hubungan bersama-sama untuk ke depannya
  • Meminta bantuan keluarga atau konselor untuk mendapatkan solusi atas hubungan yang tidak sehat
  • Berkomitmen untuk saling menerima kelebihan dan kekurangan pasangan, saling percaya serta saling memperlakukan pasangan dengan baik dan penuh kasih sayang
  • Menerapkan prinsip untuk lebih mencintai diri sendiri, sebelum mencintai orang lain
  • Mengerti dan memahami isi hati diri sendiri yang sebenarnya
  • Menyadari dan mengakui kalau sedang berada di dalam hubungan yang tidak sehat
  • Dan lain sebagainya.

(Baca Juga: Hal yang Wajib Dibicarakan Pasangan Sebelum Nikah)

Semua cara tersebut bisa kamu dan pasangan lakukan, asalkan ada niat dari kedua belah pihak untuk mengakhiri toxic relationship dalam hubungan.

Pasalnya, jika hubungan tidak sehat tersebut dibiarkan begitu saja terus menerus, maka akan menimbulkan beberapa dampak bagi kamu dan pasangan, baik dari segi fisik maupun mental.

Untuk dampak dari segi fisik sendiri, kamu bisa saja mengalami memar maupun luka-luka pada tubuh, akibat dari tindak kekerasan yang dilakukan pasangan.

Tidak hanya itu, dampak fisik berupa gangguan jantung dan pembuluh darah juga dapat timbul, akibat dari menahan perasaan kesal dan marah terlalu lama.

Sementara, untuk dampak mentalnya, kamu bisa mengalami stres berat, depresi hingga gangguan kecemasan.

Jika sudah seperti itu, maka orang pertama yang dapat menyelamatkanmu dari kondisi tersebut adalah dirimu sendiri.

Kecuali, kamu memiliki mental yang kuat untuk mengakhiri hubungan dan meminta pertolongan kepada orang tua atau konselor.

Karena, untuk bisa meminta pertolongan, kamu perlu mengingat kembali masa-masa kelam yang pernah terjadi dan menceritakan semuanya, untuk mendapatkan pengobatan.

Tentu, untuk melakukan semua ini, kamu tidak hanya memerlukan mental yang kuat, tetapi juga biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sebab, biaya untuk satu kali konseling terbilang cukup mahal.

Namun, selama kamu memiliki asuransi kesehatan, kamu tidak perlu khawatir. Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Untuk itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, bisa langsung mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun mudah, cepat dan aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, yuk ajukan sekarang!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani