Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Perbedaan Asuransi Jiwa Dwiguna Dan Unit Link Yang Harus Kamu Tahu

by Maria Nofianti on 24 April, 2020

Asuransi jiwa bukanlah satu isu yang menarik untuk dibicarakan, terdengar rumit dan berat. Namun, seperti halnya kematian dan pajak, membeli asuransi jiwa adalah bagian penting dari kehidupan dan elemen penting dari perencanaan keuangan yang sehat. Kebanyakan orang sadar bahwa mereka membutuhkan asuransi jiwa, tetapi, dari pengalaman yang terjadi, kebanyakan orang menunda sampai ada peristiwa penting dalam kehidupan yang mendorong mereka untuk membelinya. Namun, ada beberapa manfaat serius untuk membeli asuransi sejak dini, terutama jika kamu memiliki hutang, menikah atau berencana menikah, memiliki atau berencana memulai keluarga, atau kamu adalah pemilik bisnis.

perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link

Bagaimana cara kerja asuransi jiwa sebenarnya?

Asuransi jiwa cukup sederhana sistemnya adalah pertanggungan saat pemilik polis meninggal dunia. Dengan kata lain, kamu membayar premi tahunan yang telah ditentukan oleh perusahaan asuransi untuk “jangka waktu” polis tertentu, biasanya 20 tahun dan jika kamu meninggal dalam 20 tahun itu, penerima manfaat akan mengumpulkan jumlah yang ditentukan yang ditunjukkan pada polis. Ada banyak jenis produk asuransi jiwa yang beredar saat ini.

Mengapa kita Membutuhkan Asuransi Jiwa?

Salah satu pertanyaan paling mendasar yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri ketika merenungkan asuransi jiwa adalah ini: Apakah seseorang dalam hidup saya akan terkena dampak buruk dari sudut pandang keuangan jika kelak kematian terjadi pada saya terlalu dini? Jika memang ada, dan tentu saja, asuransi dapat menjadi salah satu solusi jika ini terjadi. Misalnya saja kamu memiliki hutang, dan kamu mendadak meninggal dunia, maka jika kamu tak memiliki asuransi jiwa, yang repot adalah orang yang ditinggalkan olehmu. Mereka harus menanggung hutang yang kamu tinggalkan berbeda jika kamu memiliki asuransi jiwa, maka otomatis asuransi yang akan mengcovernya.

Di mana kamu Harus membeli asuransi jiwa? Asuransi adalah industri yang menarik. Beberapa perusahaan lebih baik dalam produk tertentu daripada yang lain. Konsultasikan dengan bagian keuangan atau ahli keuangan sebelum mengambil asuransi pada seorang agen. Agen asuransi adalah seseorang yang bekerja untuk perusahaan asuransi dan menjual asuransi perusahaan itu. Kumpulkan 12-15 penawaran dari berbagai penyedia sehingga klien dapat melihat perbedaan harga.

Memang, hampir semua orang tahu mengapa asuransi jiwa itu penting, tetapi banyak dari kita memilih untuk mengabaikan kenyataan apa yang akan terjadi jika kita mati mendadak tanpa perlindungan yang tepat. Hasilnya bisa menghancurkan anggota keluarga kita yang masih hidup, meninggalkan mereka dengan tagihan besar untuk pengeluaran akhir, atau bahkan lebih buruk, kehilangan rumah keluarga karena mereka tidak dapat lagi menanggung biaya kredit rumah.

Salah satu asuransi yang populer di Indonesia adalah asuransi jiwa. Bahkan sebelum asuransi kesehatan dan asuransi property ada asuransi jiwa sudah lama ada. Asuransi ini memberikan perlindungan finansial kepada keluarga kita jika sesuatu terjadi seperti meninggal dunia. Asuransi jiwa memiliki fungsi untuk memberikan uang pertanggungan kepada tertanggung yang disebabkan karena hal yang tak terduga dan itu mengakibatkan hilangnya sumber pendapatan. Saat ini asuransi jiwa juga memiliki fungsi lain sebagai tabungan dan investasi juga.

(Baca Juga: Pengertian Asuransi Perjalanan Cashless dan Reimburse)

Di Indonesia ada 4 jenis asuransi jiwa yang umum diketahui seperti:

  • Asuransi jiwa berjangka adalah asuransi yang mempunyai sistem pertanggungan dengan jangka waktu tertentu seperti 5 tahun, 10 tahun dan seterusnya. Premi asuransi berjangka ini lebih relatif murah tapi memiliki uang pertanggungan yang tinggi.
  • Asuransi jiwa seumur hidup adalah asuransi tanpa memakai system jangka waktu dan akan melindungi pemegang polis seumur hidup. Jadi dalam umur berapapun meninggal dunia maka akan ada uang pertanggungan yang diterima oleh ahli waris. Premi asuransi ini lebih besar dari asuransi jiwa berjangka. Jadi nilai uang pertanggungannya juga lumayan besar.
  • Asuransi jiwa dwiguna (endowment) adalah asuransi yang mempunyai dua fungsi yaitu pertama sebagai asuransi jiwa berjangka dan yang kedua sebagai tabungan. Nilai pertanggungan lumayan besar karena akan mendapat manfaat uang tunai yang besar juga dalam bentuk tabungan.
  • Asuransi jiwa unit link adalah asuransi yang hampir mirip dengan asuransi jiwa dwiguna yang memiliki dua fungsi. Tapi dalam asuransi jiwa unit link investasi yang kedua adalah investasi. Preminya lumayan tinggi dan nantinya akan mendapatkan hasil investasi yang besar.

Nah dari 4 jenis asuransi jiwa ini dua yang terakhir memang mendapat perhatian lumayan besar dari masyarakat. Karena masyarakat sekarang selalu ingin mendapat keuntungan yang banyak maka mereka berpikir untuk mendapatkan dua keuntungan dalam satu produk. Mereka adalah asuransi jiwa dwiguna dan asuransi jiwa unit link. Dua jenis asuransi ini memang mirip namun ternyata memiliki perbedaan yang lumayan besar loh. Lalu apa saja perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link? Manakah yang harus kita pilih? Nah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu akan kita berikan informasi mengenai perbedaan asuransi  jiwa dwiguna dan unit link di bawah ini.

Asuransi jiwa dwiguna

Asuransi dwiguna memiliki dua fungsi sebagai asuransi jiwa dan tabungan. Sebenarnya tujuan utama dari asuransi jiwa dwiguna ini adalah untuk tabungan. Dengan kata lain kita seperti dipaksa untuk menabung tiap bulannya tetapi kita juga mendapatkan perlindungan jiwa juga. Jadi asuransi jiwanya ini bisa dibilang hanya sebagai pelengkap saja. Untuk perlindungan jiwa ini bisa seperti asuransi jiwa berjangka misal untuk 15 tahun atau sampai batas usia tertentu misal umur 65 tahun.

Untuk manfaat dari asuransi jiwa dwiguna ini biasanya akan dibayarkan jika terdapat kondisi seperti berikut ini:

  • Tertanggung mengalami musibah yang menyebabkan meninggal dunia atau cacat permanen selama polis masih aktif
  • Tertanggung masih hidup saat tanggal jatuh tempo
  • Tertanggung menebus polis dengan tujuan untuk mendapatkan uang tunai
(Baca Juga: Risiko Telat Membayar Premi Asuransi)

Pada asuransi jiwa dwiguna juga terdapat rider atau asuransi tambahan. Meskipun bertujuan untuk tabungan tapi perlindungan jiwa masih dilakukan dengan adanya rider ini. Rider dalam asuransi jiwa dwiguna lebih sedikit jika dibandingkan asuransi jiwa unit link. Asuransi jiwa dwiguna ini banyak diincar oleh anak muda yang berpikiran luas loh. Misalnya saja mereka yang berpikiran panjang untuk mendapatkan dana pendidikan di masa depan. Karena alasan itulah asuransi jiwa dwiguna ini dibeli. Karena kepastian jumlah nilai tunainya sudah dijamin. Meskipun begitu uang ini tidak bisa diutak-atik loh ya seperti tabungan biasa yang bisa diambil kapan saja.

Asuransi jiwa unit link

Asuransi jiwa unit link adalah asuransi yang juga mempunyai dua fungsi yaitu fungsi perlindungan dan investasi. Asuransi jiwa ini tumbuh dengan berbagai pro dan kontra. Beberapa menganggap bahwa asuransi dengan fungsi investasi ini cukup menjanjikan untuk keuntungan yang besar tapi tidak banyak juga yang mengatakan bahwa keuntungan dalam berinvestasi ini cukup riskan. Asuransi jiwa unit link tetap berfokus pada fungsi perlindungannya dan investasi ini hanyalah sebagai pelengkap atau bonus saja.

Asuransi jiwa unit link ini juga memiliki banyak rider atau asuransi tambahan seperti perlindungan untuk penyakit kritis, asuransi kesehatan yang reimburse, dan bebas premi jika pasangan sakit kritis. Beberapa manfaat yang bisa kita dapatkan dari asuransi jiwa unit link ini adalah:

  • Perlindungan tambahan yang lumayan bervariasi
  • Premi yang kita bayarkan tidak akan hangus dan bisa diambil sewaktu-waktu
  • Masa pertanggungan dari asuransi jiwa unit link ini juga panjang bisa sampai umur 80 tahun, 90 tahun bahkan sampai 100 tahun.
  • Kemudahan dalam berinvestasi karena pihak asuransi sudah mengurus semuanya kita tinggal memilih media investasinya.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, maka perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link bisa kita lihat seperti di bawah ini.

1. Dari fokus atau tujuan asuransi

Perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link yang pertama adalah dari fokus atau tujuan asuransinya. Pada asuransi jiwa dwiguna tujuan utamanya adalah untuk tabungan dengan bonus asuransi jiwa. Sedangkan untuk asuransi jiwa unit link tujuan utamanya adalah untuk perlindungan jiwa dengan bonusnya investasi. Jadi dana yang akan didapatkan pada asuransi jiwa dwiguna sudah pasti jumlahnya sedangkan untuk asuransi jiwa unit link tergantung dari pasar bisa jadi hanya sedikit tapi bisa juga banyak melebihi jumlah total premi yang dibayarkan.

2. Dari segi uang pertanggungan

Perbedaan kedua adalah dari segi uang pertanggungan yang akan didapatkan. Untuk asuransi jiwa dwiguna, uang pertanggungan yang akan didapatkan lebih kecil. Ini karena difokuskan untuk menabung. Sedangkan untuk asuransi jiwa unit link uang pertanggungannya lebih besar karena yang  menjadi tujuan utamanya adalah proteksi jiwanya.

3. Dari segi asuransi tambahan (rider)

Pada asuransi jiwa dwiguna untuk asuransi tambahan (rider) tetap ada meskipun hanya sedikit. Sedangkan untuk asuransi jiwa unit link lebih beragam dan bervariasi. Jumlahnya juga lebih banyak dibanding rider pada asuransi jiwa dwiguna. Jadi lebih baik untuk asuransi jiwa dwiguna tidak mengambil asuransi tambahan ini karena nantinya jumlah tabungan juga akan berkurang.

4. Dari segi premi yang dibayarkan

Untuk asuransi jiwa dwiguna, premi yang dibayarkan lebih besar dari asuransi jiwa unit link. Ini disebabkan karena untuk mendapatkan nilai tunai tabungan yang cukup besar maka preminya juga harus tinggi. Berbeda dengan asuransi jiwa unit link yang preminya lebih rendah karena tidak tergantung pada hasil investasi yang harus besar juga.

5. Dari segi nilai tunai

Perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link selanjutnya adalah dari segi nilai tunai. Nilai tunai dari asuransi jiwa dwiguna berupa tabungan sedangkan pada asuransi jiwa unit link berupa hasil investasi. Jumlahnya untuk tabungan sudah dipastikan sejak awal perjanjian sedangkan untuk investasi nilainya bisa saja lebih banyak dari tabungan tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk rugi.

6. Dari segi pilihan investasi

Paa asuransi jiwa dwiguna fokusnya memang sebagai tabungan jadi tidak ada pilihan investasi. Sedangkan pada asuransi jiwa unit link untuk fungsi investasinya ada pilihan media investasi seperti saham, obligasi dan deposito.

Nah itu dia perbedaan asuransi jiwa dwiguna dan unit link yang mungkin perlu kamu tahu. Dengan mengetahui perbedaan ini tentu bisa menjadi pertimbangan asuransi jiwa yang manakah yang lebih cocok untuk kita. Dilihat dari segi apapun, memilih asuransi jiwa harus cerdas dalam manfaat apa yang akan diterima. Jadi sudah tahu mau pilih asuransi jiwa dwiguna atau unit link?

Tentang Penulis