4 Perbedaan Investasi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang dan Contohnya

Perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang wajib diketahui bagi para investor, khususnya yang baru ingin belajar investasi. Yuk, pahami perbedaan lengkapnya beserta contoh jenis instrumen investasi yang cocok dipilih.

4 Perbedaan Investasi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang dan Contohnya

Investasi sekarang ini sudah menjadi hal yang familiar di masyarakat Indonesia. Jika dulu kita umumnya hanya berfokus pada pengaturan anggaran belanja dan menyisihkan dana untuk ditabung, maka saat ini sudah lebih banyak orang yang peduli untuk menyiapkan dana darurat dan berinvestasi.

Dalam berinvestasi, ada beragam jenis atau instrumen investasi yang bisa kamu pilih. Misalnya emas,tanah, aset properti, saham, reksadana, obligasi, deposito, dan lain sebagainya. Sistem investasi juga bisa dipilih, karena ada sistem investasi konvensional dan syariah.

Berdasarkan waktunya, investasi juga terbagi atas investasi jangka pendek, menengah, dan panjang. Kali ini, CekAja akan membahas Perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang tersebut secara rinci, serta memberikan contohnya.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Investasi?

Sebelum mengetahui penjelasan mengenai perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang, ada baiknya jika investor pemula tahu kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi.

Sebab di saat tren berinvestasi sedang naik seperti sekarang, tidak sedikit orang yang terburu-buru ikut mencoba menjadi investor, tanpa menyadari secara detil kondisi finansialnya.

Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi pertanda bahwa kamu siap menjadi investor. Inilah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Jumlah hutang (termasuk cicilan) tidak lebih dari 30 persen pendapatan, serta mampu membayar hutang tersebut sesuai dengan masa tenor yang berlaku
  • Sudah memiliki tabungan dan dana darurat yang cukup
  • Mempelajari jenis instrumen investasi beserta masing-masing risikonya
  • Memahami bahwa kemungkinan meraih keuntungan dalam berinvestasi selaras dengan peluang terjadinya risiko kerugian, karena penurunan nilai instrumen investasi pada kondisi-kondisi tertentu.

(Baca Juga: 8 Rekomendasi Channel YouTube Tentang Investasi untuk Pemula)

Perbedaan Investasi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Jika menyimak sekilas, perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang tentu saja terlihat dari sisi waktunya. Namun, sebenarnya ada penjelasan yang lebih rinci mengenai hal tersebut.

Berikut ini sederet perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang perlu kamu ketahui.

1. Perbedaan Jangka Waktu

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang terlihat dari segi lamanya waktu berinvestasi.

Investasi jangka pendek adalah investasi yang direncanakan untuk dilakukan tidak lebih dari satu tahun. Kemudian investasi jangka menengah dilakukan dalam waktu mulai dari satu tahun sampai dengan lima tahun. Sedangkan investasi jangka panjang dilakukan untuk waktu lama, yakni lebih dari lima tahun.

Rencana penentuan lama waktu investasi ini penting dibuat, guna mempermudah jenis instrumen investasi yang dipilih.

2. Perbedaan Peluang Keuntungan

Kedua, perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang dapat dilihat dari peluang mendapatkan keuntungan.

Keuntungan dari investasi jangka pendek tentu saja lebih sedikit jika dibandingkan dengan investasi jangka menengah dan panjang. Hal ini dipengaruhi oleh pergerakan nilai investasi dalam kurun waktu di bawah satu tahun yang terbilang lamban dan fluktuatif.

Namun, besaran keuntungan investasi jangka pendek memang masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan hanya sekadar menabung (mengandalkan keuntungan bunga tabungan bank).

Selain itu, untuk mendapatkan keuntungan dari investasi jangka pendek, kamu harus lebih sering memantau pergerakan nilai instrumen investasi tersebut.

Intinya, semakin pendek jangka waktu yang dipilih, maka kamu harus lebih rajin melakukan pemantauan nilai aset agar kamu tahu sampai kapan akan meng-keep (mempertahankan) atau menjualnya.

3. Perbedaan Risiko Penurunan Nilai

Sama seperti peluang keuntungan, perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang juga terdapat pada peluang terjadinya risiko penurunan nilai.

Investasi di bawah satu tahun memiliki risiko kerugian yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan investasi jangka menengah dan panjang. Sebab nilai instrumen investasinya lebih fluktuatif (rentan cepat naik maupun turun, atau hanya stagnan alias jalan di tempat).

Tetapi kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal ini selama kamu banyak belajar investasi, dan riset mengenai kondisi pasar terkini.

4. Perbedaan Tujuan Investasi

Perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang yang terakhir adalah soal tujuan. Umumnya, investor yang memilih investasi jangka pendek adalah mereka yang mengharapkan keuntungan dalam waktu yang terbilang cepat, agar dapat segera digunakan untuk kebutuhan tertentu.

Misalnya untuk kebutuhan membeli gadget terbaru, renovasi rumah, bayar biaya pendidikan kenaikan kelas anak di tahun depan, dan lain sebagainya.

Sedangkan investor yang menyimpan uangnya dalam instrumen investasi jangka menengah dan panjang adalah mereka yang mengharapkan passive income terendap, untuk kehidupan di masa depan. Misalnya mempersiapkan dana kuliah anak, atau mempersiapkan dana pensiun.

(Baca Juga: Jenis Emas Batangan untuk Investasi, Kamu Wajib Tahu!)

Contoh Instrumen Investasi Jangka Pendek, Menengah, dan Panjang

Setelah menyimak berbagai perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang, berikut ini kamu paparkan jenis instrumen investasi berdasarkan jangka waktunya. Ini dia contoh-contohnya:

Contoh Instrumen Investasi Jangka Pendek

Deposito Jangka Pendek

Yakni tabungan mengendap yang berlaku mulai dari 3 bulan, 1 tahun, hingga puluhan tahun. Kamu tidak bisa mengambil tabungan deposito hingga waktu pencairan yang sudah disepakati.

Saham (dengan Metode Trading)

Saham yang diinvestasikan jangka pendek berarti menggunakan metode trading yang mengincar keuntungan capital gain (keuntungan selisih harga jual dan harga beli berdasarkan perubahan nilai saham harian atau kurang dari satu tahun).

Contoh Instrumen Investasi Jangka Menengah

Obligasi

Yakni surat berharga dengan kontrak kepemilikan mulai dari 3 tahun. Obligasi terbagi menjadi dua jenis, yakni obligasi ritel konvensional dan syariah (sukuk), yang bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp1 juta. Sumber keuntungannya berasal dari pendapatan kupon bulanan, serta capital gain penjualan obligasi tersebut.

Reksadana

Yakni investasi permodalan yang dananya dikelola pihak Manajer Investasi. Reksadana bisa kamu miliki mulai dari Rp100.000, dengan peluang keuntungan yang cenderung naik setiap tahunnya, sehingga cocok dijadikan investasi jangka menengah yang minim risiko.

Meskipun nilai keuntungannya tidak terlalu besar, namun reksadana bisa dijadikan sumber passive income yang baik.

Saham

Jika kamu menjadi investor saham jangka menengah, berarti kamu akan mendapatkan keuntungan dari dividen (laba tahunan) perusahaan yang diinvestasikan. Dengan mengincar dividen, kamu tidak perlu setiap hari mengecek pergerakan nilai saham secara detil. Jadi, ini bisa menjadi passive income yang menggiurkan.

Contoh Instrumen Investasi Jangka Panjang

Emas

Emas sudah dikenal sejak dulu sebagai instrumen investasi jangka panjang, yang biasanya ditargetkan untuk disimpan selama puluhan tahun, lalu kemudian baru dijual kembali.

Penyimpanan emas bisa dilakukan di rumah menggunakan tempat khusus seperti brankas, atau melalui pegadaian dan penyewaan safe box di bank.

Tanah dan Properti

Tanah dan bangunan juga bisa menjadi investasi jangka panjang, dan nilainya memang cenderung selalu naik. Hanya saja kamu memerlukan biaya perawatan, serta waktu yang agak lama untuk menjualnya.

Deposito Jangka Panjang

Karena bisa berlaku hingga masa penyimpanan selama puluhan tahun, deposito juga masuk dalam kategori investasi jangka panjang.

Namun perlu diperhatikan bahwa kamu harus memilih bank terpercaya untuk membuka rekening deposito, agar risiko penggelapan dana atau pemindahan saldo yang akhir-akhir ini marak terjadi tidak ikut menimpamu.

Itulah penjelasan mengenai perbedaan investasi jangka pendek, menengah, dan panjang beserta contohnya.

Sebelum memulai investasi untuk mendapatkan passive income, mantapkan dulu sumber pendapatanmu dengan segera mencoba berbisnis.

Untuk modalnya, kamu bisa mendapatkan dengan cara pengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) via CekAja.com.

Ada berbagai pilihan KTA dari bank-bank terpercaya yang bisa kamu pilih. Proses pengajuannya snagat mudah, hanya perlu mengisi formulir pengajuan online serta melengkapi dokumen yang disyaratkan.

Pencairan dana dijamin cepat, dan semua produk di CekAja.com dijamin aman karena sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Yuk, segera cek produk KTA terbaik dan ajukan sekarang juga melalui CekAja.com!