Ini Perbedaan Mobil Matic Konvensional dan CVT yang Wajib Diketahui, Yuk Simak!

5 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Dari semua pemilik maupun pengendara mobil, mungkin hanya sebagian kecil saja yang tahu perbedaan mobil matic konvensional dan CVT. Selebihnya, hanya tahu apa itu matic konvensional dan CVT karena tertera di bagian belakang mobil.

Padahal, mengetahui perbedaan mobil matic konvensional dan CVT sangat penting bagi pengendara dan pemilik mobil.

Sebab, hal itu akan membuatmu mengerti tentang transmisi yang dimiliki mobilmu, dan cara kerjanya.

Karena umumnya, mobil dengan transmisi matic konvensional akan lebih boros bensin dibandingkan CVT.

Selain itu, kamu juga akan merasakan perbedaan mobil matic konvensional dan CVT lainnya, seperti yang akan diulas secara lengkap pada kesempatan kali ini.

Perbedaan Mobil Matic Konvensional dan CVT

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, kalau kali ini CekAja.com akan memberi tahu beberapa perbedaan mobil matic konvensional dan CVT.

Dirangkum dari berbagai sumber, di bawah ini merupakan perbedaan mobil matic konvensional dan CVT, yang akan diulas secara lengkap satu-persatu khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Mobil Matic Konvensional

Untuk bisa mengetahui perbedaan mobil matic konvensional dan CVT, tentu kamu harus tau informasi lengkap dari masing-masing transmisi tersebut terlebih dahulu.

Nah kali ini, kamu tahu lebih dulu tentang transmisi matic konvensional. Buat kamu yang belum tahu, transmisi matic konvensional merupakan direct replacement dari transmisi manual, yang memiliki perubahan transmisi hingga delapan kecepatan.

Mobil yang menggunakan transmisi matic konvensional, perpindahan transmisinya digerakkan oleh seperangkat planetary gear set, yang akan menciptakan rasio gigi berbeda-beda.

Planetary gear set pada mobil transmisi matic konvensional pun, sangat bergantung pada kinerja oli. Sehingga, keseluruhan perangkat tersebut harus selalu dilumasi oli.

Transmisi matic konvensional pun, sistematikanya menggunakan torque converter. Yang mana, sistematika ini memiliki fungsi sebagai pengganti perangkat kopling, pada transmisi manual.

Untuk bisa bekerja, torque converter ini akan memanfaatkan tekanan oli dari valve body, yang menggerakkan input shaft dari transmisi otomatis untuk menggerakkan mobil.

Mobil yang menggunakan transmisi konvensional pun, pada umumnya memiliki sistem empat percepatan (4-speed), yang terdiri dari gigi 1, 2, 3, 4, dan gigi mundur.

Sistem transmisi matic konvensional ini, sejatinya sudah dikenal lebih dulu oleh para pengemudi dibandingkan transmisi Continuous Variable Transmission (CVT).

Hal tersebut dikarenakan, perpindahan gigi yang dimiliki transmisi matic konvensional lebih terasa, jika dibandingkan dengan CVT yang perpindahannya lebih halus.

Nah dari semua penjelasan di atas dapat diketahui, kalau sistem transmisi matic konvensional ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang di antaranya, yaitu:

Kelebihan

  • Memberikan kesan fun to drive, dan tentunya dengan hentakan yang lebih terasa
  • Perawatannya lebih mudah
  • Spareparts atau komponen penggantinya lebih mudah didapat.

Kekurangan

  • Hampir tidak memiliki engine brake
  • Hentakan perpindahan giginya masih terasa, sehingga membuat penumpang kurang nyaman
  • Lebih boros menggunakan bahan bakar.

(Baca Juga: Cara Cek Kebocoran Oli pada Mobil Matik)

Mobil CVT

Jika di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui beberapa informasi tentang transmisi matic konvensional, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui tentang transmisi Continuous Variable Transmission (CVT).

Karena untuk tahu perbedaan mobil matic konvensional dan CVT, kamu perlu tahu lebih dahulu informasi lengkap dari kedua jenis transmisinya.

Untuk CVT sendiri, ini pada dasarnya merupakan jenis transmisi dengan teknologi yang sudah menggunakan sabuk baju lebih modern, dibandingkan matic konvensional.

Bagaimana tidak, pasalnya sistem transmisi ini memiliki proses perpindahan yang dihasilkan dari perubahan diameter sepasang puli (drive atau drive pulley), yang mengikuti perputaran mesin.

Di mana, sepasang puli tersebut nantinya akan dihubungkan oleh sabuk baja atau belt, yang akan membuat mobil ini bekerja lebih senyap.

Tidak hanya itu, setiap perpindahan gigi yang dimiliki mobil dengan sistem transmisi CVT pun minim hentakan atau lebih halus, sehingga membuat penumpang dan pengemudi menjadi lebih nyaman.

Halusnya perpindahan gigi pun disebabkan oleh cara kerja transmisi, yang setiap puli-nya akan didorong dengan sistem pompa fluida. Sehingga, beban kerja mesin akan jauh lebih ringan dari seharusnya.

Seiring berkembangnya teknologi, transmisi CVT ini kini sudah memiliki pengoperasian dua mode, yaitu otomatis dan manual.

Selain itu, mobil dengan transmisi ini juga sudah dilengkapi dengan fitur paddle shift, yang membuat para pengendara dapat merasakan sensasi memindahkan transmisi hanya dengan sentuhan jari saja.

Intinya, sistem kerja transmisi CVT sama seperti scooter. Hal tersebut dikarenakan, CVT akan menyesuaikan RPM terbaik dengan kecepatan yang pengemudi inginkan.

Namun kamu harus tahu satu hal, kalau pengemudi dilarang untuk menginjak pedal gas terlalu dalam. Sebab, hal itu akan memancing RPM mobil akan lebih naik lebih dulu dibandingkan kecepatan yang diinginkan.

Jadi, bisa dikatakan kalau transmisi ini memiliki jarak sekian detik, mulai dari menginjak pedal gas sampai mobil mencapai titik tenaga yang diinginkan.

Nah dari semua penjelasan di atas, kamu mungkin sudah bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan yang dimiliki transmisi mobil ini.

Tetapi untuk mempermudah kamu mengetahuinya, CekAja.com telah merangkumnya sebagai berikut.

Kelebihan

  • Engine brake yang dimiliki lebih besar
  • Hentakan perpindahan gigi terasa cukup halus
  • CVT diklaim lebih hemat bahan bakar, karena mesin bisa berputar rendah pada kecepatan tinggi.

Kekurangan

  • Pada kecepatan rendah, tarikannya kurang terasa
  • Tidak sekuat girboks AT torque converter (matic konvensional), khususnya untuk melewati medan yang berat dan tanjakan
  • Cenderung lebih rumit dan menghabiskan biaya besar apabila terjadi kerusakan.

(Baca Juga: Cara Merawat Mobil Matic yang Benar)

Dari semua pembahasan di atas, perbedaan mobil matic konvensional dan CVT mungkin sudah terlihat.

Namun untuk lebih jelasnya, perbedaan mobil matic konvensional dan CVT sendiri secara umum terletak pada perpindahan transmisinya.

Untuk matic konvensional, perpindahan transmisi mobil ini bisa diketahui melalui hentakannya yang cukup terasa.

Sementara, CVT memiliki perpindahan transmisi yang jauh lebih halus dibandingkan matic konvensional.

Sehingga ketika berpindah transmisi, kamu selaku pengemudi atau penumpang akan lebih nyaman, karena tidak merasakan hentakan yang terjadi.

Dan jika berbicara lebih baik mana antara transmisi matic konvensional dan CVT, sebenarnya keduanya tidak bisa dibandingkan, karena balik lagi sesuai kebutuhan pengguna dan kebiasaannya.

Intinya, dalam berkendara kamu harus selalu berhati-hati, baik itu menggunakan mobil transmisi matic konvensional maupun CVT.

Sebab, risiko kerusakan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Kamu pun sebaiknya menggunakan asuransi kendaraan, untuk bisa mendapatkan perlindungan lebih.

Sebab, asuransi kendaraan akan menanggung semua risiko kerusakan yang terjadi. Dan jika terjadi sesuatu, nantinya kamu tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang besar untuk perbaikan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kendaraan.

Jadi, buat kamu yang belum melindungi kendaraanmu dengan asuransi kendaraan, bisa segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kendaraan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kendaraan terbaikmu sekarang juga, dan dapatkan perlindungan kendaraan yang optimal!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani