Susu Full Cream atau Susu Low Fat, Mana yang Lebih Sehat?

5 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Sebagai salah satu asupan yang dibutuhkan, baik susu full cream atau susu low fat keduanya sama-sama mengandung banyak nutrisi yang bisa memenuhi kebutuhan gizi harian tubuh. Hanya saja, jumlah kandungan lemak dan kalori yang dimiliki keduanya berbeda.

Sehingga jika ingin dikonsumsi, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu kandungan lemak, kalori dan nutrisi lainnya dari susu full cream atau susu low fat.

Hal itu berguna untuk memastikan, bahwa susu mana yang paling sehat dan sesuai dengan kebutuhan gizi harian tubuh.

Nah untuk mengetahui hal tersebut lebih jelas, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulas beberapa hal terkait susu full cream dan susu low fat sebagai berikut. Simak bersama-sama, yuk!

Kandungan Lemak Susu Full Cream dan Susu Low Fat

Hal pertama yang akan dibahas mengenai susu full cream atau susu low fat adalah kandungan lemaknya.

Dari namanya saja sudah terlihat, kalau susu full cream mengandung kadar lemak yang lebih banyak dibandingkan susu low fat.

Hal tersebut dikarenakan, tekstur susu full cream lebih creamy dibandingkan susu low fat. Dan untuk kandungan lemaknya sendiri, susu full cream mengandung sekitar delapan gram atau 3,25 persen lemak dalam satu cangkirnya.

Sementara, susu low fat hanya mengandung sekitar 2,4 gram atau 1-2 persen lemak dalam setiap cangkirnya.

Dengan begitu, dapat disimpulkan kalau kandungan lemak yang dimiliki susu full cream lebih banyak dibandingkan susu low fat.

Banyaknya kandungan lemak yang dimiliki setiap susu pun, dipengaruhi oleh proses pembuatannya.

Seperti misalnya susu full cream, ia memiliki kandungan lemak yang lebih banyak, karena hanya diproses dengan biasa saja dan tidak dilakukan proses penyusutan lemak.

Sedangkan, susu low fat dibuat melalui proses penyusutan lemak. Sehingga sangat wajar, apabila kandungan lemak yang dimiliki susu low fat lebih sedikit dibandingkan susu full cream.

Perlu diketahui, kalau semakin banyak proses yang dilakukan dalam suatu susu, maka akan semakin berkurang nutrisi yang terkandung.

Oleh karena itu, jika berbicara lebih sehat mana susu full cream atau susu low fat, sebenarnya itu tergantung kebutuhan tubuh setiap individu.

Jika memang diharuskan mengonsumsi susu low fat, maka sebaiknya imbangi dengan konsumsi makanan sehat lainnya serta pola makan yang baik, untuk menunjang asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

(Baca Juga: Manfaat Susu Kurma Bagi Kesehatan)

Kandungan Kalori Susu Full Cream atau Susu Low Fat

Nah setelah mengetahui kandungan lemak yang dimiliki susu full cream dan susu low fat, selanjutnya kamu perlu mengetahui kandungan kalorinya.

Sebenarnya, berbicara tentang susu sama saja dengan bicara soal kalori. Buat orang yang mengalami obesitas, ia biasanya diminta oleh dokter untuk mengganti jenis susu yang dikonsumsinya, dari yang sebelumnya full cream menjadi low fat atau bahkan skim.

Pasalnya, susu full cream mengandung kalori tinggi yang tidak baik untuk pasien obesitas. Sehingga, akan lebih baik jika pasien tersebut mengganti konsumsi susunya dengan susu low fat atau skim.

Pasien obesitas itu pun bisa memilih ingin mengonsumsi susu low fat atau skim. Sebab, besaran kalori dari kedua jenis susu tersebut tidak jauh berbeda.

Namun, jika pasien tidak suka susu yang terlalu cair dan tidak ada rasanya, maka sebaiknya mengonsumsi susu low fat yang masih memiliki tekstur creamy dan gurih.

Jumlah Asupan Susu yang Dibutuhkan Tubuh

Mengetahui kandungan lemak dan kalori yang dimiliki susu full cream dan low fat saja sepertinya tidak cukup. Akan lebih baik jika kamu juga mengetahui jumlah asupan susu yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.

Melansir dari klikdokter.com, jumlah asupan susu yang dibutuhkan tubuh sebenarnya berbeda-beda untuk setiap orang.

Namun untuk anak-anak sendiri, ada rekomendasi jumlah asupan susu yang baik untuk dikonsumsi, yaitu:

  • 2 cangkir susu setiap hari, untuk anak dengan usia 2-8 tahun
  • 3 cangkir susu setiap hari, untuk anak dengan usia 9-18 tahun

Dengan mengonsumsi susu secara rutin, kebutuhan tubuh anak akan lemak baik dapat terpenuhi.

Tetapi jika anak tidak menyukai susu, maka kamu bisa mengganti asupannya dengan makanan dan minuman lain yang terbuat dari susu, seperti misalnya keju dan yoghurt yang memiliki kalsium tinggi dan vitamin D.

Atau jika anak intoleransi laktosa (alergi susu sapi), maka kamu selaku orang tua bisa mengatasinya dengan mengganti susu sapi menjadi susu kedelai, susu oat, susu kurma dan susu lainnya ketika anak sudah berusia dua tahun.

Meski mengonsumsi susu itu sifatnya wajib, namun sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Sebab, hal itu dapat menimbulkan kalori ekstra dan memicu timbulnya anemia pada anak.

Jadi, Susu Full Cream atau Susu Low Fat yang Sehat Dikonsumsi?

Jika melihat dari penjelasan di atas, baik itu susu full cream atau susu low fat sebenarnya keduanya sama-sama sehat dan baik dikonsumsi.

Dengan catatan, semuanya balik lagi tergantung pada kebutuhan tubuh setiap individu. Bagi kamu yang tidak memiliki kelainan atau gangguan kesehatan apapun, sebaiknya mengonsumsi susu full cream, untuk memenuhi kebutuhan lemak tubuh.

Sementara bagi kamu yang memiliki gangguan kesehatan seperti obesitas, sebaiknya kamu mengonsumsi susu sesuai anjuran dokter. Biasanya, dokter akan menganjurkanmu untuk mengonsumsi susu low fat atau skim.

Sebab, dua susu tersebut memiliki kandungan lemak dan kalori yang rendah. Berbeda dengan susu full cream yang kandungan lemak dan kalorinya terbilang sangat banyak.

Sebagai informasi tambahan, susu low fat baru bisa diberikan pada anak dengan usia minimal 12 bulan.

Itu pun konsumsi hariannya tetap harus dibatasi dan dipadukan dengan makanan sehat lainnya, agar kebutuhan gizi anak selalu terpenuhi dengan baik.

(Baca Juga: 10 Manfaat Susu Kambing Etawa)

Nah, beberapa hal terkait susu full cream atau susu low fat sudah kamu ketahui secara lengkap di pembahasan sebelumnya.

Mulai dari kandungan lemak, kalori, jumlah asupan susu yang dibutuhkan tubuh, hingga kesimpulan dari susu full cream atau susu low fat yang lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi.

Jika dari semua pembahasan di atas ternyata tubuhmu lebih membutuhkan asupan dari susu low fat, maka mulai saat ini kamu bisa mengonsumsi susu low fat.

Kamu bisa menemukan beragam susu low fat di supermarket maupun ecommerce. Agar lebih murah, kamu juga bisa membelinya menggunakan kartu kredit.

Sebab, kartu kredit seringkali memberikan promo belanja menarik yang dapat dinikmati para penggunanya, baik dalam bentuk diskon, cashback atau rewards point.

Maka dari itu, buat kamu yang juga ingin mendapatkan dan menikmati promo tersebut namun belum memiliki kartu kredit, kamu bisa segera mengajukannya melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk kartu kredit khusus untuk belanja, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan kartu kredit terbaikmu sekarang juga dan dapatkan segudang promo menariknya!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani