10 Tanda Autis Pada Bayi dan Anak yang Wajib Diketahui

Kini, mengetahui sejumlah tanda autis pada bayi dan anak menjadi hal yang sangat penting, khususnya untuk kamu yang memegang peran sebagai orang tua. Pasalnya, tidak semua anak autis menunjukkan tanda yang jelas di awal gejalanya.

Autisme atau yang dikenal dengan autis, pada dasarnya merupakan gangguan otak, yang membatasi seseorang untuk berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

Umumnya, autis bisa diketahui melalui tanda yang ditunjukan seorang anak, ketika usianya belum masuk tiga tahun.

Namun ternyata, tidak semua anak yang mengalami autis menunjukkan gejala yang sama secara jelas.

Ada yang menunjukkannya di awal bulan pertama, ada juga yang perilakunya baru mulai terlihat jelas pada usia dua atau tiga tahun, bahkan ada pula yang tidak menunjukkan gejala apapun.

Oleh sebab itu, disimpulkan kalau waktu dan intensitas tanda-tanda awal autisme setiap penderita berbeda. Dengan begitu, mendapatkan evaluasi dari profesional menjadi hal yang penting.

Tetapi sebelum masuk ke tahap evaluasi profesional, ada baiknya kamu analisis terlebih dahulu perilaku anak, melalui beberapa tanda autis pada bayi dan anak, yang bisa kamu ketahui secara lengkap di artikel kali ini. Yuk, simak bersama-sama!

Faktor Penyebab Autisme

Sebelum mengetahui sejumlah tanda autis pada bayi dan anak, alangkah baiknya jika kamu mengetahui beberapa faktor penyebab autisme terlebih dahulu.

Walaupun, penyebab pasti dari autisme belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu masalah autisme pada anak dan bayi, yang di antaranya yaitu:

  • Faktor genetik/keturunan
  • Terlahir sebagai kembar identik
  • Faktor jenis kelamin, karena umumnya anak laki-laki lebih berisiko terkena autisme dibandingkan anak perempuan
  • Faktor usia ibu saat melahirkan
  • Efek samping dari gangguan lainnya seperti lumpuh otak, sindrom down, sindrom Rett, dan distrofi otot.

(Baca Juga: Buku Edukasi untuk Anak Autisme)

Tanda Autis Pada Bayi dan Anak

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui faktor penyebab autisme, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui sejumlah tanda autisme pada bayi dan anak.

Yang mana, semua tanda ini umumnya ditunjukkan oleh bayi dan anak yang menderita autisme, meskipun tidak semua bayi dan anak autis menunjukkan tanda yang sama.

Jika kamu ingin tahu, apa saja tanda autis pada bayi dan anak yang kerap ditunjukkan, di bawah ini CekAja.com telah merangkum 10 di antaranya, yang akan diulas sebagai berikut.

1. Memiliki gangguan kontak mata

Tanda autis pada bayi dan anak yang pertama, yaitu adanya gangguan kontak mata. Dalam hal ini, maksudnya adalah bayi dan anak yang menderita autis, memiliki kontak mata yang kurang dengan siapapun yang mengasuhnya.

Melansir lifestyle.kompas.com, sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Nature menunjukkan, kalau bayi yang mengalami gangguan spektrum autisme (ASD), akan mengalami penurunan kontak mata pada usia sekitar dua bulan dan enam bulan.

Kamu bisa melihat ciri-cirinya dari tatapan matanya yang kosong dan tidak fokus, seperti sedang melamun.

Selain itu, kamu juga bisa melihatnya dari tatapan matanya yang tidak pernah menatap matamu balik, ketika sedang disuapi makanan.

2. Tidak memberikan respon saat diajak interaksi

Tanda berikutnya yang perlu kamu ketahui, yaitu bayi dan anak dengan autisme cenderung tidak memberikan respon saat diajak berinteraksi.

Secara umum, bayi akan merespon apa yang ia lihat dan ia dengar dari orang-orang disekitarnya, terutama suara ayah dan ibunya.

Akan tetapi, bayi dan anak yang menderita autisme tidak melakukan hal yang serupa. Mereka lebih jarang melihat dan mendengarkan orang lain, sekalipun orang tuanya.

Maka dari itu, bukan sesuatu hal yang mengejutkan, apabila bayi dan anak yang menderita autisme tidak memberikan respon apapun ketika diajak interaksi, termasuk ketika namanya dipanggil.

3. Tidak mengikuti/meniru kebiasaan orang lain

Selain dua hal di atas, tanda autis pada bayi dan anak juga ditunjukkan dari perilakunya yang tidak mengikuti kebiasaan orang lain.

Sebab, bayi dan anak dengan autisme tidak suka meniru. Berbeda dengan bayi dan anak-anak pada umumnya, yang suka meniru perilaku seseorang terhadapnya, baik itu tersenyum, melambaikan tangan maupun menepuk.

4. Tidak mengoceh

Tidak hanya tak suka mengikuti kebiasaan orang lain, bayi dan anak dengan autisme juga nyatanya tidak suka mengoceh.

Tanda autis pada bayi dan anak ini, biasanya ditunjukkan ketika bayi berusia sekitar enam sampai sembilan bulan.

Apabila tanda ini muncul di usia awal, maka anak sudah pasti mengalami gangguan dalam kemampuan verbalnya, dan akan berdampak ke perkembangan kognitif anak.

5. Tidak merespon emosi orang lain

Satu hal yang wajib diketahui oleh para orang tua, kalau ternyata bayi dan anak yang menderita autisme tidak akan merespon emosi orang lain.

Hal ini tentu sangat berbeda dari bayi dan anak-anak yang normal, karena mereka sangat sensitif dengan emosi yang diperlihatkan orang lain.

Sementara, bayi dan anak yang abnormal memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk menanggapi emosi orang lain. Contoh kecilnya, yaitu ketika orang lain tersenyum, ia tidak akan menanggapi senyuman orang lain tersebut.

6. Tidak menyukai permainan yang menggunakan daya imajinasi

Tidak menyukai permainan yang menggunakan daya imajinasi, nyatanya juga menjadi bagian dari tanda autis pada bayi dan anak yang kerap ditunjukkan.

Sebagai contoh, anak perempuan normal yang berusia sekitar dua atau tiga tahun, biasanya suka bermain boneka dan menjadikan dirinya berperan sebagai ibu.

Tetapi hal itu tidak terjadi pada anak dengan autisme. Sebab, mereka akan lebih fokus dengan boneka tersebut dibandingkan memanfaatkannya sebagai mainan, dan mengimajinasikan diri mereka sebagai sebuah tokoh yang harus memiliki peran.

7. Menunjukkan perilaku yang berulang-ulang

Di urutan ketujuh ada menunjukkan perilaku yang berulang-ulang. Bisa dikatakan, ini merupakan tanda autis pada bayi dan anak yang paling banyak diketahui.

Pasalnya, bayi dan anak yang menderita autisme, cenderung melakukan gerakan atau tindakan yang sama secara berulang.

Seperti misalnya bertepuk tangan, berputar-putar, menggoyangkan tubuh dan lain sebagainya, karena mereka obsesif dengan gerakan tersebut.

8. Tidak mau bersosialisasi

Perlu diketahui, bayi dan anak dengan autisme juga umumnya tidak mau bersosialisasi. Jadi, dibandingkan harus berinteraksi atau berbagai pengalaman dengan anak-anak lainnya, mereka lebih baik menyendiri.

Dan ketika mereka berada dalam kesulitan, anak dengan autisme lebih suka menyimpannya sendiri, daripada harus mencari bantuan yang melibatkan orang-orang disekitarnya.

9. Tidak menunjukkan ketertarikan

Tanda autis pada bayi dan anak yang kesembilan, yaitu mereka tidak menunjukkan ketertarikan. Jika ada pertanyaan “Dalam hal apa?”, tentu jawabannya dalam hal apapun.

Bentuk ekspresi yang menunjukkan sebuah ketertarikan, pada dasarnya akan diperlihatkan melalui menunjuk benda, membuat gerakan dan lain sebagainya.

Bentuk ketertarikan itu, mungkin adalah hal yang biasa ditunjukkan oleh bayi dan anak-anak normal.

Namun, pada anak dengan autisme, mereka tidak akan menunjuk sesuatu yang menarik perhatiannya, maupun menunjukkan ketertarikan pada benda-benda yang diberikan.

10. Menunjukkan tanda-tanda lainnya

Sebenarnya, selain sembilan tanda autis pada bayi anak di atas, ada beberapa tanda lainnya yang perlu kamu ketahui, di antaranya yaitu:

  • Tidak bisa memulai bahkan melanjutkan percakapan
  • Nada bicara yang tidak biasa, atau cenderung datar
  • Lebih senang menyendiri dan asik dengan dunianya sendiri
  • Menghindari bahkan menolak kontak fisik dengan orang lain
  • Tidak suka bersosialisasi, bahkan hanya untuk berbicara pun tak mau
  • Kurang memahami penggunaan kata dengan tepat
  • Kurang memahami pertanyaan atau petunjuk sederhana.

Cara Mengatasi Autis

Sejumlah tanda autis pada bayi dan anak, sudah kamu ketahui secara lengkap informasinya di pembahasan sebelumnya.

Dari semua tanda tersebut, kamu mungkin bertanya “Bagaimana cara mengatasi autis? Apakah bisa disembuhkan?”.

Nah, jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah bisa. Caranya? tentu dengan melakukan terapi perilaku (behavioral therapy) secara intensif.

Pada bayi dan anak-anak, biasanya terapi ini dilakukan sebelum mereka menginjak usia tiga tahun. Sebab, usia tersebut adalah usia terbaik untuk memperbaiki kemampuan bahasa dan fungsi sosial anak.

Tetapi selain melalui terapi sosial, bayi dan anak dengan autisme juga perlu mendapat pendidikan khusus, latihan serta dukungan orang tua.

Bahkan dalam kondisi yang buruk dan disertai gejala psikiatri, bayi dan anak-anak tersebut juga perlu mengonsumsi obat-obatan tertentu.

(Baca Juga: Cara Tepat Menangani Anak Autis)

Memang, biaya yang akan dihabiskan mungkin sangat banyak dan besar. Namun, itu tidak menjadi penghalang dan masalah yang besar, apabila kamu memiliki asuransi kesehatan.

Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, nantinya kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan yang harus dibayarkan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Untuk itu, buat kamu yang hingga saat ini belum melindungi diri dengan asuransi kesehatan, yuk segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!