7 Tips Agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Yuk Simak!

Siapa di antara kamu yang pernah tertipu saat mencari lowongan pekerjaan? Jika kamu satu di antaranya, sepertinya kamu harus tahu sejumlah tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu.

Dalam beberapa kasus, orang yang tertipu saat mencari pekerjaan, umumnya adalah orang-orang yang baru terjun ke dunia kerja, seperti misalnya mahasiswa yang baru lulus kuliah, atau fresh graduate.

Karena tidak memiliki cukup pengalaman dalam mencari kerja, para fresh graduate tersebut biasanya akan lebih mudah terkena modus penipuan satu ini.

Pasalnya, orang yang melakukan modus ini akan memberikan iming-iming gaji besar dan lingkungan pekerjaan yang enak.

Padahal, itu semua hanya bualan sangat “penjahat” untuk bisa mendapatkan mangsa, dan menerima sejumlah uang.

Hal itu tentu sangat berbahaya, dan tentunya harus dihindari oleh semua orang, tidak hanya fresh graduate saja.

Maka dari itu, untuk mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal tersebut, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan memberikan sejumlah tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu, yang akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Ciri-ciri Lowongan Kerja Palsu

Sebelum tahu lebih jauh tentang tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu, ada baiknya kamu ketahui terlebih dahulu ciri-ciri lowongan kerja palsu.

Yang mana, ciri-ciri ini sebenarnya sangat mudah diketahui. Lowongan kerja palsu, biasanya memberikan penawaran gaji yang fantastis, diluar dari rata-rata gaji suatu pekerjaan pada umumnya.

Namun selain itu, masih ada beberapa ciri-ciri lowongan kerja palsu lainnya yang perlu kamu ketahui, di antaranya yaitu:

  • Penulisan deskripsi pekerjaan yang buruk, karena banyak ditemukan typo
  • Tidak memasukkan minimal berapa tahun pengalaman ke dalam persyaratannya
  • Menawarkan gaji fantastis, dengan tanggung jawab pekerjaan yang tidak seberapa
  • Diminta memberikan sejumlah uang dengan alasan yang tidak jelas
  • Penawaran masuk kerja diberikan mendadak
  • Email perusahaan terlihat dibuat asal-asalan, dengan penggunaan nama yang dipaksakan
  • Calon pelamar akan dimintai informasi pribadi yang tidak relevan.

(Baca Juga: Ciri-ciri Penipuan Lowongan Kerja Via Online)

Tips Agar Tidak Tertipu Lowongan Kerja Palsu

Setelah tahu ciri-ciri lowongan kerja palsu, maka kini saatnya kamu mengetahui tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu.

Tips yang perlu kamu ketahui dan lakukan sebenarnya tidak banyak, karena hanya terdiri dari tujuh poin, yaitu:

1. Banyak ditemukan iklan lowongan kerja palsu dan berulang

Tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu yang pertama, yaitu banyak ditemukan iklan lowongan kerja palsu dan berulang.

Sebagai oknum yang akan menipu calon pelamar kerja, mereka tak jarang akan memposting banyak lowongan kerja palsu di berbagai website.

Hal itu tentunya ditujukan agar para calon pelamar, mudah mencari tahu dan mengakses lowongan kerja tersebut.

Karena oknum jahat itu sudah tahu, kalau sebagian besar calon pelamar, akan mencari informasi mengenai perusahaan yang menghubunginya terlebih dahulu, sebelum meresponnya.

2. Cari tahu informasi lengkap perusahaan

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, kalau para oknum jahat ternyata banyak menaruh iklan lowongan pekerjaan palsu di berbagai media.

Maka dari itu, sebagai tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu, kamu sebagai calon pelamar harus lebih teliti dalam mencari tahu informasi lengkap perusahaan.

Itu pun menjadi hal yang wajib dilakukan, khususnya ketika mendapat panggilan interview kerja.

Poin utama yang perlu kamu perhatikan, yaitu alamat dan nomor telepon perusahaan yang menghubungimu.

Apabila alamat perusahaan yang diberikan tidak sesuai dengan alamat yang tertera pada informasi asli, maka panggilan interview perusahaan tersebut patut dicurigai.

Karena tidak menutup kemungkinan, panggilan interview itu adalah ulah dari oknum jahat yang tidak bertanggung jawab.

3. Perhatikan dengan baik alamat email perusahaan

Selain dua hal di atas, tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu lainnya, yaitu memperhatikan alamat email perusahaan dengan baik.

Perusahaan yang benar, biasanya akan mengirim email menggunakan alamat email resmi perusahaannya.

Sehingga, dibagian bawah kiri email akan tercantum nama jelas pengirim email dan jabatannya, nama perusahaan serta alamat lengkap perusahaan.

Sementara, jika kamu menerima email panggilan interview yang berasal dari email web based seperti Gmail, maka kamu patut curiga kalau itu adalah email penipuan.

Maka dari itu, sebelum merespon suatu email panggilan kerja, ada baiknya kamu telaah terlebih dahulu alamat email apa yang digunakan perusahaan tersebut.

4. Cek dan konfirmasi ketika mendapat SMS untuk interview

Setelah memeriksa alamat email perusahaan, kamu juga perlu mengecek dan melakukan konfirmasi panggilan interview yang diterima.

Misalnya kamu menerima panggilan interview dari perusahaan melalui SMS, maka sebaiknya kamu lakukan konfirmasi untuk memastikan, apakah panggilan interview itu berasal dari perusahaan yang kamu lamar, atau dari perusahaan yang memang berkualitas dan ternama.

Jika panggilan interview tidak berasal dari tiga hal itu, maka kamu wajib waspada dan mempertanyakannya dengan jelas kepada pihak terkait.

5. Hindari perusahaan yang meminta uang

Tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu yang kelima, yaitu hindari perusahaan yang meminta uang.

Ini menjadi hal wajib yang perlu kamu lakukan, sebab perusahaan yang meminta uang di awal proses perekrutan, kebanyakan adalah perusahaan bodong.

Karena logikanya, orang melamar kerja untuk mendapatkan pekerjaan dan uang. Lantas, kenapa harus membayar sejumlah uang terlebih dahulu di awal?

Untuk itu, jika kamu menemukan perusahaan yang meminta uang di awal proses penerimaan, maka sebaiknya dihindari saja dan jangan direspon lebih jauh.

6. Melapor ke pihak berwajib

Melapor ke pihak berwajib merupakan bentuk tindakan lebih lanjut yang perlu dilakukan, apabila kamu menjadi korban dari penipuan lowongan kerja.

Karena dengan melapor ke pihak berwajib, kamu secara tidak langsung membantu menghentikan tindak penipuan bermodus lowongan pekerjaan, yang sudah merugikan para pencari kerja.

7. Cari pekerjaan di situs lowongan kerja berkualitas

Tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu yang terakhir, yaitu cari pekerjaan di situs lowongan kerja berkualitas.

Contoh situs lowongan kerja yang bisa kamu gunakan, di antaranya yaitu LinkedIn, Jobstreet, Glints, Kalibrr dan lain sebagainya.

Semua situs lowongan kerja tersebut, bisa kamu gunakan untuk mencari pekerjaan yang diinginkan.

Sebab di sana, tersedia banyak lowongan kerja dari berbagai bidang. Sehingga, kamu bisa memilihnya sesuai keinginan dan kemampuan yang dimiliki.

Jadi, sebisa mungkin hindari situs lowongan kerja yang kurang ternama, dan menyediakan iklan dengan informasi kurang jelas, karena dicurigai itu adalah situs lowongan kerja palsu.

(Baca Juga: Situs Lowongan Kerja Terpercaya)

Nah, itulah beberapa informasi seputar lowongan kerja palsu, yang sudah kamu ketahui secara lengkap di pembahasan sebelumnya.

Mulai dari ciri-ciri lowongan kerja palsu, hingga tips agar tidak tertipu lowongan kerja palsu sudah kamu ketahui secara rinci.

Dari semua informasi itu, kamu bisa lebih berhati-hati dalam mencari lowongan kerja. Tetapi jika kamu ternyata sudah pernah menjadi korban, dan kapok mencari pekerjaan lagi, maka tidak ada salahnya kamu mencoba peluang baru dengan berbisnis.

Mungkin kamu akan mengeluarkan modal yang lebih besar untuk memulainya, namun itu akan seimbang dengan hasil yang didapat nantinya.

Dan untuk modal sendiri, kamu bisa menggunakan tabungan yang dimiliki. Jika tabungan tersebut tidak mencukupi dana yang dibutuhkan, maka tidak ada salahnya kamu mengajukan pinjaman dana tunai.

Di zaman yang serba digital ini, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai secara online, seperti misalnya melalui situs perbandingan CekAja.com.

Di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana tunai, dengan nominal sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan pinjaman melalui CekAja.com sekarang juga!