Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia 2020, Baik di PTN dan PTS Favorit

6 min. membaca Oleh Vera Khairifah pada

Dalam memperingati Hari Dokter Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Oktober, informasi mengenai biaya kuliah kedokteran di Indonesia rasanya patut dibahas. Walau mahal, fakultas kuliah ini tidak pernah sepi peminat.

Selamat Hari Dokter Nasional! Ya, setiap tanggal 24 Oktober, hari spesial dokter ini diperingati sebagai momen menghargai jasa-jasa para dokter.

Biasanya, berbagai lembaga dan organisasi kesehatan memperingati momen ini dengan membuat acara khusus.

Seperti kumpul bersama dengan rekan seprofesi, atau membuat seminar dan layanan kesehatan gratis.

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, menggelar acara-acara serupa tersebut rasanya sulit dilakukan.

Gencarnya penyebaran Covid-19 di Indonesia sampai detik ini juga menjadi hal yang membuat hati terasa miris.

Sebab, jasa para dokter dan tenaga medis lainnya semakin terlihat begitu berharga.

Masa Kuliah Kedokteran di Indonesia

Meskipun proses belajar dan lama waktu pendidikan menjadi dokter sangat sulit dan lama, namun banyak calon mahasiswa yang tetap berminat kuliah di Fakultas Kedokteran.

Bayangkan saja, untuk meraih sarjana kedokteran, mahasiswa harus menempuh pendidikan rata-rata 4 tahun.

Kemudian dilanjut dengan koas atau tahap kerja/praktek sebagai dokter muda selama 2 tahun, dan magang selama 1 tahun. Barulah dia bisa menjadi seorang dokter umum.

Sedangkan untuk mengambil pendidikan spesialis membutuhkan lama waktu pendidikan sekitar 5 tahun, dan syarat masa kerja 1 tahun untuk lulus dan mendapat lisensi menjadi seorang dokter spesialis.

Jadi, untuk menjadi seorang dokter spesialis dibutuhkan waktu pendidikan selama kurang lebih 13 tahun. Sebuah proses yang panjang, bukan?

(Baca Juga: Ini Dia 6 Perusahaan Nasional yang Rutin Kasih Beasiswa Kuliah)

Lalu, Mengapa Kuliah Kedokteran Begitu Diminati?

Sekarang ini, sudah banyak universitas maupun perguruan tinggi negeri dan swasta yang baru bermunculan. Masing-masing di antaranya menonjolkan Fakultas Kedokteran sebagai fakultas andalan.

Hal ini juga disebabkan karena tingginya minat calon mahasiswa untuk kuliah di Fakultas Kedokteran.

Meskipun dalam kurun waktu 2 tahun terakhir terjadi penurunan jumlah pendaftar, namun jumlahnya tetap tinggi.

Dalam setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saja misalnya, rata-rata ada lebih dari 3.000 peminat yang mendaftar di Fakultas Kedokteran setiap tahun.

Menjalani kuliah kedokteran dapat dikatakan sangat sulit, lho. Selain masa pendidikan yang lama, dibutuhkan penguasaan materi yang sangat matang, dan biaya kuliah kedokteran di Indonesia yang tidak murah.

Untuk menjadi seorang dokter, kamu harus memiliki integritas dan profesionalisme tinggi karena tanggungjawab seorang dokter tidaklah mudah.

Belum lagi dukungan finansial yang harus dipenuhi selama masa kuliah kedokteran.

Lalu, apa sih yang bikin jumlah peminat kuliah kedokteran tetap banyak?

Selain soal jasa dokter yang begitu besar dan patut dihormati, persoalan peluang karir juga tak bisa diabaikan. Faktanya, kebutuhan dokter masih belum tercukupi.

Indonesia Butuh Lebih Banyak Dokter Spesialis

Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, jumlah dokter yang ada di tanah air masih belum seimbang dan belum merata.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik.com, menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tahun 2019, dr Daeng M Fakih, jumlah dokter di Indonesia bertambah sekitar 10 ribu sampai 12 ribu dokter per tahunnya.

Pada akhir tahun 2019, IDI mencatat ada 160 ribu dokter yang terdaftar di Indonesia.

Namun memang data ini adalah data dinamis, yang mana jumlah itu didominasi oleh dokter umum sebanyak 138 ribu dokter. Sedangkan jumlah dokter spesialis hanya sekitar 30 ribu dokter saja.

Enggak heran jika banyak pasien dengan penyakit tertentu yang harus berobat ke dokter spesialis yang ada di kota besar atau bahkan hingga ke luar negeri.

Jumlah dokter umum yang banyak juga keberadaannya belum merata. Bagian daerah Indonesia Timur saat ini masih kekurangan jumlah dokter.

Jadi, peluang karir bagi dokter masih sangat potensial untuk ditingkatkan. Banyak rumah sakit yang membutuhkan dokter umum, apalagi dokter spesialis.

Jumlah sumber daya manusia yang masih terbatas tentu membuat profesi dokter begitu dihargai, sehingga bergaji tinggi.

Makanya, banyak calon mahasiswa yang mendaftar untuk kuliah kedokteran meskipun biaya kuliah kedokteran di Indonesia mahal.

(Baca Juga: Rekomendasi Pinjaman Dana Pendidikan untuk Masuk Kuliah)

Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia

Biaya kuliah kedokteran di Indonesia terbilang mahal, baik itu di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Rentang biaya kuliah kedokteran di Indonesia mulai dari Rp500.000 per semester, hingga Rp700 juta-an untuk satu program sarjana hingga lulus S1 Kedokteran.

Untuk PTN dengan program Bidik Misi atau PTS dengan program beasiswa, terdapat kuota terbatas bagi mahasiswa yang kompeten dan berkesempatan menjalani program kuliah kedokteran secara gratis.

Berikut ini daftar biaya kuliah kedokteran di Indonesia tahun ajaran 2020/2021, yang disesuaikan dengan PTN dan PTS terfavorit:

1. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – UI

Biaya kuliah kedokteran di Indonesia di Universitas Indonesia (UI) yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, dan Salemba, Jakarta, bervariasi.

Semua siswa akan melalui proses penentuan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) alias biaya semesteran, yang disesuaikan dengan pendapatan.

Biaya kuliah kedokteran di UI antara Rp0 (gratis untuk mahasiswa tidak mampu atau penerima program Bidik Misi), hingga Rp7,5 juta per semester.

Sedangkan untuk biaya kuliah kedokteran di UI yang disesuaikan dengan kesediaan mahasiswa membayar, UKT-nya antara Rp10 juta sampai Rp15 juta per semester.

2. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – UGM

Di Universitas Gajah Mada (UGM) di Yogyakarta, biaya kuliah kedokteran juga disesuaikan dengan pendapatan mahasiswa atau wali.

Kisaran biaya kuliah kedokteran di UGM antara Rp500.000 sampai Rp22,5 juta per semester untuk Program S1.

Sedangkan untuk Program Spesialis, UKT dipatok antara Rp9 juta sampai Rp27 juta per semester.

3. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Unair

Buat kamu yang ingin kuliah kedokteran di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jawa Timur, biaya kuliah kedokteran juga wajib diketahui.

Biaya kuliah kedokteran di Unair berkisar mulai dari Rp0 (gratis), hingga Rp25 juta per semester. Pembagian besaran UKT disesuaikan dengan pendapatan dan program studi yang dipilih.

4. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Undip

Biaya kuliah kedokteran di Indonesia yang selanjutnya akan ditelisik adalah di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah.

Salah satu PTN terfavorit ini mematok biaya UKT mulai dari Rp500.000 sampai Rp19 juta per semester. Angka ini disesuaikan dengan pendapatan dan program studi yang dipilih.

5. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Unsoed

Di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Banyumas, Jawa Tengah, biaya kuliah kedokteran dipatok dalam angka dana sumbangan yang bervariasi.

Yakni mulai dari Rp50 juta sampai di atas Rp300 juta untuk satu kali masa kuliah.

6. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Universitas Trisakti

Universitas Trisakti sebagai PTS ternama di Indonesia juga memiliki program kuliah kedokteran. biaya kuliah kedokteran di Trisakti terdiri atas dana sumbangan, biaya per semester, dan biaya praktikum.

Dana sumbangan sekitar Rp300 juta (sekali bayar), UKT per semester sekitar Rp32,3 juta, dan biaya praktikum Rp45 juta (sekali bayar).

Maka, total dari ketiga jenis biaya itu adalah sekitar Rp606 juta untuk masa kuliah 8 semester.

7. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Universitas Atmajaya

Sedangkan untuk biaya kuliah kedokteran di Universitas Atmajaya, total biayanya lebih tinggi daripada di Universitas Trisaksti.

Yakni terdiri dari dana sumbangan sebesar Rp300 juta sampai Rp457 juta, dan biaya UKT per semester sebesar Rp42,5 juta.

Jika mahasiswa menyelesaikan masa pendidikan selama 8 semester, maka estimasi biaya kuliah kedokteran di Atmajaya adalah Rp797 juta (dari awal masuk hingga lulus).

8. Biaya Kuliah Kedokteran di Indonesia – Universitas YARSI

Universitas YARSI merupakan PTS dengan Fakultas Kedokteran yang dinilai berkualitas dan difavoritkan.

Biaya kuliah kedokteran di YARSI pun tak kalah mahal, sebab biaya per semester memiliki nilai yang berbeda karena disesuaikan dengan program dan mata kuliah yang dijalani pada semester itu.

Kamu harus mengocek dana sekitar Rp300 juta untuk semester 1, kemudian uang Rp250 juta untuk biaya semester 2, dan uang Rp35 juta untuk setiap semester mulai dari semester 3 hingga semester 8.

Jadi, total biaya kuliah kedokteran di YARSI adalah Rp760 juta untuk masa kuliah 8 semester.

Itulah penjelasan mengenai biaya kuliah kedokteran di Indonesia, baik di PTN maupun di PTN tervaforit. Apakah kamu tertarik masuk fakultas ini?

Siapkan dana pendidikan terbaik sejak dini. Jangan lupa juga untuk lindungi dirimu dengan asuransi kesehatan, agar risiko terburuk dapat diatasi dengan pelayanan kesehatan terbaik.

Miliki asuransi kesehatan dengan premi ringan dan uang pertanggungan yang besar hanya melalui CekAja.com.

Kami akan memberikanmu rekomendasi asuransi kesehatan terbaik sesuai dengan kebutuhan, serta proses pengajuan yang sangat mudah.

Kamu cukup mengisi formulir pengajuan secara online, tanpa perlu datang langsung ke kantor cabang perusahaan asuransi di kotamu.

Segera lindungi diri dengan asuransi pilihan dari CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah