Jenis-jenis Tes Covid-19 di Indonesia, Mana yang Lebih Akurat?

6 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Jenis-jenis tes Covid-19 sepertinya perlu kamu ketahui, terutama jika ingin bepergian di masa pandemi ini. Di Indonesia sendiri kini sudah tersedia tiga jenis tes untuk mengetahui apakah seseorang positif terkena Corona atau tidak.

Perkembangan Terbaru Kasus Corona di Indonesia

Pandemi Covid-19 masih jadi ancaman terbesar di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Bahkan jumlah pasien yang terjangkit penyakit ini di tanah air terus bertambah.

Berdasarkan data pemerintah, hingga Kamis (3/9/2020), tercatat 3.622 orang yang positif terkena Covid-19.

Penambahan kasus tersebut enggak hanya mencemaskan, namun juga menimbulkan sederet pertanyaan mengenai kapan berakhirnya pandemi di Indonesia.

Sebab dari data yang dilansir itu, bisa dibilang inilah masa di mana jumlah kasus positif paling tinggi, terhitung sejak pertama kali diumumkannya kasus Corona di Indonesia pada awal Maret lalu.

Walau total pasien yang sembuh lebih banyak ketimbang jumlah korban yang meninggal.

Namun sangat disayangkan jika wabah ini masih “menghantui” Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta.

(Baca Juga: 132 Rumah Sakit dengan Fasilitas Swab Test)

Bagaimana Sebenarnya Efek Corona pada Tubuh?

Sebelum membahas jenis-jenis tes Covid-19, sebaiknya mari kita bahas lebih detil lagi mengenai virus Corona.

Virus ini dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO sejak 9 Maret 2020 lalu.

Dikatakan pandemi sebab virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, pada akhir Desember lalu ini terus meluas bahkan ke berbagai negara di seluruh dunia.

Sehingga enggak sedikit negara yang akhinrya memberlakukan lockdown untuk menekan angka penyebaran virus tersebut.

Virus Corona merupakan virus yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

Setiap orang bisa saja terkena virus ini setidaknya sekali seumur hidup, karena penularannya lewat udara yang sangat cepat.

Saat virus ini masuk dalam tubuh, penderitanya akan langsung merasakan beberapa gejala yang serupa dengan influenza.

Mulai dari flu, demam, batuk kering, sakit kepala, diare, hingga infeksi paru-paru (pneumonia).

Mulanya, Covid-19 diketahui hanya menular dari hewan ke manusia.

Namun setelah muncul kasus di Wuhan, ternyata virus tersebut juga bisa menular dari manusia ke manusia. Penularannya sendiri bisa melalui cara-cara ini, diantaranya:

  • Tidak menggunakan masker ketika berdekatan dengan orang yang positif Corona
  • Tidak sengaja terkena percikan ludah dari penderita Corona saat bersin ataupun batuk
  • Tidak mencuci tangan terlebih dulu saat memegang mulut, hidung, maupun mata, setelah menyentuh benda
  • Tidak menerapkan social distancing saat berhadapan dengan penderita Corona

Dalam beberapa kasus, virus Corona bisa memberikan reaksi yang sangat “dahsyat” bagi tubuh.

Terlebih untuk penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, yang mana virus ini akan sangat sulit untuk dilawan.

Malahan, saat virus ini masuk ke dalam tubuh penderita dengan sistem imun rendah, Corona akan terus berkembang biak dalam sel-sel saluran pernapasan dan paru-paru.

Akibatnya, reaksi yang ditimbulkan justru menjadi berlebihan, di mana penderita bakal mengalami gejala Covid-19 yang cukup berat.

Mulai dari sesak napas, demam tinggi, hingga terjadinya kerusakan organ.

Bisakah Seseorang Terkena Virus Corona Dua Kali?

Selain membahas mengenai efek dan jenis-jenis tes Covid-19, banyak media besar tanah air yang juga membahas akan isu ini.

Menurut beberapa sumber yang sudah dibaca oleh CekAja, setidaknya ada beberapa kasus di dunia yang memperlihatkan bagaimana seseorang bisa terkena virus Corona bahkan dalam dua kali.

Dikutip dari laman Detik Health, beberapa bulan yang lalu sebanyak 10 persen pasien virus Corona yang sembuh, kembali dinyatakan terinfeksi virus tersebut.

Bahkan berdasarkan informasi yang didapat dari laman Detik, di Rumah Sakit Tongji, Shanghai, juga diumumkan setidaknya ada 5 dari total 147 pasien yang kembali dinyatakan positif Corona.

Hal tersebut sempat membuat geger terutama bagi para ilmuwan.

Mereka menilai bahwa tak mungkin virus ini bisa menginfeksi penderita dalam dua kali.

Bahkan SARS dan MERS-CoV yang merupakan “saudara” dari virus Corona saja, tidak pernah menginfeksi orang yang sama hingga berulang.

Kemungkinan faktor yang membuat pasien kembali terinfeksi, bahkan usai menjalani salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19 adalah karena sistem kekebalan tubuhnya.

Sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu menghasilkan antibodi yang tepat, disinyalir jadi alasan utama seseorang bisa terkena Corona kembali.

(Baca Juga: Begini Prosedur Melakukan Swab Test yang Benar)

Jenis-jenis Tes Covid-19 di Indonesia

Di masa new normal ini masyarakat sudah diperbolehkan kembali untuk travelling ke kota-kota lain di Indonesia.

Namun, sebelum menggunakan transportasi publik seperti pesawat dan kereta, mereka wajib memilih salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19.

Berikut ini jenis-jenis tes Covid-19 di Indonesia:

1. Rapid Test

Rapid test merupakan salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19 yang paling umum dipakai di Indonesia.

Tes ini dinilai lebih praktis dan cepat, karena hanya dengan mengambil sampel darah dari seseorang yang diuji.

Estimasi waktunya sendiri hanya sekitar 10 hingga 15 menit setelah tes dilakukan.

Rapid test ini juga biasa dipilih masyarakat ketika akan bepergian dengan pesawat ataupun kereta.

Alat tes ini bekerja dengan cara menguji antibodi Immunoglobulin G, Immunoglobulin M, dan SARS-CoV-2, di dalam sampel darah.

Meskipun lebih praktis, namun rapid test tidak dapat dijadikan patokan diagnosis.

Bahkan kalaupun hasilnya negatif, kamu perlu mengulang kembali rapid test atau melanjutkan ke Swab PCR dalam kurun waktu 7-10 hari.

Hal itu dikarenakan, antibodi yang diperiksa saat rapid test kemungkinan belum terbentuk sempurna.

2. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Jenis-jenis tes Covid-19 lainnya selain rapid test adalah polymerase chain reaction atau lebih dikenal dengan sebutan PCR.

Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel cairan di nasofaring.

Keakuratan dari PCR dinilai lebih baik ketimbang rapid test dalam hal mendeteksi virus Corona dalam tubuh.

Namun tes ini juga memiliki kekurangan yakni dari segi prosedur, waktu hasil pemeriksaan, dan harga.

Dalam tes PCR, pengambilan sampel cairan di nasofaring dilakukan dengan metode swab.

Metode ini bisa memakan waktu hingga 15 detik, yang mana tenaga medis akan memasukkan cotton bud berukuran besar ke pangkal tenggorokan atau hidung.

Sampel dari hasil swab test tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa hasilnya.

Umumnya tes PCR ini membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk menunjukkan, apakah seseorang benar-benar positif terinfeksi Corona atau tidak.

3. Tes Cepat Molekuler (TCM)

Selain rapid test dan PCR, ada pula TCM yang termasuk dalam jenis-jenis tes Covid-19 di Indonesia.

Tes ini sebelumnya hanya digunakan untuk pasien dengan penyakit Tuberkulosis.

Dalam pemeriksaan virus Covid-19, tes cepat molekuler menggunakan dahak sebagai sampelnya dan dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Cartridge yang khusus digunakan bakal mengidentifikasi RNA dari virus Corona, sehingga hasil tes ini juga bisa dikatakan cukup akurat.

Bahkan waktu yang dibutuhkan untuk menunjukkan hasil dari TCM sendiri juga sangat cepat, yakni kurang lebih dua jam saja.

Awas Virus Corona, Lengkapi Proteksi Diri dengan Asuransi Kesehatan

Jangan main-main dengan virus Corona!

Meski enggak sedikit dari masyarakat yang mulai berasumsi akan konspirasi dari pandemi ini, tapi sepatutnya kita juga harus waspada.

Apalagi virus ini bisa kembali menyerang tubuh penderita, yang mana efeknya beneran enggak main-main bagi tubuh.

Sayangnya, saat ini tak sedikit dari kita yang merasa “aman” dan bisa kembali beraktivitas di muka publik.

Sah-sah saja sebetulnya, asalkan tetap dengan protokol kesehatan, yaitu memakai masker dan rutin mencuci tangan.

Yang jadi permasalahan adalah mereka yang justru mulai mengendurkan protokol kesehatannya sendiri, seperti tidak memakai masker saat di luar rumah.

Padahal masker adalah obat paling mujarab saat ini untuk melindungi diri dari penularan Corona.

Selain itu, kamu juga bisa melengkapi diri dengan asuransi kesehatan.

Hal tersebut dianggap tepat, karena semua risiko kesehatan yang dialami bisa diselesaikan dengan manfaat yang diberikan oleh asuransi kesehatan itu sendiri.

Terus, di mana bisa apply asuransi kesehatan?

Tentu saja di CekAja.com. Lewat layanan finansial ini, kamu bisa membandingkan sekaligus memiliki asuransi kesehatan dari mitra ternama yang ada di Indonesia.

Mulai dari PFI Mega Life, Asuransi Cigna, hingga Asuransi Ciputra Life.

Rekanan rumah sakitnya juga cukup luas lho, bahkan dengan cakupan perlindungan yang dinilai paling lengkap.

Yuk, tunggu apalagi?

Miliki segera asuransi kesehatan dari CekAja dan nikmati perlindungannya untuk diri sendiri maupun keluarga.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri