7 Trik Psikologi Marketing yang Sering Digunakan, Pernah Coba?

Dalam dunia bisnis, ada saja perusahaan yang mencoba trik psikologi marketing guna menarik konsumen mereka. Trik ini bahkan cukup efektif saat direalisasikan. Penasaran apa sajakah itu?

Pariwara

Seorang marketer haruslah handal dalam menyusun strategi penjualan. Bidang ini enggak hanya berpusat pada promosi atau menerapkan ilmu marketing pada umumnya saja.

Namun, mereka yang menggeluti bidang pemasaran juga harus mampu untuk mencoba trik psikologi marketing, guna meraih hati pelanggan.

Nah, buat kamu yang berbisnis, yuk cobain sederet tips psikologi marketing berikut ini. Siapa tahu dari tips tersebut, usahamu ini justru kian berkembang pesat.

7 Tips Psikologi Marketing

1. Maksimalkan skill copywriting dan desain grafis

Trik psikologi marketing yang pertama dan bisa dibilang paling mendasar adalah dengan memaksimalkan skill copywriting dan desain grafis.

Seperti yang kita tahu, umumnya konsumen lebih tertarik untuk membeli sebuah produk hanya karena terpengaruh dengan kalimat persuasif, ataupun gambar yang ditampilkan dari produk tersebut.

Dari hal itulah, perusahaan harus bisa memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin guna menarik hati konsumen.

Contoh sederhananya adalah dari kemasan mie instan merek Mie Sedap. Brand ini mampu merepresentasikan trik psikologi marketing secara tepat.

Dengan menggaet idol K-Pop ternama, Choi Si-won, Mie Sedap sukses memasarkan produk mie instan edisi Korea Spicy Chicken dan Spicy Soup, lengkap dengan kalimat dan gambar yang ‘menjual’.

Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, mie instan itu hanyalah mie biasa yang kita sendiri pun bisa membeli merk apa saja.

Namun, karena adanya embel-embel “Korea” dan brand ambassador-nya adalah idol ternama, orang pun penasaran untuk mencoba mie tersebut.

Nah, dari hal ini lah, kamu dapat belajar bahwa skill copywriting dan desain grafis itu sangat penting untuk branding produk.

Jadi, cobalah untuk memaksimalkan kedua bidang ini agar bisnis merangkak naik.

(Baca Juga: 9 Cara Tingkatkan Loyalitas Pelanggan)

2. Menyediakan tester

Trik psikologi marketing yang satu ini lebih cocok dicoba oleh bisnis kuliner.

Saat berada di pusat perbelanjaan, pasti kamu sering menjumpai merk makanan atau minuman yang menawarkan produk mereka secara cuma-cuma kan?

Nah, inilah ternyata yang dimaksud dengan trik psikologi marketing.

Tujuannya sendiri enggak hanya untuk membuat pengunjung mencobanya, namun agar mereka merasa sungkan dan lalu membelinya.

Ya soalnya seperti yang kita tahu, orang Indonesia sendiri termasuk orang yang mudah merasa tidak enakan sekaligus enggak mau ribet.

Daripada terus diberikan informasi mengenai produk yang baru dicicipi, toh mereka berpikir lebih baik untuk membelinya, apalagi jika harganya masih terbilang murah.

3. Menerapkan compromising effect

Kalau trik psikologi marketing yang satu ini sih sudah wajar dilakukan, bahkan sekelas coffee shop ternama, yakni Starbuck juga menerapkannya.

Compromising effect adalah suatu efek yang ditimbulkan saat konsumen diberi opsi mengenai produk yang ditawarkan.

Dalam strategi marketing Starbuck, coffee shop ternama ini biasanya menggunakan opsi ukuran minuman sebagai cara promosi mereka.

Terdiri dari ukuran Tall, Grande, dan Trente, kebanyakan pelanggan apalagi yang masih ‘baru’ cenderung bakal memilih ukuran grande.

Selain dianggap dianggap sebagai ukuran yang pas, tidak besar ataupun kecil, Grande juga dinilai hemat karena pelanggan tak perlu merogoh kecok lebih untuk sebuah minuman, yang sebenarnya punya cita rasa sama dengan ukuran besar.

4. Paham akan tipe pembeli

Trik psikologi marketing yang berikutnya seperti yang dikutip dari Jurnal.id adalah dengan memahami jenis-jenis pembeli.

Dalam dunia bisnis, umumnya terdapat tiga jenis pembeli, yaitu Tightwads, Spendthrifts, dan Average spenders. Ketiganya bakal mempengaruhi trik psikologi marketing yang bakal kamu lakukan.

  • Tightwads

Tightwads adalah tipe pembeli yang cenderung tak akan menghabiskan banyak uang untuk membeli suatu produk. Mereka juga biasanya hanya membeli barang saat harganya turun.

Menjual produk ke pembeli jenis ini tentu akan sangat sulit dan jika bisa pun pasti dibutuhkan proses yang cukup panjang.

Satu-satunya cara menaklukan seorang tightwads adalah dengan mempromosikan produk yang manfaatnya dapat dirasa hingga jangka panjang.

  • Spendthrifts

Berbeda dengan tightwads, tipe pembeli yang satu ini justru lebih mudah dipersuasif sebab jiwa belinya yang tinggi dan tak kenal rasa menyesal saat menghabiskan uang. Cukup iming-imingi dengan kalimat sekaligus visual yang menarik, dijamin mereka akan terbuai.

  • Average spenders

Tipe pembeli yang terakhir adalah average spenders. Tipe ini berada diantara jenis tightwads dan spendthrifts.

Mereka yang termasuk average spenders biasanya akan membeli barang yang sekiranya masih masuk akal dan memiliki manfaat hingga jangka panjang.

Untuk bisa memasarkan produk ke average spenders, kamu bisa menyertakan klaim jaminan agar mereka tertarik membelinya.

Misal, seperti menyertakan jaminan “gratis ongkir” untuk pembelian produk di atas Rp150 ribu.

5. Menggunakan trik kelangkaan

Satu lagi trik psikologi marketing yang dianggap sukses oleh banyak pebisnis, yaitu dengan menerapkan trik kelangkaan atau limited edition terhadap produk mereka.

Trik ini sudah sering dilakukan terutama oleh gerai fesyen.

Mereka akan melabeli suatu produk dengan kalimat “limited edition”, sehingga di mata konsumen hanya orang yang beruntung saja bisa mendapatkannya.

(Baca Juga: 8 Jenis Risiko Bisnis dan Solusinya)

6. Tampilkan kesan FOMO

Fear of Missing Out adalah sebuah trik psikologi marketing yang juga banyak dipakai oleh perusahaan besar, salah satunya Starbuck.

Alih-alih mengeluarkan menu tetap, Starbuck justru hanya mengeluarkan varian terbaru dan terbatas yang bisa dibeli konsumen di momen-momen tertentu, seperti libur Natal.

Trik FOM ini dianggap cukup efektif untuk menarik minat pelanggan agar berebut untuk membelinya.

7. Ilusi diskon

Trik psikologi marketing yang terakhir adalah dengan mengandalkan embel-embel diskon atau potongan harga.

Percaya atau tidak, trik ini sangat efektif sekali untuk dicoba bahkan tetap ada saja orang yang tertarik untuk berbelanja dengan harga diskon.

Seringnya, diskon yang diberikan berupa belanja senilai Rp100 ribu dapat potongan 25 persen, atau belanja satu barang diskon 20 persen dan jika membeli dua diskonnya menjadi 60 persen.

Nah, itu dia beberapa trik psikologi marketing yang sering digunakan oleh pebisnis untuk menarik minat konsumen agar terus membeli produk mereka.

Kamu yang juga baru memulai bisnis bisa lho mencoba sederet trik di atas agar penjualan meningkat pesat.

Kalaupun nantinya bisnismu mulai dikenal banyak orang dan tertarik untuk berekspansi namun modalnya belum tercukupi, bisa langsung menghubungi CekAja.com.

CekAja siap membantu kamu mengembangkan bisnis dengan tambahan modal dari produk pinjaman yang kami miliki. Di sini, kamu dapat mengajukan pinjaman dari mitra terbaik.

Selain itu, kamu juga bisa membandingkan dulu mana sekiranya produk pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan dan bujetmu.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, langsung kepoin produk pinjaman tanpa agunan dari CekAja.com, dan segera ajukan secara online untuk mengembangkan bisnismu.

Pariwara