Autisme dan Penyandangnya yang Berpengaruh di Dunia

Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Penyandang autis umumnya memiliki kecerdasan yang normal, bahkan di atas rata-rata.

Namun tingginya IQ mereka tidak sebanding dengan EQ (kecerdasan emosional) dan SQ (kecerdasan spiritual). Berdasarkan data yang dihimpun World Health Organization (WHO), autisme terjadi pada 1 dari 160 anak di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, belum ada data resmi yang menunjukan jumlah pengidap autisme. Meski begitu prediksinya, autis dari tahun ke tahun semakin meningkat.

Autisme Berbeda dengan Down Syndrome

Masih banyak yang menganggap bahwa autisme dan down syndrome itu sama. Padahal kedua gangguan tersebut jelas berbeda. Baik dari segi penyebab, gejala, hingga ciri fisik penyandangnya.

Ciri khas penyandang autisme terlihat dari mata yang sulit fokus di satu titik dan lebih banyak bergumam. Namun, tidak menunjukkan ciri fisik seperti down sindrom.

Ketika diajak berkomunikasi, mereka juga cenderung mengabaikan. Umumnya penyandang autisme sempat berkembang dengan normal, namun sebelum mencapai umur 3 tahun perkembangannya terhenti, lalu timbul kemunduran secara bertahap.

Sementara anak dengan down syndrome sangat mudah dikenali dari profil wajah dan bentuk fisik mereka. Penyebab munculnya sindrom ini pun murni akibat kelainan pada kromosom.

Lain halnya autisme yang lebih dikarenakan gangguan otak sejak lahir. Baik autisme maupun down sindrome tidak mungkin disembuhkan secara total.

Hanya bisa diterapi untuk membantunya lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan meningkatkan kemampuan belajar, sehingga tumbuh kembangnya tak jauh berbeda dengan orang normal.

(Baca juga: Ibu Rumah Tangga Jadi Pebisnis, Gampang Kok)

5 Orang Terkenal Ini Ternyata Penyandang Autisme

Sering kali penyandang autisme dipandang sebelah mata. Penampilan maupun gerak-gerik yang berbeda, membuatnya kerap kali menjadi sasaran bullying teman-teman sebaya yang normal di lingkungan sekitar.

Padahal, tidak selamanya mereka hidup dalam keterbatasan. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia, CekAja akan memberi info mengenai lima orang penyandang autis yang mampu mengubah stigma autisme denga menjadi orang sukses di dunia. Penasaran siapa aja mereka?

1. Albert Einstein

Bapak ilmu pengetahuan yang terkenal seantero dunia ini ternyata menyandang autisme. Einstein menyumbang banyak teori yang menunjang dalam pengembangan berbagai ilmu.

Mulai dari mekanika fisika, mekanika kuantum, kosmologi dan statistika. Autisme yang diidapnya tidak menghalangi kecerdasan tersebut.

Hanya saja, ia sering gagap saat menjelaskan teori-teorinya pada publik dan dikenal sebagai seseorang yang tidak bisa berinteraksi dengan baik.

2. Isaac Newton

Semua orang juga pasti mengenal tokoh ilmuwan ini. Teorinya yang paling terkenal adalah gravitasi. Isaac Newton memiliki andil yang sangat besar dalam teori-teori fisika lain.

Siapa sangka, ia pun mengidap sindrom Asperger yang merupakan salah satu bentuk dari autisme. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh seorang peneliti Inggris yang bernama Profesor Simon Baron-Cohen.

Terlihat dari kebiasaannya yang kerap menyendiri, serta kesulitan bersosialisasi secara wajar.

(Baca juga: Mengenal Down Syndrome Pada Anak)

3. Charles Darwin

Charles Darwin merupakan pencetus teori evolusi. Ia mulai dikenal sebagai Bapak Evolusi sejak bukunya yang berjudul The Origin of Species dan diterbitkan pada tahun 1959.

Darwin sudah sejak lama dikenal sebagai penyandang autis karena sikapnya yang lebih suka menyendiri dan sulit berinteraksi serta berkomunikasi dengan orang lain.

Ia bahkan lebih memilih untuk memakai surat sebagai sarana berkomunikasi dibanding dengan berbicara secara langsung.

4. Satoshi Tajiri

Pria kelahiran 1965 ini menciptakan salah satu waralaba video games populer di dunia: Game Freak, Inc. Salah satu produk terlaris mereka adalah game Pokemon.

Tokoh ikonik asal Jepang ini pasti tak asing lagi bagimu, bukan? Di balik kesuksesannya, Satoshi Tajiri ternyata mengalami sindrom asperger, penyakit yang masuk ke dalam spektrum autisme. Namun, kondisi ini tak menghambatnya untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

(Baca juga: Tiga Penyakit Langka yang Tidak Ditanggung Asuransi Kesehatan)

5. Matt Savage

Matt Savage, pria kelahiran 1992 yang divonis menderita PDD (Pervasive Development Disorder Unspecified). Di usia tiga tahun, ia membuktikan kalau penderita autis bisa sama hebatnya dengan orang lain.

Matt berhasil menjadi seorang pianis jazz yang dijuluki sebagai mozart of jazz. Selain mahir bermusik, Savage juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Terbukti, hasil penjualan CD audionya disumbangkan untuk penelitian dan program lain bagi penyandang autis.

Autisme pada anak bisa dicegah sejak masa kehamilan. Seperti dengan rutin mengontrol kehamilan di setiap bulan, mengonsumsi vitamin prenatal, menghindari paparan asap rokok dan stres.

Usahakan juga untuk tidak meminum obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter. Begitu sudah lahir, amati selalu tumbuh kembangnya. Terutama jika ia mengalami kekurangan berat badan, kelainan bawaan, gangguan saraf, dan lain-lain.

Dalam mendukung kesehatanmu selama hamil, peran asuransi juga sangatlah penting. Biaya perawatan sebelum melahirkan dan persalinan bisa dicover sesuai ketentuan plafon.

Jadi, tidak ada kata belum perlu untuk asuransi. Miliki asuransi kesehatan terbaik sekarang juga hanya di CekAja.com.