Bahaya Sariawan, Kenali Hal ini Kalau Tidak Kunjung Sembuh Bisa Menjadi Tanda Penyakit Berbahaya

Jangan dianggap sepele, bahaya sariawan jika tak kunjung sembuh bisa menjadi tanda-tanda adanya penyakit serius yang mematikan.

Seringkali sulit dikenali, sariawan bisa memiliki berbagai gejala termasuk lapisan putih di bagian dalam mulut dan tenggorokan.

Meskipun jarang berbahaya dan tidak selalu menyakitkan, sariawan dapat menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa di bagian lain dari tubuh jika dibiarkan.

Karena itu, sangat penting untuk mencari perawatan segera jika kita melihat tanda atau gejala sariawan pada diri atau anak kita.

Seringkali disepelekan nyatanya sariawan memiliki potensi bahaya terutama kalau tak kunjung sembuh.

Karena itu kita harus tahu bahaya sariawan apalagi kalau sariawan itu tak kunjung sembuh.

Berikut kita informasikan bahaya sariawan yang kemungkinan bisa terjadi. Simak terus artikel bahaya sariawan yang mungkin bisa mengintai siapapun.

(Baca Juga: Keuntungan Memiliki Asuransi Megalife!)

Bahaya Sariawan dan Gejalanya

Gejalanya - Bahaya Sariawan

Sariawan adalah sebuah luka kecil yang terasa sakit, bisa terjadi di bagian dalam mulut, bibir, lidah atau gusi.

Sariawan sendiri ada dua jenis yaitu sariawan sederhana yang biasanya ukurannya kecil serta bisa sembuh sendiri selama kurang lebih dua minggu.

Dan sariawan kompleks yang ukurannya besar dan dalam serta sembuh dalam waktu yang lama. 

Sariawan ini memang bisa sembuh sendiri tapi terkadang rasa sakitnya bisa membuat kita tidak enak makan sampai sulit berbicara.

Bahaya sariawan seperti ini memang tidak terlalu berat. Sedangkan untuk gejalanya bisa dirasakan sebagai berikut:

  • Lapisan atau bercak putih di pipi bagian dalam, lidah, langit-langit mulut, amandel, dan tenggorokan
  • Kemerahan atau nyeri di mulut dan/atau tenggorokan
  • Bentuknya bisa bulat atau oval
  • Kehilangan rasa
  • Sensasi terbakar di lidah
  • Nyeri saat makan dan/atau menelan
  • Kesulitan berbicara
  • Pecah-pecah dan kemerahan di sudut mulut              

Sariawan sering melemahkan indera perasa kita yang bisa menghilangkan kenikmatan makan dan minum.

Bahkan setelah menyikat gigi dan melakukan kegiatan untuk kebersihan mulut yang baik, penderita sariawan mungkin masih merasakan sensasi kebas yang tidak menyenangkan di mulut mereka.

Penyebab Sariawan

Penyebab - Bahaya Sariawan

Risiko kita terkena sariawan meningkat jika kita memiliki riwayat keluarga yang menderita sariawan. Sariawan memiliki berbagai penyebab, dan yang paling umum termasuk:

  • infeksi virus
  • stres
  • fluktuasi hormon
  • alergi makanan
  • siklus menstruasi              
  • kekurangan vitamin atau mineral
  • masalah sistem kekebalan tubuh
  • cedera mulut

Kekurangan vitamin tertentu, seperti B-3 (niacin), B-9 (asam folat), atau B-12 (cobalamin), bisa membuat kita lebih rentan terkena sariawan.

Kekurangan seng, zat besi, atau kalsium juga bisa memicu atau memperburuk sariawan. Dalam beberapa kasus, penyebab sariawan tidak dapat ditentukan sehingga bahaya sariawan seringkali terabaikan.

Lesi kecil di mulut kemungkinan besar adalah sariawan yang tidak berbahaya. Tetapi jika tidak membaik dalam beberapa minggu, saatnya untuk menemui dokter atau dokter gigi untuk memastikan itu bukan sesuatu yang lebih serius.

Sariawan memang umum terjadi pada siapapun tetapi jangan berasumsi bahwa setiap luka di dalam atau di sekitar mulut kita adalah sariawan.

Terutama karena sejumlah kondisi dapat terlihat seperti sariawan tetapi sebenarnya mewakili sesuatu yang lebih serius.

Waspada Sariawan Menjadi Tanda Penyakit Berikut

Waspada Sariawan - Bahaya Sariawan

Seperti yang sudah ditulis bahwa ada banyak kondisi lain yang serius yang bergejala seperti sariawan. Berikut adalah kondisi bahaya sariawan kalau kondisinya tidak kunjung sembuh.

  • Herpes mulut

Bahaya sariawan yang pertama adalah itu bukan sariawan tapi herpes mulut. Juga dikenal sebagai lepuh demam, herpes mulut adalah lepuh yang menyakitkan dengan karakteristik yang mirip dengan sariawan.

Tapi berbeda dari sariawan biasa, ini disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV-1), karena sariawan tidak menular dan tidak terbentuk pada jaringan keratin di daerah mulut.

  • Leukoplakia

Lesi ini juga bisa disalah artikan sebagai sariawan karena menghasilkan bintik-bintik putih atau bercak di dalam mulut. Tidak seperti sariawan, bercak leukoplakia tidak sensitif atau menyakitkan.

Kondisi ini mungkin tidak berbahaya seperti sariawan, tetapi beberapa bercak bisa menjadi kanker. Faktanya, sekitar 3 hingga 17,5 persen orang yang memiliki leukoplakia akhirnya mengembangkan karsinoma sel skuamosa.

Jadi jika kita memiliki kondisi ini, dokter mungkin merekomendasikan biopsi untuk menyingkirkan kanker. Jadi selalu perhatikan bahaya sariawan kalau tak sakit tapi malah berpotensi bahaya lebih besar ini ya!

  • Eritroplakia 

Kebanyakan sariawan hilang dalam waktu kurang dari 14 hari. Jika sariawan tetap ada setelah jangka waktu tersebut, ukurannya bertambah besar, itu akan menjadi bahaya sariawan yang berkelanjutan. Bisa jadi adalah eritroplakia yang menjadi pra kanker atau kanker.

  • Lichen Planus

Jika ada bintik putih lembut yang juga gatal, kita mungkin menderita lichen planus, bukan sariawan. Bintik-bintik tersebut terkadang disertai dengan bercak putih seperti renda di lapisan dalam pipi.

Dan yang menarik dari kondisi ini adalah bahwa hal itu mempengaruhi lebih dari sekedar bagian dalam mulut saja. Kita bisa terkena di bagian kulit lainnya. Kondisi ini karena respons imun abnormal. 

Jadi bahaya sariawan bukan hanya kita yang merasa tidak enak makan atau bicara saja. Hal yang serius bisa mengikuti kalau sariawan kita tidak kunjung sembuh juga.

Jadi selalu perhatikan kemungkinan bahaya sariawan seperti diatas ya! Segera ke dokter kalau sariawan tidak kunjung sembuh juga. 

(Baca Juga: Asuransi dengan Premi Rendah, Berikut Pilihannya!)

Generasi masa kini lebih sadar akan pentingnya asuransi bagi generasi masa depan.

Tak heran jika sebagian dari mereka yang sudah berkeluarga memberi porsi sendiri untuk asuransi kesehatan keluarga.

Sebagian penghasilan dialokasikan untuk memenuhi biaya atau dana pendidikan anak hingga bangku perguruan tinggi dan juga jaminan asuransi kesehatan terbaik.

Untuk mengajukan asuransi kesehatan terbaik kita bisa membuatnya melalui CekAja.com. Karena CekAja.com sudah bekerjasama dengan beberapa bank dan provider terbaik.

Untuk prosesnya, CekAja.com menjamin keamanannya, karena proses online yang cepat dan aman. Mengingat CekAja.com sudah terdaftar secara resmi dan diawasi oleh OJK.

Jadi, jangan lupa pastikan miliki asuransi kesehatan terbaik untuk menjamin keamanan finansial dan jaminan layanan kesehatan melalui CekAja.com.

Jadi, tunggu apalagi? Daftarkan dirimu untuk memiliki asuransi kesehatan terbaik melalui CekAja.com.