8 Cara Membuat Bisnis Plan beserta Contohnya

Mungkin tak sedikit dari pengusaha pemula yang menyepelekan tentang cara membuat bisnis plan yang benar. Untuk itu, lewat artikel ini, CekAja bakal coba memaparkan informasinya secara terperinci.

Cara membuat bisnis plan yang benar memang seharusnya dipahami terlebih dulu oleh pebisnis pemula.

Sebab maklum saja, di zaman sekarang, enggak sedikit dari pebisnis awam yang hanya bermodalkan nekat dan keinginan untuk berbisnis, tapi lupa mengenai kaidah awal untuk memulainya.

Alhasil, belum setahun menggelutinya, bisnis yang dijalankan justru gulung tikar, akibat pengetahuan dasar yang masih sangat minim.

Oleh karena itu, melalui artikel ini, CekAja ingin membantu kamu yang mungkin ingin berbisnis, agar usaha yang dijalankan dapat bertahan lama meski berada di tengah persaingan yang ketat.

(Baca Juga: 7 Trik Psikologi Marketing Paling Sering Digunakan)

Sederet Cara Membuat Bisnis Plan

1. Tentukan bidang bisnis

Cara membuat bisnis plan yang pertama adalah dengan menentukan terlebih dulu bidang yang ingin digeluti.

Pasalnya, tanpa mengetahui bidang bisnis yang ingin dijalankan dan hanya nekat untuk mencoba, maka bisa dipastikan kedepannya kamu akan kesulitan untuk mengatasi segala risiko yang muncul.

Sebagai saran, tentukanlah bidang bisnis yang sesuai dengan passion maupun keahlianmu. Dengan begitu, kamu dapat merinci detail bisnis yang akan kamu coba.

Misalnya, kamu ingin menggeluti bidang bisnis kuliner kekinian seperti dessert box.

Maka hal pertama yang mesti kamu pahami adalah bagaimana caranya mendapat bahan berkualitas dengan harga terjangkau, untuk bisa diolah menjadi dessert box yang lezat, dan banyak disukai oleh konsumen.

2. Lakukan riset pasar

Setelah menentukan bidang usaha yang akan dicoba, selanjutnya dalam cara membuat bisnis plan yang harus kamu pahami adalah mengenai riset pasar.

Melakukan riset pasar bisa dibilang susah susah gampang. Mau tak mau, kamu harus terjun langsung untuk tahu bagaimana selera pasar saat ini.

Tidak hanya itu saja, dengan riset pasar pula, kamu jadi bisa paham mengenai apa yang dilakukan oleh competitor di bidang serupa, untuk dapat memajukan usaha mereka.

Jika kamu tertarik untuk berbisnis di bidang kuliner seperti yang sudah dijabarkan di poin sebelumnya, maka riset pasar yang dapat kamu lakukan adalah dengan mencoba terlebih dulu beberapa produk dessert box dari pesaing.

Dari hal itu, kamu bisa mencari tahu kelebihan pesaing, apa bahan yang digunakan, hingga kekurangan mereka yang justru bisa menjadi kelebihan untuk bisnismu.

3. Tentukan nama bisnis

Cara membuat bisnis plan tidak berhenti di perihal menentukan bidang bisnis maupun melakukan riset pasar saja.

Lebih dari itu, sebagai pebisnis pemula, kamu pun dituntut untuk mampu menentukan nama bisnis yang akan dijalankan.

Penggunaan nama yang unik tentu saja akan lebih menarik rasa penasaran konsumen, dibandingkan dengan penggunaan nama yang biasa-biasa saja.

Untuk memudahkan kamu menentukan nama bisnis, cobalah mencarinya lewat internet atau dengan penggunaan bahasa asing yang sekiranya unik.

Paling mentok, kamu bisa menggunakan sebuah nama yang sebetulnya adalah gabungan dari beberapa kata.

Dengan begitu, nantinya kamu dapat menentukan filosofi dari penggunaan nama tersebut, di mana hal ini juga bisa kamu jadikan acuan untuk mencapai tujuan berbisnis.

4. Tetapkan visi dan misi bisnis

Selanjutnya cara membuat bisnis plan yang tepat dan bisa kamu terapkan adalah dengan menetapkan visi dan misi untuk bisnismu.

Visi adalah tujuan utama yang ingin kamu capai selama menjalani bisnis, dan misi adalah ‘cabang’ dari visi, yang pada akhirnya akan membantu kamu menuju tujuan utama dari bisnismu itu.

Visi misi ini bisa kamu buat setelah menentukan bidang bisnis dan company profile.

Misalnya untuk visi, karena kamu ingin menggeluti bidang bisnis dessert box, maka contoh visinya dapat berupa “Membuat dessert box sukses dikenal banyak orang, dengan paduan cita rasa yang disesuaikan pada lidah orang Indonesia”.

Sedangkan untuk misinya sendiri mungkin dapat berupa:

  • Menciptakan resep dessert box yang beragam dan berbeda dengan pebisnis serupa
  • Mengenalkan dessert box ke semua kalangan usia

5. Tentukan target pasar

Nah, jika sudah memiliki visi dan misi yang sesuai, berikutnya yang mesti kamu pelajari mengenai cara membuat bisnis plan adalah bagaimana menentukan target pasar yang tepat.

Target pasar ini erat kaitannya dengan riset yang sebelumnya telah dilakukan.

Apabila orientasimu adalah mendapatkan kepercayaan konsumen sebanyak-banyaknya, maka kamu harus bisa menyusun rencana bisnis dengan lebih matang, terutama mengenai strategi marketing yang digunakan.

(Baca Juga: 9 Cara Tingkatkan Loyalitas Pelanggan)

6. Analisa produk

Meski sudah mempelajari kelima cara membuat bisnis plan di atas, namun enggak akan sukses rasanya jika kamu menyepelekan hal ini.

Analisa produk menjadi salah satu faktor terkuat agar bisnis yang dijalankan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Produk yang berkualitas baik tentu akan lebih mudah dikenal konsumen, sekaligus menarik rasa kepercayaan mereka.

Tidak hanya itu saja, kamu pun mesti menyusun tentang kelebihan dari produk yang dimiliki dan perbedaannya dengan pesaing, yang membuatnya tampak lebih unggul.

Hal itu berlaku jika kamu akan membuat proposal pengajuan investasi, atau mempresentasikan company profile mu didepan para investor.

7. Tetapkan strategi pemasaran

Cara membuat bisnis plan kurang afdal pula rasanya jika tidak memasukkan mengenai informasi yang satu ini, yaitu menetapkan strategi pemasaran.

Strategi pemasaran tentunya dibutuhkan tiap pebisnis untuk memajukan usaha mereka.

Semakin gencar pemasaran yang dilakukan, maka semakin efektif pula hasil yang didapat nantinya.

Kamu bisa memulai strategi pemasaran dengan ‘menggandeng’ media sosial seperti Instagram.

Gunakan jasa influencer terpercaya, jika memang modal yang dimiliki cukup untuk mencoba jasa mereka.

8. Catat seluruh transaksi keuangan

Mencantumkan arus keuangan terutama untuk menggaet investor bisa dibilang adalah suatu keharusan.

Memulainya juga tak rumit, cukup gunakan pembukuan sederhana jika transaksi yang dilakukan masih dalam skala kecil.

Sebaliknya, apabila arus keuangan terlalu kompleks, maka gunakan saja aplikasi pencatatan transaksi untuk memudahkan kamu mengetahui arus keluar dan masuknya uang.

Cara membuat bisnis plan tersebut juga wajib hukumnya untuk dilakukan terutama jika kamu berminat untuk melakukan ekspansi bisnis.

Nah, itu dia informasi mengenai cara membuat bisnis plan yang tepat. Menyoal modal, kamu enggak perlu khawatir.

Sebab ada CekAja yang bakal bantu kamu mewujudkan impian untuk berbisnis.

Di CekAja, kamu dapat membandingkan sekaligus mengajukan pinjaman modal yang sesuai kebutuhan maupun bujetmu.

Proses pengajuannya juga enggak rumit, karena seluruhnya dilakukan secara online.

Sehingga, kamu hanya perlu menyertakan dokumen penunjang lalu akses laman CekAja.com, kapan saja dan dimana saja.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk ajukan pinjaman di CekAja.com, dan dapatkan cicilan bunga yang ringan sekaligus hemat untuk bisnis impianmu.