7 Cara Mengatasi Anak yang Takut Makan Nasi Tanpa Harus Memaksa

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Para orang tua perlu mengetahui cara mengatasi anak yang takut makan nasi. Meskipun terbilang jarang, jenis ketakutan alias phobia ini nyata adanya. Berikut penjelasan dan solusinya!

Setiap orang tentu memiliki ketakutan dalam dirinya, tak terkecuali dengan para anak kecil yang masih membutuhkan eksplorasi lebih terhadap banyak hal.

Ketakutan atau phobia bisa berlaku pada berbagai hal. Uniknya, ada pula jenis ketakutan pada makanan yang disebut dengan Cibophobia (rasa takut pada makanan).

Mengenal Ryziphobia, Rasa Takut Pada Nasi

Salah satu turunan phobia ini adalah Ryziphobia yang berarti rasa takut pada nasi. Orang yang menderita Ryziphobia tidak mau makan nasi karena merasa takut akan bentuk atau teksturnya.

Gejala seseorang yang memiliki Ryziphobia biasanya berupa rasa panik, ketakutan berlebih, sesak napas, mulut kering, dan lain-lain.

Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan pemuasan terhadap rasa lapar, mereka akan mengonsumsi makanan lain yang disukainya. Misalnya pasta, roti, dan lain sebagainya.

Ternyata, sebagian anak di dunia juga mengidap ketakutan ini. Ketakutan anak pada nasi umumnya berbentuk rasa jijik dengan bentuk nasi yang dinilai mirip seperti ulat.

Atau bisa juga karena takut dengan tekstur nasi yang lembek, dan sulit dibersihkan saat menempel ke bagian kulitnya.

Usia anak yang takut pada nasi beragam, mulai dari usia 1 tahun hingga 12 tahun.

Reaksi yang tunjukkan saat disuguhi sajian nasi pun beragam. Misalnya dimulai dari penolakan makan nasi, timbul panik, bahkan hingga menangis atau menjerit.

Kalau sudah begini, para orang tua pasti menjadi tidak tega dengan kondisi psikologis dan kecukupan nutrisi si kecil, ya?

Maka dari itu, cara mengatasi anak yang takut makan nasi patut diketahui dengan baik.

Meskipun begitu, anak yang memiliki Ryziphobia tidak melulu dikaitkan dengan kondisi malnutrisi. Sebagian besar di antaranya tetap makan sumber karbohidrat lain yang lebih disukai.

Sebagian dari mereka juga memiliki berat badan ideal, dan tetap berkegiatan dengan aktif serta energik.

(Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Anak Susah Makan yang Perlu Diketahui Orang Tua)

Penyebab Anak Takut Makan Nasi

Sebagian orang mungkin menganggap ketakutan anak pada nasi adalah hal yang berlebihan dan aneh. Padahal, kondisi ini harus mendapat perhatian dan solusi khusus.

Sebab rasa takut pada anak berkaitan dengan kondisi psikologisnya, serta dikhawatirkan rasa takut ini akan bersifat permanen hingga anak beranjak dewasa.

Sehingga lebih sulit diatasi dan kondisi ini mengganggu di kemudian hari.

Sama seperti jenis phobia lainnya, Ryziphobia juga umumnya muncul karena adanya kejadian traumatik yang pernah menimpa anak di masa lampau.

Misalnya momen anak yang disuapi nasi dengan pemaksaan, anak yang pernah ditakut-takuti dengan bentuk dan tekstur nasi, atau anak yang pernah terjatuh dan terkena butiran nasi yang merekat ke bagian tubuhnya.

Bagi orang tua yang memiliki anak yang takut makan nasi, ada baiknya jika kamu menelisik lebih jauh. Apakah si kecil pernah mengalami kejadian traumatik berkaitan dengan nasi atau tidak.

Cara Mengatasi Anak yang Takut Makan Nasi

Ada beberapa cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang bisa orang tua lakukan. Di antaranya sebagai berikut:

1. Ajak Makan Bersama

Cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang pertama adalah dengan mengajak anak makan bersama.

Orang tua juga memakan nasi disertai dengan pemberian stimulus dan sugesti baik pada si kecil tentang nasi.

Beri tahu anak bahwa memakan nasi bukanlah hal yang menakutkan, sebab rasanya enak dan mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh.

Kamu juga bisa menunjukkan ekspresi suka saat mengunyah nasi. Dengan begitu, anak akan mendapat pemikiran baru bahwa nasi enak dan aman dikonsumsi.

2. Campur Makanan Lain dengan Nasi

Kedua, cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang bisa kamu lakukan adalah dengan menyampur makanan lain dengan nasi. Pilih makanan lain yang menjadi favorit si kecil.

Misalnya membuat nasi kepal yang dicampur dengan mie, pasta, atau jagung.

Gabungan antara nasi dan makanan lain diharapkan akan memberi rasa yang tetap disukai anak. Dan perlahan, anak akan tahu rasa dari nasi dan mungkin saja dia menyukainya.

Selain itu, cara ini juga akan memenuhi kebutuhan gizi anak karena sumber karbohidrat yang masuk lebih bervariasi.

3. Buat Sajian Makanan Karakter

Untuk menarik perhatian si kecil, kamu juga bisa membuat sajian makanan berbentuk karakter lucu. Misalnya nasi bento berbentuk panda atau beruang.

Anak-anak pasti akan fokus terlebih dulu dengan bentuk sajian makanan ini.

Kemudian, mereka akan tertarik mencobanya tanpa harus mengetahui bahwa sebenarnya itu adalah sajian nasi yang dihias sedemikian rupa.

Cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang satu ini membutuhkan kreatifitas orang tua, namun tetap layak untuk dicoba!

(Baca Juga: 10 Sumber Karbohidrat Selain Nasi Putih yang Bergizi Tinggi)

4. Berikan Bubur Nasi

Pada sebagian anak yang takut makan nasi, mereka sebenarnya tetap bisa dan mau mengonsumsi bubur nasi.

Ini artinya, bentuk nasi juga harus mendapat perhatian orang tua yang sedang mencari cara mengatasi anak yang takut makan nasi.

Kamu bisa memberikan anak bubur nasi dengan tekstur yang tidak terlalu lembut. Biarkan anak merasakan rasa nasi itu, sembari mendapat stimulus baik tentang nasi.

5. Coba Makan dengan Nuansa Baru

Orang tua juga bisa mencoba cara mengatasi anak yang takut makan nasi lainnya, yakni memilih nuansa di tempat makan baru.

Sekali lagi, distraksi atau pengalihan perhatian anak juga membantunya untuk mengonsumsi dengan lahap sajian yang tersedia.

Cobalah untuk mencari tempat makan dengan nuansa yang berbeda.

Misalnya mengajak anak makan sore di taman, menyuapinya dengan nasi saat berkunjung ke tempat wisata terdekat, atau makan di ruang makan rumah yang didekorasi ulang menjadi lebih berwarna.

6. Berikan Selingan Sumber Karbohidrat Lain

Jika anak masih juga susah makan nasi akibat ketakutannya, maka pastikan kamu tetap mencukupi kebutuhan nutrisinya dengan lengkap.

Berikan selingan makanan dengan sumber karbohidrat lain, seperti gandum, pasta, mie, umbi-umbian, kentang, dan lain-lain.

Dengan begitu, diharapkan anak akan tetap sehat dan memiliki berat badan yang ideal.

7. Konsultasi ke Psikolog atau Psikiater Anak

Cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang terakhir adalah dengan mengajak anak untuk berkonsultasi pada tenaga ahli.

Kamu bisa mengajaknya ke Psikolog khusus Anak atau Dokter Psikiater khusus Anak dan Remaja.

Saran ini bisa diterapkan jika ketakutan anak akan nasi semakin parah, dan sulit diatasi dengan beberapa cara sebelumnya di atas.

Penting, Jangan Paksa Anak untuk Menyukai Nasi!

Itulah daftar cara mengatasi anak yang takut makan nasi yang bisa dilakukan oleh para orang tua.

Pada intinya, mengatasi segala tantangan pertumbuhan anak membutuhkan kesabaran ekstra dan usaha yang maksimal.

Untuk mengajak anak mau dan menyukai nasi, orang tua tidak boleh melakukan paksaan yang justru membuat si kecil semakin merasa trauma.

Sertakan dengan komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Hal ini penting agar kedua pihak memahami kondisi dan penjelasan masing-masing, sehingga ketakutan ini bisa dikurangi secara bertahap atau bahkan hilang.

Selain menjaga asupan anak dengan nutrisi gizi seimbang, pastikan juga orang juga memberi perlindungan ekstra dengan asuransi kesehatan keluarga.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, segala risiko di masa depan bisa diminimalisir dampaknya dengan layanan kesehatan terbaik.

Miliki asuransi premi ringan dengan nilai uang pertanggungan yang menguntungkan melalui CekAja.com.

Kami akan memberikan pilihan produk asuransi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan profil finansialmu.

Proses pengajuan dijamin cepat, aman, dan terpercaya karena diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan yang tepat untukmu hanya lewat CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah