9 Efek Samping Waxing yang Gak Boleh Disepelekan Kaum Wanita

Berbagai cara akan dilakukan oleh kaum hawa untuk mempercantik tubuhnya. Salah satu yang paling umum adalah dengan melakukan waxing. Meski hasilnya instan, namun efek samping waxing tak bisa dipungkiri, terutama bagi tubuh.

Cukur atau Waxing, Mana yang Lebih Baik?

Selain bercukur di rumah, para wanita biasanya mencoba metode lain yang lebih instan dan tahan lama untuk menghilangkan bulu-bulu tubuh, yakni dengan waxing.

Waxing sendiri telah populer di kalangan masyarakat Indonesia beberapa tahun belakangan.

Banyak yang tertarik untuk mencoba waxing, sebab hasilnya yang nyata dan bahkan dapat bertahan dalam waktu cukup lama.

Namun, enggak sedikit pula dari kaum wanita yang masih takut untuk melakukan waxing, karena dinilai menyakitkan dan memiliki efek samping bagi tubuh.

Alhasil, mereka justru kembali pada metode klasik yakni dengan bercukur.

Jika dibandingkan keduanya, baik cukur maupun waxing tentu saja memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Dari segi kekurangan, terutama bila berbicara mengenai rasa sakitnya, waxing lah yang dianggap lebih menyakitkan, apalagi untuk pemula.

Sementara cukur justru minim rasa sakit, dan jikapun menyakitkan, kemungkinan itu karena pisau cukur yang menggores kulit.

Lalu, bagaimana dengan kelebihannya? Antara waxing dan cukur, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Kalau tadi sudah dibahas mengenai rasa sakit, dimana teknik cukur justru unggul karena minim rasa sakit, waxing pun punya kelebihannya tersendiri yang mana dengan teknik ini, durasi pertumbuhan bulu baru akan terjadi sekitar 6 minggu.

(Baca Juga: 3 Bahaya Tato Permanen untuk Tubuh)

Jenis-jenis Waxing Tubuh

Sebelum kita membahas mengenai efek samping waxing, enggak ada salahnya bukan untuk tahu jenis-jenis waxing tubuh?

Dengan begitu, jika kamu tertarik mencobanya, setidaknya sudah paham mengenai teknik waxing yang bakal dijalankan.

Melansir dari laman Hello Sehat, berikut ini beberapa jenis waxing tubuh berdasarkan tekstur, temperature, hingg gayanya.

  • Soft Wax: Ini adalah jenis waxing yang dilakukan dengan menggunakan lilin dan kain kasa untuk mencabut rambut halus tubuh secara bersamaan.
  • Hard Wax: Ini adalah jenis waxing berdasarkan teksturnya, di mana lilin akan dicabut dari kulit setelah mengering.
  • Sugar Wax: Ini adalah jenis waxing yang paling dianjurkan untuk orang berkulit sensitif, karena bahan yang digunakan terbuat dari campuran gula, lemon, madu, dan air.
  • Hot Wax: Ini adalah jenis waxing, di mana lilin yang mencair diaplikasikan langsung ke kulit, dan dicabut dengan menggunakan kain kassa ataupun tangan.
  • Cold Wax: Ini adalah jenis waxing yang bisa digunakan sendiri di rumah, di mana lilin sudah terdapat pada strip tarik khusus mengangkat bulu halus.
  • Triangle Trim: Ini adalah jenis waxing yang paling direkomendasikan untuk orang yang senang menggunakan pakaian renang. Penggunaannya akan meninggalkan bentuk segitiga pada rambut halus.
  • American Waxing: Ini adalah jenis waxing di mana penggunaannya untuk menghilangkan seluruh rambut terutama di bagian Miss V. Jumlah rambut halus yang dicabut bakal tergantung dengan jenis bikini yang akan digunakan.
  • French Waxing: Jenis waxing yang mana pencabutan rambut halusnya jauh lebih banyak dibandingkan American Waxing.
  • Brazilian Waxing: Termasuk jenis Bikini Waxing terlengkap, karena rambut halus yang dicabut merata pada garis bikini depan hingga belakang.

Efek Samping Waxing

Meski menawarkan hasil instan dan relatif tahan lama, namun kita juga enggak bisa mempungkiri bahwa terdapat adanya efek samping waxing bagi kesehatan tubuh.

Dan berikut beberapa efek samping waxing yang sudah CekAja rangkum dari beberapa sumber terpercaya.

1. Menimbulkan reaksi alergi

Efek samping waxing bagi kesehatan tubuh yang pertama adalah berisiko menimbulkan reaksi alergi. Kondisi seperti itu bisa dialami, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Tidak hanya karena faktor kulit tubuh saja, bahkan penyebab reaksi alergi setelah melakukan waxing dapat terjadi, karena penggunaan bahan lilin waxing yang tidak cocok.

Apabila reaksi alergi yang dialami masih tergolong ringan, mungkin masih bisa diatasi sendiri dengan penggunaan obat yang tepat.

Namun kalau sudah tergolong berat hingga menyebabkan nanah pada area benjolan alergi, maka satu-satunya langkah yang harus diambil adalah dengan berobat ke dokter.

2. Memicu kondisi folikulitis

Selain menimbulkan reaksi alergi, efek samping waxing bagi tubuh ternyata dapat memicu kondisi folikulitis lho.

Sebagai informasi, folikulitis adalah kondisi di mana folikel rambut mengalami peradangan akibat waxing.

Gejalanya sendiri berupa benjolan kecil yang tak jarang berisi nanah, dan terasa gatal.

Pada kasus ringan, folikulitis bisa saja sembuh tanpa harus berkonsultasi ke dokter.

Cukup dengan mengompres area peradangan menggunakan air hangat, selama kurang lebih 20 menit secara rutin, yakni 3 kali per hari.

Namun, jika kondisi folikulitis yang dialami tak kunjung sembuh, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat, sebelum terjadi risiko yang lebih besar lagi.

3. Penurunan tingkat elastisitas kulit

Mengingat cara kerja waxing adalah dengan menarik paksa rambut halus pada tubuh, otomatis efek sampingnya yang mungkin paling terasa adalah kulit mengendur.

Kulit yang mengendur biasanya akan terlihat berkerut. Hal ini tentu saja jauh lebih mengganggu penampilan.

Oleh karenanya, agar efek samping waxing yang satu ini enggak dialami, ada baiknya untuk tidak melakukan waxing terlalu sering, dan jangan lupa untuk tetap menjaga kelembapan kulit dengan rutin menggunakan body lotion.

4. Menyebabkan kemerahan hingga luka bakar

Efek samping waxing lainnya yang pasti membuat wanita menderita adalah jika terjadi kemerahan, atau luka bakar.

Pada tingkat ringan, kondisi yang dialami setelah proses waxing dilakukan adalah kemerahan.

Kemerahan atau iritasi yang terjadi umumnya tergantung dari kepekaan area rambut halus pada tubuh.

Misalnya, pada waxing ketiak atau bikin waxing untuk mencabut rambut halus di area Miss V.

Kedua titik pencabutan tersebut bisa dibilang sangat sensitif, sehingga jangan heran jika setelahnya kulit akan tampak kemerahan.

Sedangkan untuk kasus berat seperti mengalami luka bakar, kondisi ini dapat dialami karena proses waxing yang dilakukan adalah dengan menggunakan lilin panas.

Luka bakar yang dialami tak jarang terjadi pada bagian alis maupun dagu.

Makanya, saat melakukan waxing di area ini, kamu tidak dianjurkan dulu untuk memakai produk perawatan wajah yang berbahan retinoid.

Sebab, efek samping waxing pada alis dan dagu setelahnya bisa menyebabkan luka bakar maupun terkelupas.

5. Rambut tumbuh secara tak normal

Efek samping waxing yang kelima adalah pertumbuhan rambut halus setelahnya akan tampak tak normal.

Dikatakan tak normal, sebab proses waxing dilakukan pada rambut halus yang masih pendek.

Alhasil, pertumbuhannya akan terhambat bahkan terperangkap ke dalam, yang disebut pula ingrow hair.

Selain menyebabkan pertumbuhan yang tidak normal, efek lainnya yang mungkin dapat dialami kulit adalah iritasi, dan lama-kelamaan dapat berubah menjadi benjolan akibat terinfeksi.

(Baca Juga: 5 Bahaya Lemon untuk Wajah)

6. Pemicu infeksi kulit

Efek samping waxing yang berikutnya adalah memicu infeksi kulit. Meskipun kondisi ini jarang terjadi, namun kamu juga tetap harus berhati-hati, terlebih jika memiliki kulit yang sensitif.

Selain karena jenis kulit, infeksi juga bisa dialami bila menggunakan produk waxing yang memakai bahan berbahaya, atau karena produk waxing telah terkontaminasi.

Maka dari itu, tiap kali ingin melakukan waxing, terutama di rumah, pastikan kamu sudah membaca bahan-bahan yang digunakan pada produk tersebut ya.

Atau jika melakukan waxing di salon, pastikan juga bahwa salon yang dikunjungi benar-benar berkualitas.

7. Pemicu IMS

Selain menyebabkan infeksi kulit, efek samping waxing untuk tubuh juga nyatanya dapat memicu infeksi menular seksual (IMS).

Risiko tertular bahkan akan lebih tinggi, jika terjadi kerusakan pada kulit akibat beberapa faktor.

Untuk itu, ada baiknya melakukan waxing saat kulit tubuh benar-benar dalam keadaan ‘sehat’ tanpa terlihat adanya goresan luka maupun peradangan.

8. Kulit lebih sensitif terhadap matahari

Setelah proses waxing dilakukan, biasanya kulit akan jauh lebih sensitif terhadap sengatan sinar matahari.

Sehingga, satu-satunya alternatif yang dapat dipilih adalah dengan mengaplikasikan sunscreen ataupun tidak melakukan aktivitas di luar rumah setelah waxing.

9. Kulit menghitam

Efek samping waxing yang terakhir adalah dapat membuat kulit tubuh menghitam. Hal ini biasa dialami ketika kamu melakukan waxing di bagian ketiak.

Inflamasi setelah proses waxing tersebutlah, yang membuat ketiak menghitam.

Bukan hanya itu saja, menggunakan wax atau lilin yang hangat pada kulit, juga dianggap sebagai salah satu pemicunya.

Untuk itu, dibutuhkan perawatan yang intensif setelah melakukan waxing.

Caranya tentu saja dengan rutin mengaplikasikan body lotion maupun melakukan eksfoliasi, guna mengangkat sel kulit mati di area bekas waxing-an.

Nah, itu dia beberapa efek samping waxing yang enggak boleh disepelakan oleh wanita. Jika masih dianggap remeh, mungkin saja efeknya menjadi sangat berbahaya.

Kalau sudah begitu, tentu penyesalanlah yang akan dirasakan akhirnya. Tak hanya itu, kamu pun mesti membayar biaya medis yang terkadang sangat mahal.

Ongkos Medis Mahal? Asuransi Kesehatan Solusinya!

Berbicara mengenai ongkos medis, tak jarang orang akhirnya memutuskan untuk punya asuransi kesehatan, guna meringankan biaya berobatnya.

Asuransi kesehatan ini bisa kamu dapatkan lewat CekAja.com.

Cukup menyertakan dokumen penunjang dan ajukan secara online, maka kamu sudah bisa mendapatkan asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Di CekAja pula, kamu bisa membandingkan dulu mana produk asuransi kesehatan yang bagus.

Semua produk asuransi CekAja sudah pasti dilengkapi cakupan manfaat yang luas, dan bantuan klaim cepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk langsung cek produk asuransi kesehatan di CekAja.com, dan ajukan sekarang juga untuk dapatkan manfaatnya.