5 Gangguan Mental Paling Berbahaya yang Perlu Diwaspadai, Apa Saja?

Berbicara tentang gangguan mental, sebenarnya ada beberapa jenis gangguan mental paling berbahaya yang perlu kamu ketahui. Di mana, beberapa jenis gangguan mental tersebut, memerlukan penanganan khusus untuk bisa mengatasinya.

Pasalnya, jika gangguan mental tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, hal itu dapat menyebabkan kematian.

Mengingat, gangguan mental sendiri hingga saat ini masih menjadi salah satu permasalahan yang sangat signifikan di dunia, tidak terkecuali Indonesia.

Jika ingin tahu apa saja jenis gangguan mental paling berbahaya, beserta cara mengatasi yang tepat, pada kesempatan kali ini, CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam klikdokter.com, ada sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang mengidap bipolar, 21 juta orang berjuang dengan skizofrenia, dan sekitar 47,5 juta orang terkena demensia.

Seputar Gangguan Mental

Sebelum membahas lebih jauh daftar gangguan mental paling berbahaya, ada baiknya kamu ketahui lebih dulu informasi dasar seputar gangguan mental.

Sebab, gangguan mental masih menjadi permasalahan utama yang memberikan dampak signifikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Bahkan, menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) seperti yang dilansir dalam klikdokter.com, saat ini ada sekitar 35 juta orang mengalami depresi, 60 juta orang menderita bipolar, 21 juta orang sedang berjuang dengan skizofrenia, dan 47,5 juta orang terkena demensia.

Tidak hanya itu, Data Riskesdas 2013 juga menunjukkan prevalensi gangguan mental emosional, yang ditunjukkan dengan gejala depresi dan kecemasan untuk usia 15 tahun ke ata, yaitu mencapai 14 juta orang.

Yang mana, 14 juta orang tersebut jika diubah ke dalam bentuk persen, yaitu sekitar enam persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Data itu hanya untuk gangguan mental emosional. Sementara untuk prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, telah mencapai angka sekitar 400 ribu orang, atau sekitar 1,7 per 1.000 penduduk.

Atas dasar jumlah tersebut, maka sekitar 14,3 persen di antaranya, atau sekitar 57 ribu orang pernah dipasung.

Di pedesaan sendiri, angka pemasungan cukup tinggi, yaitu sekitar 18,2 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan angka di perkotaan, yang hanya sekitar 10,7 persen.

Adanya pemasungan ini, justru semakin memperburuk gangguan mental yang dialami para penderita.

(Baca Juga: Perbedaan Gangguan Jiwa dan Gangguan Mental)

Daftar Gangguan Mental Paling Berbahaya

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui informasi dasar seputar gangguan mental, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui daftar gangguan mental paling berbahaya.

Dari sekian banyak jenis gangguan mental yang ada, lima di antaranya masuk ke dalam daftar gangguan mental paling berbahaya versi CekAja.com.

Jika kamu ingin tahu apa saja lima daftar gangguan mental paling berbahaya tersebut, di bawah ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap sebagai berikut.

1. Skizofrenia

Daftar gangguan mental paling berbahaya yang pertama, yaitu Skizofrenia. Buat kamu yang belum tahu, ini merupakan jenis gangguan mental berat, di mana penderitanya akan menginterpretasi realita secara abnormal.

Jadi, gangguan mental ini akan menyebabkan gejala delusi, halusinasi, hingga pola pikir serta perilaku yang dapat mengganggu fungsi sehari-hari.

Skizofrenia juga merupakan kondisi jangka panjang, yang membutuhkan penanganan khusus seumur hidup.

2. Anoreksia

Selanjutnya ada Anoreksia, yang menjadi salah satu daftar gangguan mental paling berbahaya.

Bagaimana tidak, pasalnya anoreksia adalah gangguan mental yang berbentuk gangguan makan.

Orang yang menderita anoreksia, biasanya memiliki gejala “penolakan” untuk mempertahankan berat badan yang dianggapnya sehat dan ideal.

Penderita anoreksia, umumnya mengalami rasa takut berlebih, khususnya terhadap peningkatan berat badan yang terjadi akibat pencitraan diri yang menyimpang.

Pencitraan diri pada penderita anoreksia ini, sejatinya dipengaruhi oleh pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi dan kondisi.

Akibatnya, hal itu jadi sangat memengaruhi cara seseorang dalam berpikir, maupun mengevaluasi tubuh serta makanan yang akan dikonsumsi.

Selain anoreksia, ada sejumlah kondisi gangguan makan yang juga patut diwaspadai, di antaranya yaitu:

  • Binge-eating disorder, atau kalap makan
  • Anorexia nervosa, atau menjauhi makanan
  • Compulsive overeating, atau lapar mata
  • Bulimia nervosa, atau memuntahkan makanan
  • Yoyo syndrome, atau berat badan yang turun naik
  • Emotional eating, atau lapar hati
  • Social eater, atau dorongan makan muncul ketika sedang bersama orang lain.

3. Bipolar

Sebagai bagian dari daftar gangguan mental paling berbahaya, bipolar sudah pasti harus mendapatkan penanganan khusus dari profesional.

Sebab, bipolar merupakan sebuah gangguan mental, yang ditandai dengan perubahan atau gangguan suasana hati yang ekstrem.

Disebut ekstrem karena perubahan mood yang terjadi bisa berupa depresi, atau sedih berlebihan dan manik, atau rasa bahagia yang berlebihan.

Kondisi perubahan suasana hati itu pun, terjadi secara bergantian. Uniknya, gangguan mental ini terkemas dalam bentuk episode-episode yang berlangsung dalam jangka waktu lama, baik itu beberapa hari maupun beberapa bulan.

4. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Di urutan keempat ada Obsessive Compulsive Disorder (OCD), yang juga menjadi bagian dari daftar gangguan mental paling berbahaya.

Hal itu karena, OCD adalah gangguan perilaku kronis, yang membuat para penderitanya menjadi tidak punya kontrol terhadap pikiran-pikiran obsesif, serta perilaku kompulsif (berulang-ulang).

Dulunya, OCD masuk ke dalam kategori gangguan kecemasan. Namun, saat ini OCD sudah menjadi kategori sendiri, karena cakupannya yang sangat luas.

Bagi masyarakat awam, penderita OCD dianggap sebagai orang yang sangat gila kebersihan dan keteraturan.

Sebab, para penderitanya sering kali mengulang-ngulang kegiatan yang sama, untuk memastikan semuanya berjalan lancar dan sebagaimana mestinya.

Padahal, OCD memiliki cakupan yang sangat luas, sehingga tidak bisa dikotak-kotakan dan didefinisikan seperti itu.

Untuk mengatasi hal ini, penderita OCD harus diatasi dengan baik, agar perasaan tertekan tidak bertambah parah, dan risiko depresi dapat diminimalisir.

5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

Gangguan mental paling berbahaya dan perlu diwaspadai terakhir, yaitu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Gangguan mental ini, terjadi pada seseorang yang mengalami kejadian traumatis seperti pelecehan seksual, bencana alam, perang, kecelakaan berat, serangan teroris dan lain sebagainya.

Tetapi, tidak semua orang yang mengalami kejadian traumatis menderita PTSD. Namun kecenderungannya akan seperti itu, apalagi jika mereka mengalami kejadian traumatis dalam bentuk pelecehan seksual dan kekerasan, khususnya pada masa kanak-kanak.

Jika melihat prevalensinya, PTSD memiliki prevalensi seumur hidup, yaitu antara 8 – 10 persen, kemudian diikuti dengan ketidakmampuan dalam sosial.

Orang yang memiliki risiko menderita PTSD umumnya adalah wanita. Sebab, wanita lebih banyak mengalami pelecehan seksual dibandingkan laki-laki.

(Baca Juga: Asuransi untuk Penyakit Psikologis)

Itulah beberapa jenis gangguan mental paling berbahaya, yang sudah kamu ketahui secara lengkap informasinya di pembahasan sebelumnya.

Semua gangguan mental tersebut, tentunya perlu mendapatkan penanganan khusus, agar efek yang ditimbulkan nantinya tidak semakin parah.

Maka dari itu, jika kamu menemukan gejala gangguan mental pada anggota keluarga, kerabat, maupun rekan kerja, sebaiknya mulai perhatikan dan jaga mereka.

Apabila gejala yang terjadi semakin lama semakin buruk, maka kamu bisa menyarankan dan menemani mereka untuk berkonsultasi ke profesional, agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Tetapi, jika kamu khawatir hal tersebut akan memakan biaya besar, jangan khawatir. Kamu bisa menggunakan asuransi kesehatan, untuk menanggung biaya pengobatan.

Pasalnya, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit.

Dengan begitu, nantinya kamu tidak perlu lagi merasa khawatir dengan besarnya biaya yang harus dibayarkan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Untuk itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, bisa segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!