Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Inilah Cara Menghitung PPH 21 Bagi Pekerja Lepas

by lhmdi on 5 September, 2017

tarif pajak _ kredit kendaraan bermotor - CekAja.com

Tidak jarang, sebagian orang yang menjalani pekerjaan sampingan merasa memiliki hidup yang lebih baik. Salah satu alasannya adalah karena pendapatan yang diterima tidak dibebankan oleh pajak.

Akan tetapi ada cara menghitung Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21) atau pajak penghasilan bagi masyarakat yang menjalani pekerja lepas atau pekerja freelance.

Seperti yang sudah kita ketahui, pengertian Pajak Penghasilan adalah nilai pajak yang dikenakan oleh negara atas pendapatan yang diterima oleh wajib pajak bersifat pribadi dan terkait dengan pekerjaan atau kegiatan jasa yang dilakukan.

Pajak Penghasilan Pasal 21 ini umumnya dibebankan kepada wajib pajak pribadi yang memiliki pekerjaan tetap. Secara umum di Indonesia ada tiga model yang digunakan sebagai cara menghitung PPH 21.

(Baca juga: Cara Menghitung PPh 21 Tanpa Harus Pandai Berhitung)

Pertama, Model Gross, yaitu potongan pajak yang ditanggung oleh seseorang berdasarkan jumlah pajak penghasilannya.

Kedua, Gross Up yaitu, cara pemotongan pajak yang dilakukan perusahaan dengan cara memberikan tunjangan pajak yang sama besar nilainya dengan jumlah pajak yang dipotong dari karyawan.

Ketiga, model Net yaitu pemotongan pajak karyawan yang prosesnya ditanggung oleh perusahaan.

Menghitung pajak penghasilan pribadi bagi pekerja lepas

kerja freelance_kredit tanpa agunan - CekAja.com

Secara umum, PPH 21 biasanya identik dengan wajib pajak yang memiliki status pekerjaan sebagai pegawai tetap.

(Baca juga: Serba-serbi Pajak; Pengertian, Tarif, Hingga Jenis)

Sementara itu, bagi yang bekerja paruh waktu pekerja lepas biasanya akan sering bertanya-tanya tentang bagaimana cara menghitung PPH 21 untuk pekerjaan yang mereka jalani.

Ternyata, meskipun berstatus sebagai pekerja lepas, seseorang yang memiliki status pekerjaan seperti ini tetap diwajibkan membayar pajak.

Lalu, bagiamana menghitung pajak penghasilan pribadi bagi seseroang yang memiliki status sebagai pekerja tidak tetap?

Seorang pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas identik dengan seseorang yang yang mendapatkan penghasilan jika pegawai tersebut bekerja berdasarkan jumlah hari, jumlah hasil pekerjaan atau menyelesaikan jenis pekerjaan yang diberikan oleh pemberi kerja.

Lalu, seperti apa syaratnya jika seorang pekerja tidak tetap diwajibkan atau tidak wajib membayarkan Pph 21?

Ternyata Negara sudah menyiapkan caranya sendiri. Berdasarkan Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan seorang pegawai tidak tetap atau pekerja lepas yang penghasilanya tidak dibayar bulanan dan dalam satu bulan tidak lebih dari Rp. 4.500.000 akan dibebaskan dari pembayaran Pph 21.

(Baca: Apa itu Pajak Progresif Kendaraan dan Cara Hitungnya?)

Jadi, Apakah freelance harus tetap membayar PPH 21?

Nah, jika kita merupakan bagian dari  masyarakat yang kerap melakukan pekerjaan tidak tetap atau freelance, pastikan untuk mengetahui beberapa ketentuan berikut ini:

  1. Pekerja tidak tetap tidak dibebankan pemotongan PPh, Pasal 21, jika penghasilan sehari tidak melebihi Rp 300.000.
  2. Potongan terhadap pajak dilakukan apabila seseorang pekerja tetap telah memiliki penghasilan dalam sehari lebih dari Rp 450.000.
  3. Jika seorang pengawai tidak tetap memperoleh penghasilan kumulatid dalam satu bulan melebihi Rp 4.500.000, maka jumlahnya akan dikurangkan dari penghasilan bruto.
  4. Jika dihitung rata-rata penghasilan, maka satuan yang digunakan adalah upah mingguan, upah satuan, hingga upah borongan untuk setiap pekerjaan yang dilakukan.

Lalu, bagaimana dengan PTKP yang dibebankan kepada wajib pajak khususnya untuk pekerja tidak tetap? Peraturan Menteri Keuangan tentang PTKP 2016, menetapkan bahwa PPh 21 pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas yang penghasilannya kurang dari Rp 450.000 per hari tidak akan dibebankan potongan penghasilan.

Namun, tentunya masih banyak pekerja tidak tetap yang masih mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 4.500.000. Nah, bagi kita yang memiliki pekerjaan tidak tetap, namun mampu mengumpulkan penghasilan lebih dari Rp 4.500.000 disarankan untuk taat membayarkan PPh 21.

Berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pajak Penghasilan maka pajak wajib dibayarkan kepada pekerja lepas jika sudha memenuhi persyaratan berikut ini:

  1. Memiliki jumlah penghasilan bruto yang lebih dari Rp 4.500.000 atau penghasilan kumulatif dalam satu bulan lebih dari Rp 4.500.000.
  2. Selain itu, Pajak Penghasilan 21 akan dikenakan jika pegawai tidak tetap memiliki jumlah penghasilan dalam satu bulan telah lebih dari Rp 8.200.000.
Cara Termudah Menghitung Sendiri PPh 21

tips keuangan untuk freelance - CekAja.com

Rasa penasaran yang sering belum terjawan bagi para pekerja lepas yang memiliki penghasilan lebih dari Rp4.500.000 dari penghasilan pekerjaan tidak tetap adalah cara menghitung PPh 21 itu sendiri.

Namun, kini sudah mulai bermunculan jasa konsultan pajak yang mampu membantu individu-individu yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaan tidak tetapnya. Jasa mereka memang tergolong mahal dan muungkin saja wajib pjak tidak sanggup membayar jasa mereka.

Selain itu, masih muncul juga keraguan, apakah para konsultan pajak ini memiliki kompetensi yang tepat. Misalnya, belum tentu konsultan pajak A memiliki kompetensi penghitungan yang sama dengan konsultan pajak B. Jika ini terus terjadi maka dapat memengaruhi kalkulasi potongan pajak yang nantinya dibayarkan.

Oleh karena itu, saat ini mulai bermunculan berbagai program komputer yang dibuat untuk memudhakan sendiri bagaimana cara menghitung PPh 21. Terdapat dua jenis program komputer yang saat ini bisa kita coba untuk mengetaui cara menghitung PPh 21.

1. Solfina

Solfina merupakan salah satu software yang dapat digunakan untuk menghitung penggajian karyawan di sebuah perusahaan.

Melalui software ini sekarang para pekerja lepas atau Freelance bisa menghitung sendiri berapa nilai pajak yang mereka bayarkan.

Namun, untuk dapat menggunakan Solfina kita harus mengunduhnya softwarenya terlebih dahulu. Setelah di pasang melalui perangkat komputer, maka Solfina mulai bisa digunakan untuk mengetahu icar amenghitung PPh 21 milik kita sendiri.

Tenang saja, Solfina memberikan modul lengkap tentang pajak bagi pegawai tidak tetap atau harian. Modul tentang gajian mingguan baik mengunakan kurs Rupiah atau mata uang asing, hingga menghitung PPh Net dan Gross.

2. Gadjian

Selain Solfina, terdapat satu lagi pemrograman komputer yang diberi nama Gadjian yang dapat digunakan untuk mengetahui cara menghitung PPh 21.

Tidak jauh berbeda dengan Sofina, Gadjian juga menawarkan berbagai macma pengeloaan penghitungan PPh 21.

Melalui program komputer ini, Gadjian menawarkan perhitungan pembayaran pajak bagi karyawan tidak tetap, baik secara bulanan dan tahunan.

Selain itu, metode penghitungan yang digunakan pun sesuai dngan standar penghitungan yang sudah ada, yaitu metode Gross, Gross Up dan Net. Kita juga dapat mengunduh hasil penghitungan pajak untuk diberikan ke dalam sistem e-SPT, PPh 21.

Mudahkan, cara menghitung PPh 21 bagi pegawai tidak tetap?

Tentang Penulis

Penulis yang hobi traveling ke daerah pelosok yang belum terjamah.