Perbedaan Autis dan Down Syndrome, yang Sering Dianggap Sama

Bukan untuk dibully, anak yang terlahir autis perlu perhatian khusus. Namun, sampai pada saat ini, masih banyak yang menganggap bahwa autis sama dengan down sindrom, namun nyatanya berbeda. Perbedaan autis dan down syndrome (Ds), bisa dilihat dari tingkah laku dan fisik penderita.

Advertisement

Pasalnya, di kehidupan sehari-hari, tidak sedikit dari kita yang selalu beranggapan kalau anak down syndrome, sama dengan anak penyandang autis. Tidak hanya itu, banyak juga yang menyebut jika autis dan Ds adalah penyakit yang dapat disembuhkan.

Nah, dalam memperingati Hari Autisme Sedunia, mari kita ketahui apa perbedaan autis dan down syndrome, agar kamu tak salah langkah, dalam memperlakukan anak yang memiliki kondisi tersebut.

Bahkan, tidak sedikit juga dari kita yang terbalik dalam menyebut autis dan down sindrom. Terlebih, Hari Down Syndrome sendiri, jatuh pada tanggal 21 Maret, sedangkan Hari Autis Sedunia jatuh setiap tanggal 2 April.

Nah, agar kamu bisa mengetahui dan meluruskan kesalahpahaman ini, yuk intip perbedaan autis dan down syndrome lebih lengkap, berikut ini yang dilansir dari berbagai sumber.

(Baca Juga: Mengenal Down Syndrome Pada Anak)

Perbedaan Autis dan Down Syndrome

1. Autisme

Jauh sebelum mengetahui perbedaan autis dan down syndrome, mari ketahui dulu pengertian dari autisme. Autis atau autisme merupakan kondisi dimana, seorang anak yang mengalami keterlambatan pada perkembangannya, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak-anak normal.

Namun, autis sendiri bukanlah suatu penyakit bawaan, karena memang autisme ternyata bukan suatu penyakit, yang bisa disembuhkan dengan cara ke dokter anak, atau dengan cara minum obat.

Autis ini merupakan sebuah kelainan perkembangan anak, bukan penyakit. Di mana penanganannya memang bukan dengan obat, dan mereka tetap bisa hidup normal seperti anak lainnya, hingga dewasa nanti.

Lantas bagaimana penanganan anak autis? Apakah dibiarkan saja hingga besar? Tidak! Untuk penanganan autis, orang tua bisa melakukan terapi dalam jangka panjang, yang memang lama dan tidak sebentar.

Anak autis, mengalami kelainan perkembangan seperti apa? Jadi, autis yang masuk dalam kelompok ATS ini, memiliki tiga gangguan dalam perkembangan, yakni, komunikasi dan interaksi, perilaku, serta gerakan serta ucapan, yang sering diulang-ulang.

Jadi, anak autis ini bisa dilihat bukan dari fisik melainkan perilaku. Karena perilaku anak autis cenderung menunjukkan perilaku aneh dan tidak umum (mal adaptif), seperti anak-anak seusianya.

Perilaku aneh seperti apa yang biasa dilakukan anak autis? Contoh perilaku sederhana yang mudah dilihat adalah seperti ketika waktu kecil, anak tersebut suka muter-muter sendiri, loncat-loncat tanpa merasa lelah, dan selalu jalan-jalan entah ke mana (tidak ada tujuan).

Perilaku aneh yang menonjol dari penderita autis adalah dia senang melakukan sesuatu yang diulang-ulang. Mudahnya, kamu bisa melihat anak autis ketika memperlakukan suatu barang yang ada disekitarnya.

Contohnya, jika ia sedang fokus dengan suatu barang, iya akan menyusunnya dengan rapi sesuai tempatnya, lalu barang tersebut jatuh berantakan. Di sini, anak autis akan menyusun barang tersebut kembali, meskipun barang tersebut sudah jatuh berkali-kali.

Selain perilaku aneh, penderita autis juga bisa dilihat dari gerak dan ucapannya. Misalnya, ketika kamu bertanya tentang nama, apa yang sedang dilakukan, atau ingin kemana kepadanya, maka mereka akan menjawab kalimat serupa dengan kamu. Menurut dokter dan para ahli kondisi tersebut, biasa disebut dengan ekolalia.

Selain itu, ada ciri lain yang bisa kamu ketahui, untuk bisa mengetahui perbedaan autis dan down syndrome, yakni anak autis sering menghindari kontak mata, dan kurang kooperatif bermain dengan teman seusianya.

Bahkan, ketika diajak berkomunikasi atau ngobrol santai, mereka juga sering tidak fokus, sehingga terkesan mengabaikan. Nah, itu dia pengertian lengkap tentang autis. Catat, dan ketahui perbedaan autis dan down syndrome, agar tidak salah pemahaman.

2. Down syndrome (Ds)

Agar lebih afdol, dalam mengetahui perbedaan autis dan down syndrome, ketahui juga pengertian lengkap tentang kelainan down syndrome.

Jika autis merupakan penyakit kelainan perkembangan, down syndrome adalah sebuah penyakit kelainan kromosom, yang sudah terjadi sejak dalam kandungan.

Apa penyebab janin di dalam kandungan, bisa mengalami kelainan kromosom? Adapun kelainan ini, dapat disebabkan oleh gen kedua orang tua, atau bisa juga disebabkan karena kesalahan mengonsumsi jenis makanan, ketika mengandung.

Tidak hanya itu, rata-rata IQ para penyandang down syndrome, juga di bawah IQ normal, yakni hanya sekitar 50-60 saja dari angka normal sekitar 90-110.

Karena down syndrome merupakan kelainan kromosom, maka kelainan ini juga sudah bisa dilihat sejak bayi lahir. Bahkan, down syndrome juga sering disebut sebagai kondisi genetik atau trisomi 21.

Mengapa demikian? Karena, ketika penderita down syndrome lahir, wajahnya sudah terlihat memiliki keanehan, yaitu sudut luar mata naik hingga menyipit, serta hidung dan mulut kecil.

Perlu kamu ketahui juga, kondisi genetik yang terlihat di fisik, terutama wajah ini, juga akan terjadi pada penderita down syndrome lainnya. Maka tak heran jika, wajah pengidap down syndrome di seluruh dunia ini, mirip atau sama.

Tidak hanya memiliki wajah yang berbeda, dari anak normal lainnya, penyandang down syndrome juga memiliki kelemahan fungsi fisik lainnya, seperti pada jantung.

Karena Ds bukan kelainan perkembangan dan perilaku, maka Ds tidak masuk dalam kategori ATS seperti autis.

Meski sama-sama memiliki kelainan, namun ternyata, dari masing-masing kelainan ini (autis dan down syndrome, memiliki kemampuan masing-masing juga.

Bagaimana? Sudahkah kamu tahu perbedaan autis dan down syndrome secara lengkap?Tidak hanya kita yang wajib mengetahui perbedaan ini, karena dengan mengetahui perbedaan ini juga, diharapkan Pemerintah, tempat terapi, dan pihak terkait lainnya memahami, jika autisme, down syndrome dan kondisi yang mirip autisme lainnya itu berbeda.

Dengan mengetahui informasi ini juga, diharapkan bisa dibuat perencanaan yang matang, untuk jenis sekolah, hingga jenis pekerjaan yang sesuai dengan kelainan-kelainan itu.

Intinya, baik autisme maupun down sindrom tidak bisa disembuhkan, karena dua kondisi tersebut bukanlah penyakit, tapi kelainan. Sehingga, penanganannya bisa diterapi untuk membantunya berkomunikasi dan meningkatkan kemampuan belajar.

Nah, karena autis ini tidak dianggap sebagai penyakit, maka penanganan berupa terapi jangka panjang ini, hanya bisa diupayakan menggunakan biaya sendiri. Sehingga, tidak bisa menggunakan bantuan asuransi kesehatan.

Namun meski demikian, asuransi kesehatan untuk anak, tetap penting untuk dimiliki terlebih bagi anak yang memiliki kelainan seperti autisme.

(Baca Juga: 4 Pinjaman Online untuk Dana Darurat)

Karena, kondisi mereka yang sewaktu-waktu bisa membahayakan diri mereka, dari perilaku anehnya, maka dengan asuransi kesehatan bisa bantu meminimalisir risiko jatuh sakit, hingga kecelakaan.

Asuransi kesehatan juga bisa bantu menekan risiko kerugian finansial, terlebih semua biaya terapi sudah diupayakan sendiri. Jadi, untuk masalah kesehatan lainnya, biar asuransi kesehatan yang meringankan masalah finansial tersebut.

Yuk, pilih asuransi kesehatan terbaik untuk anak, kamu, dan keluarga, sebagai proteksi tambahan. Kamu bisa ajukan produk asuransi kesehatan terbaik, aman, dan terpercaya, melalui CekAja.com, secara online.

CekAja.com juga menyediakan banyak produk asuransi kesehatan dari berbagai perusahaan asuransi ternama di Indonesia. Jadi, sudah tidak perlu diragukan lagi kualitas dan pelayanannya.

Kamu juga bisa memilih asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan, hingga kemampuan finansialmu!

Yuk, segera ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, untuk orang-orang terkasih, hanya di CekAja.com.

Advertisement