Pinjaman JULO untuk Bisnis Fotocopy, Pengajuannya Bisa di CekAja

Pinjaman JULO untuk bisnis fotocopy tentu saja pengajuannya dapat dilakukan melalui layanan CekAja. Nah, buat kamu yang penasaran akan informasinya, yuk langsung cek ulasannya di sini.

Advertisement

Siapa di sini yang tertarik untuk menggeluti bisnis fotocopy? Nah, bisnis ini sebetulnya memiliki prospek yang cukup menjanjikan asal kamu lihai dalam melihat peluang yang ada.

Pasalnya, kalau tak pintar dalam melihat potensi bisnis fotocopy, bukan gak mungkin ya bila menjalani bisnis ini hanya akan membuang waktu saja.

Ya, seperti yang kita tahu, di zaman modern seperti sekarang, orang-orang justru lebih memilih alternatif digital untuk memudahkan aktivitasnya, baik untuk keperluan pekerjaan ataupun pendidikan.

Namun, bukan berarti mereka juga tidak mengandalkan cara manual ya. Selama penggunaan kertas masih dibutuhkan, di situlah peluang bisnis fotocopy masih terbuka lebar.

Tapi memang dengan catatan, pemilihan lokasinya benar-benar strategis dan ramah dari segi pelayanan.

Nah, untuk mencoba peruntungan di bidang bisnis fotocopy ini, selain mengandalkan pinjaman JULO, setidaknya kamu harus tahu dulu mengenai kiat mendirikan bisnis tersebut dan estimasi modal yang dibutuhkan.

(Baca Juga: Peluang Bisnis Baju Bekas Import dengan JULO)

Tips Memulai Bisnis Fotocopy

Di poin pertama ini, CekAja bakal fokus membahas tentang tips sukses memulai bisnis fotocopy.

Dengan mengikuti sederet tips di bawah ini, semoga saja kamu bisa menjalani bisnis tersebut secara tepat dan mendapat untung sebesar-besarnya. Dan berikut ini sederet tips memulai bisnis fotocopy.

1. Buat perencanaan bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum mengajukan pinjaman JULO untuk bisnis fotocopy adalah membuat perencanaan usaha yang tepat.

Mengapa? Karena, seperti berbisnis pada umumnya, tiap pengusaha pun perlu mematangkan rencana bisnisnya agar segala risiko di kemudian hari dapat terminimalisir.

Bukan hanya itu saja, adanya perencanaan bisnis pula tentunya akan membantu kamu menentukan target pasar, modal, bahkan hingga cara promosi yang tepat.

2. Hitung perkiraan modal

Hal ini sebelumnya sudah disinggung pada poin di atas. Ya, ketika menyusun perencanaan bisnis, kamu juga harus memasukkan perhitungan kasar mengenai modal usaha.

Perhitungan modal usaha ini bisa kamu bagi dalam dua kategori, yaitu modal tetap dan modal operasional.

Modal tetap merupakan sejumlah pengeluaran berupa pembelian barang-barang untuk kegiatan bisnis, seperti mesin fotocopy, pembelian alat penjilid dan pemotong kertas, hingga sewa tempat usaha.

Sementara modal operasional meliputi pengeluaran secara periodik, seperti biaya perawatan mesin dan bayar listrik, pembelian kertas, pembelian tinta, hingga biaya untuk menggaji pegawai.

3. Pilih lokasi strategis

Selain memiliki perencanaan bisnis, berikutnya yang harus diperhatikan saat akan memulai bisnis fotocopy adalah pemilihan lokasi.

Idealnya, pilihlah lokasi yang strategis seperti di kawasan kampus, padat penduduk, atau yang berada di dekat kantor.

Ketiga lokasi tersebut tentu jauh lebih memudahkan kamu untuk mendapat banyak pelanggan tetap.

Jika dirasa masih berat untuk menyewa tempat, kamu bisa kok ‘menyulap’ lingkungan rumah jadi tempat bisnis fotocopy.

Cuma memang harus dilihat pula apakah lingkunganmu saat ini termasuk lokasi yang strategis atau tidak.

4. Berikan kualitas layanan terbaik

Salah satu faktor yang membuat konsumen kembali menggunakan layanan dari suatu bisnis biasanya karena kualitas yang didapat.

Hal itu berlaku pula ya saat kamu membuka bisnis fotocopy. Ya, saat menekuni bidang tersebut, pastikan bahwa pelayanan yang diberikan benar-benar terbaik begitu juga dengan kualitas fotocopy yang dilakukan.

5. Bangun jaringan bisnis

Setelah memilih lokasi yang strategis misalnya kampus, kamu bisa kok mulai mencari jaringan bisnis yang tepat seperti menyasar ke masing-masing fakultas.

Dengan begitu, akan sangat mudah bagi kamu mendapat banyak konsumen loyal karena adanya jaringan bisnis.

Nah, jangan lupa pula untuk memberi harga khusus yang lebih murah namun tetap menghasilkan keuntungan maksimal.

6. Lakukan promosi

Siapa bilang hanya bisnis-bisnis kekinian saja yang memerlukan promosi gencar? Bisnis fotocopy juga lho.

Agar cepat dikenal banyak orang, kamu mesti melakukan promosi ‘gila-gilaan’, baik dengan menyebar brosur di sekitar lingkungan bisnis atau melalui sosial media.

Kedua cara ini cukup efektif kok untuk dilakukan, asalkan memang kualitas pelayanan dari tempat fotocopy mu terbilang bagus dan murah.

Estimasi Modal untuk Bisnis Fotocopy

Mengenai perhitungan modalnya, kamu bisa menyiapkan kurang lebih sekitar Rp20 juta belum termasuk sewa tempat.

Namun, perkiraan modal tersebut sudah termasuk etalase kaca yang harganya sekitar Rp1,5 juta, mesin fotocopy sekitar Rp15 juta, alat pemotong kertas sekitar Rp500 ribu, ATK dan meja kursi kisaran Rp2,3 juta.

Perhitungan modal di atas adalah pemgeluaran awal, yang sebenarnya bisa saja berkurang ataupun bertambah sesuai dengan kebutuhan kamu.

Sementara untuk modal operasional, kamu bisa menyiapkannya per bulan sembari bisnis berjalan.

Palingan untuk modal operasional ini, kamu hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp5 juta saja, dan sudah termasuk biaya gaji untuk satu pegawai.

Pinjaman JULO untuk Bisnis Fotocopy

Seperti yang sudah dijanjikan bahwa, di artikel ini kita akan membahas tentang pinjaman JULO untuk bisnis fotocopy. Kenapa harus JULO?

Karena, pinjaman online yang satu ini selain telah terdaftar OJK, untuk urusan suku bunganya, JULO termasuk yang menawarkan suku bunga rendah sekitar 3-6 persen per bulan dan untuk harian suku bunganya sekitar 0,33 persen.

Bukan hanya itu saja, JULO pun memiliki keuntungan lainnya berupa cashback, apabila debitur dapat melunasi pinjaman tepat waktu atau bahkan dipercepat.

Meyoal pencairan dana, JULO juga termasuk yang cepat, maksimum dua hari kerja setelah tanggal pengajuan pinjaman.

Informasi Mengenai Pinjaman JULO

  • Limit pinjaman mulai dari Rp1 juta hingga Rp15 juta
  • Tenor pinjaman mulai dari 2 hingga 9 bulan
  • Suku bunga sebesar 1,5%-4% per bulan
  • Lama proses persetujuan maksimal 2 hari kerja

Persyaratan Pengajuan Pinjaman JULO

  • Warga Negara Indonesia
  • Berdomisili di wilayah pemasaran pinjaman JULO
  • Berusia minimal 21-50 tahun
  • Memiliki penghasilan tetap minimal Rp2 juta per bulan
  • Memiliki rekening bank atas nama pribadi

Dokumen Pengajuan Pinjaman JULO

  • Melampirkan KTP
  • Melampirkan slip gaji atau surat keterangan penghasilan
  • Melampirkan swafoto dengan KTP

(Baca Juga: Pinjaman JULO untuk Bisnis Hampers)

Pengajuan Pinjaman JULO via CekAja

Selain lewat aplikasinya, pengajuan pinjaman JULO untuk bisnis fotocopy juga bisa kamu lakukan lewat CekAja lho.

Caranya mudah kok, kamu hanya perlu menyiapkan persyaratan dokumen yang diperlukan, lalu masuk ke halaman utama CekAja dan pilih menu ‘Kredit & Pinjaman < Pinjaman Online’.

Klik ‘Lengkapi aplikasi’ pada menu JULO dan ikuti semua arahan proses pengajuan dari CekAja.com. Apabila proses pengajuan disetujui, maka pengajuanmu akan langsung dialihkan ke tim JULO.

Sementara jika pengajuan tidak disetujui, tim CekAja otomatis akan memindahkan pengajuanmu ke rekomendasi produk pinjaman lainnya, yang sesuai dengan profil data diri kamu.

Gimana, menarik bukan? Jadi, yuk langsung cek pinjaman JULO di CekAja.com, kemudian ajukan kapanpun saat kamu ingin memulai bisnis fotocopy.

Advertisement