Serba-serbi Mengenai PKM Kewirausahaan yang Perlu Diketahui

Pernahkah kamu mendengar tentang PKM Kewirausahaan? Merupakan program yang sudah cukup lama berjalan, namun sepertinya masih banyak yang belum terlalu familiar dengan ini.

PKM Kewirausahaan

Maka dari itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membahas tentang serba-serbi PKM Kewirausahaan, mulai dari definisi, syarat dan kriteria, hingga cara mendaftar. Yuk kita simak bersama!

Apa itu PKM?

Sebelum kita membahas tentang PKM Kewirausahaan, ada baiknya jika kita mengetahui definisi dari PKM itu sendiri.

(Baca Juga: 5 Bisnis Unik Mahasiswa)

Dilansir dari situs kampusundip.com, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, serta Kementerian Ristek Dikti, yang bertujuan untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki oleh para mahasiswa Indonesia agar bisa mengkaji, mengembangkan, serta menerapkan ilmu dan teknologi yang telah mereka pelajari di masa perkuliahan kepada masyarakat secara luas.

Merupakan penerus dari Program Karya Alternatif Mahasiswa yang dibentuk pada tahun 1997, PKM dilaksanakan untuk pertama kalinya pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannya program restrukturisasi di lingkungan Ditlitabmas Ditjen Dikti.

Nah, melalui program ini, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk dapat mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikat, tanggung jawab, membangun kerjasama tim hingga mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif di dalam ilmu yang tengah ditekuni.

Bidang yang Terdapat di PKM

Saat ini, PKM memiliki 7 bidang yang umumnya dipisah menjadi PKM 5 bidang dan PKM 2 bidang. Mengapa Begitu?

Sebab, Kedua kategori PKM ini mendapatkan dana hibah yang berbeda, yaitu PKM 5 bidang yang mendapatkan dana kurang lebih sekitar Rp10 juta dan PKM 2 bidang yang mendapatkan dana kurang lebih sebesar Rp3 juta.

Selain itu, mahasiswa yang ingin mengikuti PKM 5 bidang diharuskan untuk membuat proposal sekaligus laporan pertanggungjawaban pasca penerapan proposal yang telah diajukan tersebut.Sedangkan untuk PKM 2 bidang, maka tidak memerlukan itu semua.

Waktu pelaksanaannya pun berbeda. Biasanya, PKM 5 bidang diadakan setiap akhir tahun, sementara PKM 2 bidang justru di awal tahun. Lantas, apa saja sih ketujuh bidang yang ada di PKM ini?

Dilansir dari situs unpad.ac.id, PKM 5 bidang terdiri dari PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian kepada Masyarakat, PKM Teknologi, dan PKM Karya Cipta.
Sementara itu, untuk PKM 2 bidang maka terdiri dari PKM Artikel Ilmiah dan PKM Gagasan Tertulis.

Akan tetapi, di dalam kesempatan kali ini kita akan khusus membahas tentang PKM Kewirausahan beserta hal-hal lainnya yang perlu kamu ketahui mengenai bidang PKM satu ini.

Mengenal PKM Kewirausahaan

Sesuai dengan namanya, PKM Kewirausahaan merupakan program untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada keuntungan.

Sementara itu, komoditas usaha yang dihasilkan juga bisa berupa barang maupun jasa yang pada nantinya menjadi salah satu modal dasar para mahasiswa untuk berwirausaha dan memasuki pasar.

Sehingga, dalam hal ini mahasiswa memang dituntut untuk bisa berinovasi dalam menjual produk maupun jasa yang sekiranya dibutuhkan oleh masyarakat secara luas untuk bisa mendapatkan penghasilan atau profit.

Kriteria dan Persyaratan

Dalam mengikuti PKM Kewirausahaan, maka setiap mahasiswa diharuskan untuk memenuhi kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Dilansir dari laman Pendidikan Geografi Universitas Veteran Bangun Nusantara, kriteria dan persyaratan dalam mengikuti PKM Kewirausahaan dapat dilihat sebagaimana berikut ini:

  • Peserta harus merupakan kelompok mahasiswa aktif program pendidikan S-1 atau Diploma yang terdaftar di PD-Dikti.
  • Anggota kelompok pengusul berjumlah 3-5 orang.
  • Nama-nama pengusul (ketua dan anggota) harus ditulis lengkap dan tidak boleh disingkat.
  • Tidak terikat di bidang ilmu, namun bidang kegiatan disarankan untuk sesuai dengan bidang ilmu ketua kelompok/tim dengan anggota yang dianjurkan dari lintas bidang.
  • Mahasiswa pengusul dapat berasal dari berbagai program studi yang berbeda atau dari satu program studi yang sama, tetapi tetap dalam satu Perguruan Tinggi yang sama.
  • Keanggotaan setiap kelompok disarankan berasal dari minimal dua angkatan yang berbeda.
  • Besaran dana kegiatan per judul yaitu Rp5.000.000 (Lima Juta Rupiah) sampai dengan Rp12.500.000 (Dua Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

Sistematika Proposal Pengajuan

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, bahwa dalam mengikuti PKM Kewirausahaan dan bidang PKM lainnya, maka setiap peserta diharuskan untuk membuat proposal yang berkaitan dengan rencana kegiatan mereka kedepannya.

Masih dilansir dari laman Pendidikan Geografi Universitas Veteran Bangun Nusantara, berikut sistematika pembuatan proposal kegiatan yang harus diunggah pada saat melakukan pendaftaran PKM, yaitu adalah:

  • Judul PKM tidak boleh menggunakan akronim atau singkatan yang tidak baku, dengan hanya maksimal 20 kata.
  • Mahasiswa menyusun dan mengunggah proposal, yaitu isian kelengkapan (sampul dan pengesahan), halaman utama (daftar isi, halaman inti, dan lampiran), halaman inti (pendahuluan sampai dengan daftar pustaka), dengan maksimum 10 halaman.
  • Berkas diunggah ke SIMBelmawa dengan penamaan file namaketuapeneliti_namapt_PKM-K.pdf, untuk divalifasi oleh dosen pendamping dan disahkan oleh pimpinan perguruan tinggi di bidang kemahasiswaan.
  • Proposal ditulis menggunakan font huruf Times New Roman ukuran 12 dengan jarak baris.
  • 1,15 spasi, ukuran kertas A-4, margin kiri 4 cm, margin kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm.
  • Halaman kelengkapan sampul sampai dengan daftar isi diberi nomor halam dengan huruf: i,ii,iii,..dan seterusnya, yang diletakkan pada sudut kanan bawah.
  • Halaman utama dimulai dari pendahuluan sampai dengan lampiran, yang diberi nomor dengan angka arab: 1,2,3,…dan seterusnya, yang diletakkan pada sudut kanan atas.

Format Penulisan Proposal

Setelah mengetahui tentang sistematika penulisan proposal dalam mengikuti PKM Kewirausahaan, sekarang saatnya membahas tentang format dari penulisan proposalnya itu sendiri.

Dalam membuat proposal untuk PKM Kewirausahaan, berikut format yang harus diikuti oleh setiap peserta, yaitu adalah:

HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
1.2. Rumusan Masalah
1.3. Tujuan Kegiatan
1.4. Luaran yang Diharapkan
1.5. Manfaat Kegiatan
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
2.1. Kondisi Lingkungan
2.2. Sumber Daya dan Bahan Baku
2.3. Lokasi Usaha
2.4. Perhitungan BEP dan Pendapatan
2.5. Keberlanjutan Usaha
BAB 3. METODE PELAKSANAAN
3.1. Tahapan Pelaksanaan
3.2. Perencanaan Pemasaran
3.3. Analisis SWOT
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1. Anggaran Biaya
4.2. Jadwal Kegiatan

DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka disusun berdasarkan sistem nama dan tahun, dengan urutan: Abjad nama pengarang, tahun, judul tulisan, sumber (jarak 1 spasi).
Perlu diketahui bahwa hanya pustaka yang dikutip dalam proposal penelitian saja yang dicantumkan di dalam daftar pustaka proposal PKM Kewirausahaan.

LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pendamping
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

Tata Cara Melakukan Pendaftaran PKM Kewirausahaan

Selain diharuskan untuk membentuk kelompok dengan beranggotakan 3-5 orang yang disesuaikan dengan kriteria yang sudah kita bahas sebelumnya, setiap mahasiswa juga diharuskan untuk melakukan pendaftaran di Pusat Kemahasiswaan setiap Perguruan Tinggi.

Sehingga pada nantinya, mahasiswa bisa mendapatkan dosen pendamping yang akan memberikan arahan terkait keikutsertaan di PKM Kewirausahaan.

Dilansir dari situs kampusundip.com, tahapan untuk PKM Kewirausahaan dan PKM lainnya dibagi menjadi lima kegiatan, yaitu adalah (a) pengusulan, (b) deskevaluasi dan penetapan proposal yang didanai, (c) Pelaksanaan dan Pelaporan, (d) monitoring dan evaluasi, dan (e) PIMNAS.

Perlu diketahui bahwa tidak semua mahasiswa yang mendaftar dapat langsung diterima untuk mengikuti PKM Kewirausahaan.

Melainkan, setiap Perguruan Tinggi akan melakukan seleksi secara internal terlebih dahulu untuk menentukan dan memilih proposal manakah yang layak untuk diajukan ke Direktorat.

Selain itu, setiap mahasiswa hanya diperbolehkan untuk mengajukan maksimum dua proposal, dengan ketentuan menjadi ketua di satu proposal PKM 5 bidang dan/atau menjadi anggota di proposal PKM yang lain atau menjadi anggota di dua proposal PKM 5 bidang.

Nah, setelah mengajukan proposal ke Direktorat secara online, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengisi identitas pengusul serta mengunggah proposal ke SIM-Litabmas yang akan dibantu oleh operator bidang kemahasiswaan di masing-masing Perguruan Tinggi asal mahasiswa.

Selanjutnya, mahasiswa yang sudah melengkapi identitas dan mengunggah proposal akan mendapatkan username dan password dari operator melalui email.

Pada nantinya, setiap proposal yang telah diterima akan mendapatkan bantuan dana secara langsung dari Dikti.

Butuh Modal untuk Usaha? CekAja.com Saja!

Jadi, itulah hal-hal yang perlu diketahui mengenai PKM Kewirausahaan. Walaupun bisa mendapatkan bantuan dana untuk modal usaha, mengikuti PKM memang diharuskan untuk melalui proses yang cukup rumit dan panjang.

Belum lagi kamu juga diharuskan untuk membentuk kelompok dan melibatkan Perguruan Tinggi agar proposal dapat disetujui.

Nah, apabila kamu ingin membangun bisnis secara individu tanpa melibatkan siapapun, kamu tetap bisa mendapatkan modal usaha kok, yakni melalui CekAja.com.

(Baca Juga: 4 KTA Terbaik untuk Wirausaha)

Tanpa perlu melakukan proses yang panjang, pencairan dana bahkan bisa dilakukan hanya dalam hitungan hari saja.

Tak hanya itu, di sini kamu juga bisa memilih plafon dan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial. Jadi, kamu tak perlu khawatir lagi mengenai cicilan, karena sepenuhnya dapat dipastikan sesuai dengan kemampuan kamu dalam membayar.

Seluruh proses pengajuan dapat dilakukan secara online sepenuhnya, sehingga kamu bisa melakukan pendaftaran kapanpun dan dimanapun dengan cepat dan menghemat waktu.

Yuk, tunggu apa lagi? Segera ajukan pinjaman modal usaha di CekAja.com dan bangunlah bisnis impianmu tanpa ribet.

[widg-clo]