Teknologi Pengelolaan Sampah Buatan Indonesia, Canggih & Bermanfaat!

Setidaknya ada beberapa teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia, di tengah besarnya masalah sampah, terutama sampah plastik. Dengan terciptanya teknologi tersebut, setidaknya kita bisa membantu mengurangi sampah di negara sendiri dan dunia.

Pariwara

Seperti yang diketahui, Indonesia masih menjadi negara penyumbang sampah terbesar.

Agar tidak menjadi masalah yang semakin besar, sebagai penduduk yang menikmati sumber daya alamnya, udaranya, lingkungannya, kita patut menjaganya dari sampah.

Tidak hanya para ilmuwan, pemerintahan, lembaga hingga komunitas saja, yang bisa menciptakan inisiatif untuk menekan laju sampah.

Namun, sebagai masyarakat yang juga masih menghasilkan sampah, kita juga perlu inisiatif positif tersebut.

Selain tidak membuah sampah sembarangan, memilah jenis sampah sesuai golongannya, siapapun bisa menciptakan penemuan terkait pengelolaan sampah, agar menjadi barang yang bermanfaat.

Sadar akan banyaknya sampah, beserta masyarakat yang belum peduli tentang kebersihan lingkungan, beberapa orang ini menemukan teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia asli.

Adapun, penemuan berbasis teknologi pengelolaan sampah ini, bisa bermanfaat untuk siapapun, dalam mengelola sampah, agar menjadi barang yang bisa digunakan kembali.

(Baca Juga: Cara Memilah Sampah yang Baik dan Benar)

Teknologi Pengelolaan Sampah Buatan Indonesia

1. TOSS Listrik Kerakyatan

Teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia, yang pertama adalah TOSS Listrik Kerakyatan atau kepanjangannya adalah Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Listrik Kerakyatan.

Jadi, TOSS Listrik Kerakyatan merupakan sebuah program pengolahan sampah, atau limbah organik, yang bisa atau mudah terurai seperti dedaunan, rumput, dan pepohonan.

Selanjutnya, limbah tersebut akan dijadikan sumber energi ekonomi alternatif. Siapa yang menciptakan teknologi ini?

Perlu diketahui bahwa inovasi ini diciptakan oleh Pemda Klungkung, yang bekerja sama dengan STT PLLN dan Indonesia Power.

Karena limbah organik banyak dihasilkan oleh rumah tangga, maka teknologi ini bisa digunakan untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, seperti menjadi pakan ikan.

Selain bisa digunakan sendiri, pakan ikan juga bisa menghasilkan uang, karena bisa diperjualbelikan.

2. Mall Sampah

Teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia yang selanjutnya ada Mall Sampah. Jika TOSS Listrikan Kerakyatan dibuat oleh Pemda, Mall Sampah ini, diciptakan oleh startup asal Makassar.

Sudah berdiri sejak 2015, kini Mall Sampah sudah berubah menjadi perseroan terbatas atau PT.

Adapun cara kerja pengelolaan sampah di Mall Sampah ini adalah bisa bantu menengahi penghasil sampah, yang berasal di sampah rumah tangga ataupun perkantoran.

Hasil dari pengelolaan sampah di Mall Sampah ini, selanjutnya bisa diperjualbelikan kepada pengepul atau pemulung.

Nah, melalui platform inilah, masyarakat tidak hanya bisa bantu menekan laju sampah, tapi juga bisa membeli produk-produk yang ramah lingkungan.

3. Mobil Bahan Bakar Limbah Plastik

Bukan bensin, tapi mobil ini berbahan bakar limbah plastik. Kok bisa? Ya, teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia ini, dibuat oleh mahasiswa UGM Yogyakarta.

Penemuan ini, menjadi inovasi teknologi dan menjadi juara dunia, lomba inovasi teknologi yang diselenggarakan di London, Inggris.

Selain itu, mobil ini juga tidak menggunakan gas untuk membakarnya, ketika diisi bahan bakar berupa sampah plastik.

Namun, penemu teknologi ini mengonversi sampah plastik, sebagai bahan bakar tersebut dengan menggunakan gas buangan knalpot.

Tidak hanya sampai di situ, teknologi ini juga tersemat alat penyerap karbondioksida dari knalpot, sehingga sangat menekan polusi udara.

4. Gringgo

Kamu malas buang sampah, dan bingung mau buang sampah ke mana? Teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia ini, bisa jadi solusi, yakni Gringgo.

Adapun, Gringgo ini merupakan teknologi pengelolaan sampah berbasis aplikasi, yang sangat memungkinkan penggunanya, bisa terhubung dengan petugas terdekat, untuk mengambil sampah ke rumah pengguna.

Tidak hanya mengambil sampah cuma-cuma, bahkan Gringgo juga menyiapkan hadiah menarik, sebagai ganjarannya, bagi pihak yang terlibat dalam proses pengolahan sampah ini.

Mulai dari penghasil sampah, pengumpul sampah, maupun pendaur ulang sampah. Menarik bukan? Yuk ikutan partisipasi dengan teknologi ini.

5. Angkuts

Berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia ini menyediakan layanan jasa pengangkutan sampah, bernama angkuts.

Sama seperti Gringgo, teknologi ini juga diciptakan untuk mempermudah seseorang, membuang sampah ke tempat yang benar, dan bisa diolah dengan baik.

Sistemnya, nanti petugas akan mendatangi atau menjemput sampah kamu, dari perumahan, restoran, hotel, kantor, hingga indekos.

Pemilik sampah pun akan dihargai dengan saldo serupa tabungan di aplikasi Android Angkuts.

6. Sampah Muda

Teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia, yang tak kalah menginovasi, adalah Sampah Muda.

Teknologi Sampah Muda ini merupakan contoh lain inovator muda, terutama dalam menekan dan menanggulangi masalah sampah, di Indonesia.

Adapun teknologi asal Semarang ini, berupa startup, yang memiliki prinsip kerja, yang terbilang cukup sederhana.

Hampir sama dengan Gringgo dan Angkuts, sampah muda juga memiliki sistem dengan cara menghubungkan pemilik sampah, dengan pendaur ulang.

Tidak asal taruh, Sampah Muda juga memiliki drop point sebagai tempat pembuangan sampah, bahkan juga menyediakan jasa penjemputan sampah, ke rumah-rumah dan tempat lainnya.

Jenis sampah apa saja, yang bisa angkut oleh Sampah Muda? Mereka menerima jenis sampah, mulai dari kertas, metal, logam, kaca, elektronik, plastik, hingga minyak jelantah.

Uniknya, di sini si penyumbang sampah, yang menggunakan jasa Sampah Muda, akan mendapat imbalan berupa trashpoint.

Nantinya, trash point bisa ditukar menjadi hadiah, berupa gopay, pulsa, ataupun pulsa listrik.

Nah, itu dia beberapa informasi terkait teknologi pengelolaan sampah buatan Indonesia, yang bisa bantu menekan laju sampah plastik dan lainnya di Indonesia.

Dengan adanya teknologi tersebut, diharapkan Indonesia bisa perlahan bersih dari sampah, dan masyarakatnya juga perlahan sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, dan mengelola sampah dengan benar.

(Baca Juga: Cara Cerdik Menanggulangi Sampah dengan Memilah dan Mengolah)

Jika sampah masih terus dibuang sembarangan, maka lingkungan beserta ekosistemnya juga perlahan rusak. Bencana banjir terus melanda, hewan di alam semakin terancam dan lainnya.

Belum lagi pencemaran udara hingga air, yang masih dibutuhkan manusia untuk hidup, akibat sampah.

Penyakit akan lebih mudah menjangkit, belum lagi ditambah adanya pandemi, yang membuat lingkungan semakin terpenjara oleh penyakit.

Nah, selain pintar-pintar mengelola sampah, ada baiknya kita juga memiliki proteksi tambahan untuk menjaga kesehatan tubuh, berupa asuransi kesehatan.

Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu bisa meminimalisir risiko jatuh sakit dan kerugian finansial. Kamu juga lebih mudah untuk mendapatkan rumah sakit terbaik, dengan fasilitas terlengkap.

Yuk, jangan sampai terlambat, segera ajukan asuransi kesehatan pribadi maupun keluarga, melalui CekAja.com, secara online, dengan mudah dan praktis.

CekAja.com juga menyediakan banyak produk asuransi kesehatan terbaik, dari perusahaan asuransi kesehatan ternama di Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com!

Pariwara