6 Cara Budidaya Lobster Air Tawar dan Laut yang Bawa Keuntungan Besar

Cara budidaya lobster di air tawar maupun di air laut menarik untuk diketahui. Nilai jual lobster yang selalu tinggi hingga jutaan rupiah bisa membawa keuntungan besar. Simak penjelasan cara budidayanya berikut ini.

Lobster adalah hewan dari kelompok crustacean berukuran besar dan bercapit. Habitatnya ada di air tawar dan air laut, tergantung dengan jenisnya.

Hewan dengan nama ilmiah Nephropidae ini biasa dikonsumsi sebagai makanan laut (seafood) dengan cita rasa gurih, sedikit asin dan manis.

Karakter lobster yang unik adalah memiliki pertumbuhan yang lambat, rentan terhadap penyakit dan membutuhkan makan yang banyak.

Tak heran jika cara budidaya lobster air tawar maupun air laut sulit dilakukan.

Harga Mahal, Permintaan Ekspor Lobster Tinggi

Karena sebagian besar jumlah lobster tumbuh dengan alami, maka jumlahnya yang terbatas membuatnya memiliki harga yang mahal.

Dengan tingkat permintaan pasar yang tinggi di seluruh dunia, mulai dari daratan Amerika, Eropa, hingga negara Asia lainnya, lobster dijadikan komoditi ekspor oleh negara-negara yang memilikinya.

Lobster dari negara-negara tropis seperti Indonesia dihargai sangat mahal di luar negeri.

Dilansir dari Kompas.com yang mengutip laporan resmi Badan Pangan Dunia (FAO),harga lobster dari negara tropis dihargai USD36 atau sekitar Rp504.000

Saat sudah diolah menjadi menu restoran, harga lobster ditaksir mencapai USD45 atau sekitar Rp630.000 per 0,5 kg.

Namun, harga lobster air laut konon lebih mahal, karena rasanya yang lebih gurih dan ukurannya yang bisa lebih besar daripada lobster air tawar.

Di Indonesia, metode penangkapan lobster yang banyak dilakukan adalah dengan menangkapnya sendiri di habitat lobster yang biasanya bersembunyi di area karang besar di pinggir laut.

Para nelayan kemudian mendistribusikan lobster hingga akhirnya diekspor ke berbagai negara.

Namun, cara budidaya lobster sebenarnya masih mungkin dilakukan. Dalam artikel ini, cara budidaya lobster air tawar dan laut akan dibahas selengkapnya.

(Baca Juga: Budidaya Ternak Ikan Salmon Berpeluang Besar, Ini Caranya!)

Cara Budidaya Lobster Air Tawar dan Laut

Terdapat cara budidaya lobster air tawar dan laut yang perlu kamu ketahui terlebih dulu.

Pada cara budidaya lobster air tawar, perolehan benur bisa didapat dengan mengawinkan indukan. Sedangkan pada cara budidaya lobster air laut, benur dibeli dari penjual benur khusus.

Sebab, mengawinkan indukan lobster air laut lebih sulit dilakukan.

Berikut ini penjelasan cara budidaya lobster selengkapnya.

1. Mendapatkan Benur

Lobster air tawar:

Langkah awal dari cara budidaya lobster air tawar dan laut adalah dengan mendapatkan benur atau bibit.

Untuk budidaya lobster air tawar, langkah pertama adalah memilih indukan berkualitas berusia antara 4 bulan sampai 7 bulan.

Induk jantan dan betina lobster dewasa yang siap kawin ditandai dengan adanya bercak merah pada capitnya.

Pastikan indukan memiliki kepala yang lebih besar daripada badannya, dengan bobot antara 62 gram sampai 65 gram.

Proses pengawinan dilakukan di dalam sebuah bak berisi pipa paralon berdiameter 2 inchi dan panjang 20 cm sebagai tempat persembunyian lobster.

Besar bak disesuaikan dengan jumlah indukan. Kamu bisa meletakkan maksimal 25 pasang indukan per meter persegi.

Di dalam bak, tebar suplemen organik cair, misalnya GDM. Biarkan selama 2 minggu sampai 3 minggu, sampai perjadi perkawinan dan induk betina bertelur.

Lobster air laut:

Untuk cara budidaya lobster air laut, disarankan untuk membeli benur dengan berat rata-rata 4 gram, atau antara 10 gram sampai 30 gram. Semakin besar ukuran benur, maka akan lebih cepat panen.

Benur lobster laut bisa didapatkan di koperasi perikanan atau nelayan yang menangkap benur secara langsung.

2. Memelihara Benur

Lobster air tawar:

Setelah diketahui ada indukan betina yang bertelur, maka pisahkan indukan betina ke ruangan lain dalam satu bak yang sama seperti saat pengawinan untuk dapat mengerami telur-telur tersebut.

Proses pengeraman sekitar 3 minggu sampai 5 minggu sampai akhirnya benur akan terlepas dari tubuh induk betina.

Pisahkan benur yang baru menetas ke dalam bak khusus yang sudah diberikan cairan suplemen, kemudian berikan pakan 2 kali sehari dengan cacing sutera atau pelet udang.

Lobster air laut:

Sedangkan pada cara budidaya lobster air laut, tidak ada tahap pemeliharaan benur karena benur akan langsung ditebar dengan cara khusus.

3. Menyiapkan Bak atau Kolam Budidaya

Lobster air tawar:

Bak atau kolam lobster air tawar yang biasa digunakan ada dua jenis, yakni kolam terpal dan kolam tembok atau semen.

Ukurannya sekitar 5×4 meter, dilengkapi dengan pipa paralon di dalamnya untuk tempat bersembunyi lobster.

Kolam terpal maupun kolam semen harus sama-sama dibebaskan dari kandungan berbahaya dengan melakukan perendaman dengan cairan suplemen organik.

Setelah kolam diganti dengan air yang baru dan cairan suplemen organik, biarkan selama seminggu untuk memunculkan organisme alami di dalam kolam.

Selanjutnya, kamu siap menebar benur lobster. Nantinya, kolam harus diganti airnya serta pipa paralon dibersihkan setiap 2 sampai 3 hari sekali.

Berikut syarat ideal kolam lobster air tawar.

  • Suhu air kolam 24-31 derajat Celcius
  • Tingkat keasaman pH 6-8
  • Kandungan amoniak maksimal 1,2 ppm
  • Tingkat kekeruhan air 30-40 cm
  • Kedalaman air kolam 25-30 cm dengan kepadatan 20-50 ekor per meter persegi.

Lobster air laut:

Pada cara budidaya lobster air laut, kolam dibuat di pinggiran laut yang jauh dari keramaian seperti dermaga.

Gunakan keramba untuk membentuk kolam dengan jala ukuran besar namun lubangnya kecil. Sehingga benur lobster tidak akan kabur.

Pasangkan tempat persembunyian betupa bambu atau rumput laut yang diletakkan di dalam kolam.

Berikut kriteria ideal kolam lobster air laut.

  • Suhu air kolam berkisar 28-39 derajat Celsius
  • Tingkat salinitas ait berkisar 28-35 ppt
  • Tingkat keasaman pH 7-8

(Baca Juga: Jenis-jenis Tanaman yang Mudah Dicangkok Beserta Cara Mencangkoknya)

4. Menebarkan Benur ke Kolam Pembesaran

Lobster air tawar:

Setelah kolam siap, cara budidaya lobster selanjutnya adalah menebarkan benur ke kolam pembesaran.

Pada lobster air tawar, pastikan kolam pembesaran sudah dibersihkan dari zat kimia kolam, kemudian diisi air dan cairan suplemen yang dibiarkan selama seminggu.

Pastikan jumlah pipa paralon sebagai tempat bersembunyi lobster mencukupi. Apungkan benur lobster terlebih dulu selama 15-30 menit, sebagai proses adaptasi dengan kolam pembesaran.

Setelah itu, tebar benur dengan melepaskannya secara merata.

Lobster air laut:

Untuk menebarkan benur lobster air laut, pastikan dilakukan dipagi atau sore hari saat suhu udara sedang tidak terlalu panas.

Letakkan maksimal 50 ekor benur dalam satu kolam. Jumlah ini terbilang sedikit, sebab untuk mengantisipasi terjadinya kanibalisme antara satu lobster dengan yang lainnya.

Apungkan benur di permukaan kolam terlebih dulu selama 30 menit, agar benur dapat beradaptasi dengan air kolam. Baru kemudian secara perlahan ditebarkan ke dalam kolam.

5. Memelihara Lobster

Lobster air tawar:

Perawatan lobster air tawar yang terpenting adalah dengan menjaga kebersian kolam. Lakukan pergantian air dan pembersihan pipa paralon secara rutin 2-3 hari sekali.

Kamudian berikan cairan suplemen 10 hari sekali dengan kadar 6 ml per meter persegi.

Berikan pakan yang bagus seperti cacing cutera, cacing beku, atau pelet lobster dengan jumlah 3 persen dari berat lobster.

Kadar pemberian pakan yakni 25 persen di pagi hari, dan 75 persen di sore hari.

Lobster air laut:

Sedangkan pemeliharaan lobster air laut cukup sederhana, yakni dengan pemberian pakan yang tepat.

Jenis pakan yang bisa diberikan antara lain daging ikan rucah, bekicot, siput, atau tiram yang sudah dicincang.

Pemberian pakan dilakukan pada pagi dan sore hari, dengan jumlah secukupnya saja.

Jangan sampai pakan tersisa di dalam kolam, sebab membuat kolam kotor dan berisiko meracuni lobster di dalam kolam.

6. Proses Panen

Lobster air tawar:

Setelah dibudidayakan selama 6-8 bulan, maka lobster air tawar siap panen dengan syarat memiliki bobot di atas 100gram.

Lobster air laut:

Sedangkan untuk lobster air laut, proses panen dilakukan setelah lobster berusia 6-10 bulan dengan bobot 120-200 gram.

Untuk memanen lobster air tawar maupun laut, pastikan kamu menggunakan sarung tangan untuk melindungi dari serangan capit tajam.

Pilih lobster berkualitas dengan ukuran besar. Jika ada lobster yang dirasa kecil yang masih ingin kamu besarkan, maka letakkan kembali ke kolamnya.

Lobster dijual sebaiknya dalam keadaan hidup hingga sampai ke pasar. Sebab harga lobster hidup yang segar tentu akan sangat mahal dan menguntungkan.

Manfaatkan KTA untuk Modal Usaha

Itulah penjelasan mengenai cara budidaya lobster yang bisa kamu coba. Jangan ragu memulai usaha, selama kamu sudah melakukan riset pasar dan pembelajaran lainnya.

Modal usaha bisa didapatkan dengan mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang tersedia di CekAja.com.

Ada beberapa pilihan KTA terbaik dengan cicilan ringan, dan pastinya tak membutuhkan jaminan aset apapun.

Proses pengajuan KTA di CekAja.com dijamin mudah dan cepat, karena dilakukan secara online. Penggunaan dana pinjaman KTA juga bisa untuk apa saja, termasuk untuk tambahan modal usaha.

Segera cek perbandingan dan ajukan KTA sekarang juga melalui CekAja.com!