6 Jamu Pelancar Haid yang Katanya Aman Dikonsumsi, Benarkah?

Saat telat menstruasi, tak sedikit dari kaum hawa yang memilih cara instan dengan mengonsumsi jamu pelancar haid. Namun, apakah jamu ini efektif dan aman untuk dikonsumsi?

Setiap bulannya, wanita akan mengalami siklus haid, yang terkadang datang sesuai jadwal, namun tak jarang juga tidak beraturan. Hal inilah yang biasa membuat kaum hawa panik, dan akhirnya memilih untuk meminum jamu pelancar haid.

Siklus haid yang tidak beraturan alias enggak lancar, umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Bisa jadi karena penggunaan obat-obatan, gaya hidup, aktivitas fisik yang berlebihan, stress, hingga menderita kista.

Nah, sewajarnya, siklus menstruasi pada wanita terjadi tiap 28 hingga 36 hari, dan berlangsung kira-kira sebanyak 13 kali dalam setahun.

Diluar dari ketentuan itu, atau wanita yang mengalami siklus haid kurang dari 21 hari maupun lebih dari 35 hari, bisa dibilang siklus haidnya tidak lancar.

Siklus haid yang tidak lancar sendiri, sebenarnya dapat diatasi dengan beberapa cara, selain menggunakan obat-obatan kimia. Caranya ialah dengan meracik dan mengonsumsi jamu pelancar haid.

Apa Itu Jamu Pelancar Haid?

Jamu pelancar haid umumnya dapat diracik sendiri di rumah dengan bahan-bahan alami, seperti jahe.

Penggunaan jahe dipilih, sebab dianggap memiliki efek samping yang jauh lebih minim, ketimbang dengan mengonsumsi obat-obatan kimia.

Nah, untuk mengetahui apakah jahe maupun bahan alami lainnya bisa digunakan sebagai jamu pelancar haid, yuk simak ulasan CekAja di poin selanjutnya, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

Ramuan Jamu Pelancar Haid

1. Jahe

Jamu pelancar haid yang pertama dan paling banyak direkomendasikan di situs kesehatan adalah ramuan jamu dari jahe.

Sejak dulu, tumbuhan herbal yang bernama ilmiah Zingiber officinale ini, memang terkenal sebagai salah satu obat tradisional, yang efektif untuk mengurangi berbagai gejala penyakit maupun masalah kesehatan lainnya, seperti meredakan nyeri haid.

Kendati demikian, untuk urusan keampuhan jahe sebagai jamu pelancar haid, memang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut. Namun, bukan berarti kamu tak bisa mencobanya.

Selama dikonsumsi dengan dosis yang tepat, sekitar 2,5 ml hingga 3 ml, maka ramuan ini masih dapat kamu minum untuk melancarkan siklus haid dan meringankan gejala PMS.

Selain dikonsumsi secara langsung, kamu dapat meracik jahe dengan mengambil ekstraknya kemudian campurkan pada air hangat maupun teh. Agar rasanya lebih nikmat, tambahkan pula madu atau lemon.

(Baca Juga: 6 Penyebab Darah Haid Menggumpal)

2. Cuka sari apel

Selain jahe, masih ada lagi jamu pelancar haid lainnya yakni cuka sari apel.

Bahan alami yang biasa digunakan untuk pelengkap makanan ataupun untuk wajah ini, dapat kamu racik dengan tambahan madu kira-kira sekitar satu sendok makan, agar rasanya tidak kecut.

Konsumsilah sesaat setelah bangun tidur untuk mendapatkan hasil yang nyata.

Beberapa sumber mengatakan, bahwa dalam suatu penelitian mengenai cuka sari apel, bahan alami ini dapat dikonsumsi untuk melancarkan siklus haid, terutama bagi penderita sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Walau demikian, namun mengonsumsi cuka sari apel sebagai jamu pelancar haid masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, sama halnya seperti jahe.

Gunanya tak lain untuk mengetahui besaran efektivitas dan dosis yang tepat terhadap pemakaiannya.

3. Kunyit

Jamu pelancar haid yang berikutnya masih seputar rempah-rempah alami yaitu kunyit.

Obat tradisional yang berasal dari wilayah Asia Tenggara ini, mengandung senyawa kurkumin yang khasiatnya tidak hanya untuk melancarkan siklus haid.

Namun juga mengatasi nyeri dan kram perut, hingga memperbaiki suasana hati selama menstruasi berlangsung.

Kamu dapat mengonsumsi kunyit dengan meraciknya bersama madu, susu, atau bahkan teh agar rasanya lebih nikmat. Minum selama dua hari sekali dengan ketentuan 100 mg kunyit.

4. Nanas

Jamu pelancar haid yang lainnya adalah nanas. Termasuk dalam kategori buah tropis, nanas mengandung enzim bromelain yang sifatnya anti-peradangan.

Dengan mengolahnya menjadi jus yang segar dan diminum secara rutin setiap harinya, efektivitas nanas sebagai jamu pelancar haid cukup diakui, meskipun memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut.

5. Daun pepaya

Cita rasanya mungkin tidak kamu sukai, tetapi daun pepaya sendiri dianggap berkhasiat baik sebagai jamu pelancar haid lho.

Berkat kandungan kalsium dan vitaminnya yang cukup lengkap, mulai dari vitamin A, B, C, D, hingga E, daun pepaya seringnya dikonsumsi oleh orang tua zaman dulu, untuk melancarkan siklus menstruasi mereka yang terkadang tidak lancar.

Nah, untuk mengolahnya menjadi jamu pelancar haid, kamu dapat merebus beberapa lembar daun pepaya yang sudah dicuci bersih.

Tambahkan dua gelas air, garam, dan asam jawa, lalu rebus hingga matang. Konsumsi selagi hangat sebelum dan ketika haid berlangsung.

(Baca Juga: 7 Tipe Warna Darah saat Menstruasi)

6. Kayu Manis

Jamu pelancar haid yang satu ini, juga dapat dikonsumsi saat terasa nyeri sewaktu haid terjadi.

Tidak hanya itu saja, kayu manis pun bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk sindrom polikistik ovarium (PCOS).

Nah, bagi kamu yang ingin mencoba meracik kayu manis sebagai jamu pelancar haid, cukup campurkan rempah-rempah alami tersebut sebanyak 500 mg ke dalam air hangat atau teh, lalu tambahkan madu agar rasanya lebih nikmat.

Adakah Efek Samping dari Mengonsumsi Jamu Pelancar Haid?

Itu tadi beberapa jamu pelancar haid yang katanya aman untuk dikonsumsi oleh para wanita.

Namun, sebagaimana bahan alami pada umumnya, keenam ramuan tadi tentu pula memiliki efek samping bagi tubuh, terlebih jika dikonsumsi secara berlebihan.

Misalkan pada jahe. Rempah-rempah alami ini memang terkenal banyak khasiatnya bagi kesehatan. Tapi jika dikonsumsi secara berlebihan, di luar batas maksimalnya yakni 5 gr per hari, maka kamu akan merasakan efeknya pada pencernaan.

Tidak hanya itu saja, jahe pun sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh pengidap diabetes.

Sebab, senyawa yang terkandung di dalamnya justru akan mempengaruhi kadar insulin di tubuh, dan membuat tingkat kadar gula darah menurun.

Selain jahe, cuka sari apel, kunyit, nanas, daun pepaya, hingga kayu manis pula, punya dampak buruk bagi tubuh jika dikonsumsi secara berlebihan.

Pada penggunaan cuka sari apel, idealnya manusia hanya boleh mengonsumsinya sebanyak dua hingga tiga sendok makan per hari.

Di luar dari itu, bersiaplan untuk merasakan gangguan pencernaan hingga erosi pada gigi.

Lalu, bagaimana dengan kunyit? Sama halnya dengan jahe dan cuka sari apel, penggunaan kunyit dengan dosis tinggi juga dapat menyebabkan iritasi pada lambung, hingga memicu sakit kepala dan mual.

Sementara untuk penggunaan nanas, jika dikonsumsi dalam batas tinggi, dapat menyebabkan overdosis bromelain, yang nantinya berimbas pada kadar pendarahan menstruasi.

Berbanding terbalik dengan penggunaan nanas sebagai jamu pelancar haid, daun pepaya yang dikonsumsi secara berlebihan nyatanya bisa menimbulkan alergi pada mata dan hidung, karena enzim papainnya.

Sama halnya dengan daun pepaya, kayu manis pun dapat memicu alergi, sesak napas, hingga hipersensitivitas, apabila kamu mengonsumsinya dalam dosis tinggi sebagai jamu pelancar haid.

Jangan Hanya Mengandalkan Ramuan, Pilih yang Pasti-pasti!

Meskipun keenam ramuan di atas dapat diandalkan sebagai jamu pelancar haid, namun ramuan tersebut juga punya efek samping bagi kesehatan.

Oleh karenanya, saat mengalami masalah pada tubuh, ada baiknya untuk tetap berkonsultasi ke dokter.

Agar biayanya tidak terlalu memberatkan, lebih baik memiliki asuransi kesehatan yang pastinya bakal melindungi kamu dari berbagai risiko.

Asuransi kesehatan ini bisa kamu dapatkan dengan mengajukannya di CekAja.com.

Selain mengajukan, kamu pun dapat membandingkan dulu seluruh produk asuransi kesehatan yang paling baik, sehingga kamu mendapatkan produk asuransi yang bagus dan sesuai kebutuhan.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, langsung miliki asuransi kesehatan dari CekAja.com, dan rasakan manfaatnya untuk diri sendiri maupun keluarga.