8 Perbedaan DNA dan RNA dalam Dunia Medis, Sudah Tahu?

Perbedaan DNA dan RNA dalam dunia medis memang harus diketahui. Sebab, kedua senyawa tersebut memegang peranan penting dalam hal perkembangan manusia serta pengobatan.

Advertisement

Setelah beredar kabar mengenai vaksin Covid-19, masyarakat awam kini semakin mengenal istilah DNA dan RNA. Kedua senyawa kimia ini rupanya memang punya peranan penting dalam hal biologi sel.

Ragam Perbedaan DNA dan RNA

Nah, buat kamu yang penasaran mengenai perbedaan DNA dan RNA, sekaligus ingin mempelajarinya, yuk langsung saja cek ulasan lebih detilnya di bawah ini.

1. Fungsi

Perbedaan DNA dan RNA yang pertama terletak dari fungsinya. Pada DNA, senyawa ini berfungsi untuk menyimpan dan membawa informasi genetik, baik dalam jangka pendek maupun panjang,

Dalam jangka pendek, DNA bisa dibilang sebagai ‘cetak biru’ untuk semua informasi genetik yang ada pada organisme.

Sedangkan untuk jangka panjangnya, DNA berfungsi sebagai perangkat penyimpanan sekaligus mentransfer informasi genetik tersebut, untuk diturunkan antar generasi.

Lalu, apa yang membuat DNA sendiri berbeda dengan RNA? Nah, fungsi RNA dalam hal ini hanya sebagai penerjemah kode genetik dalam pembuatan protein.

Tidak hanya itu saja, RNA pun turut berperan untuk mengatur dan menghambat ekpresi gen, guna menekan pertumbuhan penyakit ganas seperti tumor atau kanker.

(Baca Juga: Mengenal Saturasi Oksigen dan Cara Mengeceknya)

2. Lokasi

Jika berbicara mengenai lokasi keberadaan DNA dan RNA, bisa dibilang kedua senyawa kimia ini juga berbeda.

DNA umumnya berada di sel eukariotik, khususnya dalam nukleus. Nah, nukleus ini terdapat dalam kromosom yang terkenal memiliki bentuk sangat padat.

Selain memiliki DNA inti, terdapat pula beberapa DNA lainnya yang ada dalam mitokondria penghasil energi.

Melansir dari laman Kompas yang juga mengutip dari Microbe Notes, dikatakan bahwa DNA tidak dapat meninggalkan inti nukleus.

Berbeda dari DNA, RNA dapat meninggalkan intinya. Asal mula terbentuknya RNA ini diketahui dari nukleolus, yang kemudian bergerak ke lokasi sitoplasma.

Nah, jenis-jenis RNA sendiri bisa ditemukan di berbagai lokasi yang berbeda.

Pertama, ada mRNA yang dibuat dalam nukleus. Lalu menuyusl tRNA yang bergerak bebas di sekitar sitoplasma dan rRNA di sebagian ribosom.

3. Bentuk Rantai

Perbedaan DNA dan RNA yang berikutnya terletak pada bentuk rantai mereka.

Dibandingkan RNA, DNA justru memiliki rantai panjang nukleotida, yang terbentuk dari heliks ganda B dan saling berpilin.

Sementara pada RNA, senyawa ini terdiri dari heliks tunggal berbentuk A dengan rantai nukleotida yang cenderung lebih pendek.

4. Struktur Gula

Perbedaan DNA dan RNA lainnya terletak dari struktur gula yang ada pada kedua senyawa tersebut.

Pada DNA, komposisi gula yang terkandung di dalamnya disebut dengan deoxyribonucleic acid. Ini adalah jenis gula yang mengandung kandungan basa adenine/A, citocine/C, timin/T, serta guanine/G.

Deoxyribonucleic acid memiliki -H terikat pada karbon kedua, sehingga tingkat kestabilannya jauh lebih baik terhadap serangan enzim, sekaligus mampu bertahan dalam waktu yang lama.

Berbeda dengan RNA yang mana komposisi gula di dalamnya disebut ribosa, dengan kode yang dimiliki berupa adenine/A, citocine/C, uracile/U, dan guanine/G.

Kandungan ribosa pada RNA yang tanpa modifikasi hidroksil, dikenal memiliki satu gugus -OH dan lebih reaktif dibandingkan komposisi gula dalam DNA.

Sehingga, tingkat kestabilannya tergolong minim terhadap serangan enzim dan tidak mampu bertahan dalam waktu yang lama seperti halnya deoxyribonucleic acid pada DNA.

5. Komposisi Basa

Komposis basa antara DNA dan RNA juga tak sama. Itu makanya CekAja memasukkan kategori ini dalam pembahasan mengenai perbedaan DNA dan RNA.

DNA termasuk dalam unit dasar kode genetik. Dalam kode genetik tersebut ada empat basa yang tersusun yaitu adenine/A, citocine/C, timin/T, dan guanine/G.

Basa nitrogen guanine berpasangan dengan citocine, dan adenine berpasangan dengan timin.

Sebenarnya komposisi basa ntara DNA dan RNA hampir serupa. Hanya saja, pada DNA, komposisi keempatnya menggunakan basa timin/T.

Sementara RNA menggunakan basa uracile/U, yang mana komposisi basa nitrogen ini diketahui tidak memiliki gugus metil.

(Baca Juga: 7 Manfaat dan Risiko Tes DNA)

6. Tingkat Kerusakan Ultraviolet

Selanjutnya, perbedaan DNA dan RNA yang nampak sekali terlihat adalah daya tahan keduanya terhadap sinar ultraviolet.

Melansir dari laman Kompas, yang juga mengutip situs ThoughtCo, dikatakan bahwa DNA jauh lebih rentan terhadap sinar ultraviolet, jika dibandingkan dengan RNA yang justru lebih tahan terhadap kerusakan dari sinar ultraviolet.

7. Proses Pembentukan dan Perkembangan

Dilihat dari proses pembentukan dan perkembangannya, terdapat pula perbedaan DNA dan RNA yang cukup signifikan.

Mengutip laman liputan6, DNA mampu mereplikasi dirinya sendiri melalui proses duplikasi informasi genetik.

Sementara, RNA merupakan disintesis melalui proses transkripsi DNA. Bisa dibilang bahwa RNA adalah ‘fotokopi DNA’ dari sel.

8. Pasangan Kode Gen

Terakhir, yang menjadi perbedaan DNA dan RNA adalah pasangan kode gennya. Nah, pasangan kode gen ini sebetulnya telah dibahas sedikit pada poin nomor 5.

Pada DNA, memiliki kode genetik berupa adenine/A, citocine/C, timin/T, dan guanine/G.

Keempat kodenya terbentuk secara berpasangan, yang mana adenine/A berpasangan dengan timin/T, dan citocine/C dengan guanine/G.

Sementara pada RNA, senyawa ini memiliki kode genetik berupa adenine/A, uracile/U, citocine/C, dan guanine/G. Adenine/A berpasangan dengan uracile/U, dan citocine/C berpasangan dengan guanine/G.

Nah, itu dia informasi mengenai perbedaan DNA dan RNA. Mengetahui hal ini tentu saja akan membantu kamu jauh lebih paham mengenai dunia medis, terutama jika kamu memang tengah mengemban ilmu di bidang serupa.

Namun, hanya mengetahui saja, tanpa kamu pun sadar untuk menjaga kesehatan, apa gunanya?

Apalagi seperti yang kita tahu, kebanyakan orang yang belajar tentang ilmu kesehatan terkadang lupa untuk meluangkan waktu terhadap dirinya sendiri, karena terlalu sibuk belajar.

Maka dari itu, imbangilah hidup dengan belajar secukupnya dan sisanya adalah dengan mengurus diri sendiri.

Mau Punya Asuransi Kesehatan? CekAja.com Tempatnya!

Mengurus diri di sini maksudnya adalah tentang mengatur gaya hidup serta pola makan ya.

Ada baiknya pula jika memiliki asuransi kesehatan, sehingga urusan biaya pengobatan jauh terasa lebih ringan.

Kalau belum memiliki asuransi kesehatan, kamu bisa kok mulai membelinya dari sekarang melalui layanan CekAja.com.

CekAja hadir untuk membantu masyarakat Indonesia menentukan asuransi kesehatan terbaik versinya sendiri, yang sesuai dengan kebutuhan maupun kondisi keuangan mereka.

Selain memberikan kemudahan, asuransi kesehatan di CekAja.com dijamin yang paling banyak manfaatnya, dengan jaringan rumah sakit terluas dan bantuan klaim cepat.

Proses pengajuannya juga gampang, bahkan kamu dapat membeli polisnya kapan saja dan di mana saja, hanya bermodalkan gadget dan jaringan internet.

Gimana, tertarik? Yuk, langsung saja cek produk asuransi kesehatannya di CekAja.com, dan ajukan kapanpun saat kamu membutuhkannya.

Advertisement